Injil
Matius, Kisah Para Rasul, Surat Roma, dll merupakan beberapa kitab dalam
Perjanjian Baru. Apa itu Perjanjian Baru? Apa yang melatarbelakangi Perjanjian
Baru? 

 

Temukan jawabannya dalam:

Buku

LATAR BELAKANG PERJANJIAN BARU

Jilid 3: SASTRA

 

oleh: Pdt. Lukas Tjandra, D.Miss.

 

Penerjemah:
Ev. Eunice Liauw, S.Th.

 

Penerbit: Literatur SAAT Malang, 2010

 

 

 

 

 

Di
dalam bukunya Latar Belakang Perjanjian Baru Jilid 3: Sastra, Pdt. Lukas 
Tjandra,
D.Miss. menguraikan hal-hal yang melatarbelakangi Perjanjian Baru khusus di
dalam bidang sastra dengan 5 pasal. Pasal 1 berisi latar belakang Perjanjian
Lama, Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani (Septuaginta), dan kaitan PL dengan
PB. Di Pasal 2, Pdt. Lukas Tjandra memaparkan seputar kitab-kitab Apokrifa 
(latar
belakang, status, kekurangan, dan nilai Apokrifa) dan Pseudepigrafa (intisari).
Kemudian, di Pasal 3, penulis memaparkan seputar sastra Perjanjian Lama (kitab
Hikmat dan sastra Nabi, dll) dan tulisan-tulisan lain dalam Kitab Agama Orang
Yahudi, seperti: Talmud dan Midrash. Selanjutnya, pembahasan beralih kepada 
gulungan
laut mati yang ditemukan dan masyarakat Qumran. Dan di akhir pasal, beliau
memaparkan pengenalan seputar Alkitab dan terjemahannya. Di bagian akhir ini,
beliau menguraikan sejarah terbentuknya Perjanjian Baru, salinan-salinan PB
yang disebut Codex (ada 7 Codex), berbagai jenis terjemahan kuno dalam bahasa
Aram, Latin, dan Syria, berbagai terjemahan Alkitab berbahasa Inggris dari kuno
sampai modern, dan sejarah Alkitab terjemahan Indonesia. Biarlah buku yang
disusun dengan teliti dan bahasa yang sederhana ini dapat menguatkan iman
Kristen kita tentang dapat diandalkannya Perjanjian Baru yang kita miliki.





 

 

 

 

Profil
Pdt. Dr. Lukas Tjandra:

Pdt. Lukas Tjandra, M.A., D.Miss.
yang lahir di Binjai, Sumatera Utara adalah General
Secretary di Golden Lampstand Publishing Society sejak tahun 2001. Beliau
adalah alumni Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang pada tahun
1956-1959, kemudian melanjutkan studi di Melbourne Bible Institute pada tahun
1962-1963. Pada tahun 1973, beliau menyelesaikan studi Master of Arts (M.A.) di 
Trinity Evangelical Divinity School,
Chicago, U.S.A. dan Doctor of Missiology
(D.Miss.) di Fuller Theological Seminary, U.S.A. pada tahun 1988.




“Tuhan sering kali menggunakan dosa-dosa orang lain untuk menyingkapkan 
kelemahan kita sendiri.”
(Rev. Bob Kauflin, Worship Matters, hlm. 382)

Kirim email ke