Perempuan setara dengan laki-laki!
Itulah slogan feminisme. Dalam beberapa hal, feminisme secara historis muncul
sebagai gerakan yang menginginkan persamaan hak dalam pemungutan suara, namun
pada dekade 1960-1970, feminisme menjadi sebuah gerakan ekstrem yang dikenal
sebagai feminisme radikal yang dipelopori oleh kaum perempuan Amerika. Golongan
feminisme radikal benar-benar ingin merombak struktur masyarakat bahkan nekat
mengganti kata Bapa dalam Doa Bapa Kami atau/dan mengganti bentuk maskulin pada
kata Allah menjadi feminin atau neuter, karena mereka berpendapat bahwa bentuk
maskulin kata Allah dalam Alkitab merupakan turunan budaya patriarkal. Golongan
ini nantinya mempengaruhi munculnya bahasa inklusif dalam Alkitab yang mencoba
mengganti semua bentuk maskulin menjadi bentuk neuter (non-maskulin,
non-feminin). Apa saja yang diajarkan feminisme radikal (yang perlu dibedakan
dari feminisme {non-radikal})? Apa tujuan dan dampaknya? Bagaimana pandangan
iman Kristen?

 

Simak pembahasannya dalam:

 

 

Buku:

FEMINISME
RADIKAL:

Studi
Kritis Alkitabiah

 

oleh: Ev. Aya Susanti, M.Th.

 

Penerbit: Kalam Hidup, Bandung, 2008

 

Kata Pengantar: Pdt. Yakob
Tomatala, D.Miss.

 

 

 

Dengan bahasa yang sederhana dan
analisis yang tajam, Ev. Aya Susanti, M.Th. menganalisis feminisme radikal dari
sisi historis (sejarah), epistemologis (cara berpikir), dan theologis (kritik
theologi Kristen yang sehat). Biarlah buku ini boleh menjadi berkat khususnya
dalam mengajar iman Kristen tentang prinsip Alkitab menyoroti feminisme radikal.

 

 

 

 

 

Profil Ev. Aya Susanti:

Ev. Aya Susanti, S.Th., M.Th. lahir di Sambas, Kalimantan Barat pada tanggal 11 
Maret
1970. Beliau adalah putri sulung dari lima bersaudara. Beliau menyelesaikan
pendidikan dari SD s/d SMA di Pontianak. Beliau menyelesaikan studi Sarjana 
Theologi (S.Th.) di Institut
Theologi Aletheia (ITA), Lawang, Jawa Timur pada tahun 1997 dan gelar Master of 
Theology (M.Th.) di Institut
Filsafat Theologi Kepemimpinan (IFTK) Jaffray, Jakarta pada tahun 2003. Kini,
ia sedang studi program Doctor of
Theology (D.Th.) di IFTK Jaffray, Jakarta. Beliau pernah melayani di Gereja
Kristen Kalimantan Barat (GKKB) Pontianak, GKKB Jeruju, GKI Bungur Jakarta, GMI
Imanuel Jakarta. Saat ini, beliau melayani sebagai pembicara, pengajar dan
penulis motivator di berbagai gereja, STT, dan media massadi sekitar daerah
Jabodetabek. Beliau juga bersama rekan-rekannya mendirikan Panti Asuhan Tunas
Mahardika di Bumi Serpong Damai, Tangerang, Jawa Barat. Saat ini, beliau
bersama keluarga tinggal di Cibubur.



“Tuhan sering kali menggunakan dosa-dosa orang lain untuk menyingkapkan 
kelemahan kita sendiri.”
(Rev. Bob Kauflin, Worship Matters, hlm. 382)

Kirim email ke