From: FRS Sowong [[email protected]] Menggunakan Nalar
Bacaan: 2 Timotius 4: 3-4 4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. ---------------------------------------------- KS-ILT 2Tim 4:3 Sebab waktunya akan tiba, ketika mereka tidak dapat bertenggang rasa terhadap pengajaran yang sehat, sebaliknya sesuai dengan keinginan mereka sendiri, mereka akan mengumpulkan para pengajar bagi diri mereka sendiri, agar pendengarannya digatalkan, 4:4 dan sesungguhnya mereka akan memalingkan pendengarannya dari kebenaran dan mereka akan dibelokkan kepada dongeng-dongeng. KJV 2Ti 4:3 For the time will come when they will not endure sound doctrine; but after their own lusts shall they heap to themselves teachers, having itching ears; 2Ti 4:4 And they shall turn away their ears from the truth, and shall be turned unto fables. Kalau kita mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi kita, artinya kita harus menggunakan dan mengasah akal budi kita dalam berurusan dengan Tuhan. Pikiran kita harus diperbarui setiap hari. Kita harus semakin cerdas, semakin mengerti kebenaran, membuang semua konsep yang keliru, lalu mengenakan konsep yang benar. Contohnya, seorang anak menganggap pelangi adalah lukisan spidol Tuhan di langit. Semakin ia dewasa, ia mengalami pembaruan pikiran dan tahu bahwa pelangi adalah pembiasan sinar matahari oleh titik-titik air. Ketika Nuh diberi Tuhan tanda pelangi sebagai janji bahwa Ia tidak akan menghukum dunia dengan air bah lagi, Nuh yang belum mengenal ilmu fisika pasti berpikir bahwa pelangi adalah suatu benda yang berwarna. Tetapi sekarang kita tahu, bahwa maksud Tuhan dengan pelangi tersebut adalah, selama matahari masih bersinar di bumi ini, maka bumi masih eksis. Sebab suatu hari nanti, saat bumi dihukum di akhir zaman, cahaya matahari akan terhalang karena berbagai fenomena di langit (Mat. 24:29). Kita juga tahu bahwa dunia tidak akan dihukum dengan air, tetapi api (2 Petrus 3: 10). Demikian pula kita harus menerima pernyataan-pernyataan Tuhan Yesus dengan akal budi yang cerdas. Misalnya, saat Yesus bersabda mengenai iman yang memindahkan gunung (Mrk. 11:23), maksudnya pasti bukan gunung secara harfiah, sebab selain Ia tidak pernah memindahkan gunung, memindahkan gunung juga bisa mendatangkan bencana dan tidak jelas kegunaan positifnya. Contoh lain, tidak mungkin Tuhan melipatgandakan berkat-Nya atas persembahan yang diberikan umat-Nya, kalau mereka memberi hanya karena mencari keuntungan pribadi tanpa kerja keras dan tidak bisa dipercayai Tuhan. Itu justru membuat mereka menjadi sombong karena hidup dalam kesenangan daging. Yang benar, Tuhan akan melipatgandakan berkat-Nya atas anak-anak Tuhan yang mencari berkat itu dengan motivasi yang benar, yaitu untuk kemuliaan-Nya. Semua ini harus dipecahkan dengan nalar yang sehat dan jujur. -------------------------------------------------- KS-ILT Mat 24:29 "Dan segera sesudah kesukaran hari-hari itu, matahari akan dijadikan gelap dan bulan tidak akan memberi cahayanya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan diguncangkan. 2Pet 3:10 Dan hari Tuhan akan tiba seperti pencuri pada malam hari. Pada saat itu langit akan berlalu dengan suara gemuruh, dan anasir-anasir akan dilebur dengan dibakar panas yang membara, juga bumi dan kegiatan-kegiatan yang ada di dalamnya akan terbakar habis. Mar 11:23 Sebab, sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa siapa saja yang berkata kepada gunung ini: Terangkatlah dan tercampaklah ke laut, dan dia tidak dibimbangkan dalam hatinya, melainkan percaya bahwa apa yang ia katakan sedang terjadi, apa saja yang ia katakan, itu akan terjadi kepadanya. KJV Mat 24:29 Immediately after the tribulation of those days shall the sun be darkened, and the moon shall not give her light, and the stars shall fall from heaven, and the powers of the heavens shall be shaken: 2Pe 3:10 But the day of the Lord will come as a thief in the night; in the which the heavens shall pass away with a great noise, and the elements shall melt with fervent heat, the earth also and the works that are therein shall be burned up. Mar 11:23 For verily I say unto you, That whosoever shall say unto this mountain, Be thou removed, and be thou cast into the sea; and shall not doubt in his heart, but shall believe that those things which he saith shall come to pass; he shall have whatsoever he saith. Sayangnya hari ini banyak kebohongan yang disampaikan terus-menerus dengan berani, sehingga banyak orang memercayainya dan menerimanya sebagai kebenaran. Apalagi kalau kebohongan itu disampaikan dengan menggunakan nama Tuhan, oleh orang yang mengaku dirinya utusan Tuhan, pernah bertemu langsung dengan Tuhan dan menerima visi langsung dari Tuhan. Di masyarakat yang biasa berpikir mistis dan tidak logis, praktik kebohongan yang sesungguhnya perdukunan ini menjadi subur. Kita tidak akan terjerat jika kita menggunakan nalar. Pembaruan pikiran berarti kita semakin cerdas dalam mengerti kebenarandan membuang konsep yang keliru. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ========================================== From: FRS Sowong [[email protected]] Jangan Bebal Bacaan: Mazmur 14: 1 14:1. Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Elohim." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik. -------------------------------------------------- KS-ILT Maz 14:1 Untuk pemimpin musik. Oleh Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya, "Tidak ada Elohim!" mereka berbuat jahat; mereka berbuat kekejian; tak seorang pun yang berbuat baik. KJV Psa 14:1 <To the chief Musician, A Psalm of David.> The fool hath said in his heart, There is no God. They are corrupt, they have done abominable works, there is none that doeth good. Tidak ada orang bebal yang sekaligus bijak. Dalam Mazmurnya, Daud menulis bahwa orang bebal mengatakan bahwa Elohim itu tidak ada. Dalam teks aslinya, kata "bebal" adalah ????? (nâvâl) yang artinya "bodoh", "jahat" (dalam arti tidak hormat kepada Tuhan). Karena tidak ada orang bebal yang sekaligus bijak, berarti ayat ini menyatakan bahwa yang memiliki pengertian yang benar bahwa Elohim itu ada hanyalah orang bijak. Jadi, kalau di negeri ini sebagian besar orang mengaku percaya bahwa Tuhan itu ada dan bahkan mengenal-Nya, kebanyakan itu omong kosong belaka, sebab kelakuan mereka membuktikan bahwa mereka tidak percaya bahwa Elohim itu benar-benar ada. Dengan kata lain, mereka termasuk orang bebal. Orang bijak adalah orang yang mengerti Firman, dan dalam kelakuannya menunjukkan kepercayaannya kepada Elohim. Iman seseorang dibuktikan dengan perbuatannya, dan perbuatan seseorang menjadi benar bila ia mengerti Firman dengan pikirannya. Jadi kita harus menolak konsep yang sering dikumandangkan, bahwa iman tidak boleh diterima dengan akal budi; iman itu tidak bisa dicerna oleh pikiran; yang penting percaya saja, titik. Konsep yang memberangus pikiran dan menudingnya sebagai ancaman bagi iman adalah salah. Konsep ini membodohi banyak orang dan membuat mereka terbelenggu sebagai orang-orang bebal. Pengajar yang benar selalu menggunakan prinsip-prinsip penafsiran Alkitab yang benar, dan menggunakan pikirannya dengan maksimal untuk memastikan apa yang diajarkannya sungguh-sungguh benar, dan membuat jemaat menjadi bijak. Ini berbeda dengan pengajar-pengajar palsu yang memasukkan ide-ide dari mana saja, kemudian mencomot ayat-ayat Alkitab untuk mendukung ide tersebut tanpa memperhatikan konteksnya. Itulah sebabnya pengajar palsu tidak dapat menguraikan dengan benar, sebab ia memang salah. Buah ajarannya adalah jemaat yang bebal. Kita harus mempertanyakan para pengajar yang menekankan "Percaya saja" dan melarang jemaat bertanya minta penjelasan. Sikap ini adalah ciri-ciri kesesatan. Pengajar yang benar akan berusaha menunjukkan mengapa begini dan mengapa begitu, sejauh yang bisa dijelaskannya. Wahyu Tuhan memang melampaui penalaran manusia-sebab Elohim melampaui akal budi manusia-tetapi juga tidak akan kurang dari penalaran manusia. Mari kita mencintai Dia dengan segenap akal budi agar mengalami pembaruan akal budi dan menjadi bijak. Orang bijak adalah orang yang mengalami pembaruan akal budi oleh pengertiannya mengenai kebenaran Firman. Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ======================================= From: FRS Sowong [[email protected]] Berjuang Untuk Mengerti Bacaan: Matius 13: 18-23 13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. 13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. 13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. 13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. 13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." ------------------------------------------------------- KS-ILT Mat 13:18 "Oleh karena itu, kamu, dengarkanlah perumpamaan orang yang menabur. 13:19 Bagi setiap orang yang mendengar firman kerajaan dan tidak memahami, datanglah si jahat dan merampas yang telah ditaburkan di dalam hatinya; inilah yang ditaburkan di tepi jalan. 13:20 Dan yang ditaburkan di tempat yang berbatu, inilah yang mendengarkan firman dan segera menerimanya dengan sukacita, 13:21 tetapi tidak mempunyai akar di dalam dirinya, melainkan adanya sementara saja; dan ketika terjadi kesukaran atau penganiayaan karena firman, dia segera tersandung. 13:22 Dan yang ditaburkan pada semak duri, inilah yang mendengarkan firman, dan kekhawatiran zaman ini dan tipu daya kekayaan mengimpit firman itu, dan dia menjadi tak berbuah. 13:23 Dan yang ditaburkan di tanah yang subur, inilah yang mendengarkan firman dan memahaminya, dialah yang benar-benar berbuah dan menghasilkan: yang satu ada yang seratus kali lipat, yang lain ada yang enam puluh kali lipat dan ada yang tiga puluh kali lipat." KJV Mat 13:18 Hear ye therefore the parable of the sower. Mat 13:19 When any one heareth the word of the kingdom, and understandeth it not, then cometh the wicked one, and catcheth away that which was sown in his heart. This is he which received seed by the way side. Mat 13:20 But he that received the seed into stony places, the same is he that heareth the word, and anon with joy receiveth it; Mat 13:21 Yet hath he not root in himself, but dureth for a while: for when tribulation or persecution ariseth because of the word, by and by he is offended. Mat 13:22 He also that received seed among the thorns is he that heareth the word; and the care of this world, and the deceitfulness of riches, choke the word, and he becometh unfruitful. Mat 13:23 But he that received seed into the good ground is he that heareth the word, and understandeth it; which also beareth fruit, and bringeth forth, some an hundredfold, some sixty, some thirty. Dalam penjelasan mengenai perumpamaan tentang penabur, Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang yang hidupnya berbuah adalah mereka yang mendengar Firman Tuhan dan mengerti (ay. 23). Perhatikan perubahan dari mendengar menjadi mengerti di sini. Ini juga berhubungan dengan Rm. 10:17, yang menyatakan bahwa iman datang dari pendengaran yang berasal dari Firman Kristus. Seseorang tidak dapat mendadak beriman jika mendengar saja tanpa mengerti. Tidak ada orang yang bisa percaya dengan benar, tanpa mengerti apa yang dipercayainya itu. Percaya adalah landasan besarnya, yang dipercayai akan menjadi terbukti benar dan diterima sebagai kebenaran yang melekat dalam kehidupan seseorang ketika seseorang mengerti. -------------------------------------------------- KS-ILT Rom 10:17 Jadi, iman itu dari pendengaran, dan pendengaran itu melalui firman Elohim. KJV Rom 10:17 So then faith cometh by hearing, and hearing by the word of God. Orang yang sudah melihat bukti bahwa lima kali lima sama dengan dua puluh lima tidak akan membantah fakta itu lagi. Tetapi bagi mereka yang belum melihat buktinya, mungkin masih ragu. Itulah sebabnya ada orang-orang yang meninggalkan iman Kristennya; umumnya mereka belum mengalami pembuktian imannya dengan benar. Orang percaya harus memiliki alasan atau dasar atas apa yang dipercayainya. Kekristenan bukan asal percaya, melainkan kepercayaan yang didukung oleh fakta-fakta rasional, yang harus ditangkap dengan pengertian yang lengkap. Kata "mengerti" dalam teks tersebut dalam bahasa aslinya adalah ??????? (synyemi) yang artinya adalah "mengumpulkan fakta", "mengerti", "memahami", dan secara implikasi, "menjadi bijak". Kita tidak bisa menjadi bijak tanpa memahami apa yang kita dengar atau baca. Oleh sebab itu kita harus berusaha mengerti apa yang kita percayai, sehingga memperoleh jawaban yang kokoh mengenai mengapa kita harus memercayainya. Ternyata berapa banyak buah yang dihasilkan tergantung sejauh mana ia memahami kebenaran. Tiga puluh, enam puluh dan seratus kali lipat itu menunjukkan kedalaman seseorang mengenal Tuhan. Ini memengaruhi kualitas hidupnya, yakni kesucian hidupnya. Ingat, Tuhan Yesus menyatakan, bukan orang yang memanggil Dia Tuhan yang akan masuk Surga, melainkan yang melakukan kehendak Bapa (Mat. 7:21). Bagaimana kita bisa melakukan kehendak Bapa, kalau kita tidak mengerti kehendak-Nya? Bagaimana kita bisa mengerti kehendak-Nya, kalau tidak berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mengerti? Karena itu marilah kita berkomitmen untuk berusaha mengerti apa yang kita percayai. ------------------------------------------------- KS-ILT Mat 7:21 Bukan setiap orang yang berkata kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, dia akan masuk ke dalam kerajaan surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. KJV Mat 7:21 Not every one that saith unto me, Lord, Lord, shall enter into the kingdom of heaven; but he that doeth the will of my Father which is in heaven. Orang yang percaya dengan benar pasti mengerti apa yang dipercayainya. Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

