From: "Kisah" <[email protected]>
Edisi 105 -- Dibebaskan dari Hukuman Mati
PENGANTAR
Sudah menjadi rahasia umum di kalangan umat Kristen bahwa banyak
orang-orang percaya yang tinggal di wilayah jendela 10/40 selalu
mengalami tekanan dan ancaman dari kelompok mayoritas di wilayah di
mana mereka tinggal. Bahkan yang lebih parah lagi, meskipun ada
undang-undang yang menjamin kebebasan umat beragama, namun peraturan
tersebut hanya sebagai tulisan di atas kertas dan tidak pernah
diterapkan sama sekali. Sehingga kita sering mendengar banyak kasus
orang percaya yang difitnah dan secara sengaja dimasukkan ke dalam
penjara tanpa keterangan yang jelas. Dan yang lebih menyedihkan
lagi, tidak sedikit di antara mereka yang harus kehilangan harta
benda dan anggota keluarga, karena menolak untuk menyangkal Kristus
sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Sama seperti GM, yang difitnah atas
perbuatan yang tidak pernah ia lakukan dan harus hidup dalam
tekanan. Namun, dari kisah hidupnya, ada hal yang bisa kita
pelajari, yaitu meskipun ia mengalami penderitaan secara fisik,
namun ia tetap setia menjadi pengikut Kristus.
Pimpinan Redaksi KISAH,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
DIBEBASKAN DARI HUKUMAN MATI
Sang hakim menatap pada Sajjad Husain, yang merupakan satu-satunya
saksi melawan GM, si orang Kristen. Sang hakim senang dengan apa
yang ia lihat: Sajjad muda dan tekun, berpendidikan sekolah tinggi,
dan dengan janggutnya yang penuh, ia tampak seperti seorang taat sejati.
Tak ada seorang pun lainnya yang mendengar percakapan di antara
kedua tetangga itu. Tak ada yang dapat mengonfirmasikan bahwa GM
telah menghina nabi agama mayoritas. Hal itu merupakan perkataan
Sajjad Husain melawan perkataan GM.
Si hakim menatap GM. Walau didera tuduhan bertubi-tubi, ia telah
memilih untuk menjadi seorang "Jesus Freak". Bahkan, nama
belakangnya berarti Mesias. Banyak orang Kristen di Pakistan,
khususnya mereka yang berpindah agama, tanpa rasa malu menggunakan
hal ini sebagai sumber umum identifikasi bersama Yesus Kristus.
Hukum penghujatan dari Pakistan keras: tiap kata kritikan terhadap
nabi dan kitab suci mereka dianggap sebagai penghujatan dan
pelanggarnya dijatuhi hukuman mati. (Dua belas orang Kristen dari
Pakistan telah dituduh dalam tahun-tahun belakangan di bawah
hukum-hukum ini. Lima di antaranya dibebaskan secara ilegal oleh
para kaum mayoritas ekstrem. Yang lainnya masih berada di bawah tuduhan.)
Si hakim mengangguk ke arah Husain, berkata, "Aku tidak memiliki
alasan untuk tidak percaya kepada saksi ini."
Kemudian ia berpaling kepada GM. "Aku menjatuhi hukuman mati dengan cara
digantung."
Ketika berita mengenai situasi GM dipublikasikan, orang-orang
Kristen dari seluruh dunia menulis surat kepada dirinya di penjara
untuk memberikan semangat kepadanya bahwa orang-orang mengetahui
situasinya, bahwa mereka peduli, dan bahwa mereka sedang berdoa
baginya. Ia membalas kepada seorang wanita Kanada:
"Pertama-tama, aku berterima kasih kepadamu bahwa engkau telah
memberikan semangat kepadaku. Tuhanku sudah datang dua kali kepadaku
di sel penjara. Pada suatu hari, aku sedang duduk di selku
memikirkan mengenai ketidakadilan ini dalam suasana hati yang sedih
dan tanpa harapan. Tiba-tiba sel ini dipenuhi dengan cahaya dan
tubuhku gemetar. Aku melihat Tuhanku. Setelah 4 hari berlalu, Yesusku datang
kembali dan
melingkupiku dengan mengangkat tangan-Nya dan memberkatiku."
"Sejak hari itu dan seterusnya, aku bersukacita dan berada dalam kedamaian.
Tuhanku
berada bersama denganku di penjara. Ia tidak meninggalkan aku sendiri."
"Kami ada lima anggota dalam keluarga. Kami memiliki kasih yang
besar seorang akan yang lainnya. Aku amat bersyukur kepada Tuhanku.
Ia telah memenuhi semua kebutuhanku di dalam segala cara terbaik
yang mungkin. Aku juga bersyukur kepadamu dan saudara-saudariku yang
lain yang telah memberikan dukungan kepadaku."
"Aku berharap bahwa lewat anugerah Elohim, kita akan bertemu seorang
dengan yang lain. Biarlah kita tidak melupakan kekuatan doa."
Sebagai tambahan untuk menulis kepada GM, banyak juga yang menulis
kepada Duta Besar Pakistan yang mengatakan bahwa mereka sadar akan
keputusan-keputusan hukum yang tidak terbukti dan tidak adil kepada
GM dan dua orang Kristen Pakistan lainnya. Seorang pemimpin Kristen
mengatakan bahwa hukum digunakan sebagai senjata melawan orang
Kristen di negara itu. Banyak tuduhan penghujatan merupakan
kebohongan dari penjaga toko atau petani tetangga yang iri hati.
Surat-surat ini dipergunakan oleh Elohim untuk membantu memungkinkan
pembebasan GM setelah hampir 3 tahun di dalam penjara. Dalam
kejadian yang penuh keajaiban, pada tanggal 29 November 1994,
Pengadilan Agung Lahore di Pakistan membebaskan GM dari segala
tuduhan pelanggaran terhadap hukum penghujatan, dan memindahkan dia
dari bahaya yang pasti akan kematian.
Dibebaskan dari hukuman mati tidak sepenuhnya berarti kebebasan bagi
GM. Hidupnya tetap berada dalam ancaman mayoritas fundamentalis yang
murka terhadap keputusan pengadilan. Dalam 1 bulan, pemimpin dari
sebuah rumah ibadah mayoritas di Sarghoda mengeluarkan fatwa, sebuah
perintah bagi pembunuhan GM. Poster-poster berisi tulisan
ditempatkan di seluruh kota Sarghoda, memohon bagi pembunuhannya.
Ancaman-ancaman kematian diserukan dari menara pengeras suara tempat
ibadah setempat. GM tetap tinggal dalam ketakutan akan hidupnya dan
sedang bersembunyi meski dibebaskan dari penjara.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Jesus Freaks
Penyusun: Toby McKeehan dan Mark Heimermann
Penerbit: Cipta Olah Pustaka, 1995
Halaman: 47 -- 49
______________________________________________________________________
"Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang
yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Elohim.
Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa
maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila
datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.
"Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku
masih bersama-sama dengan kamu." (Yohanes 16:2-4)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Yohanes+16:2-4 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Berdoalah bagi setiap orang percaya yang sampai hari ini hidup
dalam ancaman dan tekanan, serta harus bersembunyi karena bahaya
yang terus menanti mereka, agar Tuhan memberi mereka kekuatan dan
kesabaran.
2. Berdoalah bagi pihak-pihak yang membenci kekristenan, agar Tuhan
menjamah hati mereka sehingga mereka menemukan kasih dan
kedamaian yang sejati di dalam Tuhan.
3. Doakan negara Pakistan, agar Tuhan melawat dan memulihkan bangsa
ini, dan ada keamanan dan jaminan bagi pemeluk agama lain untuk
menjalankan kewajiban agamanya secara bebas.
