From: FRS Sowong Elohim Tidak Membedakan Orang
Bacaan: Kisah Para Rasul 10: 34-36 10:34. Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Elohim tidak membedakan orang. 10:35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. 10:36 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. ------------------------------------------------------- KS-ILT Kis 10:34 Dan seraya membuka mulutnya, Petrus berkata, "Berdasarkan kebenaran, aku memahami bahwa Elohim bukanlah pemandang muka. 10:35 Namun di antara setiap bangsa, siapa yang takut akan Dia dan mengerjakan kebenaran, dia berkenan kepada-Nya. 10:36 Firman yang telah Dia kirimkan kepada bani Israel, ketika menginjilkan damai sejahtera melalui YESHUA HaMashiakh, Dia inilah Tuhan atas semuanya. KJV Act 10:34 Then Peter opened his mouth, and said, Of a truth I perceive that God is no respecter of persons: Act 10:35 But in every nation he that feareth him, and worketh righteousness, is accepted with him. Act 10:36 The word which God sent unto the children of Israel, preaching peace by Jesus Christ: (he is Lord of all:) Elohim kita tidak memandang muka, dan tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya (ay. 35). Kesimpulan ini diambil Rasul Petrus setelah melihat bahwa Kornelius, seorang Romawi, ternyata juga dapat memperoleh perkenanan dari Elohim; sesuatu yang bertentangan dengan konsep orang Yahudi, bahwa hanya orang Yahudilah yang dapat memperoleh perkenanan Elohim. Dengan demikian kita harus percaya bahwa setiap manusia menerima anugerah yang sama untuk mengalami Tuhan. Bukan hanya tidak harus berasal dari bangsa tertentu; kita juga tidak membutuhkan karunia khusus untuk mengalami Tuhan. Kita tidak boleh tertipu dengan suara-suara yang berkata bahwa hanya orang-orang tertentulah yang diperlakukan khusus oleh Tuhan. Dewasa ini ada ajaran-ajaran di lingkungan Kristen yang memberi kesan bahwa hanya orang-orang tertentu yang memiliki nilai khusus atau tempat khusus di hadapan Tuhan, sehingga mereka boleh mengalami Tuhan secara khusus pula melalui pengalaman spektakuler. Ajaran seperti ini sangat berbahaya. Ada lima bahayanya. Pertama, melemahkan gairah jemaat untuk mengalami Tuhan secara pribadi. Kedua, membuat jemaat menuduh Tuhan pilih kasih dan berlaku tidak adil. Ketiga, menipu jemaat dengan tidak memberi kesaksian yang apa adanya, sebab pengalaman-pengalaman pribadi yang diceritakan banyak unsur subjektif, sehingga dengan ditambah keinginan untuk dielu-elukan, jadilah pengalaman yang spektakuler. Keempat, mengakibatkan orang percaya terkotak-kotak, seolah-olah dalam Kekristenan ada kasta—seperti dalam agama Hindu. Dianggap para pendeta termasuk golongan brahmana; aktivis jemaat atau majelis termasuk golongan kesatria; jemaat yang kaya golongan waisya; dan yang miskin, sudra. Kelima, membangkitkan kesombongan bagi orang-orang yang memiliki pengalaman spektakuler itu, bahkan sampai ke tingkat kultus individu. Tuhan Yesus telah mati bagi kita, karena itu setiap kita harus merasa berharga di mata Tuhan. Janganlah kita merasa tidak berharga di mata-Nya apabila kita tidak memperoleh pengalaman yang spektakuler dengan-Nya; apabila ada suara seperti itu dalam hati kita, usirlah keluar dalam nama Yesus, sebab itu suara setan. Siapa pun kita, kita bisa mengalami Tuhan. Ingat perkataan Yesus, bahwa yang berbahagia adalah yang tidak melihat namun percaya. Justru kalau seseorang membutuhkan bukti fisik atau emosional baru percaya, itu menunjukkan kemiskinan imannya. Setiap manusia menerima anugerah yang sama untuk mengalami Tuhan, sebab Ia tidak membedakan orang. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ================================================ From: FRS Sowong Pikirkanlah Semuanya Itu Bacaan: Filipi 4: 7-9 4:7 Damai sejahtera Elohim, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Elohim sumber damai sejahtera akan menyertai kamu. ------------------------------------------------- KS-ILT Fil 4:7 Dan damai sejahtera Elohim yang melampaui segala pikiran akan menjaga hatimu dan akalmu di dalam HaMashiakh YESHUA. 4:8 Selebihnya hai saudara-saudara, apa saja yang benar, apa saja yang mulia, apa saja yang adil, apa saja yang suci, apa saja yang menyenangkan, dan apa saja yang patut dipuji, sekiranya ada suatu kebajikan dan sekiranya ada suatu pujian, pikirkanlah hal-hal itu. 4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan terima dan dengar dan lihat di dalam aku, perbuatlah itu, dan Elohim damai sejahtera akan ada bersamamu. KJV Php 4:7 And the peace of God, which passeth all understanding, shall keep your hearts and minds through Christ Jesus. Php 4:8 Finally, brethren, whatsoever things are true, whatsoever things are honest, whatsoever things are just, whatsoever things are pure, whatsoever things are lovely, whatsoever things are of good report; if there be any virtue, and if there be any praise, think on these things. Php 4:9 Those things, which ye have both learned, and received, and heard, and seen in me, do: and the God of peace shall be with you. Dalam langkah penyempurnaan sebagai seorang manusia yang menerima keselamatan, seseorang harus menjadi manusia yang baik terlebih dahulu, baru menjadi manusia warga Kerajaan Surga yang unggul. Ini terjadi sebab terlebih dahulu kita harus menjadi manusia yang cukup memadai—yaitu sehat dalam berbagai aspek hidup kita, di segala tempat dan peranan yang dipercayakan Tuhan pada kita—barulah dapat dibangun menjadi manusia yang sempurna. Alkitab mengajarkan kita agar memikirkan semua yang benar, yang mulia, yang adil, yang suci, yang manis, yang sedap didengar, yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Ini berarti untuk menuju warga Kerajaan Surga, kita harus menggunakan pikiran kita untuk hal-hal yang baik, dan berfilosofi baik. Manusia yang utuh adalah orang yang pikirannya atau mentalnya sehat, jasmaninya sehat dan lingkungannya juga mendukung. Pikiran dan mental yang sehat dibangun melalui pendidikan yang baik, baik formal (pendidikan umum, akademis) maupun informal yaitu lingkungan dan keluarga. Pikiran yang tidak sehat tidak akan membuat seseorang mampu mengerti pikiran Tuhan atau kebenaran-kebenaran Firman-Nya, sebab untuk menggali kebenaran Firman Tuhan dibutuhkan perangkat-perangkat logika yang diasah dan kemampuan memahami bahasa. Tentu harus menguasai bahasa kita sendiri dengan baik agar dapat memahami Alkitab, dan lebih lengkap lagi kalau mampu memahami bahasa asli Alkitab (bahasa Ibrani dan Yunani). Apabila kita yang menggunakan pikiran kita dengan baik, dan berlogika dengan baik, niscaya kita akan terhindar dari manipulasi-manipulasi emosional yang dapat menciptakan pemalsuan-pemalsuan. Dapat kita lihat pemalsuan ini banyak terjadi dalam kegiatan keagamaan, termasuk dalam Kekristenan; tetapi seseorang yang memiliki logika atau nalar yang baik untuk menganalisis Alkitab tidak akan tertipu. Tentu dalam hal ini logika bukan segalanya, tetapi tak dapat disangkal, itu sesuatu yang sangat penting. Telah menjadi fakta dalam kehidupan ini, bahwa bangsa yang terpengaruh oleh filosofi hidup dan kepercayaan yang salah akan menjadi miskin, terbelakang, dan lebih parah lagi penuh konflik, diskriminasi, ketidakadilan dan kebejatan lainnya. Mereka tidak tahu mana yang benar, sebab tidak menggunakan logikanya dengan baik. Sementara bangsa yang menggunakan logikanya dengan baik akan menjadi maju, sebab filosofi hidup dan kepercayaannya baik. Pikiran yang baik akan menghindarkan kita dari tipuan dan kepalsuan. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ========================================== From: FRS Sowong Menanggalkan Keinginan Bacaan: 1Yohanes 2:15-17 2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Elohim tetap hidup selama-lamanya. -------------------------------------------------- KS-ILT 1Yoh 2:15 Janganlah mengasihi dunia ataupun hal-hal yang di dalam dunia. Jika seseorang mengasihi dunia, kasih Bapa tidak ada padanya. 2:16 Sebab segala sesuatu yang di dalam dunia: keinginan daging dan keinginan mata dan keangkuhan hidup, tidaklah berasal dari Bapa, melainkan berasal dari dunia. 2:17 Dan dunia sedang berlalu, juga keinginannya, tetapi siapa yang melakukan kehendak Elohim ia tinggal sampai selamanya. KJV 1Jn 2:15 Love not the world, neither the things that are in the world. If any man love the world, the love of the Father is not in him. 1Jn 2:16 For all that is in the world, the lust of the flesh, and the lust of the eyes, and the pride of life, is not of the Father, but is of the world. 