Alkitab
kita terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Apa yang diajarkan oleh
kedua perjanjian tersebut, khususnya keempat Injil dan kitab sejarah (Kisah
Para Rasul)? Siapa penulisnya? Apa isinya? Mengapa ada empat Injil? Apa
signifikansinya bagi kita?
 
Temukan jawabannya dalam:
Buku
MENGGALI ISI ALKITAB-3:
Matius s/d Kisah Para Rasul
 
oleh:DR. J. SIDLOW BAXTER
 
Penerjemah: Sastro Soedirdjo
 
Penerbit: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, Jakarta,
2009 (cetakan kesepuluh)
 
 
 
Di dalam
bukunya, Dr. J. Sidlow Baxter mengajak kita untuk mengerti dunia Perjanjian
Baru khususnya keempat Injil dan Kisah Para Rasul. Oleh karena itu, di bagian
awal, beliau menjelaskan hubungan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, kesatuan
Perjanjian Baru dan Injil, dan juga latar belakang zaman Tuhan Yesus (atau yang
sering disebut: sejarah antar perjanjian/inter-testamental
history). Bab-bab pendahuluan tersebut menuntun kita untuk mengerti mengapa
di keempat Injil muncul berbagai golongan Yahudi: Farisi, Saduki, dll. Setelah
menjelaskan hal-hal tersebut, beliau mulai menjabarkan kelima kitab tersebut
dengan jelas, mulai dari kepenulisan, isi kitab, dan relevansinya bagi orang
Kristen di zaman sekarang. Setiap bab yang membahas kelima kitab ini dibagi
menjadi 3-4 pelajaran untuk memudahkan pembaca belajar secara bertahap. Biarlah
buku ini dapat memimpin kita untuk memahami dunia Perjanjian Baru khususnya
keempat Injil dan kitab Kisah Para Rasul.
 
 
 
Profil Dr. J. Sidlow Baxter:
Dr. J. Sidlow Baxterlahir di Australia, tahun 1903. Beliau dibesarkan di
Lancashire, London dan menempuh pendidikan di Spurgeon's College, London sebelum
menggembalakan di Inggris dan Skotlandia, di Northampton dan Sunderland. Beliau 
menulis kira-kira 30
buah buku, salah satunya buku Explore the
Book yang menganalisis dan memberikan ringkasan atas setiap kitab dalam
Alkitab. Buku “Menggali Isi Alkitab” ini merupakan terjemahan dari buku Explore 
the Book. Beliau meninggal tahun
1999.
 
 
"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke