SEBUAH MUJIZAT!

". karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang
yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi
kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua." (Kisah 3:16)

 

Mujizat? Bagi seorang skeptik dan atheist mujizat hanya dianggap sebagai
faktor kebetulan atau bukan peristiwa luar biasa karena sebenarnya bisa
dijelaskan dengan akal, bagi yang lain demonstrasi mujizat yang biasa
dipraktekkan di KKR secara masal dan ditayangkan TV itu hanya merupakan
hasil sugesti massa yang bersifat sementara dan hanya menyangkut penyakit
psikosomatis. Namun bagi yang fanatik, mujizat dan kesembuhan Ilahi harus
dialami umat beriman karena 'siapa beriman pasti sembuh' dan 'oleh bilurnya
kamu telah sembuh.' Sebenarnya, bagi seorang yang beriman dengan benar,
mujizat tetap bisa terjadi sampai sekarang namun itu adalah adalah campur
tangan Tuhan atas kehidupan didunia ini yang kita terima dengan iman
kepercayaan, karena Tuhan Yesus tidak berubah, dari dulu, sekarang sampai
selama-lamanya! Demikian juga adanya mujizat dan sembuh tidaknya seseorang
tergantung apakah dikehendaki Tuhan atau tidak, ada atau tidaknya kehadiran
penginjil penyembuh. Seperti halnya Rasul Paulus yang berdoa sampai tiga
kali untuk mujizat kesembuhannya tetapi ia dibiarkan tetap sakit (2
Kor.12:7-10; band. Gal.4:13-14), sebab dalam kelemahan Pauluslah ia
menyerahkan diri sediri dibawah kuasa Tuhan dan tidak meninggikan diri,
karena Tuhan punya maksud sendiri bagi anak-anak-Nya.

Penulis dua minggu silam diundang memberikan renungan dan ceramah dalam camp
nasional di Lembang Utara yang sejuk udaranya. Disitu banyak kesaksian
kesembuhan bukan disebabkan oleh sugesti KKR massal melainkan benar-benar
kesembuhan yang datang dari Tuhan di tengah pergumulan proses pengobatan
dari sakit-penyakit yang berbahaya terutama kanker dalam berbagai bentuknya.
Pertemuan camp dwi-tahunan itu diadakan oleh Marturia Hospital Ministry
(MHM), salah satu pelayanan Yayasan Marturia Indonesia (Yamari) dan
menghadirkan empat pembicara termasuk dua dokter spesialis dari Singapura.

MHM mulai melayani di tahun 1994 dan dimulai di Singapura dengan misi utama
membantu para pasien Indonesia yang berobat di Singapura melalui kunjungan
penghiburan, mendoakan, bahkan membantu memperkenalkan dokter spesialis
kristen maupun mencarikan penginapan yang ekonomis, dan dari pelayanan yang
16 tahun itu sudah dilayani banyak sekali pasien dari Indonesia yang banyak
diantaranya baru mengenal Tuhan Yesus secara pribadi dan dikuatkan melalui
pelayanan ini. Penulis sendiri ditahun 1990 pernah mengantar anak berobat di
Singapura karena kebocoran pembuluh darah halus di otak (AVM) dan di
Indonesia dokter/rumah sakit menyatakan harus dioperasi diluar negeri, namun
saat itu di Singapura ada demo seorang spesialis dari Paris tentang tehnik
baru 'pembedahan otak tanpa pisau!,' dan penulis dibantu oleh seseorang yang
menyediakan apartemennya untuk menginap dan seorang pendeta yang mengunjungi
anak penulis di rumah sakit, rupanya pelayanan demikian menjadi cikal-bakal
pelayanan resmi MHM karena keduanya menjadi perintis pembentukan pelayanan
MHM empat tahun kemudian (MHM d/a Yamari, Jl. Garuda 31-M, Jakarta 10610,
Telp: 021-4216711). Kesembuhan yang dialami anak penulis terjadi adalah
mujizat dan biaya yang dikeluarkan hanya sekitar 15% dibanding kalau harus
dioperasi otak. 

Sekalipun penulis bukan diundang sebagai alumnus pelayanan MHM, namun
sebagai manula, penulis juga tidak lepas dari kelemahan tubuh ditengah
kesibukan pelayanan. Sebenarnya gentar juga ketika mengetahui kehadiran
peserta yang banyak yang berjumlah 270 orang dewasa dari seluruh Indonesia.
Pasalnya penulis pada tengah pertama tahun 2010 menderita radang tenggorokan
yang menyerang pita suara dan mengakibatkan suara menjadi serak dan gemetar
sehingga tidak kondusif untuk berbicara dimuka umum, apalagi dalam kurun
waktu itu banyak pelayanan dibatalkan atau ditolak, dan sekalipun pada bulan
Juli pelayanan sudah dimulai lagi karena kondisi membaik, tapi terbatas
untuk kalangan kecil sehingga tidak harus memaksakan bersuara keras.

Pada minggu tanggal 15 Agustus penulis diminta membawakan renungan minggu
selama satu jam dan diselingi makan pagi akan dilanjutkan dengan dua jam
ceramah. Tapi terjadi dua halangan besar, ketika renungan akan dimulai,
panitia melaporkan bahwa notebook panitia mengalami error dan malam
sebelumnya persentasi powerpoint seorang dokter tidak jalan. Tidak lama
kemudian seorang anggota panitia menyodorkan notebook miliknya dan dilayar
terlihat catatan: "Error, cannot read!." Agak panik juga karena pada acara
ceamah nanti penulis akan menggunakan persentasi powerpoint sepenuhnya.
Rupanya kemacetan terjadi karena kompatibiltas dimana flashdisk penulis
berisi file powerpoint 2010 dengan operating system Windows-7 sedangkan
kedua komputer tadi berisi program Ms.Office 2003 yang masih menggunakan
operating system Windows XP. Ketika renungan dimulai penulis mengumumkan
musibah ini dan mengajak jemaat mendoakan datangnya mujizat Tuhan dalam
waktu yang mendesak itu.

Dua Mujizat Tuhan terjadi, selesai Renungan didepan ratusan orang itu,
pertama isteri penulis yang dengan setia mendampingi dan duduk dibarisan
paling depan mendekati penulis dan mengatakan "heran suaranya tidak serak
dan gemetar malah suaranya lantang!" Inilah waktu Tuhan (kairos) yang tidak
memberi kesembuhan dalam 6 bulan sebelumnya tapi sekarang penulis bisa
mmbawakan firman dengan lantang, rupanya 6 bulan disediakan Tuhan untuk
penulis beristirahat agar terjadi pemulihan kesehatan demi pelayanan yang
lebih efektif lagi! Ini benar soalnya sekalipun di bulan Juli pelayanan
sudah mulai diterima namun masih terbatas untuk jemaat yang terbatas
jumlahnya dan penulis masih menggumulkan pelayanan kedepan yaitu beberapa
pelayanan lokal dan sebuah pelayanan ditempat jauh yaitu HUT GKI di Papua
yang ke 54 di Tembagapura, Timika, Papua pada bulan Oktober 2010.

Mujizat kedua terjadi, sekalipun selama makan pagi masalah kompatibilitas
notebook masih dialami, sejenak sebelum ceramah dimulai ketika penulis sudah
berdiri di mimbar, tiba-tiba anggota panitia membawa kembali notebook
pribadinya dan berhasil membuka file.pptx yang dibawa penulis, rupanya Tuhan
mempertemukannya dengan seseorang yang mahir komputer atau menaikkan
kompatibilitas notebook itu sehingga bisa dijalankan dan selama dua jam
persentasi, tidak ada gangguan sedikitpun. Bukan hanya itu, panitia juga
datang dengan notebook lainnya yang sudah diperbaiki errornya! Halleluya!

Satu perkara yang bisa kita renungkan dalam hubungan dengan mujizat Tuhan
adalah bahwa mujizat terjadi bila waktu kehendak Tuhan dinyatakan, dan
mujizat bukanlah bahwa 'asal percaya semua sakit-penyakit hilang' atau 'bila
beriman pasti sembuh' melainkan bahwa 'percaya itu adalah beriman bahwa
'Tuhan akan mendatangkan mujizat bila Tuhan berkenan sesuai waktu dan
kehendak Tuhan sendiri.'

Saudara/i, didunia ini kita menghadapi berbagai penderitaan, sakit-penyakit
maupun melapetaka lainnya, kita harus membuang konsep salah kaprah bahwa
'oleh bilurnya semua sakit-penyakit sembuhlah,' atau bahwa 'asal percaya
semua sakit-penyakit akan hilang,' namun dibalik itu kita harus tetap
percaya bahwa sekarangpun kesembuhan dari Tuhan Yesus masih bisa
terus-menerus kita alami, hanya kita harus beriman dan menyerahkan proses
kesembuhan pada 'kehendak Tuhan Yesus sesuai waktunya.' Sembuh atau tidak
biarlah kuasa Tuhan Yesus tetap dinyatakan dalam hidup kita.

Amin. ***

Salam kasih dari YABINA ministry  <http://www.yabina.org> www.yabina.org.

Kirim email ke