Di dalam sebuah kebangunan rohani yang terjadi di Amerika di abad XVIII
yang dipimpin oleh Rev. Jonathan Edwards, A.M. terdapat fenomena emosional yang
luar biasa. Banyak orang Kristen saat itu menyalahartikan fenomena tersebut dan
menganggapnya sebagai tanda pertobatan. Namun ada juga orang Kristen yang anti
pengalaman emosional tersebut. Bagaimana tanggapan Rev. Jonathan Edwards
sendiri dan orang Kristen pada umumnya?
 
Temukan jawabannya dalam:
Buku
PENGALAMAN ROHANI SEJATI
 
oleh: Rev. Jonathan Edwards, A.M.
 
Penerbit: Momentum Christian Literature, 2003
 
Penerjemah: The Boen Giok dan Stephen C. T. Soemampouw
 
 
 
Di dalam bukunya, Rev. Jonathan Edwards mengupas tuntas perihal pengalaman
rohani sejati dimulai dari penjelasan natur emosi dalam iman Kristen di bagian
pertama yang terdiri dari 10 bab. Kemudian, Rev. Jonathan Edwards menguraikan
12 hal yang bukan merupakan bukti bahwa emosi kita itu benar-benar timbul dari
pengalaman keselamatan sejati. Dan di bagian ketiga yang terdiri dari 15 bab,
beliau menjelaskan dari penyelidikan Alkitab tentang 14 poin yang merupakan
tanda emosi sejati yang berpusat pada Allah: bukan sesaat, memiliki kualitas
moral yang benar, kerendahan hati, berdampak pada praktik hidup Kristen, dll.
Biarlah buku ini dapat memimpin kita untuk menguji pengalaman rohani kita
apakah benar-benar dari Allah atau hanya gejala emosional sesaat?
 
 
 
Profil
Rev. Jonathan Edwards:
Rev. Jonathan Edwards, A.M. lahir
di East Windsor, Connecticut pada tanggal 5Oktober 1703.
Beliau adalah anak dari Rev. Timothy Edwards (1668–1759), pendeta di East 
Windsor, Connecticut (nama kota ini
sekarang: South Windsor) dan Esther Stoddard. Beliau
menamatkan studi Master of Arts (A.M.) di Yale University, U.S.A. Pada 15 
Februari 1727, beliau ditahbiskan
menjadi pendeta di Northampton dan menjadi asisten kakeknya,
Solomon Stoddard (ayah dari ibu Rev. Jonathan Edwards). Di tahun yang sama,
beliau menikah dengan Sarah Pierpont, anak dari pendiri Yale, James Pierpont. 
Mulai tahun 1739-1740,
beliau memulai karya penginjilannya dalam Great
Awakening. Beliau berkhotbah dengan khotbah yang sangat terkenal berjudul 
“Sinners in the Hands of an Angry God”
di Enfield, Connecticut pada tahun 1741. Pada
awal tahun 1758, beliau pernah menjabat sebagai presiden di the College of New
Jersey (kemudian namanya menjadi: Princeton University). Beliau meninggal di 
Princeton, New Jersey pada tanggal 22 Maret 1758.
 
 
“Alkitab harus menjadi tolok ukur dan sarana untuk menilai segala hal dalam 
hidup setiap orang percaya.”
(Rev. Prof. Donald S. Whitney, Th.D., Spiritual Check-Up, hlm. 40)

Kirim email ke