SORGA DAN FIRDAUS

Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga
engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Lukas 23:43)

Akhir Zaman belakangan ini banyak dibicarakan lagi dikalangan kristen dan
juga umum, bahkan ada kalangan kristen yang percaya bahwa akhir zaman akan
terjadi di tahun 2012. Demam akhir zaman paling ramai terjadi dikalangan
sekte abad ke XIX. Mereka beranggapan bahwa mereka memiliki kuasa mengetahui
saat akhir zaman sehingga mereka berani menghitung-hitung datangnya akhir
zaman sekalipun sudah selama dua abad ini perhitungan mereka tidak pernah
cocok.

Berbicara mengenai akhir zaman manusia bertanya akan kemanakah manusia
nantinya? Kita percaya bahwa orang jahat akan dihukum di neraka bersama
Setan, dan orang benar akan memasuki hidup yang kekal di sorga bersama
Tuhan. 7th day Adventist maupun Jehovah Witnesses (SSY) yang berdiri di abad
XIX menganggap bahwa orang yang mati itu tidur dan setelah kebangkitan orang
mati yang jahat bersama setan akan masuk neraka untuk dimusnahan dan tidak
ada hukuman kekal bagi setan dan pengikutnya, namun manusia yang benar akan
hidup kekal bersama Tuhan di sorga. JW (SSY) bahkan percaya bahwa hanya
144.000 dari kalangan mereka yang masuk ke sorga, sisanya akan hidup dibumi
dan langit baru.

Lalu bagaimana hubungan antara sorga, firdaus, dan langit dan bumi baru? Ada
yang menafsirkan firdaus berbeda dengan sorga, dan ada pula yang menafsirkan
bahwa firdaus itu sama dengan sorga, bagaimana sebenarnya? Berhubung
akhir-akhir ini banyak yang menanyakan, maka berikut diberikan diskusinya.

Firdaus dan Sorga

Firdaus dipinjam dari kata bahasa Iran yang artinya 'taman.' Pujangga Yunani
Xenophon menggunakan kata 'paradeisos' untuk menunjuk kepada 'taman raja
Persia.'

Dalam Perjanjian Lama, istilah 'pardes' (Ibrani) menunjuk pada 'kebun /
taman' (Neh.2:8; Pengk.2:5; Kid.4:13), ini diterjemahkan menjadi
'paradeisos' dalam LXX (Septuaginta). Taman Eden dalam Kej.2:8 diterjemahkan
LXX juga dengan 'paradeisos.' Dalam Perjanjian Baru, paradeisos disebut
Yesus dikayu salib seperti ayat diatas (Luk.23:43), rasul Paulus menyebut
Yesus pergi ke firdaus di tingkat ketiga sorga (2Kor.12:2,4), dan rasul
Yohanes menyebut tujuan mereka yang menang adalah 'Taman Firdaus Allah'
dimana terdapat pohon kehidupan (Why.2:7). Sesuai gambaran taman, maka
firdaus itu sejuk hawanya dibandingkan neraka yang panas (band. Orang Kaya
dan Lazarus yang miskin, Luk.16:19-31).

Sorga dalam bahasa Ibrani disebut 'syamayim' dan yunani 'ouranos,' tempat
Tuhan dan Malaekat berada dan juga tujuan orang-orang suci. Rasul Paulus
mengindentikkan Firdaus sebagai sorga tingkat ketiga, bandingkan kejamakan
ini dengan kitab Ibrani yang memberi kesan tentang sorga-sorga' (Ibr.4:14).
Kitab-kitab Injil sejak pembukaan banyak menyebut soal sorga sebagai asal
Yesus dan dimana tahta Allah berada dan menjadi tujuan orang beriman.

Pada akhir zaman, langit dan bumi akan dihancurkan dan digantikan dengan
langit dan bumi baru, dimana sebagai paradox Taman Eden (Kejadian) dimana
sorga dan langit dan bumi masih menyatu dan kejatuhan manusia dalam dosa
menyebabkan kedua dimensi itu terpisah, demikian di akhir zaman kedua
dimensi sorga (Yerusalem Baru kota yang kudus, Why.21:2,9-22:5) dan langit
dan bumi yang sudah diperbaharui (Why.21:1-7; Yes.65:17; 2Ptr.3:10-13)
menyatu kembali dimana Allah bertahta dan umat beriman berada.

Tidak mungkin memberikan gambaran pasti mengenai sorga dari hanya beberapa
perikop dalam Alkitab seperti diatas, namun kalau diraba, sorga itu
digambarkan sebagai istana raja dengan tamannya atau kota dengan taman
kotanya. Orang yang mati dalam Tuhan tidak tidur lalu menunggu tetapi akan
langsung naik ke sorga dan tinggal di firdaus atau taman Allah (bagian dari
sorga), dan pada akhir zaman dalam kebangkitan, keselamatan itu digenapkan
dengan tubuh kebangkitan bila terjadi kembali kesatuan antara sorga
(Yerusalem Baru kota yang kudus) dengan langit dan bumi baru yang sudah
ditebus. Orang mati tidak tidur melainkan berjaga dan tetap sadar bisa
dilihat dalam perumpamaan 'Orang Kaya dan Lazarus yang Miskin' dan juga
'janji bahwa orang yang disalib bersamanya akan berada di Firdaus bersama
Yesus,' sedangkan Yesus diberitakan ketika tubuhnya mati Rohnya tetap
melayani bahkan memberitakan Injil kepada roh-roh yang didalam penjara di
dunia orang mati (1Ptr.3:19).

Akhirnya . . .

Mengingat kapan akhir zaman terjadi dan bagaimana kondisi sorga, umat
kristen tidak perlu berpusing-pusing memikirkannya dan menghitung-hitung
harinya karena kenyataan sorgawi itu diluar kemampuan manusia dalam
memikirkannya dan Tuhan Yesus juga melarang menghitung-hitung harinya, namun
yang pasti umat beriman rohnya akan masuk ke firdaus sorgawi bila ia
meninggal dunia sehingga berada di sorga hidup bersama dengan Allah Bapa dan
Tuhan Yesus Kristus. Yang penting adalah bagaimana menyiapkan diri kita
dengan beriman dan hidup taat dengan melakukan kehendak Bapa di sorga.

"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke
dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di
sorga." (Matius 7:21)

 

Salam kasih dari YABINA ministry (www.yabina.org)  

 

Kirim email ke