From: Suryanto S 

ANAK YANG SULUNG

Tema khotbahnya adalah 'Anak yang hilang.' Pengkhotbah dengan penuh semangat 
berbicara tentang cinta Bapa yang tiada bandingannya. Tetapi apakah yang 
istimewa pada cinta Bapa? Ada ribuan bapa manusia yang dapat menyamai cinta 
itu. Dan lebih mungkin lagi, ribuan ibu manusia.
Perumpamaan ini sungguh-sungguh dimaksudkan untuk menyindir orang Farisi:
Para pemungut pajak dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk 
mendengarkanNya. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli 
Taurat. Kata mereka: 'Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama 
dengan mereka.' Lalu Jesus menceritakan perumpamaan ini kepada mereka ... 
(Injil Lukas, Bab 15, ayat 1-2)
Orang yang bersungut-sungut! Orang Farisi! Anak sulung! Inilah inti perumpamaan.
Pada suatu hari waktu Tuhan masuk ke dalam surga, Ia heran bahwa semua orang 
sudah berada di sana. Tak seorang pun dimasukkan ke dalam neraka. Ini 
merisaukanNya, karena bukankah Tuhan harus adil? Dan untuk apa neraka 
diciptakan, jika tidak dipakai?
Maka Ia berkata kepada Malaikat Gabriel:
'Panggil semua orang ke hadapan tahtaKu dan bacakan Sepuluh PerintahKu!'
Semua orang dipanggil. Malaikat Gabriel membaca perintah yang pertama. Lalu 
Tuhan bersabda:
'Semua yang pernah berdosa melawan perintah ini, harus segera turun ke neraka!' 
Sejumlah orang mengundurkan diri dan dengan sedih pergi ke neraka.
Hal yang sama terjadi pula sesudah perintah yang kedua dibaca ... begitu pula 
dengan yang ketiga ... keempat ... kelima ... Pada waktu itu penghuni surga 
sudah jauh berkurang. Sesudah perintah keenam dibaca, semua orang telah pergi 
ke neraka kecuali seorang pertapa yang gemuk, tua dan botak.
Tuhan melihatnya dan berkata kepada Malaikat Gabriel:
'Inikah satu-satunya yang masih tinggal di surga?'
'Ya,' sembah Malaikat Gabriel.
'Wah,' kata Tuhan, 'suasana di sini menjadi agak sepi, bukan? Suruhlah mereka 
semua kembali ke surga!'
Ketika pertapa yang gemuk, tua dan botak itu mendengar bahwa semua orang akan 
mendapat pengampunan, ia naik pitam. Dan ia menggugat Tuhan:
'Ini tidak adil! Mengapa dulu hal ini tidak Tuhan katakan kepadaku?'
Nah, ketahuan masih ada seorang Farisi lain lagi yang tersembunyi. 'Anak 
sulung' yang lain. Orang yang percaya akan ganjaran dan hukuman serta berpegang 
teguh pada keadilan mutlak.

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 
1994)
===================================================
From: setia21us <[EMAIL PROTECTED]>

SEPULUH PERINTAH

"supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka 
memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia 
Elohim, yaitu Kristus, sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat 
dan pengetahuan."  (Kolose 2:2-3)

Kita sudah mengetahui dengan pasti bahwa "rahasia" untuk mengerti Kitab Suci 
dengan benar secara keseluruhan adalah melalui Tuhan Yesus Kristus, bukan 
dengan melakukan upacara-upacara ibadah bagaimanapun terlihat baik, suci dan 
alkitabiahnya pekerjaan-pekerjaan tersebut.

Kitab Roma 10:4 berkata kepada kita demikian:
"Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh 
tiap-tiap orang yang percaya."

Kecuali Tuhan Yesus Kristus, yang adalah Anak Elohim dan sekaligus juga Anak 
Manusia, diseluruh dunia ini tidak ada satu orangpun yang tidak pernah 
melanggar perintah Elohim baik dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan. 
Bahkan orang-orang percaya yang sejati sekalipun, tanpa mereka sadari, setiap 
harinya banyak melanggar salah satu dari Sepuluh Perintah. 

Sekarang marilah kita melihat apa saja isi dari 10 Perintah itu (Keluaran 20, 
Ulangan 5):
1. Jangan menyembah Elohim lain
2. Jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan
3. Jangan membuat patung yang menyerupai apapun yang ada di langit
4. Jangan melakukan pekerjaan apapun pada hari ke-tujuh sabat [rohani]
5. Hormati ayah ibumu [rohani]
6. Jangan membunuh [rohani]
7. Jangan mencuri [rohani]
8. Jangan berzinah [rohani]
9. Jangan bersaksi dusta [yaitu jangan berbohong]
10. Jangan mengingini kepunyaan sesamamu [yaitu jangan iri hati]

** Catatan: Umat Katolik memiliki Alkitab yang sedikit berbeda dan urutan dari 
Sepuluh Perintah ini juga berbeda karena mereka memiliki masalah penyembahan 
kepada patung sehingga mereka menghilangkan perintah yang ke-3.

Dan Alkitab mengajarkan bahwa satu buah pelanggaran yang paling kecil saja 
upahnya adalah "kematian kedua" yang kekal (Roma 6:23). Jika ada satu buah dosa 
yang paling kecil saja yang tidak ditebus oleh Kristus maka kita akan berakhir 
di dalam kematian yang kekal. Disisi yang sama Alkitab juga mengajarkan bahwa 
"tidak ada satu orang manusiapun yang benar di hadapan Elohim". Dalam kitab 
Yeremia 9:5 kita membaca demikian:

"Yang seorang menipu yang lain, dan TIDAK seorangpun berkata benar; mereka 
sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan 
malas untuk bertobat."

Dan Mazmur 143:2 berkata demikian:
"Janganlah beperkara dengan hamba-Mu ini, sebab di antara yang hidup TIDAK 
seorangpun yang benar di hadapan-Mu."

Ini berarti seluruh umat manusia pada dasarnya patut untuk dibuang ke dalam 
hukuman yang kekal, yaitu kematian kedua. Kita semua dengan sangat gawat 
betul-betul memerlukan Seorang Juruselamat yang mampu menebus "upah" dosa-dosa 
kita supaya kita bisa dibebaskan dari murka Elohim.

Dan kitab Roma 3:20-24 menjelaskan jalan keluarnya demikian:
"Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Elohim oleh karena 
melakukan hukum Taurat, karena JUSTRU oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. 
Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Elohim telah dinyatakan, SEPERTI 
yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran 
Elohim karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab 
tidak ada perbedaan.
Karena SEMUA orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Elohim 
[yaitu kehilangan citra ilahi atau sifat-sifat ilahi], dan oleh kasih karunia 
telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus."

Bahkan sesungguhnya hukum-hukum yang tertulis pada dua loh batu (sepuluh 
perintah) "memimpin kepada kematian", tetapi Roh Kristus-lah (yaitu Roh Kudus) 
yang membawa kita kepada kehidupan, seperti yang kita baca dalam kitab 2 
Korintus 3:6-7a demikian:

"Ialah [yaitu Kristus] membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari 
suatu Perjanjian Baru [yaitu Injil Anugrah], yang tidak terdiri dari hukum yang 
tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh 
[yaitu Roh Kristus] menghidupkan.
Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu 
.... "

Dan kitab Galatia 3:21,24 menyatakan sbb:
"Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Elohim? 
Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang 
dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat ....... 
Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita 
dibenarkan karena iman [=Kristus]."

Hanya karena kasih karunia Elohim saja salah seorang dari kita dapat 
diselamatkan, sedangkan orang-orang yang berusaha untuk masuk ke dalam surga 
Elohim yang suci melalui pekerjaan-pekerjaannya sendiri dengan berusaha keras 
untuk mematuhi Hukum Taurat tidak akan pernah berhasil, karena pada 
kenyataannya mereka juga harus membayar "upah" dari dosa-dosa yang pernah 
mereka perbuat selama hidup mereka di bumi.

Kitab Kolose 2:18-23 memperingatkan kepada kita demikian:
"Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura 
merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada 
penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya 
yang duniawi, sedang ia TIDAK berpegang teguh kepada Kepala [yaitu Kristus], 
dari mana seluruh
tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, 
menerima pertumbuhan ilahinya. Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan 
Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada 
rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia: jangan jamah ini, 
jangan kecap itu, jangan sentuh ini; semuanya itu hanya mengenai barang yang 
binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran 
manusia. Peraturan-peraturan ini, WALAUPUN nampaknya penuh hikmat dengan ibadah 
buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya 
selain untuk memuaskan hidup duniawi."

Dan kitab Galatia 5:4 berkata demikian:
"Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum 
Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia."

Oleh sebab itu orang-orang yang mengikuti injil-injil pekerjaan kemungkinan 
besarnya mereka masih belum diselamatkan. Kalau mereka sudah diselamatkan, 
mereka akan mempunyai hidup yang kekal, dan mereka akan menjadi lebih taat 
kepada Firman Tuhan. Orang-orang yang sudah menerima kebangkitan jiwa yang baru 
di dalam Roh Kristus akan berkeinginan untuk secara jujur, terus-menerus dan 
sungguh-sungguh untuk melakukan kehendak-kehendak Elohim, memberitakan Injil 
Kasih Karunia Elohim, untuk kemuliaan dan kemegahan Elohim.

Dalam kitab Ayub 11:5-6 kita membaca demikian:
"Tetapi, mudah-mudahan Elohim sendiri berfirman, dan membuka mulut-Nya terhadap 
engkau, dan memberitakan kepadamu rahasia hikmat, karena itu ajaib bagi 
pengertian. Maka engkau akan mengetahui, bahwa Elohim tidak memperhitungkan 
bagimu sebagian dari pada kesalahanmu [yaitu kamu tidak mendapatkan apa pantas 
bagi kejahatanmu]."

"Study to shew thyself approved unto God, a workman that needeth not
to be ashamed, rightly dividing the word of truth."  (2 Timothy 2:15)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.
======================================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

Faith of women in shariah

The faith of muslim women in middle east
http://nl.youtube.com/watch?v=2t3vfDhPTIk&feature=related

Kirim email ke