From: magen_sql UMAT KRISTIANI JAGA JARAK MU
Silakan Baca Website ini: Surat Pernyataan Imam Samudera CS. by cahayaterang » Sat Oct 25, 2008 4:03 pm [CENTER]بسم الله الرحمن الرحيم SURAT PERNYATAAN Wahai saudara kami kaum Muslimin! Dengan rencana eksekusi terhadap diri kami,kami menyatakan: 1.Kami menyerahkan urusan kami sepenuhnya kepada Elohim Rabbul 'alamiin 2.Haram atas kami menerima dan pasrah kepada keputusan hukum Thaghut (Q.s. An-Nisa 4:60 ). Dan kami menolak keputusan untuk mengeksekusi kami selama-lamanya. 3.Jika Elohim Ta'ala mentaqdirkan kami harus mati lantaran peluru polisi thaghut,maka kami tetap tentang perbuatan munkar dan biadab itu,walaupun dalam waktu yang sama kami wajib bersabar atas taqdir Elohim Ta'ala. 4.Kepada saudara kami kaum mukminin khususnya kaum Mujahidin dimanapun berada,wajib atas kalian menyatakan perang dan membunuh individu-individu yang terlibat eksekusi ini,seperti SBY&J.Kalla,Andi Mattalata,Hendarman Supandji,A.H Ritonga,seluruh hakim dan jaksa kaum Musyrikin hindu,kafirin kristen dan munafiqin serta tim eksekutor budak-budak kafir Amerika dan sebagainya. 5. Para pendukung eksekusi seperti Hasyim Muzadi yang menjual nama NU dan munafiqin lainnya wajib diperangi dan dibunuh sebagaimana no.4 diatas. 6.Kepada saudara kami kaum mukminin khasnya para Mujahidin dimanapun berada terutama amir kami dalam jihad; Asy-syaikh Usamah bin Ladin dan Asy-Syaikh Aiman Azh-Zhawaahiri dan saudara kami para Mujahidin yang berada di Indonesia,kalian wajib menuntut balas -darah dengan darah,nyawa dengan nyawa-terhadap seluruh pihak yang terlibat membunuh kami baik mereka masih pegang jabatan maupun tidak,baik kaum Mujahidin sudah berkuasa maupun belum berkuasa. 7.Jika seandainya kami dengan taqdir Elohim Ta'ala jadi dibunuh oleh polisi thaghut,Insya Elohim tetesan darah-darah kami akan menjadi lentera bagi kaum mukminin dalam melangsungkan jihad dan mengorbankannya dan akan menjadi api pemusnah terhadap orang-orang kafir dan kaum munafiqin. 8.Do'akan kematian kami Husnul khatimah dan syahid fie Sabilillah.Aamiin والله الموفق وما توفيقي إلا بالله عليه توكلت وإليه أنيب, حسبنا الله و نعم الوكيل.والحمد لله رب العالمين. الله اكبر,الله اكبر,الله اكبر !!! فزنا ورب الكعبة Dari kami yang mengharap rahmat Elohim ,ridha-Nya dan ampunan-Nya. Mukhlas Imam Samudra Amrozi LP Batu Nusakambangan 03-Sya'ban 1429 H -------------------------- 05 Agustus 2008 M[/CENTER] Sumber : http://foznawarabbilkakbah.com http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=29620 http://www.indonesia.faithfreedom.org http://www.faithfreedom.org/ Mulai lah berbicara... JESUS LOVE US... ================================================ From: [email protected] SUKACITA "Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan." (Yesaya 55:12) Dalam pelajaran kali ini kita mau melihat pada ungkapan "sukacita" seperti yang kita baca pada ayat di atas, nah apakah yang Elohim sedang bicarakan disini? Kita mengetahui bahwa Alkitab adalah Firman Elohim. Kita mengetahui bahwa Alkitab diberikan untuk suatu tujuan. Dan tujuan yang paling penting dari semuanya tentu saja adalah supaya kita bisa menjadi diselamatkan. Dan jika pada akhirnya kita tidak menjadi diselamatkan maka Firman Elohim yang sama akan menghukum kita ke dalam kutukan yang kekal, kematian kedua. Ini adalah seperti "pedang bermata dua", Firman Elohim dapat menghukum dan juga menyelamatkan. Sekarang mungkin kita mempunyai segalanya di hidup kita yang sekarang ini, kita mungkin adalah orang yang terkaya di desa kita. Kita mungkin mempunyai lebih banyak harta daripada kebanyakan orang yang ada di lingkungan kita. Tetapi jika kita tidak mendengarkan Firman Elohim atau Firman itu ti dak berakibat apa-apa bagi kita, supaya kita mau berseru kepada Elohim untuk meminta belas kasihan, maka Firman Elohim yang sama itu akan mengutuk kita ke dalam hukuman yang kekal. Firman Elohim itu sangat serius. Itu adalah Firman dari Elohim Yang Kekal, yang menciptakan langit dan bumi. Itu tidak boleh dilihat secara ringan atau sembari lalu. Pada ayat di atas Elohim sedang berbicara tentang dampak yang mengherankan yang terjadi di dalam hidup kita ketika kita sudah diberikan gizi rohani oleh Firman Elohim, ketika itu sudah ditaburkan dan bertumbuh di dalam hati kita dan sudah membuahkan hidup yang kekal. "Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai" Mengapa kita harus merasa bersukacita? Disini saya hidup dalam suatu situasi yang sulit dimana saya tidak mempunyai kebebasan yang seharusnya saya miliki. Saya hidup di suatu negara dimana saya tidak mempunyai cukup banyak harta benda seperti yang dimiliki oleh orang-orang di negara lain. Saya kekurangan ini dan kekurangan itu. Apa yang bisa menjadi sukacita bagi saya? Adalah benar bahwa kita mungkin tidak dapat bersukacita karena kita hidup dalam kekurangan. Kita mungkin merasa sedih karena kita mungkin berada di bawah suatu macam tekanan politik. Akan tetapi ada masalah lain, kesulitan besar yang akan kita hadapi, yang jauh lebih buruk daripada masalah yang kita hadapi secara sosial, ekonomi maupun politik. Dan masalahnya adalah kita semua berada di bawah kutukan penghukuman dalam kekekalan oleh karena dosa-dosa kita. Ingatlah Alkitab berkata, "upah dosa ialah maut" (Roma 6:23). Dan "maut" yang ada dalam pandangan Elohim adalah kutukan penghukuman dalam kekekalan. Jadi sesungguhnya setiap dari kita manusia dalam sifat alaminya -- berada di bawah kutukan Elohim oleh karena dosa-dosa kita. Dan masalah ini sangat buruk. Kita bisa hidup di negara yang paling makmur di seluruh dunia, kita bisa20mempunyai segala macam kemudahan yang bisa kita mimpikan untuk peroleh, akan tetapi jika pada akhirnya kita tidak diselamatkan, kita masih ditundukkan pada kutukan penghukuman dalam kekekalan tersebut. Dan jadi, seharusnya ada suatu ketakutan, seharusnya ada dukacita atau perkabungan yang sangat di dalam kehidupan kita, karena kita tahu kita masih memiliki masalah yang besar dengan Elohim Yang Maha Kuasa, suatu masalah yang jauh lebih besar daripada masalah ekonomi apapun yang kita miliki. Jika mangkuk nasi kita tidak sepenuh yang ingin kita lihat, atau jika kita tidak mempunyai cukup ruangan di dalam rumah tempat kita tinggal, dan harus hidup berdesak-desakan sehingga itu kelihatannya begitu buruk, akan tetapi sebenarnya masalah itu bukanlah apa-apa bila dibandingkan dengan masalah yang akan kita dapati ketika kita tidak diselamatkan. Jika kita masih belum diselamatkan, jika kita masih berada di bawah murka Elohim oleh karena dosa-dosa kita, kita berada dalam permasalahan yang sangat dalam dan besar. Dan jika kita benar-benar memikirkannya, maka seharusnya tidak ada sukacita di dunia ini sama sekali. Tetapi umat manusia tidak mau mendengarkan kebenaran. Mereka tidak mau mendengarkan Firman Elohim. Mereka seperti burung unta, yang menyembunyikan kepalanya di dalam pasir, sehingga dia tidak akan melihat apa yang terjadi. Dan itulah caranya manusia hidup. Manusia tidak mau mendengarkan kebenaran tentang diri mereka sendiri. Jadi mereka bermain-main dengan diri mereka sendiri, mereka suka menipu diri mereka sendiri kalau semua itu akan baik-baik saja, semuanya nanti akan menjadi baik-baik saja. Tetapi kenyataannya adalah, itu seluruhnya tidak akan menjadi baik-baik saja seluruhnya. Tidak ada sukacita sama sekali yang bisa ditemukan. Disisi yang lain, setelah Firman Elohim masuk dan tertanam ke dalam hati kita, setelah kita mulai berseru kepada Elohim untuk meminta belas kasihan-Nya, setelah kita mulai percaya dengan sepenuh hati kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita, Dia sebagai penanggung dari upah dosa-dosa kita, setelah kita mengetahui bahwa kita sudah=2 0menjadi anak-anak Elohim, maka kita mengetahui bahwa kita tidak akan dibuang ke dalam hukuman yang kekal. Kita tidak akan pernah lagi berada di bawah kutukan Elohim. Lebih dari itu, Elohim sudah menjadi "sahabat" kita (Yohanes 15:14), dan Elohim sudah berjanji kepada kita bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan atau membuang kita (Ibrani 13:5). Elohim akan pergi bersama kita kemanapun kita pergi tidak perduli betapapun sulitnya masalah-masalah fisik yang kita hadapi, Ia tidak akan pernah meninggalkan kita. Dan kita bisa berseru kepada-Nya dalam doa, kita bisa berbicara dengan-Nya dalam hati kita, dan kita bisa diberikan gizi rohani dari Firman-Nya. Dan sebetulnya sekarang kita telah mempunyai sukacita yang nyata. Kita bisa hidup di dalam penjara atau tempat kerja paksa. Atau kita bisa berada dalam bencana kelaparan yang besar sehingga mangkuk nasi kita hampir kosong setiap hari dan lambat laun kita akan mati karena kekurangan gizi. Kita bisa sering dipukuli oleh orang-orang yang membenci kita. Tetapi kenyataannya adalah, jika Kristus sudah menjadi Juruselamat kita, di tengah-tengah penderitaan kita, apapun penderitaan itu, kita bisa memiliki sukacita yang nyata, sukacita yang sangat besar, karena kita mengetahui bahwa kita sudah benar-benar menjadi anak-anak Elohim. Kita tahu bahwa seluruh dosa-dosa kita sudah diampuni. Kita tahu bahwa kita tidak akan lagi terancam oleh kutukan dalam kekekalan. Kita tahu bahwa kita tidak lagi berbuat jahat ketika kita telah menjadi benar di hadapan Elohim. Itulah mengapa dikatakan: "Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita" Nah, berangkat kemana? Berangkat melakukan kegiatan kita sehari-hari. Ketika kita bangun di pagi hari, kita akan berjumpa dengan janji yang mengherankan itu, setiap pagi janji Elohim selalu diperbaharui. Dalam suatu cara kita mungkin mas ih menderita secara fisik, mungkin kita sedang sekarat karena kita sakit-sakitan. Mungkin kita mempunyai suatu macam penderitaaan yang begitu buruk, begitu buruknya bagi kita. Tetapi kita tahu bahwa setiap pagi Elohim bersama kita dan berkat-berkat-Nya akan mengalir kepada kita karena kita adalah anak yang dikasihi-Nya. Ini adalah berkat-berkat rohani. Kita akan mempunyai berkat dari hidup taat di hadapan-Nya. Kita juga memiliki berkat dengan mengetahui bahwa upah dosa-dosa kita sudah dibayar lunas sepenuhnya. Kita mempunyai berkat dengan mengetahui bahwa kita bisa berseru memanggil nama-Nya, bahwa kita bisa berdoa kepada Elohim dan berbicara kepada-Nya tentang apa saja, tentang segala hal. Kita akan mempunyai berkat dari mendorong orang-orang yang lain untuk mendengarkan Injil. Berkat-berkat ini akan mengalir dan mengalir jika kita adalah anak-anak Elohim. Jadi sebetulnya akan ada suatu sukacita yang sangat besar bagi orang-orang yang percaya. "... Fear God, and give glory to Him; for the hour of His judgment is come ..." (Revelation 14:7) =================================================== From: aspi <papi_aspi@> To: [email protected] Sent: Thursday, January 15, 2009 5:40:10 AM Subject: Bls: [setia21us] Kesenjangan Ytk setia21us, Saya mau sedikit bertanya, apakah maksud dan tujuan manusia harus bekerja? Memang pada awalnya Tuhan sendiri yang memberi perintah kepada Adam dan Hawa pada waktu di taman Eden. Saya minta tolong penjelasan, bagaimana sikap kita di dalam menghadapi pekerjaan kita, walaupun itu sangat melelahkan / membuat kita jenuh. Tks. GBU ---------------------------- Dear Beloved, Ketika pertama kali diciptakan dunia ini sangat indah sekali dan manusia, yang pada waktu itu adalah Adam dan Hawa, yang diciptakan untuk hidup selama-lamanya bersama Tuhan tidak perlu bekerja untuk mendapatkan makanannya, mereka boleh makan hampir apa saja yang mereka mau hanya tinggal petik saja. Tetapi karena begitu mudahnya keadaan hidup itu manusia mulai menjadi congkak, manusia mau untuk menjadi seperti Tuhan dan merasa tidak memerlukan Tuhan, jadi Tuhan perlu untuk memberikan manusia pengajaran terlebih dahulu sebelum manusia dapat disadarkan tentang keadaan yang sebenarnya. Hanya setelah manusia berbuat dosa oleh karena "keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup" (1 Yohanes 2:16) maka Tuhan mengutuk bumi ini sehingga manusia harus bekerja keras untuk mendapatkan makanannya. Kitab Kejadian 3:17-19 mencatat demikian: "Lalu firman-Nya kepada manusia itu [yaitu Adam]: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau [yaitu terkutuklah tanah untuk kebaikanmu]; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu." Perhatikan bahwa Tuhan mengutuk bumi ini bukan karena Ia telah menjadi sangat marah, Ia adalah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan Tuhan mengutuk bumi ini untuk kebaikan kita sendiri supaya kita menyadari keperluan kita akan bimbingan, pertolongan dan keperluan kita akan Tuhan. Sebab bila manusia dibiarkan untuk mengambil jalannya sendiri-sendiri maka dalam waktu singkat manusia akan menghancurkan dirinya sendiri. Dan hal inilah tepatnya yang terjadi sebelum peristiwa air bah di zaman Nuh. Tujuan Tuhan menciptakan manusia adalah supaya manusia memuliakan Tuhan Sang Pencipta Yang Maha Kuasa dan Bijaksana. Akan tetapi manusia dalam keadaan alaminya (yaitu belum diselamatkan) tidak mau berbuat demikian. Dalam akal logika kita berpikir bahwa kita harus bekerja untuk diri kita sendiri terlebih dahulu, untuk kemuliaan kita terlebih dahulu dan kemudian kalau ada sisanya barulah untuk Tuhan. Akan tetapi sebagaimana manusia diciptakan dalam "gambar dan rupa Tuhan" atau citra Tuhan (Kejadian 1:26-27), yaitu tidak seperti binatang kita memiliki sifat-sifat ilahi yang baik, kita seharusnya hidup sepenuhnya untuk menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. Tetapi kenyataannya umat manusia memberontak dan hidup untuk kemuliaan dirinya sendiri daripada untuk kemuliaan Tuhan. Manusia telah membuat segalanya menjadi terbalik. Disisi lain ketika kita sudah betul-betul diselamatkan, ketika kita sudah menjadi anak-anak Elohim dan menerima kebangkitan jiwa yang sama sekali baru yang diberikan berdasarkan anugrah, kita tidak lagi berdiri bersalah di hadapan Tuhan karena dosa-dosa kita. Kemudian ada suatu perubahan yang besar dalam sikap kita terhadap hidup dan sikap kita terhadap Tuhan, kita tidak lagi berada dalam keadaan berperang (berseteru) dengan Elohim, oleh karena Kristus kita telah berdamai total dengan Elohim dan itulah yang disebut sebagai "damai sejahtera" yang sejati, yaitu perdamaian rohani antara manusia dengan Elohim Sang Pencipta (Efesus 2:14-15). Dan sebenarnya sungguh berat sekali keadaannya ketika kita berperang secara rohani dengan Yang Maha Kuasa, tidak ada kemungkinannya sama sekali bahwa kita akan menang sedikitpun, jadi mengapa kita berpikir bahwa kita lebih bijaksana daripada Dia yang mengetahui dan berkuasa atas segala sesuatu. Dengan demikian sesungguhnya kita harus mulai hidup dengan lebih dan lebih lagi untuk puji-pujian dan kemuliaan-Nya karena Dia adalah pencipta kita. Tuhan-lah yang seharusnya menerima segala pujian, kemegahan, kemuliaan dan kehormatan untuk segala ciptaan dan segala berkat yang diberikan kepada umat manusia termasuk berkat keselamatan yang kekal. Dan mengenai sikap kita untuk menghadapi pekerjaan yang mungkin sangat berat atau menjenuhkan, kita dapat membaca kitab 1 Korintus 10:31 yang berkata demikian: "Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Elohim." Dan dalam kitab Filipi 4:6-8 Tuhan menasihatkan demikian: "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Elohim dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Elohim, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." Ketika kita merenungkan masalah ini kita mengingat kepada Rasul Paulus yang bekerja sangat keras sebagai pelayan Tuhan, dan ia tidak mengeluh malah bersukacita ketika ia menerima siksaan demi siksaan dari umat Yahudi dan orang-orang yang tidak percaya. Betapa teladan yang sangat baik yang ia berikan bagi umat Kristen. "Therefore, my beloved brethren, be ye stedfast, unmoveable, always abounding in the work of the Lord, forasmuch as ye know that your labour is not in vain in the Lord." (1 Corinthians 15:58) May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit. Group Email Addresses: Post message: [email protected] Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] List owner: [email protected] ================================================== From: [email protected] Natal Artinya… TUHAN itu sangat peduli kepada kita Sehingga DIA mau melepaskan kemuliaan Ilahi NYA Untuk bisa masuk dalam sejarah kehidupan manusia Ikut mengambil bagian dalam kemanusiaan kita Dan mengalami semua pergumulan dan masalah-masalah kita Supaya DIA bisa menyelesaikan semua nya untuk kita dan supaya kita bisa mendapat bagian dalam Ke-Ilahian-NYA Natal artinya... Surga merendahkan diri se rendah-rendahnya Di kandang hewan dan di dalam palungan supaya yang paling rendah dari kita pun bisa meraihnya dan memiliki surga itu dalam hati kita, untuk selamanya.. Adakah kabar yang lebih baik dari kabar baik ini ? Adakah sukacita yang lebih besar dari sukacita ini ?
<<icon_post_target.gif>>
<<attachment: icon_post_target.gif>>

