From: "Kisah" <[email protected]> 

Edisi 197 -- Masih Ada Jalan Keluar 

PENGANTAR

Shalom,
Walaupun tidak selalu, kelihatannya ada tautan antara hidup rohani yang 
berkenan kepada-Nya dengan berkat jasmani rohani yang dapat dienyam. Hal itu 
dapat dilihat dari kesaksian hidup RL sebagaimana yang dapat dikisahkan pada 
kesaksian edisi kali ini. Ketika RL sedang asyik berkubang dalam lumpur dosa, 
betapa banyak dampak negatif yang harus ia rasakan, mulai dari kecanduan 
narkoba hingga terlilit begitu banyak utang. Tetapi ketika RL mengalami 
perjumpaan pribadi dengan Tuhan, akhirnya yang terjadi adalah kehidupan yang 
membaik dan terbebas dari lilitan utang. Kisah hidup RL kiranya kembali 
mengingatkan kita semua bahwa hidup di luar HaMashiakh adalah kesia-siaan.

Selamat menikmati sajian edisi kali ini dan mohon untuk tidak lupa berdoa 
syafaat lewat tuntunan yang ada di Kolom Pokok Doa. Tuhan memberkati!

Redaksi tamu KISAH,
Wilfrid Johansen
http://kekal.sabda.org
http://fb.sabda.org/kekal
___________________________________________________________
KESAKSIAN

MASIH ADA JALAN KELUAR

Sejak saya (RL) masih anak-anak sampai menjadi seorang pemuda, saya
menjalani hidup dengan baik dan nyaris tanpa masalah yang berarti.
Ketika itu, saya belum menjadi orang Kristen.

Pada tahun 1989, tidak begitu lama setelah saya menyelesaikan kuliah di 
Universitas Advent, Manado, saya diterima bekerja pada sebuah perusahaan 
pelayaran dan dipercaya untuk mengurus kegiatan operasional yang berkantor di 
Jakarta. Setelah beberapa bulan hidup di tengah-tengah kota metropolitan, saya 
mulai terlibat dengan kehidupan dunia malam. Pada awalnya hanyalah sebatas 
menemani tamu untuk mencari hiburan dan melepaskan dahaga. Tetapi tidak lama 
kemudian, saya mulai menikmatinya. Dan akhirnya apabila dalam semalam tidak 
dilewatkan dengan berjudi dan mabuk-mabukan bersama wanita-wanita di diskotik, 
rasanya malam itu adalah malam yang hampa.

Pada tahun 1990, ketika saya ditugaskan untuk menangani cabang perusahaan yang 
berada di Surabaya, kebiasaan keluyuran pada malam hari terus berlangsung 
dengan aman. Bahkan kehadiran saya di diskotik-diskotik bukan lagi sekadar 
berjudi atau mabuk-mabukan.
Saya mulai mengonsumsi obat-obatan terlarang. 
Pertama-tama, saya hanya menelan pil ekstasi yang diberikan oleh kawan saya 
secara gratis. Setelah menelannya, saya mengalami perasaan yang sangat luar 
biasa. Dalam waktu sekejap, semua persoalan yang rumit tiba-tiba hilang dan 
berubah menjadi suasana indah.

Pada tahun 1995, saya ditugaskan kembali untuk menangani kegiatan operasional 
cabang perusahaan di Jakarta. Kegemaran saya berpetualang di dunia malam dan 
mengonsumsi obat-obatan terlarang semakin tidak terbendung lagi. Saat itu, 
bukan hanya dosis pemakaian pil ekstasi yang semakin meningkat, saya juga mulai 
mengonsumsi putaw.

Judi bukan lagi sekadar hobi. Saya bahkan bersedia keluar dari perusahaan dan 
membuat usaha judi sebagai lahan bisnis. Di Jakarta, saya mengelola judi 
sepakbola dan judi dari Singapura. Saya merekrut beberapa anak buah dan 
menempatkan mereka sebagai agen di berbagai kota di Indonesia. Dalam waktu 
singkat, omzetnya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Ketika saya sibuk 
menikmati "indahnya" dunia kegelapan tersebut, saya tidak sadar telah 
menjerumuskan diri ke dalam dunia perdukunan. Sekalipun hati kecil saya 
mengatakan bahwa pekerjaan-pekerjaan yang saya lakukan ini adalah pekerjaan 
yang merusak moral masyarakat dan bangsa, tetapi saya tidak berdaya untuk
melepaskan diri dari kegelapan tersebut.

Pada tahun 1997, dalam melakukan kegiatan judi, saya berharap kepada
paranormal, dukun-dukun, dan orang-orang pintar lainnya. Saya percaya mereka 
dapat mengatur nomor-nomor yang akan keluar dan memberikan keuntungan bagi 
saya. Namun, sering terjadi nomor-nomor agen sayalah yang keluar sebagai 
pemenang. Karena dalam setiap pengundian selalu saja terjadi seperti kejadian 
di atas, maka keadaan keuangan saya pun menipis, dan saya tidak mampu lagi 
membayar para pemenang. Hal itu tidak hanya mengakibatkan lilitan utang yang 
semakin besar, tetapi saya juga sering diancam dan dikejar-kejar para pemenang 
judi. Di dalam kehidupan yang penuh kekosongan dan keputusasaan, saya sempat 
berpikir untuk bunuh diri.

Bulan Juli 1997, ketika saya sedang berpikir tentang bagaimana cara yang 
terbaik untuk bunuh diri, tanpa saya undang, seorang ibu datang mengunjungi 
saya. Dia melihat kehidupan saya terguncang oleh begitu banyak masalah. Dia 
lalu mengajak saya mengunjungi sebuah pertemuan gereja di Jakarta. Sebenarnya 
saya tidak begitu merespons tawaran tersebut karena yang sangat saya butuhkan 
saat itu adalah uang untuk membayar utang-utang saya. Di samping itu, saya 
berpikir bahwa saya bukanlah seorang Kristen yang setia. Tetapi karena saya 
sedang menghadapi jalan buntu, dan berharap mudah-mudahan akan ada jalan keluar 
bagi permasalahan saya, maka saya mengikutinya beribadah ke gereja dengan 
sedikit terpaksa.

Ketika saya berada di antara puluhan umat yang hadir di gereja, saya merasakan 
seolah-olah saya sendirilah yang sedang tertindih beban yang sangat berat di 
punggung saya. Tetapi beberapa menit kemudian, saya merasakan tangan Tuhan yang 
ajaib itu mulai mengangkat beban berat saya, terutama pada saat sebuah ayat 
dibacakan, bahwa "Tuhan adalah Tuhan yang cemburu, dan jangan menyembah Elohim 
lain di hadapan-Ku". 
Firman tersebut ibarat sebuah palu besar yang sedang dipukulkan ke kepala saya. 
Bagaimanapun juga, saya harus menerimanya sebagai konsekuensi dari seluruh 
perbuatan-perbuatan jahat saya.
Tuhan ingin mengatakan kepada saya bahwa Dialah Tuhan yang nyata dan bukan 
khayalan. Sejak pertengahan Juli tahun 1997, saya membuat komitmen di hadapan 
Tuhan bahwa saya memutuskan hubungan dengan paranormal, dukun-dukun, dan 
berjanji untuk meninggalkan pekerjaan ilegal tersebut serta berjalan dengan 
lurus di hadapan-Nya. Pada suatu hari, kawan baik saya menganjurkan agar saya 
kembali ke Manado dan memulai usaha yang baru.

Pada bulan Januari 1998, walaupun kawan-kawan yang lain mengutarakan
rasa pesimis mereka akan keberhasilan saya dalam usaha itu, tetapi setelah 
mendapat dukungan dari Tuhan, ternyata Dia tidak hanya menolong sehingga usaha 
itu berjalan dengan baik, tetapi Dia juga memberikan jalan keluar yang terbaik 
bagi hidup saya. Setelah saya menikah pada bulan Mei tahun 1998, Tuhan semakin 
menyatakan penyertaannya dalam hidup saya. Pengiriman cengkih dari Manado ke 
pulau Jawa maupun pengiriman barang-barang dari pulau Jawa ke Manado yang 
dipercayakan kepada perusahaan ekspedisi kami semakin meningkat. 
Pada tahun 2001 yang lalu, saya bersyukur kepada Tuhan karena kami telah 
melunasi seluruh utang-utang pada masa lalu.
Bahkan lebih dari itu, untuk membalas kasih sayang Tuhan yang luar biasa, saya 
berjanji memberikan hidup saya untuk membantu mengembangkan pelayanan di daerah 
Manado dan memberikan waktu serta dana bagi perjalanan pelayanan ke 
daerah-daerah seperti Halmahera, Tentena, Poso, dan kota-kota lain di Indonesia 
bagian timur.

Diambil dan disunting dari:
Judul majalah: SUARA, Edisi 69, Tahun 2003
Penulis: KM
Penerbit: Communication Department Full Gospel Business Men's
Fellowship International - Indonesia
Halaman: 13 -- 15
_________________________________________________________

Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan 
ada seorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat 
orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamat kan jiwa 
orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa. (Yakobus 5:19-20) < 
http://alkitab.sabda.org/?Yakobus+5:20 >
-------------------------------------------------
KS-ILT
Yak 5:19 Hai saudara-saudara, jika ada seseorang di antara kamu yang tersesat 
dari kebenaran, dan ada seseorang yang dapat mengembalikannya,
5:20 biarlah dia mengetahui, bahwa orang yang mengembalikan seseorang yang 
berdosa dari kesesatan jalannya, dia akan menyelamatkan satu jiwa dari kematian 
dan dia akan menudungi banyak dosa.
_________________________________________________________
POKOK DOA

1. Doakan orang-orang, khususnya anak muda yang masih terlibat dengan dunia 
malam. Kiranya mereka segera kembali pada Tuhan dan dapat mempergunakan masa 
muda mereka hanya untuk kemuliaan Tuhan.

2. Bersyukur atas pemulihan yang dialami dalam hidup RL. Doakan agar RL dan 
keluarganya selalu mengandalkan Tuhan Yeshua dalam hidupnya dan semakin 
bertumbuh imannya dalam Yeshua.

3. Berdoa untuk orang-orang yang masih menyembah Elohim lain dalam
kehidupannya, kiranya mereka segera bertobat dan menyembah kepada
Elohim yang benar, yaitu Tuhan Yeshua. 
========================================== 
From: "Kisah" <[email protected]> 

Edisi 198 -- Nama Yang Dahsyat! PENGANTAR

Shalom,
Tuhan sanggup mentransformasi hidup seseorang di mana saja. AS justru disapa 
oleh Tuhan di sebuah diskotek, ketika lampu sedang berkitar warna-warni dan 
musik berdentum keras. Pertobatan AS yang dramatis, dari seseorang yang tadinya 
anggota triad Hong Kong dan kemudian menjadi seorang suami yang menjadi 
kebanggaan istrinya, dapat kita baca pada kolom Kesaksian.

Tolong jadikan daftar pokok doa pada edisi kali ini menjadi panduan doa syafaat 
Anda untuk minggu ini! Selamat menyimak sajian kami.
Tuhan memberkati!

Redaksi tamu KISAH,
Wilfrid Johansen
http://kekal.sabda.org
http://fb.sabda.org/kisah
____________________________________________________________
KESAKSIAN

NAMA YANG DAHSYAT!
Di tengah silaunya lampu yang berwarna-warni, dan dentuman musik di diskotek 
itu. Tiba-tiba es kering yang disemburkan perlahan-lahan membentuk wujud setan 
yang mengerikan. Setan itu datang di hadapan saya dengan menunjukkan kemarahan. 
Saya sangat ketakutan, saya tidak tahu apakah wujud setan ini adalah efek 
ekstasi yang saya minum atau bukan, namun kelihatannya benar-benar sungguhan. 
Saya segera memanggil dewa-dewa dalam ilmu kungfu yang saya pelajari saat masa 
remaja di Hong Kong, namun setan itu tidak juga bergeming. Bahkan semua 
dewa-dewi dari Gunung Kawi saya panggil, namun tidak ada satu pun yang muncul 
malah setan itu makin mengerikan bagi saya.

