Bagi sebagian orang, “theologi” diidentikkan dengan musuh
persandaran pada Roh Kudus. Bagi yang lain, “theologi” hanya dilihat sebagai
pemuasan intelektual belaka. Yang lain lagi menilai “theologi” sebagai berkat
yang menyegarkan. Bagaimana seharusnya kita melihat theologi? Apakah theologi
memiliki signifikansi bagi spiritualitas dan pelayanan? Bagaimana menjadikan
theologi sebagai perspektif dalam hidup dan pelayanan?

 

Sekolah
Tinggi Theologi Injili Abdi Allah (STT-IAA) Pacet, Mojokerto ingin memberkati
Surabaya melalui sebuah seminar:

 

THEOLOGY:

REFRESHING BLESSING OR ENDURING CURSE?

 

oleh:
Rev. Prof. Joseph Tong, Ph.D.

 

 

 

Sabtu, 19 Februari 2011; Pkl. 09.00-13.00
WIB

di GKRI Exodus, Jln. Nginden Intan Timur
II/5, Surabaya

 

 

 

Kontribusi Peserta:

Mahasiswa: Rp 15.000, 00; Umum: Rp
20.000, 00

 

Biaya ini sudah termasuk makan siang,
makalah, dan sertifikat.

Sertifikat hanya diberikan kepada
peserta yang sudah mendaftarkan namanya paling lambat tanggal 17 Februari 2011

 

 

 

Contact Persons:

Lina (031-7383678)

Ev. Yakub Tri Handoko, Th.M. (081-5505-5985; 031-70950-100)

 

 

 

Profil Pembicara:

Pdt.
Prof. Joseph Tong, B.Th., B.A., B.D., Th.M., Ph.D., M.B.A. adalah
Pendiri  dan Dosen Filsafat, Praktika,
Sistematika di Sekolah Tinggi Theologi Bandung sekaligus Direktur Pascasarjana
di Sekolah Tinggi Theologi Injili Abdi Allah (STTIAA). Beliau menyelesaikan
studi Bachelor of Theology (B.Th.) di
Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang; Bachelor of Arts (B.A.) di Calvin 
College, U.S.A.; Bachelor of Divinity (B.D.) dan Master of Theology (Th.M.) di 
Calvin
Theological Seminary, U.S.A.; Doctor of
Philosophy (Ph.D.) di University of Southern California, U.S.A.; dan Master of 
Business Administration (M.B.A.)
di Graduate Theological Foundation, Indiana, U.S.A.

 



“Ketika saya menganggap Allah sebagai seorang tiran, saya melihat dosa saya 
sebagai hal yang sepele, tetapi ketika saya mengenal Dia sebagai Bapa saya, 
maka saya meratapi bagaimana saya pernah melawan-Nya.”
(Rev. Charles H. Spurgeon, seperti dikutip dalam Prof. Edward T. Welch, Ph.D., 
Depresi, hlm. 115)



Kirim email ke