Kehidupan manusia tidak lepas dari lahir, tumbuh menjadi pemuda dan
dewasa, berkencan, menikah, dan akhirnya meninggal. Karena siklus hidup manusia
terus berulang demikian, maka tidak heran, banyak manusia menjadi bosan.
Bagaimana mengatasi kebosanan manusia?
 
Temukan jawabannya dalam:
Buku
DOWN TO EARTH
SPIRITUALITY
(SPIRITUALITAS YANG MEMBUMI)
Menjumpai Tuhan dalam Kehidupan yang Biasa dan Membosankan
 
oleh:Rev.Prof. R. Paul Stevens, D.Min.
 
Penerbit: Literatur SAAT, Malang, 2005
 
Penerjemah: Ellen Hanafi
 
 
 
Prof. R. Paul Stevens, D.Min. memberi jawaban atas kebosanan hidup manusia
yaitu dengan mengaitkan hidup manusia ini dengan Allah yang berdaulat. Beliau
mengambil contoh kisah Yakub dalam Kejadian 25 s/d 50 mulai dari kelahirannya
hingga akhir hidupnya ketika ia bertemu dengan Yusuf dan anak-anak Yusuf di
Mesir. Kisah-kisah tersebut dibagi menjadi 14 segmen kehidupan Yakub, yaitu:
kelahiran, makan, keluarga, tidur, perkencanan, pernikahan, pekerjaan,
pertobatan, seks, pulang, panggilan, pakaian, penyelesaian akhir, dan kematian.
Ke-14 segmen tersebut didasarkan pada teks-teks di kitab Kejadian 25 s/d 50
disertai eksegese teks tersebut secara cermat dan aplikasi praktisnya bagi
kehidupan Kristen masa kini. Gabungan antara eksegese teks dan aplikasi praktis
ini mendorong kita untuk menghidupi kehidupan yang berpusat pada Allah,
sehingga dalam kehidupan ini, kita menemukan makna hidup yang terkait dengan
Allah sebagai Sumber Hidup. Biarlah buku sederhana menjadi refleksi bagi kita
yang menjalani kehidupan sehari-hari dengan mata tertuju kepada Allah.
 
 
 
Rekomendasi:
“Ini
merupakan suatu penggalian yang mampu mempengaruhi pikiran dan menyelidiki hati
terhadap paruh kedua kitab Kejadian. Fokus pada keluarga dan hikmat yang
bersifat korektif dan mengarahkan disajikan dengan cara yang sangat mencolok.”
Rev. Prof. James I. Packer, D.Phil.
(Board of Governors Professor of Theology di
Regent College, Canada; Bachelor of Arts—B.A.; Master of Arts—M.A.;
dan Doctor of Philosophy—D.Phil. dari Corpus Christi College, Oxford
University, U.K.)
 
“Perhatian
besar Paul Stevens bagi patriark yang terluka, Yakub telah menemukan ekspresi
seutuhnya dalam buku Spiritualitas
Sederhana ini. Pendekatan Stevens yang unik dalam mencampur tema theologis
dengan kisah naratif memberi buku ini relevansi yang kuat bagi pembaca modern.
Setelah berpuluh-puluh tahun mempelajari dan berefleksi, Paul memberi kita buah
bukan hanya dari perjalanan Yakub melainkan, sebagai seorang patriark dengan
haknya, refleksi dari kebijaksanaan seumur hidup.”
Rev. Brian Morgan, B.A.
(Pendeta
di Peninsula Bible Church, Cupertino, California dan adjunt faculty di Western 
Seminary, U.S.A.)
 
 
 
Profil
Rev. Dr. R. Paul Stevens:
Rev. Prof. R. Paul Stevens, B.A., B.D., D.Min.adalah Professor
emeritus bidang Marketplace Theology and
Leadership di Regent College, Vancouver, Canada dan Adjunct
Faculty di Biblical Graduate School of Theology, Singapore. Beliau
telah menggembalakan gereja selama 20 tahun, konselor mahasiswa di InterVarsity
Christian Fellowship, dan pebisnis (Habitat
Woodcraft). Beliau menyelesaikan studi Bachelor
of Arts (B.A.) di McMaster University; Bachelor
of Divinity (B.D.) di McMaster Divinity College; dan Doctor of Ministry 
(D.Min.) di Fuller Theological Seminary, U.S.A.
Beliau menikah dengan Gail dan telah dikaruniai 3 anak yang telah menikah dan 8
cucu. Beliau dan Gail tinggal di Vancouver sejak tahun 1969.
 
"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke