From: [email protected] NAMA TRI-TUNGGAL
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19) Ini adalah ayat yang sangat menarik dalam kitab Matius yang mengajarkan tentang Elohim Tri-tunggal. Perhatikan ayat ini berkata "baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus", nah siapakah yang dimaksud dengan "nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" atau "nama dari Elohim Tri-tunggal" ? Jawaban dari pertanyaan ini kita temukan dalam ajaran Yohanes tentang baptisan yang sejati seperti yang kita lihat dalam ayat-ayat berikut ini: Dalam kitab Matius 3:11 kita membaca demikian: "Aku [Yohanes] membaptis kamu dengan air sebagai TANDA pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api." Ungkapan "tanda" adalah kata yang sangat penting yang menunjuk kepada "bayangan" atau "kiasan", yang berarti upacara baptis air hanyalah suatu bayangan atau perumpamaan dari wujud rohani yang sebenarnya sama seperti upacara-upacara ibadah yang dilakukan dalam Perjanjian Lama (Kolose 2:16-17). Lebih jauh kitab Kisah Para Rasul 2:38 menjelaskan demikian: "Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam NAMA Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus [= Roh Kristus = Roh Elohim]." Dan Kisah Para Rasul 19:3 menambahkan demikian: "Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes." Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus PERCAYA kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus." Dalam kata lain, untuk "dibaptis dengan Roh Kudus dan Api" adalah setara dengan keselamatan yang diberikan sebagai anugrah, yaitu untuk dibuat "percaya dengan segenap hati" kepada Tuhan Yesus Kristus. Hal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan berkata-kata dalam bahasa roh seperti yang diajarkan oleh banyak gereja. Tentu saja ini adalah pekerjaan rohani yang harus dilakukan oleh Tuhan, menurut jadwal Tuhan (Filipi 2:13), ini bukan menunjuk kepada pekerjaan yang kita lakukan sendiri. Kitab Yohanes 6:29 menekankan tentang keselamatan demikian: "Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Elohim, yaitu hendaklah kamu PERCAYA kepada Dia yang telah diutus Elohim." Dan kitab 1 Yohanes 1:23-24 menambahkan demikian: "Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Elohim dan Elohim di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Elohim ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita." Jadi sekarang kita mengerti bahwa nama Elohim Tri-tunggal menunjuk kepada Yesus Kristus sendiri, yaitu nama yang Elohim gunakan sebagai sang Juruselamat. Kitab Matius 1:21 menyatakan demikian: "Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Kitab Lukas 2:11 berkata demikian: "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud." Dan kitab Wahyu 19:16 mengajarkan kepada kita demikian: "Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan." Seperti yang Alkitab katakan, bila Kristus adalah "Raja dari segala raja" maka tidak diragukan lagi bahwa Elohim Yehovah menunjuk kepada Tuhan Yesus, seperti yang kita baca dalam kitab Mazmur 10:16a demikian: "TUHAN [YHWH] adalah Raja untuk seterusnya dan selama-lamanya ....." "Now we have received, not the spirit of the world, but the spirit which is of God; that we might know the things that are freely given to us of God. Which things also we speak, not in the words which man's wisdom teacheth, but which the Holy Spirit teacheth; comparing spiritual things with spiritual" (1 Corinthians 2:12-13) May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit. ============================================== From: [email protected] NAFAS TUHAN Alkitab adalah satu buku yang sangat terpadu yang seluruhnya ditulis melalui Nafas Elohim. Dalam Mazmur 33:6 kita membaca demikian: "Oleh firman YHWH langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya." Sebenarnya adalah jauh lebih mudah untuk percaya kepada satu Elohim daripada kepada tiga Elohim, kebanyakan orang di dunia ini akan menginginkan satu Elohim yang tidak membingungkan (ini adalah keinginan manusia - daging), akan tetapi Elohim yang memberikan Alkitab menginginkan kita untuk percaya kepada tiga Elohim (ini adalah keinginan Elohim - Roh) jadi kita hanya harus mengikuti dengan patuh apa yang diajarkan oleh Kitab Suci. Sesungguhnya saya sendiri juga cukup takjub dan heran mengapa doktrin yang sulit seperti ini masih bertahan sampai hari sekarang ini? Sekarang pertanyaannya mengapa Yesus tidak menyatakan dengan sangat gamblang: "Aku adalah Elohim sembahlah Aku saja" ? Salah satu alasan mengapa Alkitab ditulis sedemikian rupa sehingga tidak mudah untuk dimengerti, -- dan membuat banyak orang tersesat --, adalah karena Tuhan menginginkan kita untuk mempelajarinya dengan sungguh-sungguh dan sangat berhati-hati, membandingkan ayat suci yang satu dengan ayat suci yang lain, sampai kita tiba pada kebenaran yang sesungguhnya ketika kita tidak menemukan kontradiksi dari pengertian kita (yang benar) yang telah kita ketahui sebelumnya, dan kesimpulan tersebut harus harmonis dengan ayat mana saja yang ada di dalam seluruh Alkitab. Kita tidak pernah dapat terlalu berhati-hati ketika berurusan dengan Firman Elohim. Setiap kalimat, kata dan huruf yang ada dalam bahasa aslinya adalah pesan-pesan langsung dari Elohim Yang Maha Kuasa. Ini adalah seperti kita seorang rakyat biasa yang sedang bercakap-cakap dengan seorang Raja yang agung, kita harus bersikap sangat rendah hati, hormat, sopan dan patuh. Alasan lainnya yang cukup menyeramkan adalah supaya hanya orang-orang pilihan Elohim saja yang diberikan anugrah untuk mengerti penuturan dari Roh Kudus dengan benar. Kitab 2 Petrus 1:20-21 menasihatkan kepada kita demikian: "Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat [kitab suci] dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan [Elohim] Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Elohim." Dengan kata lain, Alkitab adalah kamus bagi diri-Nya sendiri. Kalau saya yang menjadi pengarang Alkitab maka saya akan menuliskannya dengan sangat singkat dan gamblang supaya mudah untuk dimengerti, akan tetapi siapakah saya? Saya hanyalah seorang manusia biasa yang memiliki pikiran yang dicemari oleh dosa. Sedangkan Tuhan adalah Elohim Yang Maha Bijaksana dan Kekal, Ia mengetahui awal dan akhir, Ia mengetahui bahwa di kemudian hari umat-Nya akan memberontak kepada-Nya (yaitu memberontak kepada Firman-Nya), dan akan ada beberapa orang yang mencoba memalsukan dan merubah-rubah Firman-Nya. Jadi dalam kebijaksanaan ilahi-Nya Elohim telah memberikan Alkitab seperti yang kita miliki sekarang, ada banyak rahasia-rahasia yang tersembunyi di dalamnya seperti yang dinyatakan dalam kitab Kolose 1:26 demikian: "yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya." Bagi orang-orang yang percaya hal ini mudah untuk dimengerti karena "rahasia" untuk mengerti Kitab Suci dengan benar adalah Yesus Kristus, tetapi bagi orang-orang yang tidak percaya mereka hanya akan menemukan kontradiksi-kontradiksi di dalam Alkitab. Dalam kitab Kolose 2:2-3 kita membaca demikian: "dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Elohim, yaitu Kristus, sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan." "Now we have received, not the spirit of the world, but the spirit which is of God; that we might know the things that are freely given to us of God. Which things also we speak, not in the words which man's wisdom teacheth, but which the Holy Spirit teacheth; comparing spiritual things with spiritual" (1 Corinthians 2:12-13) May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit. ============================================== From: [email protected] KERAJAAN YHWH "Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi YHWH, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap." (Yesaya 55:13) Dalam ayat ini Elohim sedang mengajarkan bahwa selagi Injil diberitakan kepada suatu bangsa, maka hal-hal yang berdosa, hal-hal yang merupakan pemberontakan terhadap Elohim, hal-hal yang tidak berguna, akan digantikan dengan hal-hal yang dapat membawa berkat. Sama seperti pohon yang kuat dan produktif yang dapat membawa berkat, maka Injil di dalam hati orang-orang yang percaya dalam Kristus dapat membawa berkat kepada bangsa yang sedang mendengarkan Injil. Bangsa besar mana saja di dunia tidak bisa lebih diberkati daripada ketika Injil masuk ke negeri itu. Injil hanya bisa membawa hal-hal yang baik kepada bangsa yang mana saja, karena Injil adalah Injil Elohim itu sendiri. Dan inilah apa yang Elohim ingin untuk kita percayai. Mereka yang sudah menjadi diselamatkan, mereka yang sudah diberikan anugrah untuk percaya kepada Injil, mulai merasakan berkat-berkat Elohim. Bagian terakhir dari ayat ini berkata: "dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi YHWH, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap." Apakah itu yang akan menjadi "kemasyuran bagi YHWH"? Di dalam Alkitab "pohon" secara rohani dapat menunjuk kepada suatu "kerajaan" atau bangsa, dan pohon yang ditumbuhkan oleh Elohim itu pada akhirnya bukan sebuah kerajaan politis, tapi itu adalah sebuah kerajaan rohani, yaitu Kerajaan Tuhan Yesus Kristus. Sekarang, kerajaan rohani ini bukanlah ancaman sama sekali bagi kerajaan politis manapun. Dan kerajaan rohani ini dapat ditemukan di setiap bangsa politis di dunia ini. Kemana saja Injil pergi dan dimana saja orang-orang berbalik kepada Kristus, mereka sudah memasuki Kerajaan Tuhan Yesus Kristus. Oh ya, mereka masih akan berada di bawah kepemimpinan politis sebagai warga-negara dari bangsa itu. Dan sebagai warga-negara dari Kerajaan Surga, mereka mau mentaati orang-orang yang memimpin atas mereka. Itu adalah salah satu peraturan dari Kerajaan Surga (Roma 13:1, Titus 3:1, Daniel 2:21, Amsal 21:1). Akan tetapi, mereka juga adalah anggota yang kekal dari kerajaan rohani Elohim. Dan itulah pohon besar yang sedang bertumbuh yang disebut sebagai "pohon sanobar" atau "pohon murad" di dalam ayat ini. Pohon itu adalah Kerajaan Surga yang kita masuki ketika kita diselamatkan, ketika kita percaya dalam Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita. Oleh karena itu, apakah saya adalah warga-negara Amerika Serikat, atau warga-negara Cina, atau warga-negara Afrika, secara rohani kita adalah sesama warga-negara Kerajaan Surga ketika kita menjadi diselamatkan. Secara rohani kita adalah saudara di dalam Kristus. Secara rohani ada kasih yang besar di antara kita. Bahkan kenyataannya, selagi Injil disampaikan dari satu bangsa kepada bangsa yang lain, itu seringkali menjadi wadahnya atau alatnya dimana kasih bersemi antar bangsa. Memang ada banyak injil-injil yang berbicara tentang Tuhan Yesus tetapi bukan merupakan Injil yang sejati. Dan sebenarnya mereka seringkali membakar kebencian antar bangsa. Mereka seringkali mencoba memproklamasikan bahwa bangsa yang satu lebih hebat dari bangsa yang lain. Ada banyak injil yang mencoba untuk menunjukkan, seperti misalnya, bahwa bangsa Israel itu semacam bangsa yang lebih superior. Dan ada mereka yang memanggil diri mereka umat Kristen, yang berpikiran bahwa Amerika Serikat adalah bangsa yang superior. Akan tetapi kenyataannya adalah, ketika kita melihat kepada bangsa-bangsa di dunia dalam penerangan Firman Elohim, maka semua bangsa itu berdiri pada landasan yang sama di hadapan Elohim karena Ia tidak memandang muka. Dan sebenarnya kita semua berada di bawah murka Elohim karena dosa-dosa kita, tetapi belas kasih Elohim diulurkan kepada setiap bangsa. Dan orang-orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus akan mengetahui keselamatan. Itulah berkat Injil yang sungguh ajaib dan indah. Dan macam bangsa yang seperti itulah yang pada akhirnya ada dalam pandangan Elohim di ayat 13, ketika Ia berbicara tentang "semak duri" dan "kecubung" yang digantikan oleh pohon sanobar dan pohon murad. Bukankah apa yang Elohim beritahukan kepada kita dalam firman-Nya itu sangat mengherankan? Jika anda sudah menjadi diselamatkan, jika anda sudah menjadi seorang anak Elohim, itu berarti dimana dulu anda berada di bawah kutukan dosa, sebagai hamba dosa, berada di bawah murka Elohim, sekarang anda menjadi anggota atau warga-negara dari Kerajaan Surga. Dan Alkitab mengatakan bahwa kita sudah menjadi suatu Kerajaan yang Mulia, Bangsa yang Kudus, Keimaman yang Suci. Alkitab berkata bahwa kita sudah menjadi umat Elohim sendiri. Dalam kitab 1 Petrus 2:9-10 kita membaca demikian: "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Elohim sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Elohim, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan." Itu sedang berbicara tentang suatu kerajaan rohani yang Elohim akan kembangkan, yang dilambangkan sebagai pohon sanobar atau pohon murad. Kerajaan ini "akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi YHWH, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap." Betapa mengagumkan, kita membaca di Alkitab tentang Elohim Yang Kekal, penguasa yang tertinggi di alam semesta, Raja dari segala raja dan Tuan dari segala tuan, merendahkan diri-Nya sendiri, mengosongkan segala kemuliaan yang dimiliki-Nya, untuk diperkenalkan bersama dengan orang-orang di bumi ini. Itu adalah sangat mengagumkan. Bagaimanapun juga, lihatlah siapa kita ini. Dari sifat alamnya, kita memberontak dan berperang melawan Elohim. Akan tetapi, Elohim di dalam belas kasih-Nya yang mengherankan, telah turun ke tingkat kita. Karena pertama-tama, dalam rangka menyelamatkan kita, itu berarti Elohim harus mengambil wujud manusia, lalu Ia harus dihukum oleh Elohim atas dosa-dosa kita. Dan lebih dari itu, setelah kita menjadi diselamatkan, kita mengambil nama Kristus untuk diperkenalkan bersama-sama dengan-Nya. Bayangkan, kita mengambil nama Kristus. Anda tahu apakah sebutan untuk orang-orang yang percaya? Mereka disebut sebagai Kristen. Dan Kristen itu berarti "keluarga Kristus". Jadi Elohim memberikan nama yang merupakan nama Elohim sendiri. Nama Kristus diberikan oleh Elohim untuk diri-Nya sendiri yang berarti: "Yang Diurapi", "Sang Mesias", yang akan memimpin sebagai Raja atas kerajaan orang-orang yang percaya. Sekarang kita yang sudah menjadi orang-orang yang percaya disebut sebagai umat Kristen. Yaitu, kita mengambil nama yang dimiliki oleh Kristus, dan kita adalah kemasyuran bagi Elohim. Yaitu, kita mewakili Kerajaan Surga di bumi ini. Kita adalah umat Elohim. Lebih dari itu, kita adalah "tanda abadi yang tidak akan lenyap." Segala bangsa-bangsa politis yang ada pada hari sekarang ini suatu hari akan lenyap dihancurkan. Oh, mereka tidak akan lenyap karena bangsa politis lain akan melenyapkan mereka. Adalah benar bahwa banyak bangsa sudah lenyap dengan cara ini. Mereka ada untuk beberapa lama, kemudian mereka dijatuhkan oleh bangsa yang lain. Jadi keberadaan mereka berhenti, mereka dilenyapkan. Mereka dihancur kan. Dan ini bisa terjadi kepada bangsa yang mana saja. Akan tetapi, akan ada suatu waktu dimana semua kerajaan atau bangsa politis akan dilenyapkan. Dan mereka tidak akan dilenyapkan dengan dihancurkan oleh bangsa lain. Tetapi mereka akan dilenyapkan oleh Elohim sendiri (2 Petrus 3:10-13, Matius 25:35, 1 Korintus 7:31, Wahyu 20:11, Wahyu 21:1). Alkitab mengajarkan dengan sangat jelas bahwa pada hari yang terakhir, setiap bangsa akan dihancurkan oleh Elohim, bukan oleh bangsa-bangsa yang lain, tetapi oleh Elohim sendiri. Dan tidak ada bangsa manapun yang akan terlewatkan. Tidak ada bangsa apapun yang diluputkan dari kehancuran akhir ini oleh Elohim. Alkitab mengajarkan bahwa seluruh bumi ini akan dihancurkan. Seluruh alam semesta akan meleleh dengan panas yang membara, karena akan datang suatu waktu ketika Elohim akan membangun kembali bumi ini sebagai "langit yang baru dan bumi yang baru" yang kekal selama-lamanya, dimana tidak akan ada lagi dosa, tidak akan ada lagi semak belukar, duri, virus, gempa bumi, angin topan, dll. Bumi yang baru segalanya penuh dengan sukacita, kedamaian dan kebahagiaan, dan seluruhnya adalah Kerajaan Surga. "Heaven and earth shall pass away, but My words shall not pass away" (Matthew 24:35) May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit. Group Email Addresses: Post message: [email protected] Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] List owner: [email protected]

