Peran musik dalam ibadah Kristen sangatlah penting. Akan tetapi Gereja agaknya 
memiliki pandangan masing-masing tentang music yang bagaimana seharusnya 
dipergunakan dalam ibadah. Ada yang berpendapat semua jenis musik boleh, asal 
kata-katanya penting. Ada pula yang berpendapat hanya ada satu jenis musik saja 
yang dapat digunakan, yang lain tidak boleh. Bagaimana kita menyikapi pandangan 
seperti ini?
Adakah keputusan yang bertanggung jawab yang dapat diambil berdasarkan prinsip 
Firman Tuhan? Atau kita harus menyerah kepada skeptisisme tentang pencarian 
jawaban yang bertanggung jawab ini?
 
Temukan jawabannya dalam:
Seminar:
CHURCH MUSIC
 
oleh:Pdt. Billy Kristanto, Ph.D., Th.D.
 
Sabtu, 21 Januari 2012; Pkl. 18.30 WIB
Minggu, 22 Januari 2012; Pkl. 19.00 WIB
di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Ngagel,
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah Plaza Blok K1-3a,
Jln. Ngagel Jaya Selatan (eks. Kebun Bibit), Surabaya
 
 
 
Kontribusi: Rp 30.000, 00
 
 
 
Informasi:
GRII Ngagel: (031) 5055754;
Sekolah Theologi Reformed Injili Surabaya (STRIS) Ngagel: (031) 5024691
 
 
Profil Pembicara:
Pdt. Billy Kristanto, Dip.Mus., M.C.S., Ph.D., Th.D.lahir pada tahun 1970 di 
Surabaya. Sejak di sekolah minggu mengambil bagian dalam pelayanan musik 
gerejawi. Setelah lulus SMA melanjutkan study musik di Hochschule der Künste di 
Berlin majoring in harpsichord (Cembalo) di bawah Prof. Mitzi Meyerson 
(1990-96). 
Setelah lulus dari situ melanjutkan post-graduate study di Koninklijk 
Conservatorium (Royal Conservatory) di Den Haag, a conservatory with the 
largest early music department in the world (mempelajari historical performance 
practice). Belajar di bawah Ton Koopman, seorang dirigen, organis, cembalis dan 
musikolog yang sangat ahli dalam interpretasi karya J. S. Bach. Selain itu juga 
mempelajari fortepiano di bawah Prof. Stanley Hoogland. 
Setelah lulus dari situ pada tahun 1998 pulang ke Indonesia, lalu melayani 
sebagai Penginjil Musik di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) di Jakarta 
(Februari 1999). Beliau menamatkan studi Diploma of Music (Dip.Mus.) di 
Universitaet der Kunste, Berlin. Pada tahun 2002, beliau menyelesaikan studi 
Master of Christian Studies (M.C.S.) di Sekolah Tinggi Theologi Reformed Injili 
Inernasional (d/h Institut Reformed), Jakarta. Sejak tahun 2002 sampai sekarang 
menjabat sebagai Dekan fakultas Musik Gereja di Sekolah Tinggi Theologi 
Reformed Injili Inernasional (d/h Institut Reformed), Jakarta. Pada tahun 2005, 
beliau ditahbiskan menjadi pendeta di sinode GRII dan saat ini menggembalakan 
GRII di Jerman-Swiss: Mimbar Reformed Injili Indonesia (MRII) Berlin, MRII 
Hamburg, Persekutuan Reformed Injili Indonesia (PRII) Munich, PRII Swiss, dan 
Persekutuan Reformed Stockholm. Kemudian, beliau melanjutkan studinya di 
Universitas Heidelberg, Jerman. Akhir tahun 2009,
 beliau berhasil meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang musik 
dengan mempertahankan disertasi, “The Musical Settings of Psalm 51 in Germany 
ca 1600-1750 in the Perspectives of Reformational Music Aesthetics” dan pada 
tahun 2010 telah menyelesaikan studi Doctor of Theology (Th.D.) dengan 
mempertahankan disertasi, “Sola Dei Gloria: The Glory of God in the Thought of 
John Calvin”.
Beliau telah menikah dengan Suzianti Herawati dan dikaruniai dua orang anak, 
Pristine Gottlob Kristanto dan Fidelle Gottlieb Kristanto.


"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke