From: FRS Sowong [[email protected]]

Diciptakan Untuk Berjuang

Bacaan: Kejadian 1: 26-28
1:26. Berfirmanlah Elohim: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan 
rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di 
udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata 
yang merayap di bumi."
1:27 Maka Elohim menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar 
Elohim 
diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
1:28 Elohim memberkati mereka, lalu Elohim berfirman kepada mereka: 
"Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, 
berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala 
binatang yang merayap di bumi."
--------------------------------------------
KS-ILT
Kej 1:26 Dan Elohim berfirman, "Marilah Kita membuat manusia dalam citra Kita, 
menurut rupa Kita, dan biarlah mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut, dan atas 
burung-burung di langit, dan atas ternak, dan atas seluruh bumi, dan atas 
segala yang melata yang merayap di muka bumi."
1:27 Lalu Elohim mencipta manusia menurut citra-Nya. Dalam citra Elohim, Dia 
telah menciptakannya; laki-laki dan perempuan Dia telah menciptakan mereka.
1:28 Dan Elohim memberkati mereka, dan Elohim berfirman kepada mereka, 
"Beranakcuculah dan berlipatgandalah, dan penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, 
dan berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan atas burung-burung di langit dan 
atas segala yang hidup yang merayap di muka bumi."

KJV
Gen 1:26 And God said, Let us make man in our image, after our likeness: and 
let them have dominion over the fish of the sea, and over the fowl of the air, 
and over the cattle, and over all the earth, and over every creeping thing that 
creepeth upon the earth. 
Gen 1:27 So God created man in his own image, in the image of God created he 
him; male and female created he them. 
Gen 1:28 And God blessed them, and God said unto them, Be fruitful, and 
multiply, and replenish the earth, and subdue it: and have dominion over the 
fish of the sea, and over the fowl of the air, and over every living thing that 
moveth upon the earth. 

Untuk apa Elohim menciptakan bumi ini? Apakah agar manusia menikmatinya dengan 
segala keindahannya? Itu memang salah satunya, tetapi bukan tujuan utama. Sebab 
tujuan utama Tuhan menciptakan bumi ini adalah agar manusia dapat menguasainya 
dan menaklukkannya; termasuk berhadapan dengan kuasa kegelapan dan 
mengalahkannya (ay. 28).

Bagaimanakah manusia dapat mengalahkan kuasa kegelapan? Dengan cara membuktikan 
atau menunjukkan bahwa Tuhan Semesta Alam adalah satu-satunya Pribadi yang 
layak menerima segala hormat, bukan oknum lain. Ini termaktub dalam Doa Bapa 
Kami: "Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di 
bumi seperti di surga." (Mat. 6:9-10)
---------------------------------------
KS-ILT
Mat 6:9 After this manner therefore pray ye: Our Father which art in heaven, 
Hallowed be thy name. 
6:10 Thy kingdom come. Thy will be done in earth, as it is in heaven. 

KJV
Mat 6:9 Oleh karena itu, hendaklah kamu berdoa demikian: Bapa kami yang di 
surga, dikuduskanlah Nama-Mu,
Mat 6:10 datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu seperti di surga juga di 
atas bumi.

Itulah sebabnya manusia harus hidup dalam penurutan terhadap kehendak Elohim 
dan dalam kedaulatan-Nya secara mutlak. Dengan tugas dan tanggung jawab ini, 
manusia tidak boleh menjadikan bumi ini sebagai sumber kebahagiaan, sebab di 
bumi sudah ada Iblis dan malaikat-malaikatnya yang jatuh dan dibuang. Tak 
mungkin menikmati bumi ini secara ideal, selama masih ada oknum seperti singa 
yang mengaum mencari orang yang dapat ditelannya (1Ptr. 5:8)
--------------------------------------------
KS-ILT
1Pet 5:8 Sadarlah, berjaga-jagalah, karena musuhmu, si iblis, berjalan sambil 
mengaum seperti singa, untuk mencari seseorang yang dapat ia telan.

KJV
1Pe 5:8 Be sensible, watch, because your adversary the Devil walks about as a 
roaring lion seeking someone he may devour; 

Adam harus bisa membinasakan Iblis dahulu baru berkembang biak dan beranak 
cucu. 
Bagaimana bisa beranak cucu dan berkembang biak serta menguasai bumi, kalau 
oknum jahat itu masih ada? Inilah mengapa Tuhan menjadikan benda-benda penerang 
supaya menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap, hari-hari dan 
tahun-tahun (Kej. 1:14). 
Artinya sudah ada perjalanan waktu sebelum manusia jatuh dalam dosa, hanya saja 
memang tidak tercatat. Perjalanan waktu itu adalah untuk memberi kesempatan 
kepada manusia untuk menaklukkan Iblis. Kita tidak tahu berapa lama Tuhan 
memberi kesempatan manusia menaklukkan Iblis, tetapi ini tersirat jelas dengan 
kenyataan bahwa Tuhan menjadikan benda-benda penerang di langit tersebut. 
Sayang sekali manusia telah jatuh dalam dosa.
------------------------------------------
KS-ILT
Kej 1:14 Dan Elohim berfirman, "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala di 
langit untuk menjadi pemisah antara siang dan malam, dan akan menjadi 
tanda-tanda dan penentu waktu-waktu, dan hari-hari, serta tahun-tahun.

KJV
Gen 1:14 And God said, Let luminaries be in the expanse of the heavens, to 
divide between the day and the night. And let them be for signs and for 
seasons, and for days and years. 

Sejak manusia jatuh dalam dosa, perjuangan menaklukkan Iblis tertunda. Manusia 
sudah kalah, gagal melakukan tugas Bapa. Manusia menantikan janji Bapa yaitu 
hadirnya keturunan wanita (Hawa) yang akan meremukkan kepala ular (Kej. 3:15). 
---------------------------------------------
KS-ILT
Kej 3:15 Dan Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dengan wanita ini, 
dan antara keturunanmu dengan keturunannya. Dia akan meremukkan kepalamu dan 
engkau akan meremukkan tumitnya."

KJV
Gen 3:15 And I will put enmity between thee and the woman, and between thy seed 
and her seed; it shall bruise thy head, and thou shalt bruise his heel. 

Perjuangan melawan Iblis akan digantikan oleh Adam kedua yaitu Elohim Anak yang 
turun ke dunia, Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus sudah bisa menaklukkan Iblis 
dengan cara membuktikan bahwa Bapa adalah satu-satunya Pribadi yang layak 
menerima segala hormat. Pembuktian ini ditunjukkan melalui ketaatan-Nya yang 
mutlak kepada Bapa, ketaatan sampai mati di kayu salib. Kini kita sebagai 
pengikut-Nya harus mengikuti jejak-Nya, sebab kita memang diciptakan-Nya untuk 
berjuang.

Kita mengalahkan Iblis dengan membuktikan bahwa Tuhan adalah satu-satunya 
Pribadi yang layak menerima segala hormat.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
=================================== 
From: FRS Sowong [[email protected]]

Berpusat Kepada Elohim
Bacaan: Yakobus 4: 1-4

4:1. Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah 
datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu 
membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu 
bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak 
berdoa.
4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu 
salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan 
hawa nafsumu.
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa 
persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Elohim? Jadi barangsiapa 
hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Elohim
--------------------------------------------
KS-ILT
Yak 4:1 Dari manakah peperangan dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah dari 
sini: dari kesenanganmu yang berjuang di dalam anggota-anggota tubuhmu.
4:2 Kamu mengingini dan kamu tidak memperolehnya, kamu membunuh dan kamu 
cemburu dan kamu tidak mampu menggapainya, kamu bertengkar dan berperang, 
tetapi kamu tidak memperolehnya karena kamu tidak meminta.
4:3 Kamu meminta tetapi kamu tidak menerima, sebab kamu meminta dengan jahat, 
bahwa kamu akan menghamburkannya dalam kesenanganmu.
4:4 Hai pria-pria dan wanita-wanita pezina, tidakkah kamu mengetahui bahwa 
persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Elohim? Jadi siapa saja yang 
bermaksud menjadi sahabat dunia ini, dia ditetapkan sebagai musuh Elohim.

KJV
Jas 4:1 From whence come wars and fightings among you? come they not hence, 
even of your lusts that war in your members? 
Jas 4:2 Ye lust, and have not: ye kill, and desire to have, and cannot obtain: 
ye fight and war, yet ye have not, because ye ask not. 
Jas 4:3 Ye ask, and receive not, because ye ask amiss, that ye may consume it 
upon your lusts. 
Jas 4:4 Ye adulterers and adulteresses, know ye not that the friendship of the 
world is enmity with God? whosoever therefore will be a friend of the world is 
the enemy of God. 

Orang percaya dipanggil untuk hidup berpusat kepada Elohim, bukan berpusat 
kepada pribadi lain. Berpusat kepada Elohim artinya hidup ini hanya untuk 
melayani Tuhan saja, sebab untuk itulah manusia diciptakan-Nya.

Oleh sebab itu orang percaya harus menyangkal diri, yaitu menolak cara hidup 
manusia pada umumnya yang tidak mengenal keselamatan dalam Yesus Kristus. Cara 
hidup manusia pada umumnya adalah hidup hanya untuk menikmati dunia ini sebagai 
hal yang utama. Berusaha meraih sebanyak-banyaknya yang disediakan dunia 
sekarang ini, dan seolah-olah tidak ada dunia lain yang perlu dinantikan. Itu 
sama saja dengan menjadi sahabat dunia, sesuatu yang dibenci Elohim. Untuk hal 
ini, Yakobus menulis: "Barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia 
menjadikan dirinya musuh Elohim" (ay. 4).

Sebagai pelayan Tuhan, kita harus sadar bahwa harta kekayaan di dunia ini tidak 
boleh menjadi tujuan kehidupan; tetapi itu semua harus menjadi sarana bagi kita 
melayani Tuhan. Namun kita lihat saat ini bahwa yang sering dipromosikan justru 
sebaliknya: Elohim menjadi sarana untuk meraih harta kekayaan dunia. Kalau 
begini berarti pusat hidupnya adalah dunia, bukan Elohim.

Dengan menjadikan Elohim sebagai pusat hidup kita, bukan berarti kita tidak 
boleh meraih uang dan menggunakan fasilitas hidup di dunia ini. Justru kita 
harus dapat meraih sebanyak-banyaknya uang dan fasilitas hidup yang ada agar 
dapat digunakan untuk pekerjaan-Nya. Dengan memiliki semakin banyak, tentu kita 
semakin efektif bagi Tuhan.

Perbedaan kita dengan manusia pada umumnya adalah pusat hidupnya. Kalau kita 
menjadikan Elohim sebagai pusat, maka kita akan merelakan semua yang ada pada 
kita untuk kepentingan-Nya; tetapi kalau dunialah yang menjadi pusat, pasti 
kenikmatan hidup duniawi dijadikan hal yang utama. Itulah cara hidup manusia 
pada umumnya. Kalau orang percaya hidupnya tidak berpusat kepada Tuhan, berarti 
ia berkhianat kepada-Nya; berarti ia sejatinya menyembah Iblis (Luk. 4:7).
-------------------------------------------
KS-ILT
Luk 4:7 Sebab itu, jika Engkau menyembah di hadapanku, semua itu akan menjadi 
milik-Mu."

KJV
Luk 4:7 If thou therefore wilt worship me, all shall be thine. 

Jika kita di dalam hati kita masih menganggap cara hidup seperti manusia pada 
umumnya adalah wajar, berarti kita masih tertawan oleh belenggu keindahan 
dunia. Semua ini bukan berasal dari Bapa tetapi berasal dari kuasa jahat. 
Buatlah komitmen untuk bertobat melalui perjuangan melepaskan belenggu 
tersebut. Jika kita mau berjuang dan menyerahkan diri kepada pimpinan Roh 
Kudus, kita pasti bisa melepaskan diri dari keduniawian tersebut.

Jika kita menjadikan Elohim pusat hidup kita, kita akan merelakan semua yang 
ada pada kita untuk kepentingan-Nya.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
================================== 
From: FRS Sowong [[email protected]]

Percintaan Dunia

Bacaan: Ibrani 12: 1-6
12:1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, 
marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan 
berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang 
memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, 
yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang 
disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Elohim.
12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu 
terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi 
lemah dan putus asa.
12:4. Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
12:5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti 
kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan 
janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang 
diakui-Nya sebagai anak."
--------------------------------------------------
KS-ILT
Ibr 12:1 Oleh karena itu, kita juga, karena mempunyai begitu besar awan 
kesaksian yang mengelilingi kita, dengan menyingkirkan segala rintangan dan 
dosa yang mudah menjerat, marilah kita berlomba dengan ketekunan dalam 
perlombaan yang disediakan sebelumnya bagi kita,
12:2 sambil memandang kepada YESHUA, Penguasa dan penyempurna iman, yang dengan 
mengabaikan aib ganti sukacita yang disediakan bagi-Nya, Dia tabah memikul 
salib; maka Dia telah duduk di sebelah kanan takhta Elohim.
12:3 Karena itu pertimbangkanlah, Dia yang tabah menanggung bantahan seperti 
itu terhadap diri-Nya oleh para pendosa, adalah supaya kamu tidak menjadi letih 
karena tawar hati dalam jiwamu.
12:4 Ketika bergumul dengan dosa, kamu belum melawannya sampai tetesan darah.
12:5 Tetapi kamu telah dibuat lupa akan nasihat yang Dia bicarakan kepada kamu 
seperti kepada anak-anak, "Hai anak-Ku, janganlah menganggap ringan didikan 
YAHWEH, jangan pula menjadi tawar hati ketika ditempelak oleh-Nya.
12:6 Sebab siapa yang YAHWEH kasihi, Dia mendidiknya, dan setiap anak yang Dia 
terima, Dia mencambuknya."

KJV
Heb 12:1 Wherefore seeing we also are compassed about with so great a cloud of 
witnesses, let us lay aside every weight, and the sin which doth so easily 
beset us, and let us run with patience the race that is set before us, 
Heb 12:2 Looking unto Jesus the author and finisher of our faith; who for the 
joy that was set before him endured the cross, despising the shame, and is set 
down at the right hand of the throne of God. 
Heb 12:3 For consider him that endured such contradiction of sinners against 
himself, lest ye be wearied and faint in your minds. 
Heb 12:4 Ye have not yet resisted unto blood, striving against sin. 
Heb 12:5 And ye have forgotten the exhortation which speaketh unto you as unto 
children, My son, despise not thou the chastening of the Lord, nor faint when 
thou art rebuked of him: 
Heb 12:6 For whom the Lord loveth he chasteneth, and scourgeth every son whom 
he receiveth. 

Kehidupan Kristen adalah perlombaan wajib. Kalau kita menang, kita akan 
mewarisi langit dan bumi baru. Penulis Kitab Ibrani mengungkapkan satu hal yang 
penting agar kita dapat menang dalam perlombaan tersebut, yakni menanggalkan 
semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita (ay. 1).

Apakah beban yang paling merintangi kita? Itulah percintaan dengan dunia. 
Ikatan dengan dunia sudah mendarah daging dalam diri kebanyakan orang, sebab 
perlu diakui, sejak kecil rata-rata orang tua menekankan kesuksesan hidup dalam 
dunia ini, atau paling tidak hidup dalam kewajaran seperti manusia lain.

Jangan kita menganggap remeh ikatan ini. Tanpa usaha untuk menanggulanginya 
dengan serius, kita akan tetap terbelenggu dan memikul beban tersebut. 
Perhatikan orang-orang yang tidak menganggap ikatan ini sebagai bahaya besar. 
Mereka tidak pernah berjuang melepaskan beban ini dengan sungguh-sungguh. 
Ini tampak dari hidupnya; seumur hidup kebanggaan mereka adalah harta dunia. 
Akhirnya di mata Tuhan, mereka kalah dalam perlombaan iman ini.

Bagi para rohaniwan, patut untuk lebih waspada, sebab jabatan sebagai rohaniwan 
pun tidak otomatis membuat kita bebas dari belenggu ini.Sekalipun kita sudah 
menjadi pelayan Tuhan sepenuh waktu, kita harus mewaspadai pikiran kita, sebab 
belum tentu pola pikir kita sudah rohani.

Kerohanian tidak tergantung dari perasaan seseorang, tetapi dari perbuatannya. 
Seseorang tidak dapat menjadi rohani, kalau selalu mendengarkan hal-hal yang 
tidak mendewasakan kerohaniannya. 
Contohnya, dalam gereja, selalu materi atau berkat jasmani semata yang 
ditonjolkan. Firman Tuhan, kesaksian, doa dan lagu-lagu selalu sekitar berkat, 
kuasa dan mukjizat jasmani. Semula ini hanya terjadi di gereja-gereja yang 
menganut teologi kemakmuran; namun dewasa ini kita melihat di kalangan 
gereja-gereja arus utama juga sudah ada yang terjangkit virus ini, sebab mereka 
menganggap bahwa hidup seperti anak-anak dunia adalah wajar. Dengan tegas kita 
harus mengatakan bahwa pandangan itu keliru dan tidak Alkitabiah.

Sejatinya, orang percaya harus memiliki kehidupan yang memiliki perbedaan 
mencolok dari mereka yang tidak dipanggil sebagai umat pilihan. Orang percaya 
yang benar akan menjadikan langit baru dan bumi yang baru sebagai tujuan utama 
kehidupan dan kerinduannya yang terbesar. Ini tidak dimiliki oleh anak-anak 
dunia. Masihkah kita memikul beban berupa ikatan percintaan dengan dunia? 
Berkomitmenlah untuk berjuang melepaskannya sebelum terlambat.

Beban yang paling merintangi kita dalam perlombaan iman adalah ikatan 
percintaan dengan dunia.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 

Kirim email ke