ROH KUDUS DI HARI PENTAKOSTA

"Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak
pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi,
Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan
dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap
tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan
kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini
telah dihukum." (Yohanes 16:7-11)

Ayat-ayat diatas menunjukkan dengan jelas bahwa Roh Kudus adalah pribadi
Allah yang menggantikan dan meneruskan peran pribadi Anak Allah untuk
membawa manusia kepada keinsyafan akan dosa, kebenaran & penghakiman,
hal-hal yang sebelumnya telah diberitakan oleh Tuhan Yesus ketika Ia masih
berada didalam dunia dan oleh Allah Bapa melalui berbagai cara (nabi dll,
band. Ibr.1:1-4) pada masa Perjanjian Lama. Roh Kudus secara tetap mulai
hadir 10 hari setelah Tuhan Yesus naik ke surga (Hari Minggu Pentakosta) dan
sebagai penolong dan penghibur umat percaya yang memeteraikan kelahiran
gereja Kristen.

Penolakan terhadap kepribadian Roh Kudus sudah ada sejak abad-I-II, Gnostik
mengajarkan bahwa 'roh kudus' hanya sekedar pancaran atau radiasi. Pada abad
IV, Arius (Arianisme) terpengaruh Gnostik juga menganggap bahwa roh kudus
sekedar tenaga atau pengaruh yang tidak berpribadi. Membangkitkan kembali
ajaran Arius, pada abad XIX timbul aliran-aliran kultus yang merendahkan
pribadi Roh Kudus dan dirintis Saksi-Saksi Yehuwa, 'roh kudus' dianggap
sekedar 'Tenaga Aktif' saja, dan ini dilanjutkan dalam berbagai aliran
Gerakan Nama Suci. Bagaimana Firman Tuhan berbicara mengenai pribadi Allah
ketiga yang dipercayai oleh umumnya gereja-gereja Kristen ini? 

Saksi-Saksi Yehuwa

Saksi-Saksi Yehuwa (SSY) dirintis Charles Taze Russel. Ia terpengaruh Arius
(abad IV) yang menganggap 'roh kudus' sekedar tenaga atau pengaruh yang
tidak berpribadi saja. Mendahului Saksi-Saksi Yehuwa, Ajaran Arianisme
mempengaruhi Christadelphian yang salah satu tokohnya menulis terjemahan
kata-per-kata dari Alkitab dan dinamakan Emphatic Diaglot. Emphaic Diaglott
ini kemudian digunakan oleh SSY sebagai kitab sucinya yang pertama dimana
terjemahan kata-per-kata menghasilkan terjemahan bahwa 'roh kudus' hanya
'energi' atau 'tenaga aktif allah' saja, Itulah sebabnya terjemahan Kitab
Suci NW dari SSY yang didasarkan ED menerjemahkan 'ruach elohim' (Kej.1:2)
menjadi 'tenaga aktif allah' (LAI menerjemahkannya sebagai Roh Allah). 

SSY menyebutkan tentang roh kudus, bahwa: 

"Pada suatu peristiwa roh kudus muncul dalam bentuk seekor burung merpati.
Pada kesempatan lain seperti lidah-lidah api - tidak pernah sebagai suatu
pribadi". (Haruskah Anda Percaya Kepada Tritunggal?, hlm.21)

Komentar ini menimbulkan tanda-tanya tentang "Apakah yang dimaksudkan SSY
dengan 'pribadi'?" Iblis sebagai mahluk roh juga tidak digambarkan pribadi
seperti halnya manusia, melainkan sebagai ular, naga, atau kekuatan jahat,
demikian juga Allah Bapa digambarkan sebagai cahaya/terang/api menyala yang
tidak pernah dilihat manusia atau ditunjukkan dalam bentuk manusia. Jadi
bila disebutkan ruach bukan sebagai 'pribadi manusia' memang tidak, tetapi
Roh Kudus sesuai nama-Nya adalah menunjukkan kepada 'pribadi Roh' yang
sering dipersonifikasikan sebagai burung merpati yang halus. Dalam Kis.10:38
dibedakan dengan jelas antara 'Roh Kudus' (pneuma) dan 'kuasa' (dunamis). 

Dalam Alkitab, sekalipun kadang-kadang Roh Kudus digambarkan seakan-akan
hanya sebagai kekuatan yang mendampingi murid-murid, namun terdapat banyak
petunjuk yang menunjukkan bahwa Roh Kudus digambarkan sebagai oknum atau
pribadi Allah. 

Dari satu sudut, dapat dilihat bahwa roh (ibr: ruach, yun: pneuma) bisa
berarti angin atau nafas, namun ruach/pneuma juga berarti 'pribadi roh
rasional'. Strong Concordance menyebut 'ruach' sebagai 'angin, nafas,' tapi
juga 'roh pribadi rasional,' dan 'pneuma' juga disebut sebagai 'angin,
nafas' tapi juga 'roh pribadi manusia rasional' atau 'mahluk roh rasional,
seperti halnya malaikat, setan, Roh Allah/Kristus/Roh Kudus.'

Ada yang menyamakan 'Roh Kudus' sekedar sebagai 'tenaga batin Allah' yang
disamakan dengan konsep 'Chi' (mistik Taoisme) maupun 'Kundalini/Prana'
(mistik Hindu), namun berbeda dengan 'Chi' maupun 'Kundalini/Prana' yang
sudah ada dalam diri manusia sejak lahir sejak manusia pertama, banyak data
dari Alkitab menunjukkan bahwa 'Roh Kudus' adalah 'roh personal Allah' yang
bertindak, berfikir, dan menjadi penolong dan penghibur umat dan dalam
Perjanjian Lama hadir sewaktu-waktu mendampingi umat percaya tetapi sejak
Hari Pentakosta, hari kelahiran gereja, pribadi Allah ketiga itu baru secara
tetap mendiami umat percaya. Menghujat Roh Kudus sama halnya dengan
menghujat Allah Bapa dan Anak Allah tidak akan diampuni (Mrk.3:29).

