Di dalam beberapa gereja Kristen kontemporer yang pop, terdapat beberapa pendeta yang memiliki profesi lain selain sebagai pendeta, misalnya pendeta sekaligus dokter gigi, pendeta sekaligus presiden direktur suatu perusahaan, dll. Beberapa gereja lain mengkritik fenomena ini. Pertanyaan selanjutnya, bolehkah pendeta berprofesi ganda? Pendapat mana yang sesuai dengan Alkitab dan akal budi Kristiani yang seimbang dan bertanggung jawab? Temukan jawabannya dalam: Buku BOLEHKAH PENDETA BERPROFESI GANDA? oleh: Denny Teguh Sutandio Harga: Rp 35.000, 00/buku + ongkos kirim (tergantung lokasi) Penerbit: Sola Scriptura BERMINAT?? Tolong SMSkan nama lengkap, alamat lengkap, judul dan jumlah buku yang ingin Anda pesan ke nomer: 0878-5187-3719 Endorsement: “Tulisan ini sebagai reaksi terhadap banyaknya situasi dan kondisi pelayan-pelayan Gerejawi yang berstatus sebagai Pendeta dengan memiliki “profesi” ganda. Yang perlu disimak dengan seksama agar pembaca dapat memperoleh pencerahan singkat serta mulai lebih tajam memikirkan ke depan, bahwa pelayan-pelayan Gerejawi adalah sebuah pengabdian yang bukan sambil lalu sebagai side job (pekerjaan ekstra), melainkan sebuah pilihan yang harus diambil garis pemisah yang jelas demi kemurnian pelayanan Gerejawi tersebut serta pemberitaannya di tengah-tengah dunia ini. Agar dapat membedakan pula bahwa, kependetaan bukanlah sebuah “profesi”, melainkan sebuah pengabdian. Sebagai buku saku yang menggelitik untuk lebih jernih berpikir.” Pdt. Henoch Soetopo, D.R.E., D.Min. (gembala sidang Gereja Bethel Tabernakel—GBT Aletheia, Surabaya dan Ketua Sekolah Tinggi Theologi Tabernakel, Lawang) "Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata." (Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

