MENGENAL KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS
Bagian 17: Karunia Membagi-bagikan Dengan Murni (Rm.
12:8)
 
oleh:Denny Teguh Sutandio
 
 
 
Untuk hal-hal praktis lainnya, Paulus
menyebutkan karunia membagi-bagikan sesuatu. Kata Yunani yang dipakai adalah 
μεταδιδοὺς(metadidous) yang merupakan kata kerja, participle, present,
aktif, nominatif, maskulin, dan tunggal dari kata μεταδίδωμι(metadidōmi) yang 
berarti
membagi atau memberi.[1] Meskipun kata ini bisa diterjemahkan sebagai membagi 
atau memberi tergantung
konteks, namun khusus di Roma 12:8 ini, kata ini lebih tepat diterjemahkan
sebagai membagi. Mengapa? Karena kata “memberi” bisa berarti memberi sesuatu
secara keseluruhan atau sebagian, sedangkan kata “membagi” tentu berarti
membagi sesuatu sesuai proporsi masing-masing (tidak mungkin seluruhnya). 
Perhatikanlah penggunaan kata μεταδίδωμι(metadidōmi) ini di dalam 4
teks Perjanjian Baru yang telah disebutkan di catatan kaki no. 1. Dari 4 teks
tersebut, 3 di antaranya diterjemahkan oleh LAI sebagai “membagi”, karena
memang secara konteks, kata itu tidak mungkin diterjemahkan sebagai “memberi”.
Misalnya: di Lukas 3:11, Yohanes Pembaptis berkata, “Barangsiapa mempunyai dua 
helai baju, hendaklah
ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai
makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.” Contoh lain, di Efesus 4:28,
Rasul Paulus mengajar, “Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi 
baiklah ia
bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri,
supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.” Contoh
terakhir yang tidak mungkin diterjemahkan sebagai “memberi” adalah 1 Tesalonika
2:8, di mana Paulus (bersama Silwanus dan Timotius) berkata, “Demikianlah kami, 
dalam kasih sayang yang besar
akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga
hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.” Jika kata 
μεταδίδωμι(metadidōmi) diterjemahkan
sebagai “memberi” di 1 Tesalonika 2:8, maka itu sangat berbahaya, karena kata
itu berarti Paulus, Silwanus, dan Timotius memiliki Injil Allah, padahal mereka
bukan si pemilik, tetapi penyebar/pembagi Injil, sehingga kata 
μεταδίδωμι(metadidōmi) di dalam konteks
ini lebih tepat diterjemahkan sebagai “membagi”. 
Lalu, “membagi” apa yang
dimaksud Paulus di Roma 12:8 ini? Apakah hanya membagi Injil saja? Tentu tidak,
karena jika yang dimaksud Paulus adalah membagi Injil, hal tersebut tidak ada
bedanya dengan karunia mengajar atau menasihati seperti yang telah diuraikan di
poin 13 dan 14 di atas. Saya menafsirkan “membagi” di sini sebagai membagi
hal-hal jasmani kepada jemaat-jemaat yang membutuhkan, bisa berupa sejumlah 
uang,
pakaian, makanan, dll.
Kemudian, Paulus mengatakan
lagi bahwa mereka yang diberi karunia membagi ini harus melakukannya dengan
hati yang ikhlas. Kata Yunani yang dipakai adalah ἁπλότητι(haplotēti) yang 
merupakan kata benda
yang berfungsi sebagai objek tak langsung (datif), feminin, dan tunggal dari
kataἁπλότης(haplotēs) yang bisa berarti simplicity, sincerity (keserderhanaan,
ketulusan hati/keikhlasan).[2] Saya
menggunakan terjemahan sendiri, yaitu “kemurnian”.[3] Dengan
kata lain, Paulus mengharapkan orang yang diberi karunia membagi ini melakukan
tugasnya dengan hati yang murni yang tidak memiliki motivasi lain selain
memuliakan Allah dan membantu orang lain yang berkekurangan.
 

________________________________
 
[1]Bdk. Luk. 3:11 (LAI: “membagi”);
Rm. 1:11 (LAI: “memberikan”); Ef. 4:28 (LAI: “membagikan”); 1Tes. 2:8 (LAI:
“membagi”).
[2]KJV dan YLT
menerjemahkannya, “simplicity.”
[3]Bdk. Horst Balz dan Gerhard Schneider, ed., Exegetical Dictionary of the New 
Testament Vol. 1, 123 di mana kata Yunani ἁπλότης(haplotēs) yang berarti 
simplicity, sincerity bisa diterjemahkan
ke dalam bahasa Inggris sebagai: purity (kemurnian).
 
"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke