PENCOBAAN DI PADANG GURUN-1   
  oleh: Pdt. Effendi Susanto, S.Th.
   
     Eksposisi Injil Lukas   
   
   
  Point yang penting, sering kali pencobaan di padang gurun ini terlalu cepat 
diangkat di dalam khotbah untuk kemudian ditarik menjadi perbandingan bagaimana 
orang Kristen overcome akan temptation, tanpa melihat terlebih dahulu apa 
fungsi dan makna penting dari pencobaan Tuhan Yesus ini. Kenapa Yesus harus 
dicobai? Yesus adalah Anak Allah, sekarang datang berinkarnasi di dalam daging 
dan tubuh ini, memulai satu pelayanan sebagai Allah yang tidak terbatas 
sekarang harus bersalutkan dengan tubuh yang terbatas. Allah yang maha tahu 
itu, sekarang berada di dalam diri dari manusia yang belajar bertumbuh di dalam 
pengetahuan. Lukas mengatakan Yesus makin hari makin dewasa dan bertambah 
pengetahuanNya. Jadi Dia berproses. Maka sebagai Mesias, Juruselamat yang 
datang, akan muncul pertanyaan: Mesias dan Juruselamat seperti apa Yesus itu? 
Misi-Nya datang ke dalam dunia itu bagaimana? Cara Dia menjadi Mesias itu 
seperti apa? Dan Dia menjalankan rencana Allah menyelamatkan manusia
 dengan cara apa? Maka seluruh pertanyaan itu tercatat di dalam pencobaan tiga 
kali dari si jahat kepada Yesus. Di situlah kita menemukan Mesias ini Mesias 
yang seperti apa. 
   
  Di dalam surat Ibrani, Yesus disebut sebagai Israel yang sejati. Dan di dalam 
surat Roma, Paulus membandingkan Yesus dengan Adam yang pertama. Maka fungsi 
pencobaan Yesus di padang gurun ini merupakan hal yang penting, yang 
memperlihatkan Yesus sebagai anti-type dari Israel yang mengembara 40 tahun di 
padang gurun dan Adam yang dicobai di taman Eden. Mesias yang datang ini adalah 
Mesias yang menggenapkan apa yang tidak bisa dikerjakan oleh mereka. Adam 
sebagai representative umat manusia gagal untuk setia kepada Allah. Israel 
sebagai umat Allah yang dipanggil keluar dari Mesir, gagal untuk setia dan taat 
kepada Tuhan. Sekarang muncul satu mesias anti-type yang namanya Yesus. Saya 
melihat beberapa kontras: Adam yang pertama tidak berada di padang gurun, 
tetapi di taman Eden yang enak. Di dalam kondisi yang enak di taman yang indah, 
taman yang baik, ketika pencobaan datang manusia pertama itu gagal dan jatuh. 
Anti-type-nya: Adam yang kedua tidak ditaruh di taman Eden yang
 enak tetapi di padang gurun yang gersang, di tengah-tengah segala kesulitan, 
lapar dan dahaga, tapi justru Adam yang kedua ini berhasil taat sepenuhnya 
kepada Tuhan. Yang kedua, umat Israel memang betul dibawa keluar oleh Tuhan 
dari exodus menuju ke padang gurun yang penuh dengan segala macam kesulitan. 
Tetapi mereka menggerutu dan melawan Tuhan. Padahal Tuhan sudah memberi Firman 
kepada mereka. Anti-typenya Israel yang sejati, benih satu-satunya yang dari 
Isai yang setia, ditaruh di padang gurun, menghadapi segala kesulitan yang sama 
dengan Israel, namun Ia taat. Maka kita bersyukur kepada Tuhan bahwa Mesias 
yang datang ini adalah Mesias yang mengalami segala pencobaan yang pernah 
dialami wakil kita yang pertama dan Dia menang terhadap seluruh pencobaan itu. 
   
  Sesudah 40 hari 40 malam laparlah Dia, lalu Setan mencobai Dia. Lukas 
mencatat hal penting di ayat 13, sesudah pencobaan ini gagal, Setan tetap tidak 
menyerah dan tunggu waktu yang tepat. Jadi di dalam perjalanan Yesus melayani 3 
tahun, Setan itu tidak pernah istirahat atau pensiun. Petrus memakai ilustrasi: 
Setan seperti singa yang meraung dan menunggu kapan kita lengah. Maka Petrus 
sadar pencobaan ini, pencobaan yang everyday, kapanpun. Maka waktunya tepat, 
saat Yesus lapar Iblis datang, menyuruh Yesus merubah batu menjadi roti. Apakah 
pencobaan ini merupakan pencobaan yang berat buat Tuhan Yesus? Berat sekali. 
Oleh sebab Dia adalah anak Allah. Dia adalah pencipta segala sesuatu. Dia Allah 
yang tidak pernah berkekurangan. Apa inti dari pencobaan ini kepada Tuhan 
Yesus? Secara theologis Dia adalah satu pribadi yang mempunyai 2 sifat penting. 
Dia 100% memiliki sifat ilahi dan dia 100% memiliki sifat manusia. Memiliki 
sifat ilahi berarti Dia menjadi juruselamat yang
 sanggup untuk menebus kita. Memiliki sifat manusia, maka Dia berhak untuk 
menjadi pengganti engkau dan saya. Itu titiknya. Sekarang, kalau Engkau anak 
Allah, rubah batu itu menjadi roti, Yesus tolak. Kenapa Dia tolak? Bukan karena 
Dia tidak mampu. Bukan karena Dia tidak berkuasa. Bukan karena Dia tidak perlu 
makan. Tetapi inti dasarnya adalah sekarang Dia menjalankan satu tugas penting 
yang Dia harus emban. Dia adalah anak Allah yang menerima kehendak Bapa untuk 
menjadi Mesias dan juruslamat. Dia harus mengambil sifat kemanusiaan menjadi 
milik Dia. Allah itu adalah Allah yang tidak pernah lapar, sekarang harus 
lapar. Allah itu adalah Allah yang tidak pernah capai, sekarang Dia capai, 
berhenti dan perlu minum. Dia taat sepenuhnya panggilan Tuhan menjadi darah dan 
daging. Maka Dia menyatakan satu sikap: Saya menerima sepenuhnya segala 
kekurangan, kelemahan daging manusia menjadi milik-Ku. Ini untuk memberitahukan 
kepada kita, kita memiliki satu mesias yang sepenuhnya
 menerima kekurangan dan kelemahan kita. Menerima segala apa yang menjadi 
kelemahan daging dari manusia. Sekalipun Dia adalah anak Allah yang memiliki 
kuasa supranatural, bisa merubah batu menjadi roti, bahkan Dia juga punya hak 
untuk memberi makan 5000 orang. Tapi pada moment itu Dia mau jadi mesias 
seperti apa? Dia bukan jadi mesias datang dari luar dan tidak ada kaitannya 
dengan manusia. Dia menjadi mesias yang mau menyelamatkan manusia. Dan di dalam 
darah dan daging ini Dia mempunyai kelemahan daging, salah satunya dia bisa 
lapar. Itu sebab tidak heran Ibrani mengatakan juruslamat, mesias yang kita 
miliki bukanlah imam besar yang tidak mengetahui segala pergumulan kita. Dia 
tahu. Karena sekarang Dia datang, mengambil kelemahan natur manusia. Dia bisa 
digoda tetapi Dia tidak jatuh. Maka puji Tuhan, Allah yang kita miliki adalah 
Tuhan yang datang bersalutkan keterbatasan dan kelemahan kemanusiaan kita. 
Bukan saja untuk menjadi wakil kita, tetapi untuk memposisikan diri
 merasakan betapa beratnya hidup di dalam pencobaan. 
   
  Yesus menjawab, “Ada tertulis manusia hidup bukan dari roti saja” Dia tahu 
kita bisa lapar. Dia tahu kita manusia yang mempunyai berbagai macam kebutuhan 
fisik. Tetapi pada waktu Dia menjawab Setan, sekaligus Dia mengangkat harkat 
manusia yang tidak boleh kita jatuhkan. Manusia hidup bukan dari roti saja. 
Saya menjadi manusia, saya punya keinginan, saya lapar, saya haus, saya punya 
rencana. Tapi sekaligus di dalam keterbatasan tubuh dan daging ini, bagaimana 
kita memahami kebutuhan dan arti menjadi seorang manusia. Yesus berkata, engkau 
dan Saya hidup bukan dari roti saja. Berarti hidup kalau diequalkan dengan 
roti, maka itu bukan hidup. Hidup more than bread. Berarti hidup manusia 
melampaui kondisi materi, melampau kondisi fisikal kebutuhannya. Reinhold 
Niebuhr mengatakan, kalau kita telusuri ke dalam hati manusia yang paling 
dalam, maka kebutuhan manusia yang paling mendalam adalah needs of security, 
kebutuhan akan rasa aman. Sadar atau tidak sadar manusia mempunyai
 satu perasaan dia adalah orang yang bisa mempunyai ide yang tidak terbatas, 
tetapi sekaligus terbatas. Manusia yang bisa menerobos waktu di dalam rencana, 
tetapi sekaligus sadar tidak bisa melampaui waktu. Bahkan hari esokpun kita 
tidak tahu. Sekaligus sadar dia terbatas, tetapi sekaligus mempunyai keinginan 
yang tidak terbatas. Itu sebab manusia di dasarnya paling dalam membutuhkan 
security. Maka manusia sepanjang hidupnya tidak pernah tenang dan dan selalu 
berada didalam kondisi worry dan anxious. Kita butuh security. Itu sebab tidak 
heran di dalam segala hal kita ingin sekelililng kita memberikan rasa aman. 
Manusia hidup bukan dari roti saja. Berarti manusia perlu roti. Pertanyaannya 
tinggal berapa banyak roti yang kita perlukan? Berapa lama roti itu perlu kita 
simpan? Ini merupakan pertanyaan etis yang penting kita melihat kaitannya 
dengan pencobaan Tuhan Yesus di sini. Amsal 6 mengatakan manusia tidak boleh 
malas dan menganggap hidup ini sepenuhnya 100% harus Tuhan
 yang care. “Pergilah hai pemalas belajar dari semut”, kata Amsal. Pada saat 
bisa jalan cepat, dia kumpulkan secepatnya, supaya musim dingin dia ada 
persediaan. Bagi saudara yang tidak mempunyai pekerjaan yang tetap, tentunya 
mau tidak mau, kita memerlukan spread waktu dan time resources yang cukup 
banyak untuk masa-masa winter dan paceklik dalam hidup kita yang kita tidak 
tahu. Itu sebab kita perlu menabung dan menyimpan. Kenapa? Karena di dasarnya 
we need security. Bagaimana kita membedakan: saya menyimpan segala sesuatu itu 
sebagai satu bijaksana panggilan Amsal untuk hidup ini berjaga-jaga, tetapi 
akhirnya need of security kemudian kita rubah bukan lagi bersandar kepada 
Tuhan, tetapi menjadi otonomis untuk diri saya sendiri? Pointnya di sini. Yesus 
bilang ‘Saya perlu roti, tapi pun Saya hidup bukan dari roti saja’. Itu menjadi 
point yang penting sekali. Sekaligus Dia menjadi manusia, tetapi sekaligus Dia 
mengingatkan kita, manusia itu menjadi manusia bukan
 sekedar kebutuhan materi. Bagaimana membedakan hidup berserah kepada Tuhan dan 
hidup terserah Tuhan? Mana yang lebih biblikal? Terserah itu pasif, berserah 
itu aktif. Terserah tidak ada planning. Whatever will be tomorrow, makan apa 
terserahlah. Berserah berarti percaya Tuhan yang pimpin dan cukupkan hidupku, 
sekaligus saya mempunyai planning. Sejauh mana kita prepare, kita simpan uang, 
tetapi sekaligus tidak membuat hidupku bersandar kepadanya karena hidupku bukan 
dari hal ini. 
   
  Yang kedua, bicara mengenai kekuatiran. Worry, kekuatiran, anxious menjadi 
persoalan dalam hidup manusia. Yesus pernah berkata kepada murid-murid-Nya 
‘Jangan pernah kuatir dalam hidup, sebab Allah tahu mencukupkan segala 
sesuatu.’ Hidup kita lebih dari sekedar makan dan minum. Yang ketiga, kenapa 
orang menyerah kepada temptation? Ada orang mencuri, lalu dia mengatakan karena 
dia miskin. Dibenarkan tidak? Ada orang marah-marah sama istrinya, waktu 
konseling ditanya, dia pasti mempunyai segudang alasan motif untuk membenarkan 
dia boleh marah-marah. Orang itu lapar, orang itu dahaga, orang itu haus, orang 
itu kepepet dsb, apakah itu bisa menjadi motif orang itu jatuh ke dalam 
pencobaan? Kita masuk ke dalam satu point yang menarik di sini. Pencobaan Tuhan 
Yesus di padang gurun merupakan satu pencobaan yang penting karena Yesus 
menghadapi segala kekuatiran dan segala konteks umat manusia. Dia berada di 
dalam keadaan lapar. Dia berada di dalam keadaan di mana bisa
 menciptakan segala pembenaran untuk bisa melakukan segala sesuatu. Tetapi 
Yesus tidak menyerah kepada temptation. Itu membuktikan, situasi konteks 
anxiety tidak boleh menjadi trigger kita jatuh ke dalam dosa. Itu sebab Alkitab 
tidak pernah membenarkan kontesks apa pun boleh menjadi pembenaran dosa itu 
kita katakan bukan dosa. Di sini konteksnya Yesus lapar. Tetapi konteks itu 
tidak boleh menjadi trigger untuk mengambil decision seperti itu. Maka kita 
akhirnya jatuh kedalam pencobaan, triggernya itu apa? Ingat, semua konteks dan 
pembenaran tidak bisa menjadi trigger. Ada orang dalam kesulitan, dalam 
kelaparan, tetapi tidak akan mengambil roti orang lain. Ada orang dalam 
kesulitan apa pun, tetap dia bisa tidak jatuh ke dalam pencobaan. 
   
  Maka Cornelius Plantinga mengatakan ini satu misteri, itu sebab sin God 
always name as a sin. Wanita yang berdosa yang mau dirajam batu, Yesus tidak 
bilang itu bukan dosa. Yesus bilang, pulang, jangan berbuat dosa lagi. Ada 
konteks membenarkan dia menjadi pelacur? Mungkin ada. Ditinggal suami, tidak 
ada warisan. Terlalu banyak motif dan konteks. Tetapi, trigger dia menjadi 
pelacur bukan itu. Kembali lagi karena hati manusia mau lakukan apa yang kita 
mau tanpa memperdulikan yang lain. Kita akhirnya melukai hati anak kita, kita 
melukai hati istri, melukai hati suami dengan kata-kata yang kasar. Apa 
triggernya? Setelah caci maki, kita menyesal sendiri bukan? Apa triggernya? 
Karena saya mau marah, karena saya mau berbuat dosa. Itunya yang harus 
dikontrol dulu. The heart wants to do what it wants, itulah triggernya. Kita 
yield kepada temptation karena kita mau otonomi atas hidup kita. Kita tidak mau 
diperintah oleh apa-apa. Maka bagian ini menjadi point yang penting bagaimana
 pencobaan Yesus sekaligus menjadi jawaban bagi kita untuk menghadapi 
temptation dalam hidup kita. Titiknya di mana kita jangan yield. Tuhan, Tuhan 
sudah bilang didalam Firman-Nya, saya hidup bukan dari roti saja. Lapar tetap 
tidak menjadi alasan saya bikin batu jadi roti, tetap tidak menjadi alasan saya 
untuk mengambil roti orang lain, tetap tidak menjadi alasan saya untuk menjadi 
marah-marah kenapa orang tidak kasih saya roti. Karena Tuhan memberitahukan 
bahwa hidupku bukan dari situ saja. Yesus lapar. Situasi itu tidak membenarkan 
Dia untuk melakukan apa yang Dia mau. Sekalipun mungkin Dia lakukan itu, Dia 
masih bisa mempunyai pembenaran. Tetapi saya mau hati saya, saya lindungi oleh 
Firman Tuhan. Panggilan saya pada hari ini kepada saudara, jikalau Tuhan kita 
menghadapi kesulitan, pencobaan dan konteks hidup yang sama seperti engkau, 
bersyukurlah kita punya Mesias yang mengerti segala pergumulan kita. Tapi 
sekaligus Dia mengangkat status kita, di dalam situasi itu kita
 yang menjadi tuan atasnya. Bukan situasi yang mempengaruhi hidup kita. Karena 
kita manusia lebih dari sekedar persoalan-persoalan itu. Karena manusia hidup 
bukan dari roti saja, berarti kekuatan nilai-nilai rohani spiritual, takut akan 
Tuhan, mau menyenangkan Tuhan dalam hidup kita itu menjadi akar yang tidak bisa 
kita cabut dan kita rubah dalam hidup kita. Dari situ kita berjalan. Dari situ 
kita menyelesaikan kesulitan ekonomi kita, menyelesaikan persoalan cekcok 
keluarga kita, persoalan anak kita, persoalan kehidupan kita. (ls) 
   
   
  Pengoreksi: Denny Teguh Sutandio
   
   
  Sumber:
  Ringkasan khotbah Pdt. Effendi Susanto di GRII Sydney, Australia tanggal 6 
Februari 2005.


  "Faith is to believe what you do not see; the reward of this faith is to see 
what you believe"
  (Bapa Gereja Augustinus)
  

       
---------------------------------
  Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru  
 Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
br>Cepat sebelum diambil orang lain!

Kirim email ke