…Dapatkan segera…
   
   
   
   
  Buku
  SUPREMASI ALLAH DALAM KHOTBAH
   
  oleh: Rev. John Stephen Piper, D.Theol.
   
  Penerbit: 
  Momentum Christian Literature (Fine Book Selection), 2008
   
  Penerjemah: Andri Kosasih
   
   
   
   
   
  Deskripsi singkat dari Denny Teguh Sutandio:
  Apa itu khotbah? Tidak sedikit orang Kristen yang menyepelekan makna khotbah 
di gereja. Mereka berpikir bahwa khotbah itu mirip seperti pidato yang tidak 
ada gunanya. Akibatnya, di dalam kehidupan mereka sehari-hari pun, apa yang 
mereka dengarkan dari khotbah yang bertanggung jawab tidak pernah mereka 
aplikasikan. Di sisi lain, banyak pemimpin gereja hari-hari ini pun juga 
menyepelekan khotbah. Mereka berpikir bahwa khotbah itu sesuatu hal yang biasa. 
Khotbah bagi mereka tidak ada bedanya dengan training psikologi atau pemuasaan 
telinga jemaat (bdk. 2Tim. 4:3-4) demi mengeduk keuntungan pribadi sang 
pemimpin gereja. Benarkah khotbah seperti demikian yang dikehendaki Allah? 
TIDAK. Dengan bahasa yang sederhana, tegas, dan aplikatif, Rev. Dr. John S. 
Piper di dalam bukunya Supremasi Allah dalam Khotbah memaparkan pentingnya 
khotbah yang harus dikaitkan dengan supremasi dan kedaulatan Allah. Di dalam 
kata pengantar edisi revisi buku ini, Dr. Piper memaparkan bahwa khotbah
 bukan menjadi suatu sharing atau tempat memublikasikan seseorang atau sesuatu 
secara berlebih-lebihan (seperti iklan), tetapi, “Khotbah adalah penyembahan 
atas Firman Allah – teks Kitab Suci – dengan penjelasan dan kegembiraan yang 
meluap.” (hlm. ix). Selain itu, karena khotbah merupakan bagian dari ibadah, 
maka ibadah memiliki dua bagian yang simultan, yaitu melihat Allah dan 
menikmati Allah. Oleh karena itu, “Khotbah secara unik cocok untuk menggugah 
penglihatan akan Allah dan penikmatan akan Allah. Allah telah menetapkan Firman 
Allah datang dalam suatu bentuk yang mengajar akal budi dan menjangkau hati.” 
(hlm. x) Dengan dasar inilah, di dalam tiga bab pertama bukunya, Dr. Piper 
memaparkan tiga unsur khotbah yang dikaitkan dengan Allah Trinitas, yaitu:
  Pertama, Tujuan Khotbah: Kemuliaan Allah. Artinya khotbah bertujuan untuk 
memuliakan Allah “yang ditujukan untuk membentuk ketaatan dalam sukacita kepada 
Kerajaan Allah” (hlm. 13).
  Kedua, Dasar Khotbah: Salib Kristus. Khotbah yang beres bukan berdasarkan 
ide-ide psikologis atau humanisme manusia berdosa yang atheis, tetapi hanya 
berdasar salib Kristus. Dr. Piper memaparkan dua arti dari pernyataan ini, 
yaitu Salib Kristus adalah Dasar Validitas Khotbah (artinya kita mengkhotbahkan 
berita pengharapan kepada orang berdosa tanpa menghilangkan kebenaran dan 
kemuliaan Allah yang tanpa cela) dan Salib Kristus adalah Dasar Kerendahan Hati 
Khotbah (artinya “salib adalah kuasa Allah untuk menyalibkan kesombongan baik 
pengkhotbah maupun jemaat.”—hlm. 21).
  Ketiga, Karunia Khotbah: Kuasa Roh Kudus. Karena tujuan khotbah adalah 
kemuliaan Allah di dalam ketaatan umat-Nya dengan sukacita, maka ketika 
berkhotbah, si pengkhotbah harus menyampaikan firman Allah dengan terus 
bergantung pada kuasa Allah. Agar tujuan khotbah ini tercapai, maka si 
pengkhotbah harus mengkhotbahkan Firman Allah yang diinspirasikan oleh Roh 
Allah dengan kuasa dan urapan Roh Kudus. Hal inilah yang kurang ditekankan oleh 
banyak pengkhotbah di gereja Protestan.
   
  Selain itu, di Bab 4, Dr. Piper memaparkan tentang bagaimana khotbah itu 
harus disampaikan dengan serius namun juga tetap sukacita. Dengan meneladani 
khotbah dari Rev. Jonathan Edwards, Dr. Piper memaparkan bahwa khotbah yang 
disampaikan dengan serius adalah khotbah yang menerangi akal budi dan menyentuh 
afeksi manusia. Khotbah bukan hanya disampaikan dengan serius, tetapi juga 
dengan sukacita. Artinya, khotbah bukan dimaksudkan untuk membebani jemaat, 
tetapi untuk menyediakan kekuatan sukacita untuk menolong mereka untuk taat 
kepada Allah dan firman-Nya. Bab ini ditutup dengan 7 saran praktis memadukan 
keseriusan dan kesukacitaan dalam khotbah.
   
  Bagian 2 buku ini terdiri dari 3 bab khusus uraian dari Dr. Piper tentang 
kehidupan, theologi, dan khotbah dari Rev. Jonathan Edwards, A.M. yang terkenal 
dengan Great Awakening-nya di Amerika Serikat. Di akhir bagian 2 ini, yaitu di 
bab 7, Dr. Piper memberikan 10 karakteristik khotbah dari Rev. Jonathan Edwards 
yang membuat khotbah Jonathan Edwards sangat berkuasa dan berdampak pada 
pertobatan orang-orang yang menghadiri kebaktian yang dipimpinnya.
   
