Fenomena bahasa lidah (atau bahasa
roh) menjadi tren di dalam Kekristenan dewasa ini. Banyak gereja yang
menekankan fenomena ini bahkan memutlakkannya sebagai tanda bahwa orang Kristen
memiliki Roh Kudus, namun di lain pihak, ada beberapa gereja yang menolak
fenomena ini dengan alasan bahwa bahasa lidah sudah tidak ada sejak Alkitab
selesai dikanonisasikan. Pandangan mana yang sesuai dengan Alkitab? Lalu, apa
yang Alkitab ajarkan tentang penggunaan bahasa lidah?
 
Temukan
jawabannya dalam:
Buku
BAHASA LIDAH:
MASIH ADAKAH?
Studi
Doktrinal dan Biblika terhadap Bahasa Lidah dan Penggunaannya
 
oleh:Denny Teguh Sutandio
 
Harga: Rp 75.000, 00/buku + ongkos kirim
(tergantung lokasi)
 
Penerbit:
Sola Scriptura
Mendidik Zaman Melalui Literatur
Berkualitas
didirikan
oleh Denny Teguh Sutandio pada tanggal 12 Agustus 2011 dengan tujuan ingin
mendidik orang-orang Kristen dengan buku-buku berkualitas yang berusaha setia
pada teks Alkitab seakurat mungkin, namun peka terhadap konteks zaman tanpa
mengkompromi teks Alkitab dan iman Kristen yang bertanggung jawab (tidak
kompromi dengan zaman, namun juga tidak paranoid dengan zaman). Penerbit ini
akan mencetak buku-buku: theologi dan studi Biblika, kehidupan Kristen praktis,
kerohanian, dll.
 
 
 
Berminat??
HANYA bagi yang berminat, tolong SMSkan nama
lengkap, alamat lengkap, gereja, judul dan jumlah buku yang ingin Anda pesan ke
nomer:
0878-5187-3719
 
 
 
Endorsement:
“Ini adalah karya
hebat dari seorang yang mencintai doktrin. Dari profilnya, penulis adalah
seorang awam, namun pengkajiannya sangat luas dengan menggunakan pendapat
pendapat theolog yang berotoritas. Saya berpendapat, tidak ada salahnya jika
orang Kristen mempelajari kembali isu-isu “mati” dari masa lalu, seperti “bahasa
lidah” ini. Siapa pun kita bacalah buku ini, apakah ia seorang non Karismatik
atau pun seorang Karismatik. Para pembaca akan diperkaya dalam
mempelajarinya sehingga kita dapat lebih bijaksana dalam persaudaraan Kerajaan
Allah yang luas ini.”
Togardo Siburian, Th.M., D.Th. (Cand.)
(dosen Theologi
Sistematika di Sekolah Tinggi Theologi Bandung)
 
“Buku ini
telah ditulis secara komprehensif.  Keistimewaan buku ini terletak pada
pembahasan atas pandangan-pandangan dari berbagai pihak secara seimbang yang
disertai dengan pembahasan pengajaran Alkitab yang cukup mendalam.  Buku
ini layak menjadi referensi bagi mereka yang serius mempelajari topik ini.”
Pdt. Timotius Fu, M.Th. 
(dosen di Seminari
Alkitab Asia Tenggara, Malang)
 
“Pengulasan
dan penjabaran ‘buah pena’ini
layak untuk disimak dan dimengerti sebagai pengantar kepada jemaat secara umum
untuk lebih mengerti dan lebih mendalam mengenal tentang keberadaan“bahasa 
roh”atau lebih
tepatnya "bahasa lidah". Penulis menjelaskan dengan kejujuran
yang obyektif dan bukti kebenaran Alkitab yang cukup dan bukan hanya berpegang
pada “pendapat-pendapat” para theolog dari masa lalu sampai yang sekarang,
tetapi penulis mengajar jemaat untuk bertheologi itu memiliki spirit kembali 
kepada kebenaran Alkitab
dan untuk mengagungkan nama-Nya. Soli Deo Gloria.” 
Pdt. Drs. Agung Wibisana S. P.,
M.Th.
(gembala
sidang Gereja Kristen Immanuel—GKIm Gloria Bandung dan Yogyakarta dan dosen di
STT Bandung dan Beijing Seminary, dll)
 
 
 
Profil
Penulis:
Denny
Teguh Sutandio, S.S.lahir di Surabaya, 19 Juli 1985. Pada tahun 2003, menempuh 
pendidikan Sastra
Inggris di Universitas Kristen Petra, Surabaya dan meraih gelar Sarjana Sastra 
(S.S.) pada tahun 2007.
Pada tahun 2004-2009, menempuh pendidikan theologi awam di Sekolah Theologi
Reformed Injili Surabaya (STRIS) Andhika dan sejak awal 2010, menempuh
pendidikan theologi awam khusus mendalami studi Biblika, dll di Sekolah
Theologi Awam Reformed (STAR). Pernah menulis
artikel rohani dan dimuat di Tabloid Rohani Keluarga sejak Juli 2010 s/d April
2011 dan di Buletin Hodos.
 
"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke