"Mam, if I walk with Thee, I believe that I can get this job".

>From : Vina Vitasari 

FOR GOD, ALL THINGS ARE POSSIBLE 
NEVER GIVE UP AND HAVE FAITH IN GOD 
 
VERY NICE STORY   
  
Kesaksian yang indah dari Diana, Jakarta.

Sejak di PHK dari perusahaan asing tempat saya bekerja, saya mencari nafkah 
dengan menjadi guru bhs Inggris di rumah. 
Murid saya dari bermacam-macam latar belakang, ada anak SMU, mahasiswa bahkan 
karyawan. 
Salah satu murid saya, namanya Daniel. 
Dia termasuk anak yang tidak pandai. Nilainya selalu paling jelek. 
Tetapi dia anak yang rajin, tidak pernah putus asa. 
Kehidupan rohaninya pun cukup baik, dia rajin ke gereja dan rajin berdoa. 
Daniel belajar bhs Inggris karena dia ingin sekali bekerja di luar negeri. 
Walapun sebetulnya keluarganya sudah menganggap dia gila, karena keluarganya 
tahu bahwa dia bukan seorang anak yang pandai .... 
Dan untuk bekerja diluar negeri pada perusahaan yang akan dilamar oleh Daniel, 
standar bhs Inggrisnya harus excellent. 
Jadi keluarganya selalu menyuruhnya untuk melupakan impiannya dan menyuruhnya 
bekerja di Indonesia saja. Apalagi biaya yg harus dikeluarkan oleh keluarganya 
lumayan besar untuk membiayai keberangkatannya. 
Tetapi Daniel tetap berusaha keras dengan belajar dan berdoa. 
Kalau pada anak normal 3-5 bulan saya mengajar sudah terlihat kemajuannya, 
ibaratnya seekor burung, maka sudah bisa berkicau walaupn belum sempurna. 
Tapi Daniel ini, sudah 3-5 bulan kondisinya tetap saja "bisu", tidak ada satu 
katapun yang bisa dia katakan, yang membuat saya sukacita. 
Saya tetap dengan sabar mengajar dia, tapi sesudah 7 bulan tidak ada kemajuan 
yang berarti saya akhirnya mulai putus asa. 
Saya mencoba berbicara dengan dia dari hati ke hati. 
Maksud saya supaya dia melupakan impiannya untuk bekerja di luar negeri karena 
kemampuannya belajar bhs Inggris sangat kurang, dan saya juga akan meminta dia 
untuk berhenti les dari saya, karena saya sungguh2 sudah putus asa. 
Saya kan juga tidak mau dibilang menerima uang les dengan cuma2 tanpa ada 
kemajuan dari sang murid. 
Setelah saya utarakan semua uneg2 saya, saya melihat raut muka Daniel yang 
sedih, saya pun sedih ... bagaimana tidak, 7 bulan sudah menjadi murid saya dan 
saya minta dia untuk berhenti belajar karena saya putus asa .... Tetapi jawaban 
Daniel sungguh "menampar" iman kepercayaan saya sebagai seorang Katolik yang 
percaya dan bergantung pada Yesus. 
Daniel berkata:"Ibu, kalau saya berjalan dengan Tuhan, saya percaya saya akan 
mendapatkan pekerjaan ini". 
Saya sungguh malu, bagaimana tidak ... Daniel seorang muda dan sudah mempunyai 
keyakinan iman yang menakjubkan. Saya berkata:"OK, you can joint my class again 
if you can say that words once again in a good English!" (baiklah, kamu boleh 
belajar lagi sama saya kalau kamu bisa mengatakan sekali lagi perkataanmu tadi 
dalam bhs Inggris yang baik) - ini dengan maksud bahwa kalau dia tidak bisa 
mengatakan dengan baik, maka saya mempunyai alasan untuk menyuruh dia berhenti 
belajar (dasar saya sudah putus asa). 
Tapi tidak saya sangka Daniel mengulangi perkataannya dengan bhs Inggris 
sempurna:"Mam, if I walk with Thee, I believe that I can get this job". 
Rupanya perkataan ini selalu diulang2 Daniel untuk membangkitkan iman dia pada 
saat dia sendiri putus asa .... (makanya pada waktu saya minta dia 
mengatakannya dlm bhs Inggris dengan lancar dia berkata ... jadi bukan krn dia 
pintar, tetapi karena dia sudah hapal ...) Maka tidak ada alasan bagi saya 
untuk tidak mengajarnya lagi, setelah belajar selama 12 bulan, tibalah waktunya 
Daniel untuk maju interview di perusahaan asing tempat dia melamar. 
Saya sebetulnya tahu bahwa bhs Inggrisnya belum sempurna sekali dan masih 
dibawah standar yang ditentukan oleh perusahaan, tapi kemauan dan iman dia 
bahwa dia akan ditolong Tuhan membuat saya pun bisa melepas dia interview 
dengan hati besar. 
Pada hari dia interview saya berdoa terus, saya mohon kepada Tuhan agar Tuhan 
tidak mengecewakan Daniel yang sungguh bergantung pada Tuhan. 
Siang jam 2, Daniel tilpon saya dan mengatakan dia LULUS! Puji Tuhan!! Saya 
menangis terharu, saya merasa pasti bahwa tangan Tuhan yang sudah menolong 
Daniel, bukan karena saya guru yang hebat, atau bukan karena kemampuan Daniel 
berbahasa Inggris. 
Tapi betul2 karena tangan Tuhan ... Saya minta dia datang ke saya dan 
menceritakan semuanya secara detail. 
Ternyata si interviewer, yaitu orang asing yang seharusnya menginterview Daniel 
pada hari itu tidak ada, karena harus pulang kampung ke London karena ibunya 
meninggal, dan penggantinya adalah orang Indonesia yang nama keluarganya atau 
marganya sama dengan Daniel ... yaitu "Sianturi". 
Jadilah interview itu bukan bhs Inggris full ... tapi seperti ngobrol ngalor 
ngidul campur2 bhs Inggris dan Batak ...... 

Saya PERCAYA bahwa ini bukan suatu KEBETULAN, yaitu KEBETULAN orang asingnya 
harus pulang kampung, dan KEBETULAN penggantinya "saudara sekampung" Daniel 
.... TAPI INI SUNGGUH MUJIZAT TUHAN .... 

Akhirnya, tentu saja Daniel lulus interview dan sekarang dia sudah bekerja di 
Miami. Setiap kali telepon saya, Daniel selalu saya ingatkan bahwa dia 
mendapatkan pekerjaan ini hanya karena kebaikan Tuhan .... bukan kehebatan dia 
.... (karena dia memang bukan anak yang pandai) dan juga bukan kebetulan. 
Daniel menyadari itu dan selalu berkata:"Don't worry Mam, I always walk with 
Thee ..." 

"Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya, dan Ia akan 
bertindak" Maz 37:5 

Kirim email ke