Buku The
Purpose Driven Life yang ditulis Rev. Rick Warren, D.Min. adalah salah satu
buku best-seller yang beredar luas di
dunia, khususnya di Indonesia sekitar tahun 2005. Tidak sedikit orang Kristen
yang menggandrungi buku ini dan menjadikannya buku kedua selain Alkitab. Bahkan
ada gereja yang menjadikan buku ini sebagai buku “wajib” bagi cell-group 
(sejenis Kelompok Tumbuh
Bersama—KTB). Ada apa di balik buku The
Purpose Driven Life? Mengapa banyak orang Kristen begitu antusias membeli,
membaca, dan menggandrungi buku ini?
 
Temukan
jawabannya dalam:
Buku:
IMAN KRISTEN
DAN THE PURPOSE DRIVEN LIFE:
Suatu
Tinjauan Reflektif dan Kritis dari Perspektif Alkitab
oleh: Denny Teguh
Sutandio
 
Di dalam
buku ini, akan diuraikan segala sesuatu berkenaan dengan buku The Purpose 
Driven Life (PDL) mulai dari
isi buku, penulisnya (Dr. Rick Warren), dan ide di balik penulis. Berkenaan
dengan isi buku, penulis akan menguraikan sisi positif dan negatif tentang
ajaran yang hendak dinyatakan oleh Dr. Warren. Melalui buku ini, diharapkan
orang Kristen bijaksana dalam memandang buku PDL  ini: belajar hal-hal positif 
yang sesuai
dengan Alkitab dari Dr. Warren, namun juga kritis terhadap pandangan-pandangan
Dr. Warren yang kerap kali menafsirkan Alkitab di luar konteks dengan memakai
terjemahan-terjemahan parafrase yang tidak setia pada teks asli Alkitab (Ibrani
dan Yunani).
 
Harga: Rp 80.000, 00/buku + ongkos kirim
(tergantung lokasi)
 
Penerbit: Sola
Scriptura
 
Berminat??
SMSkan nama, alamat lengkap Anda, dan jumlah buku yang ingin Anda
pesan ke nomer: 
0878-5187-3719
 
 
Apa kata mereka tentang buku Iman Kristen dan The Purpose Driven Life??
“Buku karya seorang theolog awam muda yang
berusaha mengungkapkan kebenaran Alkitab di balik ‘Kekristenan pop’ yang
disebarkan melalui buku dan pelatihan ‘The
Purpose Driven Live’ (PDL). Buku ini agak terlambat terbitnya yaitu pada
saat buku PDL sudah meredup popularitasnya, namun isinya justru perlu dibaca
khususnya bagi mereka yang sudah mengikuti pelatihan PDL untuk memberi
perimbangan informasi yang membawa kembali pembaca kepada kedaulatan Allah dan
otoritas firman Tuhan dan tidak terombang ambing oleh adanya segala ajaran
motivasi baru, yang populer dan menarik bahkan diadakan di gereja, tetapi
isinya menjauhkan dari berita Alkitab sendiri.”
Ir. Herlianto, M.Th.
(Pendiri Yayasan Bina Awam—Yabina, Bandung,
dosen di Sekolah Tinggi Theologi Bandung, dan penulis beberapa buku, antara
lain: “Teologi Sukses: Antara Allah dan Mamon”, “Humanisme dan Gerakan Zaman
Baru”, dll)
 
“Banyak umat yang telah membaca buku PDL, bahkan di
beberapa Gereja, buku itu telah
dijadikan menjadi bahan bacaan selama setahun, yang dibahas di dalam kelompok
diskusi atau cell groups. Benar, para
ahli tidak sepakat dalam meresponi buku tersebut. Hal itu terbukti dalam
seminar yang saya ikuti ketika membahas isi tersebut. Dari empat pembicara,
termasuk saya sendiri, kami memiliki sikap pro dan kontra terhadap isi buku
tersebut. Tentu saja, setiap buku dapat dikritik dan ditolak, hal itu
tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Demikian juga dengan buku PDL. Apa
hal positif dan negatif dalam buku PDL? Sdr. Denny dengan segala ketekunan dan
kemampuan yang dimilikinya telah membagikannya kepada pembaca melalui buku ini.
Sungguh merupakan suatu tugas yang tidak mudah. Kiranya membawa berkat besar
bagi semua pembaca. Soli Deo gloria.”
Pdt. Ir.
Victor Mangapul Sagala, D.Th.
(Staf Persekutuan Kristen Antar
Universitas—Perkantas, Jakarta, dosen di beberapa sekolah tinggi theologi, dan
penulis beberapa buku, antara lain: “Roh Kudus dan Karunia-karunia Roh”,
“Firman Menjadi Daging”, “Injil dan Adat Batak”, dll)
 
“Tak dapat
disangkal buku The Purpose Driven Life telah menjadi buku yang digemari
masyarakat dunia. Termasuk masyarakat kristiani di Indonesia. Bukti kesukaan 
masyarakat
terhadap buku tersebut dapat dilihat dari jumlah buku yang diterima pasar.
Namun, dari perspektif teologis, buku ini menuai pro kontra. Ini sebagai bukti
bahwa sehebat apapun penulisnya, ada hal-hal yang terlupakan dan tak
terpikirkan secara menyeluruh tatkala menuliskan karya tersebut.  Fakta
ini menunjukkan bahwa The Purpose Driven Life bukanlah buku yang
sempurna. Ada kekurangan di dalamnya, dan kekurangan ini perlu dilengkapi oleh
penulis lain.
Denny Teguh Sutandio, S.S., seorang yang melihat kekurangan ini dengan
jeli dan berimbang. Jeli, karena melihat bahwa karya Rev. Rick Warren, D.Min. 
tersebut ada bagian penting yang
terabaikan. Para theolog berulang kali menunjukkan protes mereka terhadap buku
tersebut. Di sisi lain, Denny mengapresiasi karya Warren yang sesuai Alkitab
sebagai ukuran kebenaran mutlak yang tak tergantikan oleh apa pun.
BukuIman
Kristen dan The Purpose Driven Life: Suatu
Tinjauan Reflektif dan Kritis dari Perspektif Alkitab, membuka pemahaman baru 
bagi pembaca. Secara tegas,
penulisnya menyatakan kebenaran apa adanya. Saya telah membaca buku ini dan
merekomendasikan untuk dibaca oleh saudara-saudara yang lain. Ada mutiara
berharga yang dapat membuka cakrawala baru dalam pemikiran Anda. Menurut saya,
buku ini bagus, disajikan dengan alur pikir yang runut. Soli Deo Gloria.”
Pdt. Manati Immanuel Zega,
S.Th.
(seorang rohaniwan, penulis, jurnalis, dan redaktur pelaksana Majalah
Rohani Populer BAHANA; tinggal di Surakarta, Jawa Tengah)
 
"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke