From: [email protected] 

ANAK YANG TUA

"Berdoalah Ishak kepada YAHWEH untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; 
YAHWEH mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung. Tetapi 
anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam rahimnya dan ia berkata: "Jika demikian 
halnya, mengapa aku hidup?" Dan ia pergi meminta petunjuk kepada YAHWEH. Firman 
YAHWEH kepadanya: "Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan 
berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang 
lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda." Setelah 
genap harinya untuk bersalin, memang anak kembar yang di dalam kandungannya. 
Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; 
sebab itu ia dinamai Esau. Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang 
tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada 
waktu mereka lahir." (Kejadian 25:21-26) 

Bangsa Arab, Palestina dan bangsa-bangsa di sekitarnya, berasal dari benih atau 
merupakan keturunan dari Ismael putra sulung Abraham dari isteri yang kedua, 
Hagar. Dan Ismael bersama-sama dengan Esau, yakni putra sulung Ishak yang 
menikah dengan Mahalat anak perempuan Ismael (Kejadian 28:9), menjadi nenek 
moyang dari bangsa-bangsa Arab. 

Jadi dua anak laki-laki sulung menjadi nenek moyang dari bangsa Arab dan 
bangsa-bangsa di sekitarnya. Dan karena mereka adalah anak-anak sulung, dan 
karena Elohim telah menyatakan bahwa Ismael akan menjadi bapak dari 12 bangsa, 
dan seterusnya, maka mereka percaya bahwa mereka memiliki hak atas tanah yang 
Elohim berikan kepada Abraham sebagai milik pusaka untuk selama-lamanya. 

Di sisi yang lain, Yakub juga dilahirkan dari Abraham melalui Ishak, dan mereka 
juga telah menerima satu janji bahwa tanah Kanaan akan menjadi milik mereka 
untuk selama-lamanya, meskipun Ishak dan Yakub bukan merupakan anak-anak yang 
sulung. Jadi tampaknya seolah-olah ada satu janji yang sama diberikan kepada 
dua garis keturunan. Di kemudian hari garis keturunan Ishak dan Yakub menjadi 
bangsa Israel. Dan garis keturunan Ismael dan Esau menjadi bangsa-bangsa Arab 
dan Palestina, dan kedua garis keturunan ini mengajukan tuntutan atas wilayah 
itu.

Akan tetapi sebenarnya tanah Kanaan hanyalah merupakan suatu "lambang" atau 
kiasan atau gambaran dari Kerajaan Elohim, dan karena begitu penting sifatnya 
sebagai suatu lambang, sehingga Israel mendudukinya selama beberapa ratus tahun 
sebelum kedatangan Kristus, tetapi setelah Kristus datang, wilayah itu tidak 
lagi mempunyai makna rohani apa-apa. Namun saudara-saudara kita ini beranggapan 
bahwa janji-janji itu berarti bahwa tanah itu adalah kepunyaan pusaka mereka 
dan menjadi milik mereka untuk selama-lamanya, sehingga mereka bersedia 
bertempur sampai mati untuk merebut tanah itu. 

Pada zaman sekarang, Israel dan bangsa-bangsa Arab menjadi berita utama dalam 
surat kabar hampir setiap hari. Nah, kita membaca janji-janji ini, seperti 
misalnya dalam kitab Kejadian pasal 21, di mana Elohim sedang berbicara kepada 
Abraham mengenai Ismael, Dia berfirman di ayat 13, 18-19 demikian:
"Tetapi keturunan dari hambamu itu [yaitu Ismael] juga akan Kubuat menjadi 
suatu bangsa, karena ia pun anakmu .......... Bangunlah, angkatlah anak itu, 
dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." Lalu 
Elohim membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi 
kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum."

Hal ini terjadi setelah Hagar diusir keluar dari rumah Abraham. Jadi dalam 
pengertian tertentu, Ismael adalah anak sulung karena dia dilahirkan sebelum 
Ishak dilahirkan oleh Sara isteri pertama Abraham. Oleh karena itu, peristiwa 
kekerasan dan persaingan untuk memperebutkan wilayah Kanaan terus terjadi 
sampai hari ini, dan itu akan terus terjadi hingga Kristus datang kembali pada 
hari yang terakhir. 

