…Dapatkan
segera…

 

 

 

 

Dalam memperingati hari Reformasi Gereja pada tanggal 31
Oktober 2010, mari kita merenungkan kembali pemikiran Reformasi di dalam:

 

Buku

SEJARAH
PEMIKIRAN REFORMASI

 

oleh:

Rev.
Prof. Alister E. McGrath, D.Phil., D.D.

 

Penerbit: BPK Gunung Mulia, 2002 (cet. ke-4)

 

Penerjemah: Liem Sien Kie

 

 

 

 

 

Deskripsi singkat dari Denny Teguh Sutandio:

Ketika kita mendengar Reformasi Gereja, apa yang
ada di dalam pikiran kita? Pasti kita dengan mudah menyebutkan sosok seperti
Dr. Martin Luther. Apakah Reformasi hanya sebatas Dr. Luther? Lalu, apa yang
melatarbelakangi Reformasi dan apa pula pengaruhnya di dalam sejarah? Rev.
Prof. Alister E. McGrath, D.Phil., D.D. di dalam bukunya Sejarah Pemikiran
Reformasi membukakan banyak hal kepada kita perihal Reformasi. Pada permulaan,
beliau menguraikan definisi Reformasi, Protestan, dan Reformed sebagai bagian 
dari
pendahuluan terhadap memahami Reformasi. Kemudian, beliau menjelaskan bahwa
latar belakang munculnya Reformasi adalah filsafat Humanisme (berbeda dengan
pengertian humanisme di abad XX yang kebanyakan mengarah ke sekularisme atheis)
di akhir Abad Pertengahan dan Skolastisisme. Kedua filsafat ini mempengaruhi
para reformator, namun banyak dari mereka lebih setia kepada firman Tuhan. Di
antara para reformator sendiri, terdapat beberapa perbedaan dan penekanan
reformasi, misalnya antara reformasi yang digagas oleh Dr. Martin Luther dengan
yang dipimpin oleh Huldrych Zwingli. Reformasi versi Luther menekankan aspek
doktrinal, sedangkan reformasi versi Zwingli menekankan aspek etika. Perbedaan
cara pandang ini akhirnya mempengaruhi beberapa perbedaan di antara mereka
berkaitan dengan makna roti dan anggur dalam Perjamuan Kudus, dll. Di samping
sedikit perbedaan sekunder ini, seluruh gerakan Reformasi memiliki signifikansi
penting baik di dalam hal doktrinal maupun praktika. Di dalam hal doktrinal,
Reformasi memiliki pikiran-pikiran yang diuraikan oleh Dr. McGrath, yaitu:
pembenaran oleh iman, predestinasi, kembali kepada Alkitab, sakramen, gereja,
dan pemikiran politik Reformasi. Untuk setiap babnya, Dr. McGrath mengemukakan
pandangan yang berbeda dari Dr. Luther, Zwingli, dan Dr. John Calvin. Di dalam
hal praktika, Dr. McGrath menjelaskan bahwa Reformasi khususnya dari sayap
Calvinisme memberikan sumbangsih besar atas sejarah, yaitu dalam bidang: etika
kerja, hak asasi manusia, dan sains. Dari buku ini, diharapkan kita sebagai
orang Kristen menghargai sumbangsih penting para reformator gereja baik dari
Dr. Martin Luther, Huldrych Zwingli, dan Dr. John Calvin lalu mengaplikasikan
apa yang telah mereka ajarkan dan kerjakan di zaman mereka untuk zaman kita
demi hormat dan kemuliaan nama-Nya.

 

 

 

 

 

Profil Dr. Alister E.
McGrath:

Rev. Prof. Alister Edgar McGrath, D.Phil., D.D., FRSA,
yang lahir di Belfast, Irlandia Utara, 23 Januari 1953 adalah Professor of 
Theology, Ministry and
Education dan Kepala dari the Centre for Theology, Religion and Culture di
King’s College, London. Beliau juga adalah anggota pendiri dari International
Society for the Study of Science and Religion; anggota dari American Academy of
Religion; dan Fellow of Royal Society for
the encouragement of Arts, Manufactures & Commerce (FRSA) pada tahun
2005. Beliau menerima gelar Bachelor of
Arts (B.A.) First Class Honours,
Final Honour School of Natural Philosophy (Chemistry) dari Oxford
University pada tahun 1975; Master of
Arts (M.A.) dari Oxford University pada tahun 1978; Doctor of Philosophy 
(D.Phil.) dari Oxford University pada tahun
1978 bagi riset dalam molecular
biophysics, di bawah bimbingan Prof. Sir George Radda, FRS; B.A. First Class 
Honours, Final Honour School of
Theology dari Oxford University pada tahun 1978; Bachelor of Divinity (B.D.) 
dari Oxford University pada tahun 1983
bagi riset dalam theologi historika; dan Doctor
of Divinity (D.D.) dari Oxford University pada tahun 2001 bagi riset dalam
theologi sistematika dan historika. Beliau juga dianugerahi 3 gelar Doctor of 
Divinity (D.D.) kehormatan
dari: Virginia Theological Seminary pada tahun 1996, Union Theological Seminary
pada tahun 2005, and Wycliffe College, University of Toronto pada tahun 2007.



“Mengenal kehendak Allah bukanlah proses menerima informasi langsung dari Allah 
tentang persoalan hidup, tetapi proses mengenali persoalan hidup berdasarkan 
wahyu yang telah diberikan Allah kepada kita.”(Rev. Prof. Gary T. Meadors, 
Th.D., Decision Making God’s Way, hlm. 185) 

Kirim email ke