ahmad Rifqi wrote:
> nggak boleh nyela lho... :p (sorry becanda)
> iya meh beritanya mana..?? jangan2 cuman gosip  :D
>
>   
>> Sepertinya Menteri di Thailand sama konyolnya dengan Menteri >disini soal
>> OSS. SOL
>>     

Artikelnya ada disini :

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=302


  Menteri Thailand: "Software Open Source Banyak Bug dan Tidak Berguna"

Kamis, 16-11-2006 17:16:08 oleh: denni

Kanal: Peristiwa <http://www.wikimu.com/News/peristiwa.aspx>

Menteri Thailand: &quot;Software Open Source Banyak Bug dan Tidak
Berguna&quot; "Bagaikan orang buta menuntun orang buta," demikian
menurut Professor Sitthichai Pokai-udom, menteri Thailand urusan
Teknologi Informasi, dalam jumpa pers perdananya. Dia mengatakan
ungkapan itu berkenaan dengan kebijakan pemerintah Thailand yang
sekarang sehubungan dengan penggunaan OSS (Open Source Software).
Menurutnya, pihak-pihak berwenang maupun para pelaku industri IT sama
sekali tidak sadar betapa bahayanya menggunakan OSS.

"Dengan Open Source, tidak ada lagi hak atas kekayaan intelektual. Semua
orang bisa menggunakannya dan ide anda menjadi milik umum. Kalau tidak
ada yang bisa menghasilkan uang darinya, siapa yang mau mengembangkan
OSS. OSS akan segera kadaluarsa," sambungnya. Menurutnya, kebanyakan OSS
seringkali terbengkalai dan berakhir menjadi software berkualitas rendah
dengan banyak /bug/.

"Kalau saya seorang programmer yang bisa membuat program yang bagus,
kenapa saya harus membagi-bagikan program-program saya dengan gratis?
Thailand bisa membuat program yang baik tanpa open source," tambahnya.

Pernyataan "luar biasa" dari sang menteri ini mendapat banyak sambutan
sinis dari para pecinta OSS. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa menteri
tersebut disuap oleh Microsoft.

Yang jelas, sang menteri termasuk "kurang gaul" karena
pernyataan-pernyataan dia kurang atau bahkan sama sekali tidak berdasar.
Memang banyak OSS yang berkualitas rendah atau terbengkalai. Tetapi
software komersil juga tidak kalah banyak yang bernasib sama.

Mungkin dia tidak pernah menggunakan Internet atau tidak sadar kalau 60%
situs di Internet berjalan di atas platform LAMP (Linux - Apache - MySQL
- PHP/Perl/Python), kombinasi dari berbagai OSS terkemuka
(http://news.netcraft.com/). Bahkan situs-situs tersibuk di dunia macam
Google dan Yahoo pun juga dimotori oleh OSS.

Terlepas dari itu, Thailand sudah mengambil sikap tegas bahwa
pemerintahannya tidak mendukung penggunaan OSS. Bertolak belakang dengan
beberapa pemerintah di Eropa yang justru malah mengganti Windows dengan
Linux di instansi-instansi pemerintah secara resmi.

Di Indonesia, hal ini sepertinya tidak terlalu signifikan karena baik
software komersil ataupun OSS harganya tidak jauh berbeda. Linux atau
Windows sama-sama 20 ribu per keping DVD.

Berita mengenai pernyataan menteri ini bisa anda baca di:
http://bangkokpost.net/151106_Da...
<http://bangkokpost.net/151106_Database/15Nov2006_data001.php>

Tambahan saja, mungkin sang menteri akan segera menginstruksikan
bangkokpost untuk meninggalkan Apache dan PHP yang digunakan untuk
menjalankan situs itu :D

Diterjemah dari sini :
http://bangkokpost.net/151106_Database/15Nov2006_data001.php


Klo Khabar Pemerintah Indonesia cari di detik.com, milis milis spt
linux-aktivis dan telematika dengan topik seputar   Indonesia Goverment
agreement dengan MS.

Jadi kesimpulannya, mentri sana dan disini sama sama konyol.


Kirim email ke