From: FRS Sowong Agar Aku Berarti Bagi-Mu
Bacaan: Filipi 1: 21 1:21. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. ---------------------------------------------------- Php 1:21/ Fil 1:21 (ASV) For to me to live is Christ, and to die is gain. (ISV) For to me, to go on living is Christ, and to die is gain. (KJV) For to me to live is Christ, and to die is gain. (KS-ILT) Sebab bagiku, hidup itu HaMashiakh, dan mati, keuntungan. (LITV) For to me to live is Christ, and to die is gain. (MKJV) For to me to live is Christ, and to die is gain. (YLT) for to me to live is Christ, and to die gain. Sering kita dengar orang berkata, dan mungkin juga kita katakan, "Tuhan Yesus, Engkau berarti bagiku." Kedengarannya sederhana, namun harus kita persoalkan, mengapa Ia berarti bagi kita? Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu ada jembatan untuk membuka pikiran kita menemukan jawabannya yang tepat. Coba kita pikirkan, mengapa jam tangan berarti bagi kita? Mengapa pulpen berarti bagi kita? Mengapa komputer berarti bagi kita? Mengapa mobil berarti bagi kita? Jawabannya sederhana, yaitu karena benda-benda tersebut berfungsi sesuai dengan maksudnya dibuat. Sesuatu menjadi berarti kalau berfungsi sesuai dengan maksud penciptanya. Kalau begitu apakah kita bisa bertanya, "Apakah Tuhan sudah berfungsi bagi kita?" Ternyata tidak bisa begitu, sebab bukan kita yang menciptakan Tuhan; Tuhanlah yang menciptakan kita. Kitalah yang harus bertanya dan memikirkan, apa fungsi kita bagi rencana dan kehendak-Nya. Dalam berurusan dengan Tuhan, banyak orang hanya mempersoalkan apa fungsi, manfaat dan kegunaan memiliki Tuhan. Ini juga sering dipromosikan oleh pembicara Kristen tertentu di mimbarnya. Itu cara berpikir yang salah, sebab sejatinya sama saja dengan pola berpikir orang yang pergi ke dukun. Inilah yang menyesatkan banyak orang beragama. Seharusnya sebagai objek ciptaan Tuhan, kitalah yang harus bertanya kepada-Nya, "Apa yang membuat aku berarti bagi-Mu, Tuhan?" Sama seperti jam tangan, pulpen, mobil dan berbagai peralatan lain, semuanya diciptakan untuk maksud-maksud tertentu bagi kepentingan manusia. Bukan manusia yang berkata kepada pulpennya, "Bagaimana agar aku berarti bagimu?" tetapi pulpenlah yang harus tahu diri dan mempersoalkan apa yang membuatnya berarti bagi manusia. Jadi, saat kita berkata kepada Tuhan, "Apa yang membuat aku berarti bagi-Mu, Tuhan?", berarti kita harus sadar bahwa kita diciptakan oleh-Nya dan hidup menurut kehendak-Nya. Hanya manusialah yang mempersoalkan hal ini, binatang tidak. Jadi, kalau manusia tidak mempersoalkan hal ini, kualitas hidupnya bukanlah kualitas hidup yang dikehendaki oleh Tuhan. Keselamatan dalam Yesus Kristus harus bisa membawa seseorang pada pernyataan, "Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan". Sampai pada taraf hidup ini, seseorang barulah bisa berkata, "Kau berarti bagiku Tuhan, sebab dengan menemukan tempatku untuk melayani-Mu aku menemukan keindahan hidup ini. Kalau aku tidak menemukan tempatku untuk melayani-Mu, lebih baik aku tidak pernah ada." Kita harus sadar bahwa kita diciptakan oleh-Nya dan hidup menurut kehendak-Nya. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ============================================= From: FRS Sowong Makna Yang Baru Bacaan: Mazmur 42: 2-6 42:2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Elohim. 42:3 Jiwaku haus kepada Elohim, kepada Elohim yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Elohim? 42:4 Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Elohimmu?" 42:5 Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Elohim dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. 42:6 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Elohim! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Elohimku! ------------------------------------------------- KS-ILT Maz 42:2 Seperti rusa merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Elohim. 42:3 Jiwaku haus kepada Elohim, kepada Elohim yang hidup; bilakah aku datang di hadapan Elohim? 42:4 Air mataku telah menjadi makananku siang dan malam, sementara mereka berkata kepadaku sepanjang hari, "Di manakah Elohimmu?" 42:5 Aku mau mengingat hal-hal ini, dan aku mau mencurahkan jiwaku di dalamku, karena aku akan lewat di antara orang banyak, aku mendahului mereka hingga ke bait Elohim dengan suara sorak-sorai dan rasa syukur keramaian orang yang merayakan pesta. 42:6 Mengapa engkau tertekan hai jiwaku, dan mengerang dalam diriku? Berharaplah kepada Elohim! Sebab, aku mau senantiasa menyanjung Dia, karena keselamatan ada di hadapan-Nya. KJV Psa 42:2 My soul thirsteth for God, for the living God: when shall I come and appear before God? Psa 42:3 My tears have been my meat day and night, while they continually say unto me, Where is thy God? Psa 42:4 When I remember these things, I pour out my soul in me: for I had gone with the multitude, I went with them to the house of God, with the voice of joy and praise, with a multitude that kept holyday. Psa 42:5 Why art thou cast down, O my soul? and why art thou disquieted in me? hope thou in God: for I shall yet praise him for the help of his countenance. Psa 42:6 O my God, my soul is cast down within me: therefore will I remember thee from the land of Jordan, and of the Hermonites, from the hill Mizar. Dalam Mazmur 42, Pemazmur menggambarkan umat Elohim seperti rusa yang merindukan sungai yang berair. Pernyataan ini merupakan suatu gambaran betapa tergantungnya umat kepada Tuhan. Umat Perjanjian Lama merindukan Tuhan, karena membutuhkan pertolongan-Nya dari segala ancaman yang menghadang mereka dan karena banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Tuhan menjadi andalan mereka yang harus dimintai pertolongan untuk pemenuhan kebutuhan jasmani. Sampai hari ini, kata-kata puitis dalam kitab Mazmur masih menjadi kalimat doa orang Yahudi di Tembok Ratapan (Wailing Wall). Tentu ayat dalam Mazmur 42 ini juga digunakan sebagai kalimat doa mereka. Sewaktu masih muda, penulis juga suka menggunakan ayat-ayat ini sebagai kalimat doa. Juga sampai hari ini, banyak orang Kristen masih menggunakan kata-kata Mazmur sebagai kalimat doanya dan menjadikan ayat-ayat dalam kitab Mazmur sebagai landasan imannya. Ini patut diwaspadai, sebab dengan hal ini, orang Kristen bisa menyamakan standar iman orang Yahudi—umat Perjanjian Lama—dengan umat Perjanjian Baru. Seharusnya tidak demikian, sebab standar iman umat Perjanjian Baru jauh lebih tinggi dibandingkan standar iman umat Perjanjian Lama. Tentu kita masih menggunakan kitab Perjanjian Lama umumnya dan Mazmur khususnya, sebab di dalamnya termuat banyak pelajaran rohani atau hikmah yang berharga. Tetapi kita harus memaknainya dengan cara yang berbeda dengan cara orang Yahudi memaknainya. Ketika kita mengatakan bahwa kita seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, kita harus sadar bahwa ketergantungan kita kepada Tuhan bukanlah karena hal-hal yang menyangkut pemenuhan kebutuhan jasmani, sebab itu semua telah disediakan oleh Tuhan (Mat. 6:32). Dengan demikian, kita bisa hidup tanpa kekhawatiran sama sekali, sebab Bapa telah menyediakan apa yang kita butuhkan. Yang penting bagi kita adalah berusaha atau bekerja keras untuk meraihnya. ------------------------------------------------ KS-ILT Mat 6:32 karena bangsa-bangsa lain mengejar semua ini; sebab Bapa surgawimu mengetahui bahwa kamu membutuhkan semua ini. KJV Mat 6:32 (For after all these things do the Gentiles seek:) for your heavenly Father knoweth that ye have need of all these things. Maka pernyataan "Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair" harus dimaknai baru. Maknanya adalah, kita membutuhkan Tuhan karena Dialah Pencipta kita. Kita baru menjadi berarti kalau menemukan fungsi kita dalam rencana atau kehendak-Nya. Dia berarti bagi kita, kalau kita menyadari bahwa hanya Dialah kesukaan hidup ini—tidak ada kesukaan yang lain. Dia berarti bagi kita, kalau kita menyadari betapa mengagumkan hikmat dan kebijaksanaan-Nya, sehingga kita mengerti apa yang dikehendaki-Nya untuk kita lakukan. Kita baru berarti jika menemukan fungsi dalam rencana Tuhan. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ============================================ From: FRS Sowong Dinikmati Tuhan Dalam Segala Hal Bacaan: Matius 7: 21:23 7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" ------------------------------------------------ KS-ILT Mat 7:21 Bukan setiap orang yang berkata kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, dia akan masuk ke dalam kerajaan surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. 7:22 Banyak orang akan berkata kepada-Ku pada hari itu: Tuhan, Tuhan, bukankah dalam Nama-Mu kami telah bernubuat, dan dalam Nama-Mu kami mengusir setan, dan dalam Nama-Mu kami melakukan banyak mukjizat? 7:23 Dan pada waktu itu Aku akan menyatakan kepada mereka: Aku tidak pernah mengenal kamu, enyahlah dari pada-Ku, kamu yang mengerjakan kedurhakaan!" KJV Mat 7:21 Not every one that saith unto me, Lord, Lord, shall enter into the kingdom of heaven; but he that doeth the will of my Father which is in heaven. Mat 7:22 Many will say to me in that day, Lord, Lord, have we not prophesied in thy name? and in thy name have cast out devils? and in thy name done many wonderful works? Mat 7:23 And then will I profess unto them, I never knew you: depart from me, ye that work iniquity. Kepada orang-orang yang tidak dikenan Tuhan sekalipun telah bernubuat, mengusir setan dan mengadakan mukjizat demi nama-Nya, Tuhan Yesus berkata, "Aku tidak pernah mengenal kamu!" (ay. 23). Kata "mengenal" di sini tidak berarti bahwa Tuhan tidak mengetahui siapa mereka, sebab Ia Mahatahu, tetapi lebih bermakna "mengenal karena menikmati dan mengalami". Demikianlah makna yang kita peroleh dari kata "mengenal", yang dalam bahasa aslinya ditulis γινώσκω (yinóskō) dan secara eufemistis digunakan untuk "hubungan suami-istri", sejajar dengan יָדַע(yâda`) dalam bahasa Ibrani. Ini berarti apabila Bapa berkenan kepada kita, maka kita dapat dinikmati oleh Bapa dan Bapa mengakuinya, bahwa Bapa mengenalnya. Tuhan mengatakan bahwa pribadi yang dikenal-Nya ialah yang melakukan kehendak Bapa (ay. 21), sebab itulah Bapa berkenan kepadanya. Itulah ukuran apakah seseorang dikenal-Nya atau tidak. Orang Kristen yang belum dewasa biasanya hanya bisa dan ingin menikmati Tuhan dan berkat-Nya; tetapi orang Kristen dewasa harus dapat dinikmati Tuhan. Ia mau menikmati kita bukan hanya pada waktu mengikuti liturgi, menyanyi dan memuji-muji Tuhan di gereja, sebab ibadah yang benar adalah menyembah Elohim dalam Roh dan kebenaran (Yoh. 4:24). Ini berarti Tuhan mau menikmati orang percaya di sepanjang waktu dan di segala tempat. ------------------------------------------------------ KS-ILT Yoh 4:24 Elohim itu Roh, dan mereka yang menyembah Dia seharusnyalah menyembah dalam roh dan kebenaran." KJV Joh 4:24 God is a Spirit: and they that worship him must worship him in spirit and in truth. Tuhan bukan hanya menikmati senyum, tawa riang kita atau pada waktu kita melakukan sesuatu yang umumnya dianggap sebagai kebajikan; tetapi juga tatkala kita marah, sedih, berduka dan sebagainya. Tentu ini kemarahan yang sesuai dengan kehendak Tuhan, sebab Ia juga menginginkan seorang pemimpin atau orang tua bisa marah pada tempatnya, yaitu marah yang membangun dan bukan pelampiasan emosional. Tidak semua kemarahan itu dosa. Apabila Tuhan mau mengalirkan perasaan-Nya melalui kita, kita pun harus bisa mengekspresikan nya dengan bersih. Sebenarnya Ia mau tampil dalam gelanggang kehidupan ini melalui kehidupan orang percaya. Bila kita mengerti kehendak-Nya dan terus berjalan dalam kehendak-Nya setiap hari, maka kita mampu memperagakan apa yang dikehendaki-Nya untuk diperagakan oleh kita. Berkenaan dengan hal ini, Paulus menyatakan, "Hidupku bukan aku lagi, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku" (Gal. 2:19–20). Hanya bila kita memperagakan kehendak Tuhan Yesus dalam hidup kita, barulah kita dapat mencapai target yang dikehendaki oleh Tuhan, yaitu dikenan-Nya. ------------------------------------------------- KS-ILT Gal 2:19 Sebab melalui torat aku telah mati bagi torat, supaya aku dapat hidup bagi Elohim. 2:20 Aku telah disalibkan bersama HaMashiakh. Aku hidup, tetapi bukan lagi aku, melainkan HaMashiakh hidup di dalam aku. Dan apa yang sekarang aku hidup di dalam daging, aku hidup oleh iman Putra Elohim yang telah mengasihi aku dan yang telah menyerahkan diri-Nya demi aku. KJV Gal 2:19 For I through the law am dead to the law, that I might live unto God. Gal 2:20 I am crucified with Christ: nevertheless I live; yet not I, but Christ liveth in me: and the life which I now live in the flesh I live by the faith of the Son of God, who loved me, and gave himself for me. Orang Kristen yang belum dewasa ingin menikmati Tuhan; tetapi orang Kristen dewasa harus dapat dinikmati Tuhan. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

