POLEMIK SEKITAR KEBANGKITAN

". . . Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang
ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada
Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan
diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka
masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku. (1
Korintus 15:3-8)."

Artikel A099 - Kesaksian Kebangkitan Paskah dan S20 - Tubuh Kebangkitan,
keduanya secara jelas menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus secara tubuh
berdaging dan bertulang terjadi dalam ruang dan waktu dan dilaporkan oleh
para saksi mata, bukan saja oleh satu-dua orang melainkan sampai lebih dari
limaratus orang sekaligus. Namun sumber-sumber luar yang tidak bisa menerima
Yesus sebagai Tuhan dan Kristus yang bangkit berusaha menyangkalnya
sekalipun mereka umumnya percaya adanya fakta penyaliban, karena itu marilah
kita menyinggung soal "Polemik Sekitar Kebangkitan" yang paling banyak
dilontarkan dalam kaitan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. 

1.            Pandangan Agama Lain

Agama-agama lain cenderung menolak kebangkitan Kristus dan menghadirkan
cerita-cerita lain untuk menyangkalnya. Agama-agama sebelum Yesus memang
tidak menyebut soal penyaliban namun sastra dilingkungan itu mengemukakan
berbagai cerita sekitar penyaliban. Dalam Al-Quran yang ditulis sesudah masa
Yesus disebutkan bahwa Isa tidak disalibkan melainkan tempatnya digantikan
oleh orang lain:

""Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah",
padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang
mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka."
(QS.4:157, Al-quran Digital versi 2.1)

Ada tradisi Islam menyebutkan bahwa yang disalib adalah Yudas, murid yang
menyerahkan Yesus untuk disalibkan. Namun, sebenarnya dalam Al-Quran juga
ada tersirat bahwa Isa dilahirkan, diwafatkan, dan dibangkitkan kembali:

"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan,
pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali."
(QS.19:33, lihat ayat 29-34 selengkapnya, Al-quran Digital versi 2.1)

2.            Disalib Mati dan Dikubur

Ada yang menyebutkan bahwa Yesus disalibkan lalu mati dan dikuburkan. Isu
ini dihembuskan oleh Mahkamah Agama Yahudi yang menyebutkan bahwa mereka
menyuruh para prajurit menaburkan dusta bahwa mayat Yesus dicuri oleh para
murid:

"Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan
mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur." (Mat.28:13).

Sekalipun itu terjadi pada abad pertama dan sudah dilupakan orang, namun
pada milenium ke-21 dihembuskan kembali oleh sutradara James Cameron dalam
film "The Lost Tomb of Jesus" (2007) dimana dusta itu diperpanjang bahwa
setelah mencuri mayat Yesus lalu para murid dikatakan sebagai membawanya
untuk dikubur dikuburan keluarga di Talpiot di sebelah selatan Yerusalem.

3.            Disalib Tetapi Mati Suri

Cerita bahwa Yesus disalib tapi tidak mati melainkan pingsan atau mati suri
banyak dilontarkan orang. Ahmadyah dan Ahmad Deedat mengemukakan bahwa
kemudian Yesus siuman dan pergi ke Kashmir dan mati tua disana dan dikubur
di Srinagar. Versi Jepang menyebutkan Yesus kemudian siuman dan pergi ke
India, Burma, Cina, lalu ke Jepang dan mati tua dan dikuburkan di Herai di
Jepang Utara. Tulisan modern oleh para skeptik juga menulis bahwa "setelah
siuman Yesus disembuhkan oleh Simon Magus dan lari ke lorong-lorong Qumran,
kemudian menikah dengan maria Magdalena, cerai, dan menikah lagi dengan
Lidya" (Barbara Thiering, The Riddle of the Dead Sea Scrolls / Jesus the
Man). Michael Baigent menulis dalam bukunya "Holy Blood, Holy Grail", bahwa
"setelah siuman Yesus pergi ke Perancis selatan, menikah dengan Maria
Magdalena dan kemudian mati tua dan dikuburkan  disana." Dongeng ini
digemakan kembali oleh Dan Brown dalam bukunya "The Da Vinci Code." 

Umumnya teolog liberal tidak menyangkal bahwa Yesus disalib namun banyak
yang menyebut ia tidak mati karena disalib melainkan 'mati suri,' setelah
siuman/sadar (resuscitation tapi  bukan resurrection)' Yesus kemudian bangun
dan dimasa tua meninggal dunia dan dikubur.

4.            Disalib, Mati, dan Bangkit Secara Roh

Saksi-Saksi Yehuwa percaya bahwa Yesus mati tapi bukan dikayu salib
melainkan di paku di tiang siksaan berupa batang pohon, lalu mati dan
dikuburkan. Ia kemudian bangkit secara roh di sorga dan tubuhnya dimusnahkan
Yehuwa dan Ia menjelma menjadi manusia ketika mau menjumpai murid-muridnya
di bumi. Karen L. King dalam bukunya "The Gospel of Mary of Magdala"
menyebut bahwa Yesus tidak bangkit secara tubuh melainkan secara roh, itulah
sebabnya Ia tidak mau dipeluk oleh Maria Magdalena menurutnya. 

Rupanya King tidak sadar bahwa sekalipun Ia tidak mau dipegang oleh Maria
Magdalena (Yoh.20:17) tetapi ia membiarkan para murid lainnya memeluk
kakinya (Mat.28:9). Kenyataan lain kehadiran-Nya dalam keadaan berdaging &
bertulang dinyatakan dengan Yesus berkata pada para murid bahwa "hantu tidak
berdaging dan bertulang" (Luk.24:39) dan menyuruh Thomas menusukkan jarinya
kelubang di lambung dan tangan Yesus (Yoh.20:27). Hal lain yang menunjukkan
bahwa Yesus benar-benar bangkit dengan tubuh yang lama ditunjukkan dengan
berkali-kali makan roti dan ikan goreng bersama para murid (Luk.24:30,42-43;
Yoh.21:10-12),

5.            Catatan Sejarah

Sejarah mencatat bahwa para bapa gereja yang umumnya adalah murid-murid
penerus para rasul dalam tulisan mereka juga memberitakan kesaksian
kebangkitan Yesus, bahkan kebangkitan Yesus yang menunjukkan kemenangan atas
maut dan tuntasnya penebusan dosa manusia menjadi fundasi yang teguh dalam
pelayanan para bapa gereja dan pemberita Injil sampai hari ini. Bukan hanya
itu, kesaksian kebangkitan secara tidak langsung juga disebutkan dalam
tulisan para ahli sejarah. Josephus, sejarawan Yahudi abad pertama menyebut
dalam tulisannya tentang Yesus yang mati disalib dan bangkit pada hari
ketiga:

"Pilatus, atas usul pemimpin Yahudi, menghukum-Nya untuk disalib, mereka
yang mencintai-Nya tidak meninggalkan-Nya karena Ia menampakkan diri dalam
keadaan hidup tiga hari kemudian, seperti yang dinubuatkan banyak nabi dan
sepuluh ribu kejadian ajaib mengenai-Nya." (Antiquities XVIII,3,3)

Bahkan, Cornelius Tacitus (ca 116 M) seorang sejarawan Romawi yang anti
kristen menyinggung juga peristiwa kebangkitan secara tidak langsung sebagai
'tahyul yang jahat':

"Kristus, dari nama itu sebutan Kristen itu berasal, menderita hukuman yang
luar biasa selama pemerintahan Tiberius di tangan salah satu prokurator
kita, Pontius Pilatus. Adapun takhayul yang paling jahat, yang dihentikan
kala itu, sekali lagi pecah tidak hanya di Yudea, sumber pertama kejahatan
itu, tetapi juga di Roma, yang menjadi pusatnya dan menjadi populer, semua
yang tersembunyi dan memalukan dari seluruh dunia." (Annals, XV, 44, 116AD.
Baca juga Tacitus on Jesus dalam wikipedia)

Berdasarkan kenyataan sejarah yang jelas di atas, marilah kita dengan setia
tetap beriman teguh akan kesaksian para rasul yang rela menjadi martir demi
kesaksian kebangkitan dan marilah kita terus memberitakan kesaksian
kebangkitan sebagai fundasi pelayanan pemberitaan Injil sampai kedatangan
Yesus yang kedua kalinya untuk menghakimi umat manusia. 

Salam kasih dari YABINA ministry (www.yabina.org). 

Kirim email ke