…Dapatkan
segera…

 

 

 

 

Buku

ALLAH,
DOSA, DAN ANDA:

Menyingkap Rencana Dahsyat Allah Bagi Penebusan Dosa Anda

(Judul buku asli: BASIC CHRISTIANITY)

 

oleh: Rev. DR. JOHN R. W. STOTT, C.B.E.

 

Penerbit: Metanoia, 2009

 

Penerjemah: Daniel Budiantoro

 

 

 

 

 

Deskripsi singkat dari Denny Teguh Sutandio:

Apa itu Kekristenan? Apa yang diajarkannya?
Apa pokok penting Kekristenan yang perlu diperhatikan? Dalam bahasa yang
sederhana yang diterjemahkan dari buku asli yang berjudul Basic Christianity, 
Rev. Dr. John R. W. Stott mengungkapkan
dasar-dasar iman Kristen yang berkaitan dengan Allah dan Dosa. Di dalam
pendahuluan, Dr. Stott menguraikan tentang pendekatan yang benar tentang apa
itu Kekristenan. Kemudian dilanjutkan dengan 3 bab pembahasan tentang pribadi
Kristus yang berkaitan dengan klaim-Nya, karakter-Nya, dan kebangkitan-Nya. Di
dalam 3 bab itu, Dr. Stott menguraikan segala hal tentang Kristus, kesulitan
yang timbul (dari pihak non-Kristen), dan jalan keluarnya. Setelah membahas
tentang pribadi Kristus, Dr. Stott beralih kepada realitas dosa manusia. Di
dalamnya, beliau membahas tentang fakta dan sifat dosa serta konsekuensi dosa.
Intinya adalah tidak ada satu pun manusia yang tidak berdosa karena tidak ada
satu manusia yang sanggup memenuhi hukum Allah. Hukum Allah dijelaskan oleh Dr.
Stott mengacu kepada Keluaran 20 (Dasa Titah). Jika demikian, satu-satunya
jalan keluar dari dosa adalah kembali kepada karya Kristus yaitu melalui
kematian Kristus dan keselamatan yang disediakan di dalam-Nya. Apakah menjadi
Kristen hanya semudah itu? TIDAK. Dr. Stott kemudian menjelaskan tentang
respons manusia setelah mengetahui hal itu, yaitu: membayar harga, mencapai
keputusan untuk mengikut Kristus, dan menjadi orang Kristen. Membayar harga
berarti ada pengorbanan yang harus kita lakukan untuk mengikut Kristus yaitu
bertobat dengan menyangkal diri, memikul salib, dan kehilangan hidup kita.
Kemudian disusul dengan keputusan untuk mengikut Kristus secara total. Lalu,
apa arti menjadi orang Kristen? Di bab terakhir ini, Dr. Stott menguraikan hak
dan kewajiban orang Kristen. Hak orang Kristen adalah menikmati hubungan yang
intim, dijamin, dan aman, di mana Allah yang telah menebus manusia TIDAK akan
meninggalkan umat-Nya meskipun mereka jatuh ke dalam dosa lagi. Namun kewajiban
orang Kristen juga harus diperhatikan yaitu bertumbuh di dalam pengenalan akan
Allah dan kekudusan ditambah dengan menjadi garam dan terang dunia di dalam
jemaat dan dunia. Biarlah buku sederhana ini boleh mengarahkan kita untuk lebih
mengenal Kekristenan secara lebih bertanggung jawab.

 

 

 

 

Rekomendasi:

“Buku
John Stott telah menolong jutaan orang di seluruh dunia agar mereka memiliki
pemahaman yang baik tentang iman Kristen. Saya sangat bersyukur untuk caranya
menjelaskan masalah-masalah yang begitu kompleks dan sulit dengan wawasan,
hikmat, dan kejernihannya yang luar biasa.”

Rev. Dr. (HC) Nicholas (Nicky) Glyn Paul Gumbel

(Pendeta Anglikan di Holy Trinity Brompton Church di London; studi di
Wycliffe Hall, Oxford dan dianugerahi gelar doktor dari University of 
Gloucestershire)

 

“John
Stott merupakan seorang duta yang luar biasa untuk iman Kristen. Tulisannya,
khotbahnya, dan teladannya telah memperkaya hidup ribuan orang di seluruh
dunia.”

Roy McCloughry

(Direktur
Kingdom Trust)

 

 

 

 

 

Profil Rev. DR. JOHN R. W. STOTT:

Rev. Dr. John Robert Walmsley Stott, CBE adalah seorang pemimpin Kristen dari 
Inggris dan pendeta
gereja Anglikan yang tercatat sebagai seorang pemimpin dari gerakan Injili di
seluruh dunia. Beliau terkenal sebagai salah seorang penulis terpenting dari 
the Lausanne
Covenant pada tahun 1974. Beliau lahir di London pada tahun 1921 dari Sir Arnold
dan Lady Stott. Stott belajar modern
languages di Trinity College, Cambridge di mana beliau
lulus dengan dua gelar dalam bidang bahasa Prancis dan Theologi. Di
universitas, beliau aktif di the Cambridge inter-collegiate Christian
Union (CICCU).

Setelah ini, beliau berpindah ke Ridley Hall Theological College (juga the 
University of Cambridge) sehingga beliau
dapat ditahbiskan menjadi pendeta Anglikan pada tahun 1945 dan menjadi pembantu
pendeta di the Church of All Souls, Langham Place
(1945-1950) (website: www.allsouls.org)
kemudian Pendeta (1950-1975). Beliau dipilih menjadi Pendeta bagi Ratu Inggris 
Elizabeth II (1959-1991)
dan Pendeta luar biasa pada tahun 1991. Beliau menerima CBE pada tahun 2006 dan
menerima sejumlah gelar doktor kehormatan dari sekolah-sekolah di Amerika,
Inggris dan Kanada. Salah satunya adalah Lambeth
Doctorate of Divinity pada tahun 1983.

 



“Ketika saya menganggap Allah sebagai seorang tiran, saya melihat dosa saya 
sebagai hal yang sepele, tetapi ketika saya mengenal Dia sebagai Bapa saya, 
maka saya meratapi bagaimana saya pernah melawan-Nya.”
(Rev. Charles H. Spurgeon, seperti dikutip dalam Prof. Edward T. Welch, Ph.D., 
Depresi, hlm. 115)



Kirim email ke