1Jn 2:17 And the world passeth away, and the lust thereof: but he that doeth the will of God abideth for ever. Banyak orang Kristen terus mengembangkan berbagai keinginan dalam dirinya, yang pada dasarnya merupakan keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Mereka mencari formula doa yang didengar dan dikabulkan oleh Tuhan, agar hasratnya dipenuhi; mereka melakukan apa saja yang merupakan investasi agar Tuhan mengembalikannya dalam bentuk harta berlipat kali ganda. Seharusnya keinginan Tuhan lah yang menjadi keinginan kita dan bukannya sebaliknya. Ini ironis, sebab Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa keinginan-keinginan tersebut bukan berasal dari Bapa, melainkan dari dunia yang sedang lenyap dengan keinginannya. Keinginan-keinginan tersebut akan membutakan mata pengertian orang, sehingga tak bisa hidup dalam pimpinan Roh Elohim. Tuhan ingin kita menanggalkan keinginan-keinginan dari diri kita sendiri, dan menggantikannya dengan kehendak Elohim, keinginan yang berasal dari Elohim. Semakin kita berusaha mengenal-Nya melalui kebenaran Firman, semakin dalam kita mengerti pimpinan Roh Elohim dalam hidup kita. Apabila kita dipimpin oleh Roh Elohim, kita adalah anak-anak Elohim (Rm. 8:14).Tetapi Alkitab mengatakan bahwa tidak mudah kita disahkan sebagai anak-anak Elohim. ----------------------------------------------------- KS-ILT Rom 8:14 Sebab siapa saja yang dipimpin oleh Roh Elohim, mereka adalah anak-anak Elohim. KJV Rom 8:14 For as many as are led by the Spirit of God, they are the sons of God. Memang kita diberi hak istimewa (ἐξουσία, eksusía) supaya bisa menjadi anak-anak Elohim (Yoh. 1:12–13), tetapi apabila kita tidak memanfaatkan hak-hak istimewa tersebut, kita tidak pernah disebut anak-anak Elohim. Hak-hak istimewa itu adalah pendampingan Roh Kudus, Firman Tuhan, penggarapan Tuhan dalam segala peristiwa kehidupan, dan jaminan pemeliharaan Tuhan yang sempurna. --------------------------------------------------- KS-ILT Yoh 1:12 Namun, berapa banyak orang yang telah menerima Dia, kepada mereka Dia telah memberikan otoritas untuk menjadi anak-anak Elohim, yaitu kepada mereka yang percaya dalam Nama-Nya, 1:13 mereka yang telah dilahirkan bukan dari darah dan bukan dari keinginan daging bahkan bukan dari keinginan seorang pria, melainkan dari Elohim. KJV Joh 1:12 But as many as received him, to them gave he power to become the sons of God, even to them that believe on his name: Joh 1:13 Which were born, not of blood, nor of the will of the flesh, nor of the will of man, but of God. Terus mengasihi dunia dan mengembangkan keinginan-keinginan duniawi merupakan tindakan yang menyia-nyiakan hak istimewa dari Tuhan. Dunia mengajak manusia membangun Firdaus di bumi ini, tetapi Tuhan menyediakan Firdaus di langit dan bumi baru. Orang yang mengumbar keinginan duniawi tidak mungkin menjadi sahabat Elohim. Jadi jelas bahwa orang yang tidak mau menanggalkan keinginan dunianya bukanlah umat kerajaan Surga, melainkan umat kerajaan dunia yang dipersiapkan Iblis untuk tinggal bersamanya dalam kegelapan abadi. Kalau kita tidak memutuskan untuk segera keluar dari cara hidup yang salah itu, sampai mati pun kita tidak akan pernah memahami bagaimana hidup dipimpin oleh Roh Elohim, sebab Roh Elohimlah yang memimpin kita melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari. Jadi marilah kita matikan keinginan dari diri kita, dan menyediakan diri kita untuk dipimpin oleh Roh-Nya melalui pemahaman kebenaran Firman-Nya yang murni. Maka kita pun akan semakin mengerti kehendak Elohim: apa yang baik, yang berkenan kepada Elohim dan yang sempurna (Rm. 12:2). --------------------------------------------------------- KS-ILT Rom 12:2 Dan janganlah menjadi serupa dengan zaman ini, tetapi biarlah kamu diubah oleh pembaruan pikiranmu, agar kamu membuktikan apa itu kehendak Elohim, yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna. KJV Rom 12:2 And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God. Menanggalkan keinginan duniawi adalah keharusan supaya kita dapat hidup dalam pimpinan Roh Elohim. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

