From: FRS Sowong

Pelajaran Setiap Hari

Bacaan: Ratapan 3: 17-25
3:17 Engkau menceraikan nyawaku dari kesejahteraan, aku lupa akan kebahagiaan.
3:18 Sangkaku: hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku kepada TUHAN.
3:19 "Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu."
3:20 Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.
3:21. Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:
3:22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
3:23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
3:24 "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap 
kepada-Nya.
3:25 TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang 
mencari Dia.
------------------------------------------------------
KS-ILT
Rat 3:17 Dan Engkau telah membuang jiwaku dari kedamaian; aku telah melupakan 
kebaikan-kebaikan.
3:18 Dan aku berkata, "Lenyaplah kekuatanku dan pengharapanku dari YAHWEH."
3:19 Ingatlah penderitaanku dan pengembaraanku, bagaikan kepahitan dan empedu.
3:20 Jiwaku selalu mengingatnya dan menenggelamkan diriku.
3:21 Aku memerhatikan hal ini dalam hatiku; oleh karena itu, aku berharap.
3:22 Sebab kebaikan YAHWEH tak pernah berhenti, karena rahmat-Nya tidak 
berkesudahan.
3:23 Selalu baru setiap pagi; besar kesetiaan-Mu.
3:24 "YAHWEH adalah bagianku," jiwaku berkata, oleh karena itu, aku akan 
berharap kepada-Nya.
3:25 YAHWEH itu baik bagi mereka yang menantikan Dia; bagi jiwa yang mencari 
Dia.

KJV
Lam 3:17 And thou hast removed my soul far off from peace: I forgat prosperity. 
Lam 3:18 And I said, My strength and my hope is perished from the LORD: 
Lam 3:19 Remembering mine affliction and my misery, the wormwood and the gall. 
Lam 3:20 My soul hath them still in remembrance, and is humbled in me. 
Lam 3:21 This I recall to my mind, therefore have I hope. 
Lam 3:22 It is of the LORD'S mercies that we are not consumed, because his 
compassions fail not. 
Lam 3:23 They are new every morning: great is thy faithfulness. 
Lam 3:24 The LORD is my portion, saith my soul; therefore will I hope in him. 
Lam 3:25 The LORD is good unto them that wait for him, to the soul that seeketh 
him. 

Nabi Yeremia menulis kitab Ratapan sebagai jeritan hatinya atas kemalangan 
bangsa Israel dan kehancuran kota Yerusalem oleh orang Kasdim. Tetapi luar 
biasanya, di tengah sengsaranya ia masih bisa berseru, "Tak berkesudahan kasih 
setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar 
kesetiaan-Mu!" (ay. 22-23).

Seruan Yeremia ini berarti di tengah kesesakan pun ia masih merasakan kasih 
setia Tuhan dan rahmat-Nya yang selalu baru setiap hari. Jelas, artinya tidak 
hanya berkat jasmani untuk penghidupan nafkah jasmani kita-sebab berkat jasmani 
itu tak kentara di tengah kesesakan-tetapi berkat-berkat rohani, yang meliputi 
pelajaran baru setiap hari, untuk mempersiapkan kita memasuki kekekalan. 
Sesungguhnya inilah yang lebih penting daripada berkat jasmani.

Dalam kesesakan pun Elohim tetap memberi pelajaran yang berharga kepada kita. 
Terlebih lagi sebagai umat Perjanjian Baru, pelajaran yang kita peroleh lebih 
berharga daripada di zaman Yeremia, sebab Elohim yang adalah Bapa segala roh 
menginginkan roh kita yang berasal dari-Nya kembali kepada-Nya dengan 
pembentukan jiwa yang sempurna, seperti Putra tunggal-Nya. Untuk membentuk kita 
menjadi seperti yang diinginkan-Nya itu, Ia menggunakan segala hal yang kita 
alami untuk menyempurnakan kita (Rm. 8:28).
---------------------------------------------
KS-ILT
Rom 8:28 Dan kita mengetahui bahwa segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk 
kebaikan bagi mereka yang mengasihi Elohim, yaitu bagi mereka yang terpanggil 
sesuai dengan rencana-Nya.

KJV
Rom 8:28 And we know that all things work together for good to them that love 
God, to them who are the called according to his purpose. 

Seperti Yeremia yang menemukan kebaikan Tuhan di tengah kesesakan (ay. 25), 
kita pun harus selalu melihat kebaikan Tuhan di tengah berbagai peristiwa yang 
kita alami, baik atau buruk. Kita harus menerimanya sebagai pelajaran yang 
digunakan Tuhan untuk membentuk kita. Ia baik, karena pembentukan-Nya itu akan 
terus menyempurnakan kita.

Seberapa kemuliaan yang akan kita terima kelak juga tergantung dari minat dan 
keseriusan kita belajar dibentuk Tuhan. Memang tidak ada orang yang berminat 
masuk neraka, tetapi kalau tidak serius dan tidak berminat belajar dibentuk 
Tuhan, jelas orang itu berminat masuk neraka, sebab tidak memilih Tuhan berarti 
memilih setan.

Kalau kita disebut murid Tuhan, kita harus mau diproses untuk berubah, dari 
bodoh jadi pintar, dari tidak cakap menjadi cakap, dari tidak mengerti menjadi 
mengerti. Itu sudah termasuk dalam harga yang harus kita bayar, yaitu segenap 
hidup kita. Terimalah segala hal sebagai pelajaran dan didikan Tuhan, dan 
teladanilah erus Tuhan Yesus agar dapat memiliki iman yang sempurna (Ibr 
12:3-6).
---------------------------------------------------
KS-ILT
Ibr 12:3 Karena itu pertimbangkanlah, Dia yang tabah menanggung bantahan 
seperti itu terhadap diri-Nya oleh para pendosa, adalah supaya kamu tidak 
menjadi letih karena tawar hati dalam jiwamu.
12:4 Ketika bergumul dengan dosa, kamu belum melawannya sampai tetesan darah.
12:5 Tetapi kamu telah dibuat lupa akan nasihat yang Dia bicarakan kepada kamu 
seperti kepada anak-anak, "Hai anak-Ku, janganlah menganggap ringan didikan 
YAHWEH, jangan pula menjadi tawar hati ketika ditempelak oleh-Nya.
12:6 Sebab siapa yang YAHWEH kasihi, Dia mendidiknya, dan setiap anak yang Dia 
terima, Dia mencambuknya."

KJV
Heb 12:3 For consider him that endured such contradiction of sinners against 
himself, lest ye be wearied and faint in your minds. 
Heb 12:4 Ye have not yet resisted unto blood, striving against sin. 
Heb 12:5 And ye have forgotten the exhortation which speaketh unto you as unto 
children, My son, despise not thou the chastening of the Lord, nor faint when 
thou art rebuked of him: 
Heb 12:6 For whom the Lord loveth he chasteneth, and scourgeth every son whom 
he receiveth. 

Dalam segala hal, Elohim memberi pelajaran yang berharga untuk membentuk kita 
menjadi seperti yang diingini-Nya.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
============================================ 
From: FRS Sowong

Kebebasan Dan Belenggu

Bacaan: Lukas 22: 3-6
22:3 Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari 
kedua belas murid itu.
22:4 Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal 
Bait Elohim dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus 
kepada mereka.
22:5 Mereka sangat gembira dan bermupakat untuk memberikan sejumlah uang 
kepadanya.
22:6 Ia menyetujuinya, dan mulai dari waktu itu ia mencari kesempatan yang baik 
untuk menyerahkan Yesus kepada mereka tanpa setahu orang banyak.
----------------------------------------------------
KS-ILT
Luk 22:3 Dan Satan masuk ke dalam Yudas, yang disebut Iskariot, yang berasal 
dari bilangan dua belas murid itu.
22:4 Dan setelah pergi, dia berbicara dengan para imam kepala dan para komandan 
pengawal, bagaimana dia dapat menyerahkan-Nya kepada mereka.
22:5 Dan mereka bersukacita dan setuju untuk memberikan uang kepadanya.
22:6 Dan dia menyetujui, dan mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Dia 
kepada mereka tanpa keributan.

KJV
Luk 22:3 Then entered Satan into Judas surnamed Iscariot, being of the number 
of the twelve. 
Luk 22:4 And he went his way, and communed with the chief priests and captains, 
how he might betray him unto them. 
Luk 22:5 And they were glad, and covenanted to give him money. 
Luk 22:6 And he promised, and sought opportunity to betray him unto them in the 
absence of the multitude. 

Sebagai orang merdeka, kita tidak ada di bawah dominasi atau kekuasaan siapa 
pun, kecuali Tuhan. Tetapi kita harus memilih untuk terikat kepada Tuhan, atau 
kepada Iblis. Manusia tidak mungkin hidup tanpa ikatan ini. Sebelum kita 
menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita diikat belenggu Iblis. 
Setelah kita dimerdekakan oleh Kristus, kita harus diikat juga, oleh "belenggu" 
Tuhan.

Kalau kita tidak mau diikat oleh "belenggu" Tuhan, berarti kita memilih untuk 
jatuh lagi ke dalam kekuasaan Iblis, dan Iblis membelenggu kita lagi. Seperti 
Yudas Iskariot yang pernah mengiring Yesus dan pernah juga mengaku Yesus 
sebagai Tuhan, tetapi ternyata masih bisa dikuasai Iblis.

Berarti kebebasan yang kita miliki bukanlah bebas sebebas-bebasnya, tetapi 
kebebasan yang terbatas. Artinya kalau kita benar-benar percaya, kita akan 
meminta Tuhan untuk menguasai kita, mengikat kita, membelenggu kita supaya 
Iblis tidak bisa membelenggu kita lagi. Perjalanan orang Kristen adalah 
perjalanan iman yang semakin teguh, sampai kita benar-benar tidak bisa dikuasai 
Iblis sama sekali. Seperti Abraham yang bertumbuh dari kelas "keluar Ur-kasdim" 
naik terus 
sampai ke kelas "mempersembahkan anaknya". Sampai di kelas itu, ia tidak akan 
mau lagi kembali ke Ur-kasdim.

Untuk naik kelas terus, kita harus terus mengisi pikiran dan hati kita dengan 
Firman Tuhan, dan meninggalkan keinginan-keinginan duniawi yang membinasakan 
(1Yoh. 2:17). Jangan seperti Yudas, yang sekalipun sudah mendengar langsung 
ajaran Tuhan Yesus, masih mempunyai keinginan-keinginan duniawi yaitu ambisi 
dan ketamakan. Buktinya, sekalipun dipercayai sebagai bendahara yang memegang 
kas para murid, ia sering mengambil uang kas yang dipegangnya (Yoh. 12:6). 
Keinginan-keinginan itulah yang membuatnya menyerahkan Tuhan Yesus untuk 
bayaran tiga puluh keping perak. Akhirnya ia binasa.

Oleh karena itu marilah kita membiasakan untuk hidup tidak suka-suka sendiri, 
tetapi menyerahkan hidup kita untuk diperlakukan sesuka-sukanya Tuhan. 
Kebebasan yang sebebas-bebasnya akan membelenggu kita kembali ke dalam kuasa 
Iblis, tetapi kalau kita mencari belenggu Tuhan dengan menuruti Firman-Nya, 
kita sungguh-sungguh terbebaskan. Itulah kemerdekaan yang sejati, bagaikan 
lembu yang dijinakkan dan dipasangi kuk yang enak dan menarik beban yang ringan 
(Mat. 11:28-30).
------------------------------------------------
KS-ILT
1 Yoh 2:17 Dan dunia sedang berlalu, juga keinginannya, tetapi siapa yang 
melakukan kehendak Elohim ia tinggal sampai selamanya.

Yoh 12:6 Namun dia mengatakan hal itu, bukan karena dia peduli terhadap 
orang-orang miskin, melainkan karena dia seorang pencuri, dan dia memegang 
kantong uang, dan apa yang dimasukkan, dia mengambilnya.

Mat 11:28 Marilah kepada-Ku kamu semua yang berlelah dan berbeban berat, dan 
Aku akan menyegarkan kamu.
11:29 Pikullah kuk-Ku atasmu dan belajarlah dari-Ku, sebab Aku lemah lembut dan 
rendah hati dan kamu akan mendapatkan kelegaan bagi jiwamu,
11:30 karena kuk-Ku itu halus dan beban-Ku itu ringan."

KJV
1Jn 2:17 And the world passeth away, and the lust thereof: but he that doeth 
the will of God abideth for ever. 

Joh 12:6 This he said, not that he cared for the poor; but because he was a 
thief, and had the bag, and bare what was put therein. 

Mat 11:28 Come unto me, all ye that labour and are heavy laden, and I will give 
you rest. 
Mat 11:29 Take my yoke upon you, and learn of me; for I am meek and lowly in 
heart: and ye shall find rest unto your souls. 
Mat 11:30 For my yoke is easy, and my burden is light. 

Kita harus terus mengisi pikiran dan hati kita dengan Firman Tuhan agar 
sungguh-sungguh terbebaskan.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
============================================== 
From: FRS Sowong

Perjuangan Dan Mahkota

Bacaan: Yakobus 1: 12
1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah 
tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Elohim kepada 
barangsiapa yang mengasihi Dia.
-----------------------------------------------
KS-ILT
Yak 1:12 Mereka ini adalah noda dalam perjamuan kasihmu karena turut berjamu 
tanpa rasa malu dengan mengenyangkan diri mereka sendiri. Bagaikan awan yang 
tidak berair yang dilayangkan oleh angin, bagaikan pohon yang tak berbuah pada 
musim gugur, yang telah benar-benar mati, yang tercabut seakar-akarnya.

Fil 2:8 Dan supaya didapati dalam pola seperti manusia, Dia sudah merendahkan 
diri-Nya sendiri dengan menjadi taat sampai pada kematian, bahkan kematian di 
kayu salib.

Wah 3:21 Siapa yang menang, Aku akan mengaruniakan kepadanya untuk duduk 
bersama Aku di takhta-Ku, sebagaimana Aku pun menang dan duduk bersama Bapa-Ku 
di takhta-Nya.

Mat 10:38 Dan siapa yang tidak memikul salibnya dan mengikut di belakang-Ku, ia 
tidaklah layak bagi-Ku.

KJV
Jud 1:12 These are spots in your feasts of charity, when they feast with you, 
feeding themselves without fear: clouds they are without water, carried about 
of winds; trees whose fruit withereth, without fruit, twice dead, plucked up by 
the roots; 

Php 2:8 And being found in fashion as a man, he humbled himself, and became 
obedient unto death, even the death of the cross. 

Rev 3:21 To him that overcometh will I grant to sit with me in my throne, even 
as I also overcame, and am set down with my Father in his throne. 

Mat 10:38 And he that taketh not his cross, and followeth after me, is not 
worthy of me. 

Tuhan Yesus dengan tegas menolak bujukan untuk menyembah dan berbakti kepada 
Iblis, dengan mengesampingkan perkara-perkara dunia ini. Maka kita pun harus 
bersikap demikian, sebab kehidupan Tuhan Yesus merupakan teladan yang harus 
kita ikuti. Dengan membuktikan keperkasaan-Nya, yaitu ketaatan-Nya kepada Bapa 
di Surga. Ia taat, bahkan sampai mati di kayu salib (Flp. 2:8). Itulah 
kemenangan-Nya. Jadi kemenangan Yesus bukan pada saat Ia membuat mukjizat atau 
mengusir setan-setan, tetapi ketaatan-Nya yang mutlak kepada Bapa di Surga.

Tuhan Yesus berkata, bahwa yang menang akan didudukkan bersama dengan-Nya dalam 
kemuliaan (Why. 3:21). Hanya kalau kita sungguh-sungguh bersikap seperti Yesus, 
barulah kita dapat menjadi manusia rohani dan menjadi pemenang yang sejati. 
Dengan demikian kita akan dibuat-Nya semakin memahami kebenaran-kebenaran 
Elohim, jika kita bersungguh-sungguh tekun belajar. 
Kedewasaan kita akan bertumbuh cepat. Di tengah-tengah suasana dunia yang 
materialistis ini, kita harus tetap berpegang teguh kepada kebenaran Elohim. 
Pada suatu hari nanti kita akan menerima kemuliaan bersama-sama dengan Tuhan 
Yesus.

Elohim ingin membawa bangsa Israel ke Kanaan. Namun bangsa Israel melawan Musa 
karena mereka berniat untuk menikmati Mesir kembali. Itulah yang menghalangi 
rencana Elohim membawa mereka sampai di Kanaan. Ini sama dengan orang Kristen 
yang berniat menikmati dunia dan kesenangan hari ini, sehingga menghalangi 
rencana Tuhan membawa orang percaya kepada kemuliaan kerajaan-Nya.

Untuk itu kita tidak boleh menyerah, tetapi harus melakukan perjuangan berat. 
Ini tidak dikerjakan oleh Tuhan Yesus lagi, tetapi kitalah yang mengerjakannya. 
Kitalah yang harus bergumul melawan segala pencobaan. Kitalah yang harus 
memikul salib kita sendiri (Mat. 10:38). Tidak ada mahkota tanpa salib (no 
crown without cross).

Maka kita tidak boleh berpikir bahwa Tuhan Yesus memborong semua perjuangan, 
dan setelah menang menyerahkannya kepada kita. Kita mempunyai bagian yang harus 
kita kerjakan sendiri. Bagian yang tidak dapat kita kerjakan memang dikerjakan 
oleh Tuhan. Kalau Tuhan Yesus mengerjakan semuanya bagi kita, maka kita tidak 
layak menerima mahkota apa pun. Tetapi karena Elohim menjanjikan mahkota 
kehidupan bagi kita yang bertahan melalui berbagai ujian, maka kita harus 
berjuang.

Kita harus melakukan perjuangan kita dengan meneladani Yesus, agar menerima 
mahkota.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 

Kirim email ke