Jantung saya berdetak sangat cepat, saya sangat ketakutan dan kebingungan. Saya 
kemudian teringat sebuah nama, nama yang saya sangat benci sebelumnya. Tanpa 
sadar justru saya menyebutkan nama "Yeshua", dan tiba-tiba setan itu pergi 
menghilang. Saya terkejut dan bingung. Aneh sekali, padahal saya bahkan belum 
memanggil atau minta tolong pada nama itu. Selanjutnya sebuah fenomena luar 
biasa terjadi, sebuah sinar yang luar biasa terang turun dari atas plafon 
diskotek itu menyorot ke atas saya. Sinar itu bukan dari salah satu lampu 
diskotek di tempat itu, karena saya melihat sinar itu sangat terang benderang 
yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Sinar terang itu masuk ke dalam tubuh 
saya, seperti air dingin membuat tubuh saya sangat sejuk. Dan seperti mendorong 
semua yang kotor keluar, saya muntah-muntah karena peristiwa itu. Muntah yang 
menjijikkan dan kotor, sekotor masa lalu saya.

Nama saya AS. Saya memulai kehidupan masa remaja saya di Hong Kong
sebagai triad, karena saya memiliki ilmu kebal terhadap semua jenis senjata 
tajam, juga dapat memanggil dewa-dewa untuk merasuki tubuh saya agar saya dapat 
sehebat dewa tersebut untuk memenangkan pertarungan-pertarungan. Kemudian usaha 
saya yang sering jatuh, karena kebiasaan saya berfoya-foya dengan wanita-wanita 
malam di diskotek dan kelab malam.

Karena fenomena yang terjadi atas saya itu, saya segera pulang ke rumah. 
Sepanjang perjalanan ada sebuah sukacita luar biasa memenuhi hati saya yang 
tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Malam itu, tidak seperti malam-malam 
sebelumnya, saya kembali sebelum tengah malam; biasanya saya pulang ke rumah 
pukul tiga pagi. Istri saya yang menunggu kedatangan saya keheranan, karena 
saya kembali lebih awal dari biasanya. Ia memang mengetahui kebiasaan saya, hal 
itu sangat melukainya dan membuat kami sering bertengkar. Tapi dia
adalah istri yang sangat baik dan setia, saya menikah dengannya tahun 1989 saat 
saya masih menjadi seorang karyawan dengan gaji kecil.

Dalam kedamaian, saat akan terlelap dalam tidur, saya seperti diputarkan sebuah 
film. Kemudian muncul wanita-wanita cantik yang berusaha merayu dan menggoda 
saya. Saya mencoba bertahan dengan menyebutkan nama Yeshua, dan wanita-wanita 
itu menghilang lenyap dari pandangan saya. Saya kemudian melihat sebuah rumah 
yang sangat mewah, dilengkapi dengan kolam renang dan mobil-mobil mewah di 
dalam garasinya. Saya melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah itu, ingin tahu 
rumah siapa itu. Ternyata di situ sedang dilangsung kan pesta besar. Ada banyak 
teman-teman dan orang-orang yang saya kenal sedang berpesta pora menyambut 
kedatangan saya. Saya berdiri di tengah-tengah keramaian pesta itu dan saya 
mendengar sebuah suara berbicara. Dengan jelas suara itu mengatakan bahwa 
apabila saya bersedia menolak Yeshua -- dan tetap tinggal pada keyakinan saya 
sebelumnya -- maka rumah mewah dan seluruh perlengkapannya itu akan diberikan 
kepada saya.

Saya memilih menyebut nama Yeshua, dan suara itu pun menghilang dari
telinga saya. Kemudian saya melihat sebuah lubang yang sangat besar.
ketika saya dibawa melewati lubang itu, tiba-tiba kepala saya menjadi pusing 
dan sangat sakit seperti mau mati rasanya. Kemudian saya berseru nama Yeshua, 
dan tiba-tiba ada sebuah tangan yang perkasa tetapi lembut menarik saya keluar 
dari lubang itu. Setelah saya selamat dari lubang tersebut, saya menangis 
sejadi-jadinya seperti seorang anak kecil. Walaupun saya mencoba untuk berhenti 
menangis namun tetap saja tidak bisa. Sambil menyanyikan lagu pujian yang saya 
ingat ketika dalam pelajaran pendidikan agama di sekolah
Kristen, air mata mengalir dengan sukacita. Saya terbangun dari mimpi itu, dan 
pada hari itu di tahun 1997, saya memutuskan bahwa apa pun risikonya dan 
bagaimana pun sulitnya proses yang akan saya hadapi, saya akan tetap menerima 
Yeshua menjadi Tuhan dan Juru Selamat saya.

Saya menghubungi seorang kawan untuk meminta penjelasan tentang baptisan. 
Dengan singkat ia menjelaskan arti dari baptisan. Kemudian ia membawa saya 
pergi ke suatu gereja untuk menerima baptisan. Istri saya tidak setuju atas 
keputusan saya itu, namun hati saya tetap bersukacita. Selama setahun kemudian, 
Tuhan menolong saya untuk berubah menjadi orang baik, banyak mencurahkan 
perhatian untuk istri dan anak-anak, dan memusatkan perhatian untuk 
mengembangkan bisnis.
Pada akhirnya istri saya juga dijamah oleh Tuhan sehingga ia pun mau
menerima Yeshua sebagai Tuhan dan saya dibaptis di dalam nama Tuhan
Yeshua. Saya mulai mendalami ajaran Tuhan Yeshua di sebuah persekutuan
doa. Saya sudah berkomitmen untuk menjalankan perintah-perintah-Nya dalam 
seluruh hidup saya setiap hari.

Di kemudian hari, setelah saya menelusuri riwayat keluarga, ternyata engkong 
(kakek) saya di daratan Tiongkok adalah seorang penginjil yang berani mati dan 
sangat cinta Tuhan Yeshua. Saya juga bersyukur karena saya dulu bersekolah di 
Hong Kong, sehingga saya bisa berbicara bahasa Mandarin dengan baik. Ternyata 
hal itu adalah cara Tuhan untuk mempersiapkan diri saya untuk menjadi alat-Nya 
memberitakan Kabar Baik di tanah leluhur saya.

Dahulu, sebelum bertemu dengan Yeshua, saya adalah seorang yang sangat 
emosional, kasar, dan mudah tersinggung sehingga saya mudah marah-marah, dan 
saya biasa melempar barang kepada karyawan pabrik bila sedang marah. Tetapi 
sekarang, saya banyak sabar, dan belajar menerima keadaan istri saya apa 
adanya. Saya memuji Tuhan, karena istri saya sekarang juga mengakui bahwa ia 
adalah seorang wanita yang sangat beruntung dan bangga memunyai suami seperti 
saya.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul majalah: SUARA
Penulis: KM
Penerbit: Yayasan Persekutuan Usahawan Injili Sepenuh Internasional
(PUISI), Jakarta
Halaman: 16 -- 20
_________________________________________________________________

Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan 
kepada kamu: Elohim adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada 
kegelapan. (1 Yohanes 1:5) < http://alkitab.sabda.org/?1Yohanes+1:5 >
-----------------------------------------------
KS-ILT
1Yoh 1:5 Dan inilah janji yang telah kami dengarkan dari Dia dan kami beritakan 
kepadamu, bahwa Elohim adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada 
kegelapan.

_____________________________________________________________
POKOK DOA

1. Mengucap syukur atas anugerah keselamatan yang telah diterima oleh AS dalam 
hidupnya. Kiranya AS semakin dekat dengan Tuhan Yeshua sehingga dapat menjadi 
berkat untuk orang lain.

2. Doakan orang-orang yang masih terikat dengan kuasa kegelapan dan dikuasai 
hal-hal duniawi. Kiranya mereka menjadi takut pada Tuhan, segera bertobat, dan 
percaya pada Tuhan Yeshua.

3. Berdoa untuk para pelayan Tuhan, khususnya penginjil, agar tetap setia dalam 
pelayanan mereka. Selalu cinta Yeshua dan menjadi berkat di mana pun mereka 
berada.
__________________________________________________________
Pimpinan redaksi: Novita Yuniarti
Kontak: < kisah(at)sabda.org >
Berlangganan via email: < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti berlangganan < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip KISAH: http://www.sabda.org/publikasi/kisah
Situs KEKAL: http://kekal.sabda.org
Facebook KISAH: http://fb.sabda.org/kisah
Twitter KISAH: http://twitter.com/sabdakisah
Kunjungi Blog SABDA di http://blog.sabda.org
Anda terdaftar dengan alamat email: [email protected] 
_____________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright (c) 2010 Kisah / YLSA -- http://www.ylsa.org
Katalog SABDA: http://katalog.sabda.org
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati

Kirim email ke