MENGENAL KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS
Bagian 5: Karunia Iman (1Kor. 12:9)
 
oleh:Denny Teguh Sutandio
 
 
 
Karunia
ketiga yang disebutkan Paulus adalah karunia iman. Kata Yunani untuk “iman” di
ayat ini adalah πίστις(pistis) yang bisa berarti
kepercayaan, iman, komitmen, dll. Namun dalam konteks ini, “iman” tentu tidak
berarti kepercayaan kepada Kristus yang dimiliki semua orang percaya (iman yang
menyelamatkan atau saving faith),
tetapi “iman” di sini lebih berarti karunia percaya kepada Allah yang bekerja
secara dahsyat di luar kemampuan manusia. Prof. Gordon D. Fee, Ph.D., D.D.
menyebutnya supernatural faith (iman
supranatural),[1] sedangkan Prof. David E. Garland, Ph.D. menyebutnya internal 
trust in God (kepercayan internal di dalam Allah).[2]
Karunia
iman ini mengingatkan kita akan karunia iman yang dimiliki oleh seorang George
Muller dari Bristol, Inggris yang terus beriman kepada Allah yang pasti
memelihara pelayanannya kepada anak-anak yatim piatu. Dr. Billy Graham
menceritakan, “Muller menolak untuk minta uang bahkan serupiah pun kepada orang
lain, tetapi ia berdoa agar Tuhan menyediakan uang baginya.”[3]
 

________________________________
 
[1]Gordon D. Fee, God’s Empowering Presence: The Holy Spirit
in the Letters of Paul (Peabody, Massachusetts: Hendrickson Publishers,
1994), hlm. 168.
[2]David E. Garland, Baker Exegetical Commentary on the New
Testament: 1 Corinthians (Grand Rapids, Michigan: Baker Academic, 2007),
hlm. 581
[3]Billy Graham, Roh Kudus: Kuasa Allah dalam Hidup Anda,
terj. Susie Wiriadinata (Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 2002), hlm. 243.
 
"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke