From: Henky C [[email protected]]

Anda Tidak Pernah Tahu
Baca: Markus 4:26-32

Mar 4:28 Sebab tanah itu menghasilkan buah dengan sendirinya, mula-mula 
tangkai, kemudian bulir, kemudian butir gandum yang bernas dalam bulir itu.

Ketika masih di seminari, saya memimpin suatu perkemahan musim panas untuk 
anak-anak laki dan perempuan di YMCA. Setiap pagi, saya memulai kegiatan dengan 
membagikan cerita singkat yang saya coba kaitkan dengan bagian-bagian Injil. 

Untuk menolong dalam memberikan gambaran bahwa menjadi orang Nasrani berarti 
menjadi ciptaan baru dalam HaMashiakh, saya bercerita tentang seekor rusa salju 
yang ingin menjadi seekor kuda. Rusa ini pernah melihat sekumpulan kuda liar 
dan menganggap kudakuda itu sebagai makhluk yang anggun, sehingga si rusa ingin 
menjadi sama seperti mereka. Lalu, si rusa belajar untuk bersikap layaknya 
seekor kuda. Namun, ia tidak pernah diterima sebagai seekor kuda karena ia 
adalah seekor rusa. Bagaimana caranya seekor rusa bisa menjadi seekor kuda? 
Hanya dengan cara dilahirkan sebagai seekor kuda, tentunya. Lalu saya kemudian 
menjelaskan bagaimana kita semua bisa dilahirkan kembali dengan cara percaya 
kepada Yahshua. 

Pada suatu musim panas, saya mempunyai seorang staf konselor bernama Henry yang 
sangat menentang iman Nasrani. Saya tidak bisa berbuat apa-apa kecuali 
menunjukkan kasih dan berdoa baginya, tetapi ia mengakhiri musim panas itu 
dalam kondisi yang semakin tidak beriman. Hal tersebut terjadi lebih dari 50 
tahun yang lalu. Beberapa tahun lalu, saya menerima sepucuk surat dari Henry. 
Kalimat pertamanya tertulis: "Saya menulis surat ini untuk memberitahukan bahwa 
saya telah dilahirkan kembali dan sekarang, akhirnya, saya menjadi 'seekor 
kuda'." Hal ini meyakinkan saya bahwa kita perlu terus mendoakan dan menanamkan 
benih firman (Mrk. 4:26) sehingga suatu hari nanti, benih ini akan menghasilkan 
buahnya. -DHR 

Anda pikir perkataan atau perbuatan Anda begitu sederhana,
Dan apa yang Anda ucapkan hampir tak berarti;
Namun, Yahweh bisa memakai benih yang Anda taburkan
Dan memeliharanya hingga benih itu berbuah. -Hess 

Kita menabur benih, Yahweh yang menghasilkan tuaiannya. 

===============================

From: Henky C [[email protected]]

Jam Kakekku
Baca: Mazmur 90:1-12 
Maka beritahukanlah kepada kami agar menghitung hari-hari kami, supaya kami 
dapat membawa hati yang bijaksana - Mazmur 90:12 

Di tahun 1876, Henry Clay Work menulis lagu berjudul My Grandfather's Clock 
(Jam Kakekku). Lagu ini menggambarkan tentang sebuah jam kuno yang dengan setia 
berdetak di sepanjang hidup pemiliknya. Baik masa kecil, masa dewasa, maupun 
masa senja, semuanya itu dilihat dalam hubungannya dengan alat penanda waktu 
kesayangannya. Lirik lagunya menyatakan:

Sembilan puluh tahun tiada henti
Tik, tok, tik, tok,
Detik-detik hidupnya dihitung,
Tik, tok, tik, tok,
Namun detak itu berhenti, begitu cepat,
Tak pernah bergerak lagi,
Ketika orang tua itu mati. 

Jam yang tidak berhenti berdetak itu mengingatkan kita bahwa waktu kita di 
dunia ini terbatas. Dalam suka dan duka kehidupan, sang waktu terus bergerak 
maju. Bagi orang percaya, masa hidup kita di dunia merupakan suatu kesempatan 
untuk memperoleh hikmat. Pemazmur menulis, " Maka beritahukanlah kepada kami 
agar menghitung hari-hari kami, supaya kami dapat membawa hati yang bijaksana - 
Mazmur 90:12 

Satu cara untuk menghitung hari-hari kita adalah dengan mengajukan pertanyaan 
pada diri sendiri: Bagaimana saya dapat lebih menjadi serupa HaMashiakh? Apakah 
saya rajin membaca firman? Apakah saya mengkhususkan waktu untuk berdoa? Apakah 
saya bersekutu dengan sesama orang percaya? Jawaban kita atas 
pertanyaan-pertanyaan ini merupakan suatu petunjuk atas kemajuan yang kita 
capai dalam memperoleh hikmat dan keserupaan dengan HaMashiakh. 
Dalam tahapan kehidupan apa pun-masa kecil, masa muda, paruh baya, atau masa 
senja kita-hidup selalu memberikan kepada kita kesempatan untuk bertumbuh dalam 
iman dan hikmat. Menghitung hari-hari kita merupakan sikap yang bijaksana untuk 
menghadapi laju hidup yang tak terelakkan. 

Apakah Anda mengalami kemajuan dalam perjalanan Anda? -HDF 

Jangan buang waktu Anda- pergunakan waktu yang ada. 

=====================================

From: Henky C [[email protected]]

Manfaat Bekerja
Baca: Kejadian 1:26-31 

Berfirmanlah Yahweh: Dan Elohim berfirman, "Marilah Kita membuat manusia dalam 
citra Kita, menurut rupa Kita, dan biarlah mereka berkuasa atas ikan-ikan di 
laut, dan atas burung-burung di langit, dan atas ternak, dan atas seluruh bumi, 
dan atas segala yang melata yang merayap di muka bumi."- Kejadian 1:26 

Sejumlah orang Nasrani bertumbuh dengan keyakinan bahwa bekerja adalah hal yang 
buruk-bahwa bekerja merupakan kutuk yang disebabkan oleh dosa Adam dan Hawa. 
Jika dibiarkan demikian, keyakinan yang salah ini dapat mengakibatkan 
orang-orang merasa bahwa apa yang mereka lakukan dalam pekerjaan sehari-hari 
tidaklah berarti bagi Yahweh-atau setidaknya, tidaklah sepenting pekerjaan para 
misionaris dan pendeta. Hal ini tidaklah benar, sebagaimana diajarkan oleh 
Kejadian 1:26-31 kepada kita. 

Pertama, kita belajar bahwa Yahweh pun bekerja, terbukti dengan pekerjaan yang 
dilakukan dalam penciptaan dan fakta bahwa Dia beristirahat pada hari yang 
ketujuh. Lalu kita mengetahui bahwa kita diciptakan serupa dengan-Nya (ay.26) 
dan bahwa kita diberi kuasa atas ciptaan-Nya yang lain. Ini berarti bahwa kita 
bekerja untuk memelihara ciptaan. Jelaslah bahwa memelihara ciptaan Yahweh 
adalah suatu pekerjaan-pekerjaan yang mulia, karena Yahweh melihat dan menilai 
hasil pekerjaan-Nya itu "sungguh amat baik" (ay.31). 
 
Juga perlu kita perhatikan bahwa bekerja dinyatakan baik sebelum dosa terjadi. 
Dengan kata lain, bekerja bukanlah dampak dari kejatuhan manusia. Oleh karena 
itu, bekerja bukanlah kutukan. Kita melihat pemahaman serupa dalam Kejadian 2, 
ketika Yahweh "mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk 
mengusahakan dan memelihara taman itu" (ay.15). 

Marilah mengerjakan tugas kita sehari-hari-baik itu pekerjaan atau aktivitas 
lain untuk menolong keluarga kita-dengan suatu kesadaran tentang martabat dan 
kemuliaan yang dianugerahkan Yahweh dalam karya ciptaan-Nya. -RKK 

Pekerjaan kita sehari-hari digunakan oleh Tuhan
Untuk membantu kita mencukupi apa yang dibutuhkan;
Dan pekerjaan yang dilakukan untuk kemuliaan Tuhan
Akan menjadi kesaksian dalam kata dan tindakan. -D. De Haan 

Yahweh, beriku pekerjaan hingga masa akhir hidupku- dan kehidupan hingga 
pekerjaanku terselesaikan. 

====================================

From: Henky C [[email protected]]

Temukan Kitab-Nya
Baca: 2 Raja-Raja 22:8-23:3

Dan Imam Besar Hilkia berkata kepada Safan, juru tulis itu, "Aku telah 
menemukan kitab torat itu di bait Yahweh." Lalu Hilkia memberikan kitab itu 
kepada Safan, dan dia membacanya. -2 Raja-Raja 22:8 

Di suatu hari Minggu di gereja yang saya gembalakan, saya mengundang tiga anak 
untuk mencari gulungan-gulungan kertas bertuliskan ayat Kitab Suci yang telah 
saya sembunyikan di ruang ibadah kami. Saya memberitahu mereka bahwa jika 
mereka menemukannya dan membaca ayat yang tertulis di dalamnya dengan suara 
keras, saya akan memberi mereka sebuah hadiah. Mereka bersemangat sekali! 
Mereka berlarian, menggeser kursi, mencari di bawah tanaman dan di dalam tas 
(tentu seizin pemiliknya). Usaha pencarian mereka berlangsung seru dan menarik. 
Ketekunan anak-anak dalam mencari dan akhirnya menemukan gulungan kertas itu 
mendatangkan sukacita bagi mereka, peneguhan dari jemaat kami, dan keyakinan 
baru tentang pentingnya firman Yahweh. 

Dalam 2 Raja-Raja 22-23, kita membaca bagaimana Raja Yosia dan bangsa Yehuda 
menemukan kembali sukacita dan arti penting dari firman Yahweh. Ketika rumah 
Tuhan sedang diperbaiki, imam besar Hilkia menemukan kitab Taurat. Kitab 
tersebut pasti telah terhilang atau tersembunyi pada masa pemerintahan Manasye. 
Lalu ketika gulungan kitab tersebut dibacakan kepada Raja Yosia, ia 
mendengarkan dan menanggapinya (ay.10-11). Yosia berusaha memahami isi kitab 
dengan lebih mendalam (ay.12-20), dan membimbing rakyatnya untuk memperbarui 
komitmen mereka agar menempatkan kitab Taurat itu sebagai bagian terpenting 
dalam hidup mereka (23:1-4). 

Pada masa kini, banyak sekali cara bagi seseorang untuk membaca firman Yahweh. 
Mari perbarui komitmen kita untuk "menemukan" firman Yahweh setiap hari dan 
menunjukkannya sebagai bagian hidup yang terpenting melalui sikap diri kita. 
-MLW 

Kitab Elohim, agung, luhur, dan mulia
Utuh, abadi, kudus, benar;
Memadai bagi seluruh manusia di sepanjang masa
Kami mengikrarkan kembali iman kami kepada-Mu. -NN. 

Mengenal HaMashiakh, Firman yang hidup, berarti juga mengasihi Kitab Suci, 
Firman yang tertulis. 

Kirim email ke