From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 93 -- Doa Masa Kanak-Kanak Saya yang Dijawab
PENGANTAR
Saat Anda berada dalam sebuah persoalan atau tergeletak lemah karena
sakit penyakit yang tidak urung sembuh, atau mungkin Anda memiliki
sebuah pergumulan yang cukup berat, dan ketika Anda telah berdoa
sekian lama namun belum juga ada jawaban, mungkin Anda akan berpikir
bahwa Tuhan tidak mendengar doa Anda dan tidak mengasihi Anda. Jika
Anda berpikiran demikian, segeralah membuang pikiran tersebut
jauh-jauh dan memohon pengampunan kepada-Nya. Bagi Tuhan, tidak ada
doa yang tidak Ia dengar. Ia mendengar seruan setiap umat-Nya, baik
itu anak-anak, orang dewasa, maupun orang tua. Melalui kesaksian berikut,
kita melihat
mukjizat Tuhan dapat terjadi atas siapa saja yang percaya kepada-Nya.
Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati.
Redaksi Tamu KISAH,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
DOA MASA KANAK-KANAK SAYA YANG DIJAWAB
Saya yakin Tuhan mendengar setiap doa permohonan anak-anak. Saya
juga yakin Dia menjawab doa anak-anak. Ini terbukti dari pengalaman
luar biasa yang terjadi pada masa kanak-kanak saya.
Daisy berumur sembilan tahun. Saya empat tahun. Tetapi kejadian ini
benar terjadi. Seingat saya, kakak perempuan saya yang tertua tidak
dapat menggerakkan tangan atau kakinya, dan hal itu menakutkan saya.
"Bapak dan Ibu Shabaz," suara dokter bergetar, "anak kalian lumpuh.
Dia tidak akan pernah dapat berjalan lagi."
Tanpa gentar, Bapak dan Ibu Shabaz mengetahui secara naluri apa yang
harus dilakukannya. Mereka mengumpulkan anak laki-laki dan keempat
anak perempuannya bersama-sama, lalu memanggil pendeta. Apa yang terjadi
setelah
itu adalah pertemuan doa yang paling bersemangat bila dibayangkan kembali.
Tidak ada perubahan mendadak yang terjadi. Rumah kami dikarantina,
dan saya dipindahkan dalam keadaan takut dan bingung untuk tinggal
bersama seorang bibi. Meskipun demikian, kami semua tidak pernah
berhenti berdoa untuk kesembuhan kakak saya. Jemaat gereja kami
bahkan melakukan doa dan puasa. Setelah beberapa bulan, pengawas
sekolah minggu memanggil. Dia menceritakan bahwa seluruh jemaat
bergabung dengan anak-anak di kelas sekolah minggu Daisy. Mereka
akan berdoa memohon mukjizat dari Tuhan.
Dan masuklah Yesus Sang Penyembuh!
Di tengah waktu doa yang indah, mukjizat terjadi, tangan dan kaki
Daisy tiba-tiba terhentak. Dia sangat gembira. "Ayah, Ibu," dia
berteriak, "cepat kemari! Lihat! Saya sembuh!" Dia dapat
menggerakkan semua anggota badannya.
Saya selalu memandang peristiwa ini sebagai jawaban yang tertinggi
dalam doa, suatu kudeta terbesar atas kuasa jahat. Apa yang terjadi
pada Daisy merupakan kenangan seumur hidup yang telah menjadi bukti
akan adanya sebuah sumber jaminan. Hal ini menyelamatkan iman saya
ketika mulai goyah. Secara simbolis, hal ini meyakinkan saya bahwa doa dapat
memindahkan segala sesuatu, bahkan gunung-gunung, sesuai firman Tuhan.
Kejadian ini merupakan bagian dalam kurikulum masa kanak-kanak saya,
yang bekerja sama untuk menunjukkan suatu jaminan dalam hati saya
yang masih lugu bahwa Tuhan mendengar dan menjawab doa anak-anak.
Kisah tentang anak-anak mendoakan keluarga, orang tua, pendeta,
guru, dan gereja, tidak terhitung jumlahnya. Doa yang bermakna dari
anak-anak sangatlah berkuasa. Siapakah yang dapat menceritakan apa
saja yang telah diubahkan, dihentikan, terlaksana! Apa pun juga, satu hal
yang saya
tahu, ini merupakan pembuat berita utama tentang kabar baik!
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Biarlah Anak-anak Berdoa
Penulis: Esther Ilnisky
Penerbit: Immanuel, Jakarta 2001
Halaman: 99 -- 100
______________________________________________________________________
"Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan
kepadamu;
carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan
bagimu." (Lukas 11:9) < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Lukas+11:9 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Doakan keluarga yang memiliki anggota keluarga yang sedang dalam
kelemahan tubuh dan menurut dokter tidak dapat disembuhkan lagi.
Biarlah mereka tidak putus pengharapan dan selalu memohon
pertolongan dan kekuatan dari Tuhan atas semua yang terjadi.
2. Mengucap syukur atas setiap jawaban doa yang telah Tuhan berikan
kepada setiap orang yang menantikan jawaban dari-Nya. Biarlah
jawaban doa tersebut menjadi peringatan akan kasih dan setia-Nya
dalam kehidupan anak-anak-Nya.
3. Bersyukur karena ada rasa saling peduli yang besar di antara umat
Elohim. Mari berdoa agar kita semua, anggota keluarga-Nya,
memiliki kesatuhatian dan selalu saling mendoakan ketika salah
satu dari anggota keluarga berada dalam masa-masa sulit.
==================================================
From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 96 -- Siksaan yang Tak Terkatakan
PENGANTAR
Zaman ini tidak lagi identik dengan zaman yang penuh dengan kasih.
Kita tidak dapat melihat kasih yang tulus di antara sesama manusia
dalam setiap aspek kehidupan. Berita-berita di media masa banyak
menggambarkan keadaan dunia yang sudah tidak beraturan -- banyak
kekerasan dan kekacauan terjadi di mana-mana. Terkadang, keadaan
semacam itu dapat membuat orang Kristen menjadi tidak tahan. Tidak
jarang, mereka akhirnya berpaling dari Tuhan ketika mereka merasa
doa mereka tidak kunjung dijawab oleh Tuhan dan terus didera pencobaan.
Seberapa kuatkah iman kita? Akankah kita tetap setia pada Yesus
ketika mengalami pencobaan dan siksaan fisik yang sakitnya tak
terkatakan? Ingatlah kembali bahwa tidak ada tempat yang lebih baik
daripada berada di pelataran Tuhan. Begitulah hati yang dimiliki
oleh hamba-hamba Tuhan dalam kisah ini; mereka tetap mencintai
Tuhan apa pun yang terjadi. Kiranya kisah mereka dapat menginspirasi
Anda untuk tetap setia pada Yesus dalam menghadapi keadaan dunia
yang semakin tidak menentu ini. Tuhan memberkati.
Redaksi tamu KISAH,
Hilda Dina Santoja
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
SIKSAAN YANG TAK TERKATAKAN
Seorang Pendeta bernama Felix (nama samaran) disiksa dengan besi
yang panas membara dan pisau-pisau. Ia dipukuli dengan hebat.
Tikus-tikus kelaparan dihalau masuk melalui pipa ke dalam selnya. Ia
tak dapat tidur karena harus memertahankan dirinya setiap saat. Bila
ia beristirahat, tikus-tikus akan menyerangnya.
Ia terpaksa berdiri selama dua minggu, siang dan malam. Orang
komunis ingin memaksanya mengkhianati saudara-saudara seimannya,
namun ia tetap bertahan dengan setia. Akhirnya, mereka membawa
putranya yang berusia 14 tahun dan memukuli anak itu di hadapan
ayahnya. Mereka berkata bahwa mereka tidak akan berhenti memukuli
anak itu sampai ia mau mengatakan apa yang mereka inginkan. Orang
yang malang itu menjadi setengah gila.
Ia bertahan sekuat tenaga, kemudian ia berteriak kepada anaknya,
"Amos! (bukan nama sebenarnya) Aku harus mengatakan apa yang mereka
kehendaki! Aku tak tahan lagi melihat engkau dipukuli!"
Anak lelaki itu menjawab, "Ayah! Janganlah melakukan sesuatu yang
tidak benar padaku dengan menjadi seorang pengkhianat sebagai orang
tuaku. Bertahanlah! Bila mereka membunuhku, aku akan mati dengan
kata-kata, 'Yesus dan tanah airku.'"
Mendengar itu, orang komunis menjadi kalap. Mereka memukuli anak itu sampai
mati.
Darahnya terpercik di dinding sel. Ia mati dengan memuji nama Tuhan. Sesudah
melihat
peristiwa itu, saudara kami, Felix, berubah -- tidak sama seperti yang dulu.
Borgol dengan paku-paku yang tajam di sisi dalamnya, dikenakan di
pergelangan tangan kami. Bila kami tidak bergerak sama sekali,
paku-paku itu tak menyakiti. Tapi dalam sel-sel yang dingin, jika kami
menggigil
kedinginan, pergelangan tangan kami akan robek oleh paku-paku itu.
Orang-orang Kristen digantung terbalik dengan tali kemudian dipukuli
dengan keras sehingga badannya terayun-ayun. Orang-orang Kristen
juga dimasukkan dalam "sel pendingin", lemari es yang sangat dingin
sehingga es dan embun beku menutupi bagian dalamnya. Aku pernah
dilemparkan ke dalam salah satu sel tersebut dengan pakaian yang
amat minim. Dokter penjara mengawasi dari celah-celah. Jika mereka
melihat gejala membeku, mereka memberi tanda lalu para penjaga
bergegas masuk untuk membawa kami ke luar agar tubuh kami kembali
hangat. Sesudah hangat, kami segera dijebloskan kembali dalam kamar
es itu agar membeku lagi. Dicairkan di luar lagi -- berulang-ulang!
Bahkan hari ini, ada saat-saat di mana aku tidak mampu membuka lemari es.
Kami orang Kristen terkadang dipaksa berdiri di kotak-kotak kayu
yang ukurannya hanya sedikit lebih besar dari ukuran tubuh kami.
Tidak ada ruang untuk bergerak. Lusinan paku-paku tajam ditancapkan
di setiap sisi kotak tersebut, ujung paku-paku yang tajam itu
menembus kayu. Selama tetap diam, kami tak menderita apa-apa. Tapi,
kami harus berdiri dalam lemari itu selama berjam-jam. Saat kami
mulai letih dan lelah, maka paku-paku tersebut menusuk tubuh kami.
Paku-paku itu sangat mengerikan -- saat kami bergerak atau otot kami kejang.
Apa yang dilakukan orang-orang komunis pada umat Kristen sungguh di
luar akal sehat manusia. Aku pernah melihat orang komunis menyiksa
orang-orang Kristen dan wajah mereka berseri-seri dengan gembira.
Sambil menyiksa, mereka berteriak, "Memang, kami ini setan!"
Kami bergumul bukan melawan daging dan darah, melainkan melawan
penguasa-penguasa dan kekuatan jahat. Kami melihat komunisme
bukanlah dari manusia, melainkan dari setan. Ini adalah kekuatan roh
-- kekuatan kejahatan -- dan hanya dapat dilawan dengan suatu
kekuatan roh yang lebih besar, yakni Roh Elohim!
Aku sering bertanya pada para penyiksa itu, "Tidakkah Anda memunyai
rasa kasihan di hati Anda?" Biasanya mereka akan menjawab dengan
mengutip perkataan Lenin: "Kamu tidak bisa membuat telur dadar tanpa
memecahkan telurnya," dan "Kamu tidak dapat memotong kayu tanpa
menyebabkan kepingan-kepingannya terbang." Aku berkata lagi, "Aku
tahu itu kata-kata Lenin. Tapi ada perbedaan. Jika Anda memotong sekeping
kayu, kayu
itu tak merasakan apa-apa. Tapi di sini kamu berhubungan dengan manusia.
Setiap
pukulan menghasilkan rasa sakit, dan ada banyak ibu yang menangis."
Percuma saja. Mereka adalah orang-orang yang materialistis. Bagi
mereka, yang ada hanyalah benda (materi) belaka. Bagi mereka,
seorang manusia adalah seperti kayu, seperti juga kulit telur. Dengan pedoman
ini,
mereka jatuh dalam jurang kejahatan dan kekejaman yang mahadalam.
Kekejaman ateisme memang sukar dipercaya. Bila seseorang tak
memunyai kepercayaan akan ganjaran atas perbuatan baik atau hukuman
atas kejahatan yang dilakukan, maka tak ada alasan baginya untuk
menjadi manusia. Tak ada lagi yang dapat mengekang unsur-unsur
kejahatan yang bersemayam dalam jiwa manusia itu.
Penyiksa komunis sering berkata, "Tak ada Tuhan, tak ada alam baka,
tak ada pembalasan atas perbuatan jahat. Kami dapat berbuat sesuka
hati kami." Pernah kudengar, seorang dari mereka berkata, "Terima
kasih kepada Tuhan yang kepada-Nya aku bisa melampiaskan semua nafsu
jahat dalam hatiku." Ia mengungkapkan itu dengan melakukan
kebrutalan yang luar biasa dan penganiayaan terhadap para tahanan.
Mereka bangga karena tak memunyai belas kasihan.
Aku belajar dari mereka. Sebagaimana mereka tak memberikan tempat
bagi Yesus sedikit pun dalam hati mereka, aku bertekad tak akan
menyediakan tempat seujung rambut sekali pun untuk setan dalam hatiku.
Aku telah memberi kesaksian di hadapan badan keamanan Amerika
Serikat yang bernama US International Security Subcommittee. Aku menceritakan
hal-hal
yang mengerikan, misalnya orang Kristen yang disalib selama 4 hari dan 4 malam.
Salib-salib itu diletakkan di atas tanah dan ratusan tahanan harus
melakukan hajat mereka di atas bahan dan wajah orang yang disalib
itu. Kemudian, salib ditegakkan lagi dan orang komunis mengejek
serta menertawakannya, "Lihatlah Kristusmu! Alangkah cakapnya Ia!
Alangkah sedapnya bau yang Ia bawa dari surga!"
Jika aku terus bercerita tentang siksaan komunis yang mengerikan itu
dan pengorbanan orang-orang Kristen, aku tidak akan pernah selesai.
Bukan hanya penyiksaan yang dikenal, namun perbuatan kepahlawanan
juga dikenal. Teladan kepahlawanan mereka yang berada di penjara
benar-benar memberikan semangat bagi saudara-saudara yang masih bebas.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Berkorban Demi Kristus
Judul asli buku: Tortured for Christ
Penulis: Richard Wurmbrand
Penerjemah: Ivan Haryanto
Penerbit: Yayasan Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya 1999
Halaman: 36 -- 40
______________________________________________________________________
"Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga
seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap
orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua
orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada
kesudahannya akan selamat." (Matius 10:21-22)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Matius+10:21-22 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Berdoalah agar Anda tahan uji dan iman Anda dikuatkan dalam
menjalankan rencana dan kehendak Tuhan atas hidup Saudara. Kapan
pun Anda harus mengerjakannya, percayalah Tuhan menuntun Anda
sampai tugas Anda selesai.
2. Mari doakan saudara-saudara seiman kita yang ada di seluruh
dunia, yang berjuang agar nama Tuhan ditinggikan dalam pelayanan
mereka, agar Tuhan bertakhta atas setiap ucapan mereka,
melindungi mereka ke mana pun mereka pergi dan supaya banyak
orang yang terbuka hatinya dan menerima Tuhan Yesus.
3. Jangan henti-hentinya mendoakan orang-orang yang belum menerima
Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka. Bawalah mereka dalam
doa Anda agar Tuhan membuka hati mereka sehingga mereka tergerak
untuk menanggapi setiap Injil yang telah mereka dengar.
______________________________________________________________________
DARI REDAKSI
BARU! PUBLIKASI e-WANITA
Berita terbaru! Sebuah publikasi yang khusus ditujukan bagi kaum
wanita Kristen akan diluncurkan oleh YLSA pada bulan Desember 2008.
Sesuai dengan misinya, maka nama publikasi ini adalah "e-Wanita".
Jika Anda adalah wanita Kristen Indonesia yang rindu untuk mewarnai
hidup dengan makna surgawi, publikasi ini pasti cocok untuk Anda.
Publikasi "e-Wanita" terbit dua kali dalam sebulan dengan
suguhan-suguhan yang akan memberikan prinsip-prinsip iman Kristen,
inspirasi, dan pengetahuan bagi para wanita Kristen. Segeralah
mendaftarkan diri agar tidak ketinggalan untuk mendapatkan edisi
perdananya yang akan terbit pada bulan Desember 2008.
Cara berlangganannya sangat MUDAH! Anda hanya harus mengisi formulir
pendaftaran yang kami sediakan di bawah ini untuk mendaftarkan diri
sendiri atau rekan Anda. Setelah diisi, kirimkan formulirnya ke:
==> < wanita(at)sabda.org >
Segeralah mendaftarkan diri sekarang!
-----> Potong di sini, kirimkan ke: ==> < wanita(at)sabda.org > <-----
FORM BERLANGGANAN PUBLIKASI e-WANITA
Nama:
Alamat e-mail:
Rekan-rekan yang ingin Anda daftarkan:
1. Nama:
Alamat e-mail:
2. Nama:
Alamat e-mail:
3. Nama:
Alamat e-mail:
(Silakan tambahkan nomor di bawahnya jika masih kurang.)
-----> Potong di sini, kirimkan ke: ==> < wanita(at)sabda.org > <-----
______________________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) 2008 YLSA
YLSA -- http://www.ylsa.org/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Redaksi Tamu: Hilda Dina Santoja
Kontak: < kisah(at)sabda.org >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip KISAH: http://www.sabda.org/publikasi/Kisah/
Situs KEKAL: http://kekal.sabda.org/