  Biarlah melalui buku ini, para pengkhotbah disadarkan akan pentingnya 
menyampaikan berita Firman Tuhan dengan bertanggung jawab dengan berpusat pada 
supremasi Allah!
   
   
   
   
  Pujian terhadap buku ini:
  “Obat kuat bagi pengkhotbah yang lelah – sebuah buku yang menggali begitu 
dalamnya sampai pada theologi, strategi, dan spiritualitas dari pelayanan 
mimbar.”
  Prof. J. I. Packer, D.Phil.
  (Emerius Professor of Theology di Regent College, Canada; Master of Arts—M.A. 
dan Doctor of Philosophy—D.Phil. dari University of Oxford, U.K.)
   
  “Memanggil kita agar kembali kepada standar yang alkitabiah dalam berkhotbah, 
yang telah dicontohkan oleh banyak pengkhotbah besar, khususnya Jonathan 
Edwards dan Charles Spurgeon.”
  Rev. Dr. Warren W. Wiersbe
  (penulis dan pembicara seminar; lulusan: Indiana University, Roosevelt 
University, and the Northern Baptist Theological Seminary)
   
  “Alkitab bukan buku yang berisi saran-saran praktis untuk hidup yang lebih 
nyaman. Alkitab adalah penyataan Allah. Supremasi Allah dalam Khotbah 
mengingatkan para pengkhotbah akan apa yang begitu mudah kita lupakan sehingga 
membahayakan kehidupan kita sendiri maupun kehidupan jemaat yang kita 
gembalakan.”
  Prof. Haddon W. Robinson, Ph.D.
  (Harold John Ockenga Distinguished Professor of Preaching di Gordon-Conwell 
Theological Seminary; Master of Theology—Th.M. dari Dallas Theological 
Seminary, U.S.A.; M.A. dari Southern Methodist University; dan Doctor of 
Philosophy—Ph.D. dari University of Illinois)
   
  “John Piper dengan sepenuh hati memanggil semua pengkhotbah untuk menyatakan 
supremasi Allah dalam setiap khotbah yang diberitakan. Seruan ini tidak mungkin 
bisa diabaikan oleh seorang pengkhotbah yang setia.”
  Prof. Bryan Chapell, Ph.D.
  (Rektor dan Profesor Theologi Praktika di Covenant Theological Seminary, 
U.S.A.; B.S.J. dalam bidang jurnalisme, English literature, sejarah Amerika 
dari Northwestern University, Evanston, IL; Master of Divinity—M.Div. dalam 
bidang studi pastoral dari Covenant Theological Seminary, St. Louis, MO, 
U.S.A.; dan Ph.D. dalam bidang speech communication dari Southern Illinois 
University, Carbondale, IL)
   
  “Supremasi Allah dalam Khotbah adalah salah satu buku yang wajib diperhatikan 
dalam pelayanan Firman.”
  Rev. Philip Graham Ryken, D.Phil.
  (gembala sidang Tenth Presbyterian Church, Philadelphia, U.S.A.; Bachelor of 
Arts—B.A. dari Wheaton College, IL; M.Div. dari Westminster Theological 
Seminary, PA; dan D.Phil. dari University of Oxford, UK.
   
  “Terkadang di tengah begitu banyak buku yang tersedia bagi para hamba Tuhan, 
muncul satu karya yang begitu luar biasa bagi pelayan Firman, sehingga tidak 
salah jika buku tersebut disebut: ‘Buku wajib baca.’ Supremasi Allah dalam 
Khotbah adalah buku demikian.”
  Rev. Prof. Sinclair B. Ferguson, Ph.D.
  (Profesor tamu bidang Theologi Sistematika di Westminster Theological 
Seminary, U.S.A., anggota dewan dari Alliance of Confessing Evangelicals, dan 
Pendeta Senior di First Presbyterian Church of Columbia, South Carolina, 
U.S.A.; Ph.D. dari University of Aberdeen)
   
  “Buku ini wajib dibaca terus oleh setiap pengkhotbah setiap tahun. Buku ini 
memberikan penawar yang paten bagi banyak khotbah masa kini yang tidak 
berimbang dan berpusat pada diri.”
  Rev. Erwin W. Lutzer, Ph.D., LL.D. (HC), D.D. (HC)
  (Pendeta senior di The Moody Church, Chicago, U.S.A.; Bachelor of 
Theology—B.Th. dari Winnipeg Bible College; Master of Theology—M.Th. dari 
Dallas Theological Seminary, Dallas, Texas, U.S.A.; M.A. dalam bidang Filsafat 
dari Loyola University Chicago; Ph.D. dari Loyola; menerima gelar kehormatan: 
Doctor of Lawss—LL.D. dari Simon Greenleaf School of Law dan Doctor of 
Divinity—D.D. dari Western Conservative Baptist Seminary)
   
   
   
   
   
   
  Profil Rev. Dr. John S. Piper:
  Rev. John Stephen Piper, B.D., D.Theol. adalah Pendeta Senior di Bethlehem 
Baptist Church dan seorang penulis yang sangat produktif dari perpektif 
Calvinis. Beliau menyelesaikan gelar Bachelor of Divinity (B.D.) di Fuller 
Theological Seminary di Pasadena, California pada tahun 1968-1971. Beliau 
melakukan studi doktoralnya di dalam bidang Perjanjian Baru di University of 
Munich, Munich, Jerman Barat pada tahun 1971-1974. Disertasinya, Love Your 
Enemies, diterbitkan oleh Cambridge University Press dan Baker Book House.
   


""Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di 
depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 
(1Sam. 16:7b)

       
---------------------------------
  Nama baru untuk Anda!  
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!

Kirim email ke