Semangat theologi Reformed yang berprinsip Sola Scriptura (kembali kepada Alkitab) telah terbukti menjadi benteng yang paling kokoh bagi Kekristenan selama berabad-abad untuk menjawab berbagai macam isme-isme, bidat, filsafat, dan theologi yang menyimpang sepanjang zaman. Apa yang menjadi signifikansi theologi Reformed?
Simak pembahasannya dalam: Seminar STTIAA: SIGNIFIKANSI THEOLOGI REFORMED DI DUNIA MASA KINI: Inklusivisme dan Eksklusivisme dalam Theologi Reformed oleh: Pdt. Prof. Joseph Tong, Ph.D., M.B.A. Sekali lagi melalui seminar ini kiranya dapat menolong kita mengambil posisi yang tepat sebagai garam dan terang di tengah zaman yang penuh kompromistis ini. Sabtu, 25 Juni 2011; Pkl. 10.00-13.00 WIB di Gereja Kristen Abdiel (GKA) Elyon Pregolan, Jln. Pregolan Bunder 46-48, Surabaya Biaya: Umum: Rp 30.000, 00/orang Mahasiswa/Dosen/Guru: Rp 20.000, 00 (sudah termasuk makan siang) Disediakan sertifikat bagi yang membutuhkan dengan mengganti biaya cetak sertifikat: Rp 10.000, 00 Contact Person: Lina (031-7383678) Penyelenggara: Pascasarjana Sekolah Tinggi Theologi Injili Abdi Allah (STTIAA) Profil Pembicara: Pdt. Prof. Joseph Tong, B.Th., B.A., Th.M., Ph.D., M.B.A. adalah Direktur Pascasarjana STTIAA sekaligus Pendiri dan Dosen bidang Theologi Filsafat, Theologi Praktika, dan Theologi Sistematika di Sekolah Tinggi Theologi Bandung. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Theology (B.Th.) di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang; Bachelor of Arts (B.A.) di Calvin College, U.S.A.; Master of Theology (Th.M.) di Calvin Theological Seminary, U.S.A.; Doctor of Philosophy (Ph.D.) di University of Southern California, U.S.A.; dan Master of Business Administration (M.B.A.) di Graduate Theological Foundation, Indiana, U.S.A. “Tuhan sering kali menggunakan dosa-dosa orang lain untuk menyingkapkan kelemahan kita sendiri.” (Rev. Bob Kauflin, Worship Matters, hlm. 382)