Dan negara-negara di dunia ini dengan kepentingan politiknya, seperti Amerika 
Serikat, Inggris dan negara-negara lainnya, melihat ada dua bangsa yang 
terus-menerus bertikai dan berperang, dan mereka berpikir, "Mengapa kita tidak 
mencoba untuk mengusahakan suatu perdamaian di antara kedua bangsa. Hal ini 
kelihatannya bisa dilakukan". Akan tetapi mereka tidak membaca Alkitab, jika 
mereka percaya kepada Alkitab, mereka akan mengetahui bahwa hal itu tidak 
mungkin, sejak dari dalam kandungan mereka telah bertolak-tolakan.

Ketika kita memeriksa Alkitab dengan berhati-hati, kita mengetahui bahwa hal 
ini tidak mungkin, dan jika kita menoleh kembali ke masa 50 tahun yang terakhir 
ini, kita tidak melihat adanya peluang atau arah yang menuju perdamaian yang 
panjang di antara mereka, pertikaian itu berlangsung terus-menerus. Dan tentu 
saja, salah satu fokus utama dari pertikaian itu adalah Gunung Moria, di mana 
Abraham naik ke sana untuk mempersembahkan Ishak, anak laki-lakinya, dan lama 
kemudian, gunung itu menjadi lokasi dari Bait Suci yang didirikan oleh Salomo, 
yaitu Yerusalem. 

Sebenarnya Bait Suci itu pernah dihancur pada tahun 70 Masehi oleh seorang 
jendral romawi yang bernama Titus, dan beberapa ratus tahun kemudian, umat 
Muslim membangun mesjid Omar di lokasi tersebut. Mesjid itu disebut "Dome of 
the Rock", dan berdiri di atas tempat Bait Suci itu berdiri, dan tempat itu 
dianggap sebagai tempat yang paling kudus di seluruh wilayah Israel, tetapi 
tempat itu pada saat ini telah dikuasai oleh orang-orang Muslim karena mereka 
telah mendirikan mesjid besar mereka di sana.

Tentu saja, bangsa Israel tidak akan pernah merasa senang hingga pada akhirnya 
nanti mereka dapat membangun sebuah bait di sana seperti bait yang pernah 
didirikan oleh Salomo ataupun Herodes di tempat tersebut pada masa sebelumnya. 
Tetapi untuk melakukan hal itu, mereka harus terlebih dahulu menghancurkan 
mesjid Omar, namun itu akan menyebabkan umat Muslim untuk menyerang mereka dari 
segala jurusan, sehingga mereka tidak dapat melakukan hal itu, dan itu menjadi 
simbol dari kemustahilan untuk membuat perdamaian di antara kedua bangsa 
tersebut. 

Akan tetapi sesungguhnya di dalam Alkitab, Elohim menggunakan "Yakub" sebagai 
gambaran dari orang-orang percaya yang sejati, dan Ia menggunakan "Esau" 
sebagai gambaran dari orang-orang yang tetap tidak diselamatkan. Dan dalam 
kedua hal tersebut, secara rohani, tidak ada bedanya jika anda adalah seorang 
Yahudi atau bukan. Jika anda tidak diselamatkan, anda adalah seperti keturunan 
dari Esau. Jika anda diselamatkan, anda adalah seperti keturunan dari Yakub, 
dari itu hanyalah penekanannya secara rohani. 

Kitab Roma 9:6-16 menjelaskan kepada kita demikian:
"Akan tetapi firman Elohim tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang 
berasal dari Israel adalah orang Israel, dan juga tidak semua yang terhitung 
keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang 
akan disebut keturunanmu." Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah 
anak-anak Elohim, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang 
benar. Sebab firman ini mengandung janji: "Pada waktu seperti inilah Aku akan 
datang dan Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki." Tetapi bukan hanya itu 
saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari 
Ishak, bapa leluhur kita.  Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum 
melakukan yang baik atau yang jahat, --supaya rencana Elohim tentang 
pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan 
panggilan-Nya-- dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak 
yang muda [Matius 19:30]," seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi 
membenci Esau." Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Elohim 
tidak adil? Mustahil! Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas 
kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati 
kepada siapa Aku mau bermurah hati." Jadi hal itu tidak tergantung pada 
kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Elohim." 

Sedang Tanah Kanaan secara rohani adalah lambang dari Kerajaan Elohim, yaitu 
"negeri yang berlimpah-limpah dengan susu dan madu". Akan tetapi pada saat 
Kristus tergantung di atas kayu salib dan tirai yang ada di depan ruang maha 
kudus terbelah dua, maka lambang itu tidak digunakan lagi, dan tanah Kanaan 
tidak lagi digunakan oleh Elohim sebagai suatu lambang dari Kerajaan Elohim. 
Hingga saat itu, Kanaan hanyalah merupakan suatu lambang, bahwa itu adalah 
tanah suci, dan Yerusalem adalah kota suci karena Bait Suci berada disana 
dimana Elohim Yang Maha Kudus (Suci) bersemayam di dalam ruang maha kudus. 
Tetapi begitu tirai di ruang maha kudus itu terbelah dua, maka berakhirlah 
segala proses untuk menjadikan Kanaan sebagai suatu lambang. Sekarang Kerajaan 
Elohim terdiri dari mereka-mereka yang menjadi orang-orang yang percaya kepada 
Tuhan Yesus Kristus. 

"Ye also, as lively stones, are built up a spiritual house, an holy priesthood, 
to offer up spiritual sacrifices, acceptable to God by Jesus Christ"  (1 Peter 
2:5)
==================================================
From: Zimmy F Gurning 

The Messiah (Scientific Fact of the Death of Jesus)

http://sekolah-minggu.org/en/2008/10/15/the-scientific-death-of-jesus/
===============================================

From: [email protected] 

FILM THE MESSIAH

"The Messiah" sebuah film yang dibuat di Iran menceritakan kisah penyaliban 
menurut kepercayaan umat Islam, yaitu Yesus tidak mati di atas kayu salib 
karena Ia digantikan oleh Yudas Iskariot yang diserupakan dengan Yesus. 
Sehingga menurut kepercayaan mereka Yudas-lah yang mati di atas kayu salib. 
Film ini dibuat berdasarkan kesaksian Muhammad seperti yang ada tertulis di 
dalam Al-Quran mengenai Isa Al-Masih. 

Akan tetapi di dalam Alkitab kita akan menemukan bahwa setidaknya ada lebih 
dari 5 orang saksi -- baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru -- yang 
menulis dibawah inspirasi dari Elohim Roh Kudus tentang peristiwa kayu salib 
secara berbeda-beda dimana kesaksian mereka semua adalah sama. 

Sekarang jika ada dua keterangan yang berbeda tentang suatu peristiwa, yang 
satu pasti adalah salah dan hanya ada satu yang benar, tidak mungkin 
kedua-duanya benar. Dan yang manakah yang akan kita percayai? Keterangan dari 
satu orang saksi atau keterangan yang sama dari banyak saksi? Keterangan dari 
satu orang saksi saja sangat diragukan karena ia dapat berbohong dan berkata 
apa saja yang ia inginkan, itulah sebabnya kita memerlukan paling tidak "dua 
atau tiga orang saksi untuk menentukan sahnya suatu perkara" (Ulangan 19:15, 2 
Korintus 13:1). 

Peristiwa penebusan pada kayu salib bukanlah peristiwa biasa, itu adalah 
peristiwa yang sangat-sangat penting dimana Elohim telah merencanakan segalanya 
dengan sangat sempurna dari sejak sebelum dunia dijadikan (Wahyu 13:8, 2 
Timotius 1:9, Efesus 1:4, 1 Petrus 1:20). 

Sebenarnya kira-kira 1000 tahun sebelum Yesus dilahirkan nabi Daud banyak 
berbicara tentang dirinya sebagai orang pertama tunggal dalam Mazmur-mazmur 
yang ditulisnya seolah-olah ia adalah Kristus itu sendiri, seolah-olah ia 
adalah Mesias. Dan Mazmur-mazmur ini disebut sebagai Mazmur Mesianic. 

Dengan kata lain Elohim menggunakan Daud sebagai gambaran dari Yesus Kristus 
sebagai raja yang agung atas bangsa Israel. Perhatikan dalam kitab Yehezkiel 
37:25 Yesus disebut sebagai Daud, dalam ayat itu kita membaca demikian:
"Mereka [yaitu orang-orang yang percaya] akan tinggal di tanah yang Kuberikan 
kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, 
anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk 
selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya." 

Kemudian perhatikan ayat pembukaan dari Mazmur 22 yang ditulis oleh Daud yang 
berkata demikian:
"Elohimku, Elohimku, mengapa Engkau meninggalkan aku?"

Dan persis seperti itulah kata-kata yang keluar dari mulut Yesus pada saat Ia 
tergantung di atas kayu salib (Markus 15:34). Ini adalah sebuah mazmur yang 
menyatakan penderitaan Kristus pada saat Ia mengalami murka Elohim untuk 
menebus dosa-dosa umat-Nya. 

Dan ayat 16 dan 18 dari Mazmur 22 melanjutkan demikian:
"Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka 
menusuk tangan dan kakiku .......... Mereka membagi-bagi pakaianku di antara 
mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku."

Apakah hal ini benar-benar terjadi? Ya memang demikianlah yang terjadi. Mazmur 
ini menubuatkan apa sebenarnya yang akan terjadi pada Yesus. Ini adalah nubuat 
yang mengerikan tentang penderitaan berat yang Yesus harus alami untuk menebus 
dosa-dosa umat-Nya. 

Perhatikan dalam Perjanjian Baru kitab Matius 27:34-35 mencatat demikian: 
"Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, 
Ia tidak mau meminumnya. Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi 
pakaian-Nya dengan membuang undi." 

Kitab Markus 15:23-24 menyatakan demikian: 
"Lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepada-Nya, tetapi Ia menolaknya. 
Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan 
membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing." 

Dan kitab Lukas 23:34 berkata demikian: 
"Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang 
mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya." 

Betapa ajaibnya catatan-catatan yang ada tertulis di dalam Alkitab. Tidak ada 
manusia biasa yang dapat membuat buku catatan yang seperti ini. Orang-orang 
yang tidak percaya boleh berkata apa saja yang mereka mau tetapi fakta-fakta 
yang ada tercatat di dalam Alkitab sulit untuk ditentang.

Lebih jauh kitab Mazmur 69:21-22 menubuatkan demikian:
"Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka 
memberi aku minum anggur asam. Biarlah jamuan yang di depan mereka menjadi 
jerat, dan selamatan mereka menjadi perangkap"

Ini berhubungan dengan apa yang kita baca tentang Yesus dalam kitab Yohanes 
19:28-30 demikian:
"Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah 
Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci -- "Aku haus!" Di situ 
ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang 
telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke 
mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah 
selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya."

Hebatnya lagi Yesus Kristus yang disebut sebagai "Anak Domba Elohim yang 
menghapus dosa dunia" (Yohanes 1:29) disalibkan tepat pada saat perayaan Paskah 
Perjanjian Lama ketika umat Israel merayakan kepergian mereka dari tanah 
perbudakan di Mesir dengan menyembelih Anak Domba Paskah. 

Kitab Yohanes 19:31-37 menjelaskan demikian:
"Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu 
tidak tinggal tergantung pada kayu salib -- sebab Sabat itu adalah hari yang 
besar -- [yaitu hari raya Paskah Perjanjian Lama dimana bangsa Israel 
menyembelih Domba Paskah] maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan 
meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya 
diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang 
pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; 
tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, 
mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu 
menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air 
[Mazmur 22:14]. Dan orang yang melihat hal itu sendiri [yaitu Yohanes] yang 
memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia 
mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya 
genaplah yang tertu lis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan 
dipatahkan [Mazmur 34:20]." Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan 
memandang kepada Dia yang telah mereka tikam [Zakharia 12:10]." 

Dengan demikian disini kita melihat bahwa Elohim bekerja dalam ketepatan waktu 
yang sangat sempurna, dan segala upacara ibadah dalam Perjanjian Lama tidak 
mungkin salah karena mereka semua sangat berhubungan atau merupakan gambaran 
dari peristiwa kayu salib. 

Jadi dari sudut pandang Kitab Suci tidak ada kemungkinannya sama sekali bahwa 
yang disalibkan itu bukanlah Yesus. Orang-orang yang berkata demikian tidak 
mengerti betapa pentingnya peristiwa penebusan atau pendamaian (yaitu 
pengampunan dosa) yang disediakan Elohim bagi umat manusia. 

Walaupun setiap harinya manusia banyak berbuat dosa mereka masih memungkiri 
kebutuhan mereka akan Seorang Juruselamat. Dalam kitab Kolose 2:13-14 kita 
membaca demikian:

"Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak 
disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Elohim bersama-sama dengan Dia, 
sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat 
hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan 
itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib"

"The power of God; Who hath saved us, and called us with an holy calling, not 
according to our works, but according to His own purpose and grace, which was 
given us in Christ Jesus before the world began"  (2 Timothy 1:9) 

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.

Group Email Addresses:
Post message: [email protected]
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
List owner: [email protected] 
========================================================
From: Healing Inernational

HEALING BLESSING

 
I asked for Strength and GOD gave me Difficulties to make me strong
I asked for Wisdom and GOD gave me Problems to solve
I asked for Prosperity and GOD gave me Brain and Brawn to work
I asked for Courage and GOD gave me Danger to overcome
I asked for Love and GOD gave troubled people to help
I asked for Favors and GOD gave me opportunities

Kirim email ke