Gerakan Nama Suci 

Gerakan Nama Suci (GNS memberhalakan nama YHWH) seperti halnya SSY juga
berasal dari tradisi Adventisme, namun berbeda dengan Adventisme yang
percaya bahwa Roh Kudus adalah pribadi Allah yang ketiga, SSY maupun GNS
menolaknya. Sebagai sempalan tradisi Adventisme ada juga yang menyebut diri
mereka 'Church of God, 7thday.' 

COG, 7thday menganut Binitarian, yaitu percaya bahwa ada dua pribadi Allah,
Bapa dan Anak, Anak lebih rendah dari Bapa dalam tingkatan, dan mengikuti
faham SSY mengenai roh kudus yang dianggap tenaga batin Allah. COG, 7thday
belum mempersoalkan pemulihan nama YHWH namun dari sini kemudian
berpecah-belah banyak aliran yang menekankan pemulihan nama YHWH dimulai
dari Assembly of Yahweh. Aliran-aliran GNS yang lahir dari Assembly of
Yahweh ada yang mengikuti Binitarian, ada yang menganut Modalisme/Sabbelian
(Sabelius mengajarkan bahwa YHWH dalam PL disebut Bapa, dalam PB disebut
Anak, dan setelah hari Pentakosta disebut Roh Kudus), dan ada juga yang
mengikuti SSY menganut Unitarian/Arian (YHWH itu tunggal dan Yesus adalah
ciptaan lebih rendah dari YHWH dan Roh Kudus itu tenaga batin ilahi).

Gerakan Pentakosta

Gerakan Pentakosta yang lahir pada akhir abad ke-19 yang kemudian di
gairahkan lagi dengan kebangunan gerakan Kharismatik sejak tahun 1960-an,
kelihatannya merupakan jawaban Tuhan atas perendahan Roh Kudus yang
dilakukan oleh aliran kultus/sektarian Saksi-Saksi Yehuwa dan aliran
Unitarian lainnya seperti GNS sejak akhir abad ke-19 yang menganggap roh
kudus sekedar sebagai tenaga aktif/batin dari Allah. Gerakan Pentakosta
membangunkan kembali kesadaran umat akan Roh Kudus yang adalah pribadi dan
bagian dari keesaan Allah dan bukan saja menerima Roh Kudus sebagai pribadi,
namun lebih dari itu mereka menerima Roh Kudus sebagai pribadi Allah yang
Esa yang berkuasa yang secara nyata bekerja dengan kuasa dan
mujizat-mujizat-Nya secara luar biasa sampai pada zaman akhir ini.

Beberapa pandangan Gerakan Pentakosta mengenai Roh Kudus adalah antara lain:

"Di seluruh Alkitab kita melihat Roh Kudus sebagai Pribadi yang nyata,
melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan oleh Pribadi. Kita melihat Dia
dengan pikiran, intelegensi, dan pengetahuan (Rm.8:27; 1Kor.2:11). Ia
memiliki kemauan (1Kor.12:1). Ia menunjukkan cinta dan kasih sayang
(Rm.15:30). Ia berbicara kepada Filipus (Kis.8:29). Ia menyuruh Petrus
(Kis.11:12). Ia menyuruh jemaat mengkhususkan Paulus dan Barnabas untuk
tugas pelayanan yang kepadanya mereka telah dipanggil (Kis.13:2,4). Pada
suatu kesempatan Ia melarang Paulus berbicara di Propinsi Asia (Kis.16:6-7).
Ia berbicara kepada jemaat (Why.2:7,11,17,29). Ia bergabung dengan gereja
untuk mengundang yang lainnya datang (Why.22:7). . Kita juga melihat bahwa
Roh Kudus dapat didukakan (Yes.63:10; Ef.4:3), dihujat atau dihina
(Mat.12:31; Ibr.10:29), dibohongi (Kis.5:3), dan dicobai atau diuji
(Kis.5:9). Tidak ada tenaga tak berpribadi seperti cahaya atau listrik yang
menunjukkan kesedihan atau cinta kasih yang dmikian. Orang-orang dalam
Alkitab dapat menyambut atau menolak Dia, namun mereka menerimanya sebagai
Roh Allah (Kej.6:3; Kel.31:3; Hak.6:34; Yes.61:1; Rm.8:9; 2Kor.3:3). . Roh
adalah Allah yang benar, sama halnya Bapa adalah Allah dan Anak adalah
Allah, seperti mereka. Ia memiliki sifat-sifat Allah. Ia mahahadir
(Mzm.139:7-8). Ia mahatahu (Yes.40:13; 1Kor.2:10-11). Ia mahakuasa (Za.4:6).
Ia kekal (Ibr.9:14). Ia juga baik, sama halnya Allah adalah baik (Neh.9:20;
Mzm.143:10)." (S.M. Burgess & G.B. McGee (eds), Dictionary of Pentecostal
and Charismatic Movements, 410-411). 

Akhirnya, mengenang hari Pentakosta tidak hanya berarti mengenang turunnya
Roh Kudus yang memberi kita kuasa untuk bersaksi 2000 tahun yang lalu,
tetapi juga mengenang kehadiran Roh Kudus pribadi Allah yang turun ke bumi
menggantikan Tuhan Yesus Kristus dan yang akan tetap mendampingi umat-Nya
sampai kedatangan Tuhan Yesus Kristus kedua kali. Amin! ***

Salam kasih dari YABINA ministry (www.yabina.org).

Kirim email ke