===================================================
From: "Kisah" <[email protected]>
Edisi 106 -- Kehendak Yahweh yang Paling Indah dan Baik
PENGANTAR
Terkadang, kita tidak mengetahui dan mengerti rencana Tuhan atas
kita; mengapa Ia membiarkan hal yang buruk terjadi dalam kehidupan
kita. Sama seperti Ayub yang harus mengalami kejadian yang tidak
menyenangkan sepanjang sejarah hidupnya. Namun, begitulah Tuhan
kita. Terkadang, ia mengizinkan kita mengalami hal-hal yang terlihat
aneh sebagai ujian iman. Tidak jarang Ia menggunakan cara-cara
tersebut untuk mengingatkan kita bahwa kita sudah jauh menyimpang
dan meninggalkan Dia cukup lama. Jika saat ini Anda sedang dididik
oleh Tuhan -- mungkin melalui pengalaman hidup yang tidak
menyenangkan -- jangan pernah memberontak, tapi mengucapsyukurlah,
karena itu artinya Tuhan sangat sayang kepada Anda dan tidak
menginginkan Anda melangkah di luar jalan yang sudah Ia berikan.
Pimpinan Redaksi KISAH,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
KEHENDAK Elohim YANG PALING INDAH DAN BAIK
Kecelakaan mobil itu terjadi pada sore hari, ketika aku bersama
beberapa teman sedang menuju perjalanan pulang. Begitu sampai di
sebuah persimpangan jalan, aku mengalami peristiwa yang paling pahit
dalam sejarah hidupku -- kecelakaan mobil sudah menunggu di depan.
Pada waktu sedang dalam perjalanan pulang, aku mendengar suami istri
pemilik mobil bercakap-cakap dengan mengatakan, "Hujan sudah turun,
jalanan sangat licin." Tidak berapa lama mobil berjalan, tiba-tiba
aku melihat sebuah truk besar dengan kecepatan tinggi sedang melaju
dan menerjang mobil kami. Dengan sekonyong-konyong, aku merasakan
ketakutan yang luar biasa. Sebelum dapat berbuat apa-apa, aku sudah
kehilangan kesadaran. Tidak tahu waktu berjalan berapa lama, secara
perlahan-lahan aku mulai sadar. Dalam keadaan setengah sadar, aku
merasa tubuhku begitu berat, dan aku merasa berada di sebuah tempat
yang sangat kotor dan memualkan.
Aku berusaha untuk bangkit, tapi kedua tanganku dipegang erat-erat,
sehingga tidak dapat bergerak. Dalam keadaan samar-samar, aku
melihat suamiku dengan air mata berlinang sedang menatap aku. Ia
mendekati telingaku dan berbisik, "Tenanglah! Kamu sudah seharian
tidak sadar, sekarang sedang dirawat di rumah sakit. Hendaklah kamu
berdoa, karena Elohim adalah Pengatur segala sesuatu." Dalam hati,
aku berdoa dan bersyukur bahwa Ia masih memperkenankan aku hidup dan
aku yakin bahwa Ia tentu memunyai maksud-maksud tertentu atas
diriku. Yang paling mengherankan adalah sikap suamiku, karena
sekarang ia bisa berdoa. Meskipun kami menikah kurang lebih 10
tahun, dan aku sendiri mengaku sebagai orang Kristen, tapi belum
pernah aku berbincang-bincang mengenai keyakinan Kristen dengan suamiku.
Kemudian barulah aku tahu bahwa sepasang tulang kakiku patah,
punggungku terluka, mengalami gegar otak, dan mukaku penuh luka-luka
terkena kaca. Aku menjadi orang yang buruk rupa. Anak-anakku sampai
tidak mengenal wajah ibunya. Luka pemilik mobil sama beratnya dengan
aku. Sedangkan istrinya tidak lagi memunyai kesempatan untuk sadar
kembali. Setelah dirawat selama 54 hari, aku diperbolehkan pulang.
Sebelum pulang, kepala rumah sakit memuji aku, karena selama dirawat
di rumah sakit, aku adalah pasien yang terbaik. Untuk itu, aku
dihadiahkan sebuah tongkat yang dipesan khusus olehnya. Sekeluarnya
dari rumah sakit, aku mendapat perawatan secara tradisional. Semua
lukaku dibungkus dengan obat-obat tradisional. Sakitnya sampai ke
tulang sumsum. Sungguh, hidupku bagaikan di neraka. Selama perawatan
dengan cara tradisional, luka paha kananku mengeluarkan cairan
nanah. Sebab itu, pengobatan dilanjutkan ke sebuah rumah sakit
Kristen. Setelah dirawat selama 2 bulan, salah seorang dokter
mengatakan bahwa aku menderita radang tulang dan perlu dirawat di
rumah sakit pusat. Jika radang tersebut tidak dapat disembuhkan,
maka terpaksa aku harus kehilangan salah satu kakiku.
Karena tidak melihat kemajuan selama dirawat di rumah sakit pusat,
atas kesepakatan keluarga, aku dimasukkan ke sebuah rumah sakit
Kristen lainnya. Setelah pihak rumah sakit mengetahui aku menderita
radang tulang, dengan cepat mereka menyediakan segala sesuatu untuk
perawatan. Perhatian dan kasih mereka terhadap pasien, bagiku sangat
menakjubkan.
Selama sakit, ibuku yang telah berusia lanjut, dengan tidak mengenal
lelah membantu merawat aku. Mungkin karena terlalu lelah, ia jatuh
sakit pula. Pada mulanya, kami mengira penyakit maag yang merupakan
penyakit lamanya kambuh kembali. Tetapi setelah diperiksa dokter,
ternyata di kantong empedunya terdapat batu. Menurut dokter, ia
harus dioperasi sebanyak dua atau tiga kali, baru dapat pulih. Ibu
terpaksa dirawat di rumah sakit yang sama, aku berada di kamar
tingkat tujuh dan ibu berada di kamar tingkat tiga. Pada waktu aku
mengunjungi ibu dan melihat wajah yang sudah berkerut menahan sakit,
hatiku menjadi pilu, tanpa terasa air mataku bercucuran.
Dalam kesedihan, aku berteriak kepada Tuhan, "Tuhan Yesus, di
manakah Engkau? Keadaanku, keadaan ibuku, apakah ini menunjukkan
bahwa Engkau kasih adanya?" Dalam kesedihan, aku menjadi kecewa dan
putus asa. Setelah menulis tiga pucuk surat wasiat, aku bermaksud
menghabisi nyawaku dengan meloncat dari tingkat tujuh rumah sakit
itu. Tatkala aku hendak melaksanakan niat tersebut, akal sehatku
bekerja, sehingga aku mengurungkan niatku. Tapi penderitaanku tetap
menekanku, dalam keadaan buntu, aku kembali kepada Tuhan dan
menyerahkan segala permasalahan dan penderitaanku itu. Sungguh
ajaib, Setelah aku menyerahkan secara total segalanya dengan iman,
maka damai sejahtera Elohim memenuhi hatiku. Puji Tuhan !
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Jalan Tuhan Terindah
Penulis: Pdt. Paulus Daun, M.Div., Th. M.
Penerbit: Yayasan Daun Family, Manado 1996
Halaman: 47 -- 49
______________________________________________________________________
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan
memberi kelegaan
kepadamu." (Matius 11:28) < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Matius+11:28 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Berdoalah bagi orang-orang percaya yang saat ini hidup dalam
keputusasaan, agar Tuhan memberikan kekuatan kepada mereka
sehingga mereka tidak mengambil tindakan-tindakan yang merugikan diri
mereka sendiri.
2. Berdoa juga agar setiap orang percaya mau untuk dididik dan dapat
menemukan kehendak Elohim dalam kehidupan mereka.
3. Doakan juga agar Tuhan menumbuhkan rasa haus dan lapar akan Dia
di antara orang percaya, khususnya di dalam keluarga-keluarga
Kristen, sehingga masing-masing dari mereka dapat saling
menceritakan kebaikan Tuhan dalam kehidupan mereka.
______________________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) 2009 YLSA
YLSA -- http://www.ylsa.org/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Novita Yuniarti
Kontak: < kisah(at)sabda.org >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip KISAH: http://www.sabda.org/publikasi/Kisah/
Situs KEKAL: http://kekal.sabda.org/