From: FRS Sowong [[email protected]] Jangan Mencurigai Tuhan
Bacaan: Galatia 5: 24 5: 24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. -------------------------------------------------- KS-ILT Gal 5:24 Dan, orang-orang milik Kristus telah menyalibkan daging bersama nafsu dan keinginan. Mengapa tidak banyak orang yang berani sungguh-sungguh bertobat dan mengenakan kebenaran Firman Tuhan sebagai gaya hidupnya? Sebab bertobat dan mengenakan hidup yang baru sama seperti seseorang yang mau mengakhiri kehidupan ini. Mengapa tidak banyak orang yang mau bertobat dan hidup dalam kesucian Tuhan? Sebab mereka takut kurang bahagia, takut kurang bisa menikmati hidup, bahkan curiga bahwa Tuhan akan menyingkirkan segala kesenangan hidup mereka. Ini adalah pikiran yang keliru! Semua itu adalah tipu muslihat kuasa kegelapan yang telah mencemari ajaran Kristen selama ini. Keadaan ini seperti seorang anak yang diajak orang tuanya ke taman bermain. Si ayah bermaksud menyenangkan anaknya dengan suatu wahana permainan, tetapi anaknya takut. Ayahnya sudah memberi contoh dengan menaiki wahana permainan tersebut dan mendorong anaknya untuk mencobanya, tetapi si anak tetap berkeras tidak mau, bahkan takut dan mencurigai ayahnya hendak membahayakan dirinya. Orang yang terus memiliki kecurigaan semacam itu sesungguhnya orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Ia tidak sungguh-sungguh mau mengikut Tuhan Yesus. Orang yang di ambang kematian takut karena tidak tahu apa yang akan terjadi di balik kematiannya. Demikian pula dengan orang yang mau bertobat, ia takut karena tak tahu bagaimana hidup yang akan dijalani sebagai petobat. Orang yang takut bertobat dan hidup dalam kesucian adalah orang yang takut menghadapi kematian, tetapi orang yang mau bertobat dan hidup dalam kesucian pasti tidak takut menghadapi kematian. Baginya, kematian adalah bagian hidup yang telah dijalani, sebab dengan belajar mematikan keinginan daging dan keduniawiannya, ia telah belajar mati. Jangan sampai saat waktu hidup kita habis, kita tidak pernah memasuki gaya hidup baru sebagai anak-anak Elohim. Jangan mencurigai Tuhan dengan pikiran jahat seolah-olah Ia mau merenggut kebahagiaan kita. Jangan memandang Tuhan kejam, otoriter dan semau-maunya sendiri. Memang Elohim kita adalah Tuhan Semesta Alam yang berdaulat dan menghendaki kita mengambil langkah pertobatan. Tetapi semua itu demi keselamatan dan kebahagiaan kita, umat yang sangat dicintai-Nya. Tuhan tidak mencari keuntungan apa-apa; kitalah yang akan diuntungkan. Mengapa kita menolak? Oleh sebab itu melangkahlah untuk mulai bertobat dan memasuki hidup baru dalam Tuhan. Kematian harus dimulai sejak kita masih hidup di bumi ini: menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Kita harus belajar mati sejak masih hidup, yaitu menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ================================================ From: FRS Sowong [[email protected]] Memento Mori Bacaan: Ibrani 9: 27 9: 27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, ----------------------------------------------------- KS-ILT Ibr 9:27 Dan sebagaimana ditetapkan atas manusia untuk mati satu kali saja, dan sesudah itu penghakiman; Di zaman Romawi kuno, bila seorang jenderal kembali dari kemenangannya dalam perang, ia akan berparade dengan kereta kuda di jalan-jalan kota. Namun ia akan membawa seorang hamba yang bertugas untuk terus-menerus membisikkan ke telinganya, "Memento mori" yang berarti, "Ingatlah, kau akan mati." Artinya, sekalipun ia sukses hari ini, esok hari ia bisa jatuh, bisa mati. Betapa tragisnya, bila kita mengakhiri kehidupan jasmani kita di dunia ini tanpa mengetahui ke mana roh dan jiwa kita akan berada. Betapa mengerikan keadaan kita, jika kita mengakhiri hidup tanpa pengharapan. Kedahsyatan kengerian orang yang terhilang seperti ini tidak bisa diilustrasikan dengan cara apa pun dan bagaimana pun. Kita akan menghadapi kekekalan yang menyimpan berjuta misteri, jika kita tidak pernah belajar mengenai ada apa di balik kubur. Selama hidup kita sampai hari ini, mungkin kita menganggap remeh kehidupan di balik kubur. Kita selalu berpikir bahwa batas umur hidup ini masih jauh. Namun kalau kita masih terus berpikir demikian, pada saatnya nanti tidak akan sanggup menerima kenyataan bahwa kita sudah sampai di batas umur hidup ini. Oleh sebab itu perlu didengungkan kalimat "Memento mori." Perhatikan, kematianmu bukan kematian orang lain. Ingat, bahwa kita hanya memiliki kesempatan satu kali hidup di dunia ini dan tidak seorang pun tahu kapan akhir hidupnya. Akhir kehidupan adalah misteri. Jangan main-main! Sadarlah bahwa kita akan mati. Kalau kita mendengar ajakan untuk bertobat dan belajar untuk memiliki hidup yang baru, janganlah menolak atau menganggap sepi panggilan tersebut. Sekalipun tampaknya bervariasi dan berbunga-bunga, cara hidup di dunia ini tak ubahnya sekadar sebuah siklus yang berputar. Itu lagi, itu lagi. Pasti tidak jauh-jauh dari sekitar keinginan daging (hawa nafsu), keinginan mata (affluenza) dan keangkuhan hidup (kebanggaan dan kehormatan dengan harta benda). Mau diapakan juga hanya itu-itu saja. Tetapi manusia yang sudah menjadi bodoh tidak menyadari hal itu. Mereka terjebak dengan kesenangan tersebut sampai terbelenggu dan tidak bisa melepaskan diri dari hal tersebut. Itulah cara Iblis membinasakan anak-anak manusia. Apakah diri kita termasuk salah satu dari yang terjebak itu? Ingatlah, kita hanya mati sekali. Sesudah itu tidak ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan bertobat lagi. Kesempatan yang ada hanya di saat kita masih hidup. Jangan menunda-nunda lagi untuk bertobat. Jangan menunda kesempatan untuk bertobat, sebab kita kesempatan hanya sekali. Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ================================== From: FRS Sowong [[email protected]] Hidup Sebagai Anak Tebusan Bacaan: 1 Petrus 1:17-19 1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpangdi dunia ini. 1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmuyang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. ------------------------------------------------------- KS-ILT 1Pet 1:17 Dan jika kamu memanggil Bapa, Dia yang menghakimi tanpa membeda-bedakan, sesuai dengan pekerjaan tiap-tiap orang, jalanilah masa hidup pengembaraanmu itu dengan gentar ! 1:18 Dengan mengetahui, bahwa kamu sudah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia, yang diwariskan oleh leluhurmu, bukan dengan barang yang fana, perak ataupun emas, 1:19 melainkan dengan darah yang mahal, bagaikan anak domba yang tanpa cacat dan tanpa noda, yaitu Kristus, Menjadi anak tebusan oleh kurban Tuhan Yesus berarti kita ditebus pula oleh cara hidup kita yang sia-sia, yang kita warisi dari nenek moyang kita. Memang tujuan penebusan oleh darah Tuhan Yesus adalah agar kita hidup dengan cara hidup yang baru. Sejak kita terlahir, kita sudah melihat, mencontoh dan belajar cara hidup yang tidak sesuai dengan kehidupan anak tebusan. Ya, memang pada waktu itu nenek moyang kita dan kita sendiri tidak mengerti bagaimana hidup sebagai anak tebusan itu; tetapi sekarang tidak ada alasan bagi kita untuk mengatakan tidak tahu, sebab Tuhan sudah memberikan Injil-Nya untuk dipelajari sehingga dipahami dengan benar dan dikenakan dalam kehidupan secara konkret. Seseorang tidak akan bergairah belajar Firman Tuhan guna menemukan tuntunan hidup baru sebagai anak-anak Elohim, jika memang tidak memiliki niat untuk menjadi anak tebusan yang sejati. Niat ini harus ada yang ditunjukkan dengan memberi diri dibaptis. Inilah sebenarnya yang dimaksud Tuhan Yesus dengan dilahirkan oleh air dan roh (Yoh. 3:5). ------------------------------------------- Yoh 3:5 YESHUA menjawab, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, dia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Elohim. Air di sini adalah baptisan; tetapi yang penting bukanlah baptisan secara teknisnya: entah diselam, dipercik, dituangi atau dengan cara lain. Yang terpenting dalam baptisan adalah esensinya atau maknanya, yaitu kesediaan meninggalkan cara hidup lama yang telah diwarisi dari nenek moyang (??????????????, patroparádotos) untuk memperoleh atau mengenakan cara hidup yang baru. Hidup yang baru ini tidak otomatis kita miliki, tetapi harus diperjuangkan sampai akhir hidup di bumi ini. Untuk ini kita harus belajar Injil, buku petunjuk untuk menyelenggarakan hidup baru yang Tuhan kehendaki. Kita juga harus bersedia dipimpin Roh Kudus agar kita dimampukan melakukan kehendak Bapa. Setelah kita memberi diri menjadi anak tebusan Tuhan, kita harus mulai menjadi murid. Seseorang dapat dikatakan murid hanya jika ia bersedia dididik. Seluruh kegiatan hidup di bumi ini harus dijadikan sarana dan kesempatan untuk belajar, dengan mengarahkan perhatian kita hanya kepada Elohim dan kerajaan-Nya. Inilah yang dimaksud Tuhan Yesus dengan mengumpulkan harta di Surga. Melalui proses panjang dan terus-menerus, akhirnya seseorang bisa berkata, "Hidupku bukan aku lagi tetapi Kristus yang hidup di dalam aku" (Gal. 2:19-20). --------------------------------------------- KS-ILT Gal 2:19 Sebab melalui torat aku telah mati bagi torat, supaya aku dapat hidup bagi Elohim. 2:20 Aku telah disalibkan bersama Kristus. Aku hidup, tetapi bukan lagi aku, melainkan Kristus hidup di dalam aku. Dan apa yang sekarang aku hidup di dalam daging, aku hidup oleh iman Putra Elohim yang telah mengasihi aku dan yang telah menyerahkan diri-Nya demi aku. Inilah cara hidup anak anak Elohim. Maukah kita menjadi anak-anak tebusan Elohim? Jika mau, bertobatlah sekarang. Esensi baptisan adalah kesediaan meninggalkan cara hidup yang lama dan mengenakan cara hidup yang baru. Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

