Apa itu
cinta? Dunia kita menawarkan beragam definisi cinta yang notabene bersifat
egois atau mementingkan diri sendiri. Akibatnya, makin seseorang mencintai
orang lain, ia makin mengambil manfaat dari orang yang dicintainya dengan
mengorbankan mereka demi memenuhi keinginan orang yang mencintai tersebut.
Lalu, apa arti cinta sebenarnya?

 

Temukan jawabannya dalam:

Buku

MENCINTA HINGGA TERLUKA:

Kekuatan Cinta yang Memulihkan Hati dan Memperkaya Relasi

 

oleh: 

Pdt. Julianto Simanjuntak, M.Div., M.Si. dan

Dra. Roswitha Ndraha, M.A.

 

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2009

 

 

 

Di dalam
buku ini, Pdt. Julianto Simanjuntak dan istri mengupas tuntas apa arti cinta
dari perspektif yang benar yaitu Alkitab. Beliau menguraikan bahwa di dalam
cinta harus ada pengorbanan, yaitu terluka kalau yang dicintai tidak sesuai
dengan harapan kita. Dan terluka itu indah karena membawa kita makin dewasa di
dalam karakter dan tentunya iman. Meskipun terluka, cinta sejati memimpin kita
untuk mengampuni orang yang telah melukai kita. Cinta juga membawa kita untuk
sabar, tangguh menghadapi kesulitan hidup, dan juga keras menegakkan disiplin.
Di bagian akhir buku ini, mereka berdua menceritakan pengalaman mereka berdua
dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Biarlah buku ini dapat menjadi berkat
bagi para pembaca khususnya orang Kristen yang memiliki iman sejati di dalam
Kristus, sehingga mereka makin memaknai cinta dan pengorbanan dalam perspektif
yang benar yang berpusat kepada Allah.

 

 

 

Rekomendasi:

“Buku ini
mengajarkan kita kekuatan cinta dalam pengampunan yang menghidupkan dan
memulihkan.”

Agung
Adiprasetyo

(CEO Kelompok
Kompas Gramedia)

 

“Buku ini
luar biasa. Kekuatan buku ini tidak sekadar berteori tetapi bertutur tentang
hidup, yang sarat contoh nyata, dan membangun keimanan kita.”

Prof.
Irwanto, Ph.D.

(Guru Besar
Psikologi di Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta)

 

 

 

Profil
Pdt. Julianto
Simanjuntak dan istri:

Pdt. Julianto Simanjuntak, B.Th.,
S.Th., M.Div., M.Si. yang lahir di Tanjung Balai Karimun, 25 Juli 1963 adalah 
Pemimpin
dari Yayasan Peduli Konseling Indonesia (Pelikan) dan Institut Konseling
Lembaga Konseling Keluarga dan Karier (LK3) sekaligus menjadi Direktur
Pelaksana Magister Konseling Jaffray. Beliau menamatkan studi Bachelor of 
Theology (B.Th.) di Sekolah
Tinggi Theologi I-3, Batu, Malang; Sarjana
Theologi (S.Th.) bidang Konseling Pastoral di Universitas Kristen Satya
Wacana (UKSW), Salatiga; Master of
Divinity (M.Div.) bidang Konseling di Sekolah Tinggi Theologi Reformed
Injili Indonesia (STTRII) Jakarta; dan Magister
Sains (M.Si.) dalam bidang Sosiologi Agama di UKSW, Salatiga. Beliau menikah
dengan Dra. Roswitha Ndraha, M.A. pada tanggal 8 November 1991 dan dikaruniai
dua putra: Josephus Theo Nugraha Simanjuntak (lahir 20 Agustus 1993) dan Moze
Flavi Prometheus Simanjuntak (lahir: 28 Juli 1997).

 

Dra.
Roswitha Ndraha, M.A. lahir
pada tanggal 17 Maret 1962. Beliau menamatkan studi S-1 Publikasi di IISIP
Jakarta dan Master of Arts (M.A.)
dalam bidang Konseling di Institut Filsafat Theologi Kepemimpinan (IFTK)
Jaffray, Jakarta. Beliau membantu pelayanan suami di Institut Konseling LK3 dan
memimpin E-Learning Konseling Berbasis Parenting di Yayasan Pelikan.

 



“Tuhan sering kali menggunakan dosa-dosa orang lain untuk menyingkapkan 
kelemahan kita sendiri.”
(Rev. Bob Kauflin, Worship Matters, hlm. 382)

Kirim email ke