Mengalami hadirat Tuhan sering kali menjadi permasalahan khusus di dalam
Kekristenan. Bagi sebagian orang Kristen (mungkin mayoritas), mengalami hadirat
Tuhan tidak ada bedanya dengan perasaan ekstase rohani, namun beberapa orang
Kristen anti dengan mengalami hadirat Tuhan karena dipandang terlalu subjektif
dan mistik. Lalu, apa sebenarnya mengalami hadirat Tuhan yang sesuai dengan
Alkitab? 
 
Temukan jawabannya dalam:
Buku
MENGALAMI HADIRAT TUHAN:
Pengajaran dari Kitab Ibrani
 
oleh:DR. A. W.
TOZER
 
Penyusun dan editor: Rev. Dr. James L. Snyder
(Hamba Tuhan di Family of God Fellowship, Ocala, Florida yang menerima gelar 
kehormatan Doctor of Letters dari Trinity College di Florida)
 
Kata Pengantar: Rev. Dr. Randy T. Alcorn
(Pengarang buku laris Sorga)
 
Penerbit: Nafiri Gabriel, Jakarta, 2011
 
Penerjemah: Claudia Kristanti
 
 
 
Melalui buku ini, salah seorang hamba Tuhan
dan theolog ternama abad XX, Dr. A. W. Tozer mengajar kita bagaimana mengalami
hadirat Tuhan sesuai dengan Alkitab. Oleh karena itu, beliau mengajak kita
untuk menelusuri beberapa bagian dalam Kitab Ibrani untuk mengerti prinsip
mengalami hadirat Tuhan. Di dalam buku, Dr. Tozer menjelaskan pentingnya
mengalami hadirat Tuhan sesuai dengan Alkitab sambil memaparkan
hambatan-hambatan dalam mengalami hadirat Tuhan tersebut. Lalu, beliau
menjelaskan bahwa kita dapat mengalami hadirat Tuhan karena Kristus telah
menjadi Pengantara antara Allah yang Mahakudus dengan manusia berdosa, sehingga
kita bukan hanya dapat menghampiri hadirat-Nya, bahkan kita dapat mengalami
hadirat Allah itu langsung dalam hidup kita. Di dalam mengalami hadirat Tuhan
itulah kita menemukan kemerdekaan sejati, sedangkan di luar hadirat-Nya, kita
justru merasa terbelenggu. Konsep ini merupakan konsep yang bertentangan dengan
konsep dunia yang mengajarkan bahwa mengikut Tuhan justru merupakan suatu
keterikatan. Namun, patut disadari menikmati dan mengalami hadirat Tuhan juga
perlu disiplin rohani, mulai dari membaca Alkitab, solitude/menyendiri, 
mengharapkan hadirat-Nya dalam hidup kita
setiap hari, ketaatan, dll. Dengan menyadari sambil merenungkan hal ini, kita
diarahkan Dr. Tozer untuk benar-benar mengalami hadirat Allah yang nyata di
dalam hidup kita sehari-hari sesuai dengan firman-Nya.
 
 
 
Profil Dr. A. W.
Tozer:
Aiden Wilson (A. W.) Tozer, Litt.D. (HC),
LL.D. (HC)yang lahir tanggal 21 April 1897. adalah hamba Tuhan di Christian and 
Missionary Alliance (CMA) sejak 1919 s/d 1963 dan
merupakan editor Alliance Witness (sekarang bernama Alliance Life) dari
1950 s/d 1963. Selama hidupnya, Dr. Tozer telah menulis banyak buku, termasuk 
The Pursuit of God dan The Knowledge of the Holy (diterjemahkan
ke dalam bahasa Indonesia: “Mengenal Yang Mahakudus”) menjadi karyanya yang
terbesar dan paling laris sampai sekarang. Pada tahun 1950, Tozer
menerima gelar kehormatan Doctor of
Letters (Litt.D.) dari Wheaton College dan
pada tahun 1952, beliau mendapat gelar kehormatan Doctor of Laws (LL.D.) dari 
Houghton College. Beliau menikah dengan Ada Cecelia Pfautz dan
dikaruniai 7 orang anak, yaitu: 6 anak laki-laki dan 1 anak wanita. Beliau
meninggal pada tanggal 12 Mei 1963.
 
 
"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke