Kata “kasih”
merupakan kata yang sudah menjamur di dunia berdosa ini, namun sayangnya kata
ini sudah disalahartikan, sehingga menjadi suatu kata yang bernada murahan.
Itulah wujud kasih tanpa kebenaran dan kekudusan. Lalu, apa makna kasih
sesungguhnya? Tidak ada jalan lain untuk mengerti makna kasih sesungguhnya
kecuali kita kembali ke Pribadi Kasih itu sendiri yaitu Allah. Apa wujud Allah
yang adalah Kasih itu dan kasih-Nya? Bagaimana kita menanggapi kasih Allah
tersebut?
 
Temukan jawabannya dalam:
Buku
CRAZY LOVE:
TAK BERDAYA MENGHADAPI TUHAN YANG MENGEJARKU
TANPA MENGENAL LELAH
 
oleh:Rev. Francis Chan, M.Div.
 
Prakata: Chris Tomlin
 
Penerbit: PT. J. S. Benaiah, Jakarta, 2011
 
Penerjemah: Yvonne Cherie Rondeel
 
 
 
Di dalam bab 1 di buku
ini, Rev. Francis Chan menjelaskan kepada kita tentang pribadi Allah yang
Mahakuasa dan Berdaulat yang membuat kita takjub. Tetapi Pribadi Allah yang
Mahakuasa itu juga menunjukkan kasih-Nya dengan memimpin umat-Nya untuk percaya
kepada Anak-Nya, Tuhan Yesus. Pribadi Allah inilah yang menginspirasi makna
kasih bagi Rev. Francis Chan yang pada waktu kecil tidak mendapat kasih dari
ayah (dunia)nya. Tiga bab awal di buku ini mengarahkan kita untuk
mengaplikasikan kasih Allah yaitu cara kita menanggapi kasih Allah. Jika Allah
telah mengasihi kita dengan mengorbankan Kristus bagi kita, apa respons kita
kepada-Nya? Rev. Francis Chan mengajar kita untuk  menjadi orang Kristen yang 
“radikal” bagi
Allah dan Kerajaan-Nya dengan: Pertama, tidak menjadi suam-suam kuku. Kedua,
memberi totalitas hidup dan apa yang dimilikinya kepada Allah, bukan memberi
sisa-sisa kepada Allah. Ketiga, jatuh cinta kepada Allah. Keempat, “terobsesi”
yaitu menyerahkan seluruh pikiran yang terfokus kepada Allah dengan cara: penuh
kasih, mengambil risiko, “teman” bagi semua orang, rendah hati, melayani,
memberi, terfokus, terbuka, sungguh berakar di dalam kebenaran, berdedikasi,
dan berkorban. Dan di bab terakhir, Rev. Francis Chan menantang kita untuk
hidup bagi Kristus dengan mengasihi-Nya.
 
 
 
Rekomendasi:
“Dengan gaya
penulisannya yang khas dan dengan motivasi untuk membangunkan gereja yang
tertidur dan terperosok dalam kenyamanan zona ‘netral’, Crazy Love langsung 
menuju pokok permasalahan dan pada akhirnya
akan membuat Anda menginginkan Yesus lebih lagi, sosok pribadi yang tak ada
bandingannya, yang saat ini menawarkan kehidupan yang radikal bagi semua
orang.”
Rev.
Louie Giglio, D.Min.
Gembala Sidang Passion City Church, Atlanta,Direktur dan Perancang Visioner 
Passion Conferences, dan penulis buku “I Am Not, but I Know I AM” yang
menyelesaikan studi Master of Divinity (M.Div.)
di Southwestern Baptist Theological Seminary dan Doctor of Ministry (D.Min.) di 
Grace Theological Seminary, U.S.A.
 
“Hidup
Francis, teman saya, mencerminkan kepemimpinan sejati yang diimbangi dengan
belas kasihan yang besar bagi jiwa-jiwa yang terhilang, yang terabaikan, yang
terkecil, dan yang tersingkirkan. Itu semua terjadi karena orang ini adalah
murid yang penuh dengan semangat dan pengabdian kepada Penyelamatnya. Dalam
buku terbarunya ini, Crazy Love,
Francis menelusuri kembali pemikiran kita tentang hidup Kekristenan dan
membimbing kita untuk menemukan jalan menuju keintiman yang luar biasa dengan
Yesus – suatu keintiman yang pasti akan mengubah dunia di sekeliling kita!”
Dr.
(HC) Joni Eareckson Tada, D.Hum. (HC), L.H.D. (HC), D.D. (HC)
Pendiri dan
CEO, Pusat Orang-orang Cacat Internasional Joni and Friends— 
http://www.joniandfriendsnews.com yang dianugerahi gelar: Bachelor
of Letters dari Western Maryland College; Doctor of Humanities (D.Hum.) dari 
Gordon College; Doctor of Humane Letters (L.H.D.) dari
Columbia International University; Doctor
of Divinity (D.D.) dari Westminster Theological Seminary; D.D. dari
Lancaster Bible College; Doctor of
Humanitarian Services dari California Baptist University; dan L.H.D. dari
Indiana Wesleyan University
 
 
 
Profil Rev. Francis Chan:
Rev. Francis
Chan, M.Div. adalah gembala dan pendiri Cornerstone Church, Simi Valley, 
California dan
pendiri Eternity Bible College. Beliau juga tergabung dalam direksi dan
organisasi Children’s Hunger Fun dan World Impact. Beliau menyelesaikan studi 
Bachelor of
Arts(B.A.) di Master’s
College dan Master of
Divinity (M.Div.) di Master’s Seminary. Bersama dengan istrinya,
Lisa dan 4 orang anaknya, beliau tinggal di California. Beliau juga menulis
buku laris berjudul “Forgotten God”
dan pembicara untuk modul diskusi BASIC
Series. Selain itu, beliau juga menulis buku anak-anak yang berjudul “Halfway 
Herbert” dan “The Big Tractor and the Little Village”.
 
"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke