From: [email protected] MISTERI TRI-TUNGGAL
Pengertian mengenai Tuhan Tri-tunggal memang sangat sulit, itulah sebabnya saya katakan bahwa Tuhan Tri-tunggal adalah "misteri ilahi". Bila kita menderetkan semua ayat-ayat yang menyatakan tentang Tuhan Tri-tunggal dan membandingkannya satu sama lain kita masih tidak dapat mengerti secara keseluruhan tentang Tuhan ini. Pikiran kita yang kecil tidak dirancang untuk mengerti hal ini, kita hanya dapat menerimanya dengan iman bahwa Alkitab mengajarkan demikian. Disatu sisi Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan Tri-tunggal tidak dapat dipisah-pisahkan karena mereka adalah Satu, dalam kitab 1 Yohanes 5:7-9 kita membaca demikian: "Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu. Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Tuhan lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Tuhan tentang Anak-Nya." Dan ini sangat sesuai dengan ajaran Alkitab mengenai baptisan, disatu sisi Alkitab berkata "baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19), disisi yang lain Alkitab juga mengajarkan supaya kita membaptis mereka di dalam nama Yesus (Kis. 2:38). Kedua hal ini menunjuk kepada satu hal yang sama, jadi dengan segera kita mengetahui bahwa nama Yesus adalah setara dengan nama dari Tuhan Tri-tunggal, walaupun Yesus adalah salah satu anggota dari Tuhan Tri-tunggal. Ketika kita sedang berbicara tentang Tuhan Yehovah atau Yesus Kristus kita sedang berbicara tentang Tuhan yang sama. Ketika kita berbicara tentang Roh Kudus atau Roh Yesus kita sedang berbicara tentang Tuhan Bapa, dan juga sebaliknya. Alkitab sering berbicara tentang Roh Kudus atau Roh Tuhan sebagai Roh Kristus, seperti misalnya dalam kitab Roma 8:9, 1 Tesalonika 4:8 dan Kejadian 1:2. Dalam kitab Roma 8:9 kita membaca demikian: "Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Tuhan diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus." Ini adalah misteri ilahi. Alkitab bersikeras hanya ada satu Tuhan (Ulangan 6:4, Markus 12:32), dan Tuhan adalah Roh (Yohanes 4:24), akan tetapi Tuhan juga menyatakan diri-Nya sebagai tiga pribadi yang berbeda, yaitu Tuhan Bapa (Yohanes 6:27), Tuhan Anak (Ibrani 1:8), dan Tuhan Roh Kudus (Lukas 11:13, 1 Yohanes 5:7). "For all flesh is as grass, and all the glory of man as the flower of grass. The grass withereth, and the flower thereof falleth away. But the word of the Lord endureth for ever. And this is the word which by the gospel is preached unto you." (1 Peter 1:24-25) May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit. =========================================== From: [email protected] Perbandingan saja Dear Kusnadi Kusamadiningrat, 1. JIKA INJIL/ALKITAB TURUN DARI YESUS (TUHAN) MENGAPA ADA CAMPUR TANGAN MANUSIA YANG PENUH DENGAN DOSA DI DALAMNYA? Injil bukan kitab yang turun dari langit, sebagaimana pemahaman orang-orang Pagan memahami caranya kitab mereka diturunkan. Injil bukan BUKU DEWA yang jatuh "nomplok" dari langit sebagai pemberian Sang Maha Dewa untuk manusia. Injil secara makna berarti KABAR BAIK yaitu tentang keselamatan manusia dari upah dosa. Buku Injil adalah buku yang meriwayatkan kisah hidup Yesus Tuhannya Umat Kristen, mulai dari kelahirannya sampai dengan kematiannya, di mana di dalamnya juga mencakup catatan-catatan penting tentang apa saja yang diajarkan oleh Yesus baik tentang moral maupun tentang dirinya sendiri (dan ini ditulis oleh lebih dari 3 orang saksi yang menuliskan hal yang sama berdasarkan inspirasi dari Tuhan Roh Kudus, jadi kesaksiannya sangat sah dan kuat). Sedang nabi Muhammad cuma seorang pecundang SOK TAHU, dia salah persepsi tentang hakikat KITAB SUCI. Dia mengira, Taurat adalah "kitab" yang diberikan Tuhan kepada nabi Musa, Zabur adalah "kitab" yang diberikan Tuhan kepada nabi Daud, dan kemudian Injil adalah "kitab" yang diturunkan Tuhan kepada nabi Yesus. Kesalahpahaman ini adalah bukti bahwa Muhammad bukan utusan Tuhan. Masa tuhannya Muhammad gak tahu dan malah memberi pemahaman sejarah yang ngawur pada umatnya? 2. MENGAPA INJIL DAN ALKITAB BERBEDA, PADAHAL SAMA NASRANI? Buku-buku Injil adalah bagian dari kumpulan buku-buku yang disucikan (yaitu ditulis oleh orang-orang kudus pada zaman dahulu berdasarkan ilham dari Tuhan). Jumlah totalnya ada 66 buku, 39 buku Perjanjian Lama ditambah 27 buku Perjanjian Baru. Jadi Alkitab merupakan kumpulan buku-buku yang dijilid menjadi satu (dimana seluruhnya dari halaman pertama sampai halaman terakhir berisikan gambaran-gambaran, perumpamaan-perumpamaan dan kisah-kisah bersejarah tentang Yesus Kristus). 3. MENGAPA DALAM PENULISAN INJIL/ALKITAB SELAU BERUBAH2 PENGKAJIAN DAN ISINYA SESUAI ZAMAN NYA? Injil tidak pernah berubah. Yang direvisi adalah terjemahannya, seperti Terjemahan Lama direvisi ke Terjemahan Baru, karena disesuaikan dengan EYD. Sekarang mari kita bandingkan dengan Alquran, sejak dari awal saja sudah meragukan. Muhammad mengaku mendapat wahyu dari Jibril, tapi tidak ada seorangpun saksinya. Itu semua atas ngaku-ngakunya sendiri. Dan dia mengarang ayat-ayat yang disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhannya pribadinya. Sewaktu dia butuh apa, lalu dia keluarkan ayat apa. Sewaktu dia ingin apa, untuk membenarkan keinginannya, dia keluarkan ayatnya. Tuhan SWT hanyalah alter ego Muhammad semata. Sebenarnya Tuhan SWT itu tidak pernah ada. Kita sebagai muslim telah ditipu mentah-mentah oleh sang Muhammad. Pada zaman kalifah Usman, Alquran yang berbeda-beda dibakar, dan disisakan hanya Alquran versi Usman saja. Ini adalah cara yang pengecut, dan sama sekali tidak intelektual. Hal ini sangat salah dipandang dari sisi ilmu maupun ilahi. Kita yang hidup pada masa sekarang menjadi kesulitan dalam menentukan manakah Alquran yang benar, karena alquran-alquran lain yg berbeda-beda itu sudah dimusnahkan. Ini adalah penghilangan jejak dari sesuatu yang tidak baik. Bandingkan dengan Kristen, walaupun kitab-kitab palsu dilarang, namun kitab-kitab palsu tetap disimpan bahkan di-museumkan sehingga kita yg hidup pada masa sekarang masih bisa melihat isinya. Anda bisa membaca kitab-kitab apokrif dari zaman abad kedua hingga abad 17, termasuk Injil Barnabas yg pengarangnya orang muslim itu. Tidak ada pemusnahan, itulah bukti inteleknya kaum Kristen dibanding kita yang semakin hari semakin mundur ke belakang. Agama kita ini, Islam, sebenarnya agama pecundang. 4. APAKAH ANDA SIAP MENCOCOKAN ATARA INJIL/ALKITAB KELUARAN EROPA DENGAN KELURAN INDONESIA? JIKA ADA PERBEDAAN DI DALAM ISINYA APA YANG AKAN ANDA KATAKAN? Tidak ada Injil keluaran Eropa atau keluaran Indonesia. Bahasanya memang berbeda, tapi INTISARI dari apa yang disampaikan saya yakin adalah SAMA. Semua kitab dari Alkitab diterjemahkan dari kitab yang paling tua, yaitu dari bahasa Ibrani untuk Perjanjian Lama dan bahasa Yunani untuk Perjanjian Baru. Kalau Anda ingin tahu bahasa asli dari Alkitab, Anda bisa mendownload Alkitab Sabda dari situs dibawah ini: http://sabda.org Yang membuat saya takjub pada Kristen, di mereka ada yang namanya lembaga kritik naskah, yang tugasnya meneliti dan mengkaji kebenaran terjemahan dari ayat-ayat Alkitab berdasarkan naskah-naskah tertua. Nah, apakah di kita ada lembaga semacam itu? Baru saja nabinya dikritik, leher bisa digorok dengan pedang, ini adalah sama dengan cara-cara diktator. Sudahlah kawan, Islam itu agama gendeng, Islam sebenarnya bukan agama, tapi sebuah GENG yang dibentuk Muhammad. Semuanya serba jahat, serba kekerasan, tidak ada kasih. Agama yang benar-benar bisa membuat penganutnya menjadi gila. Kalau dirimu tidak segera keluar dari agama tidak waras ini, kamu pun tidak menutup kemungkinan bahwa kamu juga akan ikut-ikutan tidak waras karena ajaran-ajaran kekerasan yang ada didalamnya. Mengikut Islam sama dengan mengikut GENGSTER. Saya tidak mengajak Anda untuk bergabung ke dalam agama tertentu. Yang penting keluarlah dari Islam, sesudah itu Anda ingin memilih agama apa, terserah. Mau Hindu, Budha, Kristen, Kejawen, atau Ateis sekalipun, terserah, asal jangan Islam. Karena Islam akan membuat Dunia ini menjadi Kiamat!! Salam, DULADI ================================================ From: [email protected] TEOFANY Seperti yang sudah sering saya sebutkan sebelumnya Tuhan adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, jadi Ia dapat berbuat apa saja yang Ia mau tanpa kita dapat membatasi Dia. Sekarang disini dalam kitab Kejadian 18, Tuhan Yehovah hanya muncul dalam wujud atau bentuk tiga orang individu, ini bukan menunjuk kepada roh malaikat, ini adalah suatu bentuk yang sama dengan manusia (Teofany atau Tuhan dalam bentuk manusia). Ini hanyalah suatu gambaran yang Tuhan berikan kepada kita tentang siapakah diri-Nya, seperti misalnya mengapa Tuhan memilih muncul sebagai tiga orang manusia, bukan empat atau lima orang? Jadi sewaktu-waktu Tuhan memang menampilkan diri-Nya dalam rupa seorang manusia untuk berkomunikasi dengan manusia, tetapi pada waktu itu Ia belum mengambil sifat alami manusia, dilahirkan sebagai seorang bayi dalam daging dan darah. Di tempat lainnya dalam kitab Hakim-hakim pasal 13 Tuhan juga muncul dalam wujud seorang manusia kepada Manoah, ayah dari Simson. Di tempat lain lagi Tuhan muncul dalam wujud manusia dan bergulat dengan Yakub di tepi Sungai Yabok (Kejadian 32:24-30) dimana disitu Tuhan merubah nama Yakub menjadi Israel, yang berarti "pangeran Tuhan". Pada dasarnya tidak ada seorang manusiapun yang pernah melihat Tuhan dalam seluruh kemuliaan-Nya, begitu suci dan kudus-Nya Tuhan maka bila seorang manusia biasa (yang berdosa) melihat Tuhan berhadap muka maka ia akan mati di tempat (lihat Yesaya 6). Itulah sebabnya kita membutuhkan seorang Perantara atau Seorang Imam Besar untuk menghadap Tuhan Yang Maha Suci. Alkitab menjelaskan bahwa sebenarnya Tuhan adalah Roh seperti yang kita baca dalam kitab Yohanes 4:24: "Tuhan itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam Roh dan Kebenaran." Ini sangat cocok dengan yang kita baca dalam halaman pertama dari Alkitab di kitab Kejadian 1:1-2 demikian: "Pada mulanya Tuhan [yaitu Eloheem atau Tuhan dalam bentuk jamak] menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Tuhan melayang-layang di atas permukaan air." "To shew forth thy lovingkindness in the morning, and thy faithfulness every night" (Psalm 92:2) ============================================= From: [email protected] DOMBA KELU "Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya." (Yesaya 53:7) Ini adalah ayat yang sangat mengagumkan di dalam kitab Perjanjian Lama yang ditulis kira-kira 700 tahun sebelum peristiwa kayu salib terjadi. Dan disini kita menemukan bahwa Tuhan Yesus, Juruselamat kita, di-umpamakan sebagai seekor anak domba yang berdiri di hadapan penjagal yang akan membunuhnya. Atau seperti seekor domba yang berada di depan tukang gunting bulu yang akan menggunting bulu wol dari domba itu. Dan Ia tidak pernah membuka mulut-Nya. Ia tidak pernah mengucapkan suatu perkataanpun. Jika anda pernah memiliki seekor domba, dan anda pernah menyaksikan domba itu dibunuh, atau jika anda pernah menyaksikan bagaimana caranya bulu wol itu dicukur dari punggung domba-domba itu, maka anda akan melihat bahwa domba-domba itu tidak pernah mengembik. Domba itu tidak pernah membuat suara apapun. Ini adalah suatu binatang yang sangat aneh. Seekor domba adalah kebalikan dari seekor babi. Jika anda pernah punya seekor babi, anda akan tahu bahwa jika anda hanya menyentuh dia saja maka ia akan memekik. Dan jika anda memegang seekor babi di telinganya, ia akan memekik seperti ia akan dibunuh. Atau jika anda memegang seekor babi bagaimanapun juga, babi itu akan memekik. Seluruh keberadaannya sedang terancam. Tetapi seekor domba sama sekali berbeda. Domba adalah suatu binatang yang tidak akan pernah menjerit meskipun dia terluka. Dia tidak pernah akan merengek, dia tidak pernah akan mengembik. Ketika ia dibantai, tak ada satu bunyipun yang muncul dari domba-domba itu. Ketika ia dicukur bulu wolnya, tidak ada satupun bunyi yang keluar dari domba-domba ini. Nah, ini adalah salah satu penyebab mengapa Tuhan menggunakan gambaran seekor anak domba ketika membahas tentang Tuhan Yesus Kristus ketika Ia pergi ke kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Ketika Kristus berdiri di hadapan para penuduh-Nya, sedang diadili untuk kehidupan-Nya, berdiri di depan hakim Romawi yaitu Pilatus, para pemimpin agama Yahudi menuduh-Nya, mengatakan kepada Pilatus bahwa Ia harus disalibkan, bahwa Ia harus dibunuh, harus di-eksekusi, bahwa Ia telah melakukan kejahatan-kejahatan yang menyeramkan. Dan disitu Yesus berdiri, dan belum pernah melakukan dosa apapun, atau kejahatan apapun. Ia adalah seorang manusia yang sama sekali sempurna. Tidak ada satupun manusia lainnya yang begitu sempurna seperti Tuhan Yesus Kristus. Kemudian karena mereka tidak bisa benar-benar membuktikan kejahatan-kejahatan yang benar, mereka mengajukan saksi-saksi palsu terhadap Yesus, yang menuduh Dia dengan berbagai kejahatan yang tidak pernah dilakukan-Nya. Dan herannya, kita menemukan bahwa Ia tidak pernah membuka mulut-Nya. Ia tidak pernah mengeluh kepada Pilatus, sang Hakim itu. Ia tidak pernah menolak dan berkata, "Itu tidak demikian. Aku tidak melakukan kejahatan-kejahatan itu." Mengapa demikian? Mengapa Ia tidak membuka mulut-Nya pada saat diadili? Mengapa Ia membiarkan diri-Nya untuk disalib seperti seekor anak domba yang dibunuh, seperti seekor domba yang dicukur bulunya, tidak pernah Ia membuat suatu bunyipun. Mengapa Yesus rela mati dengan cara ini, tanpa menolak? Anda lihat, ada suatu alasan yang nyata untuk hal ini. Tuhan Yesus adalah bersalah. Itu bukan karena Ia telah melakukan dosa. Ia adalah tanpa dosa. Tetapi ingat kita membaca dalam kitab 2 Korintus 5:21 demikian: "Dia [yaitu Kristus] yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya [yaitu dibuat oleh Tuhan Bapa] menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Tuhan." Dengan kata lain, Tuhan telah menimpakan ke atas-Nya kejahatan-kejahatan kita sekalian. Dan Pontius Pilatus, hakim Romawi ini, tidak mengerti akan hal itu. Ia melihat Yesus sebagai seorang manusia yang tidak bersalah. Ketika kita melihat catatan di dalam Perjanjian Baru tentang penyaliban kita menemukan bahwa Pilatus dalam seketika mencoba untuk membebaskan Yesus. Ia adalah seorang hakim yang adil dan menyadari bahwa Yesus tidak pernah melakukan kejahatan. Sedangkan kaum Farisi, para pemimpin Yahudi, ketika mereka tidak bisa menemukan kejahatan-kejahatan yang nyata, maka mereka membawa saksi-saksi yang palsu. Mereka juga tidak dapat melihat bahwa sebenarnya Yesus telah dibebani oleh kejahatan-kejahatan kita. Tetapi ketika Yesus berdiri disana di hadapan Pilatus, yaitu seseorang yang mewakili Tuhan sebagai hakim, Yesus berdiri bersalah. Ia bersalah atas semua dosa-dosa saya, Ia bersalah atas segala dosa-dosa anda, jika anda adalah seorang yang percaya. Dan Tuhan Tuhan telah menimpakan ke atas-Nya kejahatan-kejahatan kita semua, yaitu dosa dari semua orang yang akan percaya kepada-Nya. Dan itulah sebabnya mengapa ketika Ia dituduh berdosa, ketika Ia dituduh dengan pelanggaran, tentang tindakan-tindakan yang jahat, Ia tidak pernah membuka mulut-Nya, sebab Ia berdiri bersalah. Ia tidak bisa berteriak, "Lepaskan Aku, lepaskan Aku, Aku tidak bersalah." Akan tetapi ingat, Dia sendiri tidak pernah melakukan suatu kejahatan apapun. Dia sendiri tidak pernah berdosa terhadap Tuhan. Tetapi Ia berdiri di hadapan Tuhan pada waktu itu seolah-olah Ia telah melakukan semua dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan ini, sebab Ia telah menanggung atas diri-Nya segala kejahatan-kejahatan kita. Oh, kasih Tuhan yang begitu mengagumkan sampai Tuhan Yesus mau melakukan hal ini. Kita tidak dapat memahami sepenuhnya bagaimana Tuhan dapat mengasihi kita sedemikian besarnya, sehingga Dia sendiri dalam pribadi Tuhan Yesus mau menanggungkan kepada diri-Nya semua upah dari dosa-dosa kita. -- Itu adalah kasih yang tidak pantas kita dapatkan. Tetapi itulah persisnya apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus. Saya berharap anda mulai dapat melihat bagaimana indahnya keselamatan ini. Saya berharap anda mulai mau memikirkan dosa-dosa anda, dan menyadari fakta bahwa ada suatu Hari Penghakiman yang akan datang, ada hukuman abadi yang harus dilunasi. Kita harus menyadari bahwa hanya dengan berbalik kepada Tuhan akan ada suatu Jalan keluar. Memohonlah dengan keras kepada Tuhan untuk kemurahan hati-Nya untuk belas kasihan-Nya. Pergilah kepada Tuhan supaya Ia mencurahkan kemurahan hati-Nya kepada anda, supaya anda tidak harus pergi ke Neraka untuk membayar upah dari dosa-dosa anda. Pengadilan Tuhan adalah sangat nyata. Kutukan abadi di dalam kekekalan adalah sangat nyata. Tidak ada manusia yang dapat melepaskan diri kecuali ia telah menemukan Seseorang yang sempurna untuk mengambil tempat hukumannya. Dan satu-satunya yang telah mengambil tempat kita, yang telah dipersiapkan oleh Tuhan untuk mengambil tempat kita, adalah Tuhan Yesus Kristus. Dan itulah mengapa sangat indah bahwa kita dapat membaca Alkitab, dan dapat mempelajari kebenaran-kebenaran yang sangat indah dari Sabda Tuhan, bahwa kita memiliki seorang Juruselamat, bahwa ada Seseorang yang telah datang untuk menyelamatkan kita dari murka Tuhan karena dosa, menyelamatkan kita dari kutukan yang abadi. Kristus dengan sepenuh hati mematuhi Tuhan. Dan Tuhan telah mengutus-Nya untuk menebus dosa-dosa kita. Ingatlah ayat yang kita baca dalam kitab Yohanes 3:16-18 demikian: "Karena begitu besar [yaitu dengan cara ini] kasih Tuhan akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Tuhan mengutus Anak-Nya ke dalam dunia [pada waktu itu]bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Tuhan." Tuhan telah mengaruniakan anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus, supaya kita dapat diselamatkan. Dan betapa saya berharap bahwa anda diselamatkan juga. Saya berharap bahwa anda akan mulai untuk memahami sepenuhnya betapa pentingnya supaya Yesus Kristus menjadi Raja dan Juruselamat anda. "O LORD, thou art my God; I will exalt thee, I will praise thy Name; for thou hast done wonderful things; thy counsels of old are Faithfulness and Truth." (Isaiah 25:1) May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit. Group Email Addresses: Post message: [email protected] Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] List owner: [email protected]

