On Sun, 19 Nov 2006, Josua M. Sinambela wrote: > Saya kira bukan kita (komunitas opensource) yang keliru melakukan > pendekatan, hanya mereka saja yang tidak mau menggali lebih jauh > mengenai opensource tersebut. Selama ini kita sudah memberikan > pengertian hal hal demikian kepada lingkungan sekitar. Semangat
Orang awam mungkin memang tidak akan mau menggali lebih jauh. Hampir bisa dipastikan begitu. Tugas orang-orang "non-awam" yang harusnya memberikan penyadaran. Saya perhatikan dari dulu sampai sekarang, kalau masalah open source / free software, isunya masalah gratis melulu (warning => subjective opinion). > opensource jangan sampai padam khususnya dari diri kita masing masing. > Yang sangat disayangkan di Indonesia, IGOS yang dulu dikumandangkan > pemerintah, kemudian di tinggalkan begitu saja. Bahkan sekarang malah > berpaling melakukan Agreement dengan salah satu vendor lain. Entah > berapa duit yang harus dibayarkan pemerintah (uang rakyat) nantinya. Ini memasuki wilayah multidimensi. Tidak sekedar pemerintah yang salah. Saya bisa memahami, meskipun pemerintah mengumandangkan IGOS, kalau level menengah dan bawah tidak mendukung, apa yang bisa dilakukan pemerintah? Menghukum mati orang yang tidak menggunakan FOSS? melakukan deal ulang dengan vendor? which one do you prefer? > Software gratis merupakan salah bumbu kenikmatan dari OpenSource > Software, tapi bukan berarti tidak dapat menghasilkan duit dari sana, > hal ini akan jelas jika sudah terjun langsung dalam dunia > opensource. Gratis menjadi daya tarik tersendiri bagi orang awam yang > baru mengenal OpenSource. Pengenalan yang demikian menurut saya > tidaklah keliru, apalagi tujuan kita memang baik, mengenalkan > teknologi OpenSource ke lingkungan disekitar kita khususnya pada saat > pertama kali. Masalah orang nantinya berfikiran spt mentri Thailand > tersebut, itu pasti bisa diselesaikan kemudian, dan pasti sadar suatu > saat mengenai kekeliruannya. Jadi kita jangan sampai takut akan keliru > melakukan pendekatan ke lingkungan sekitar mengenai opensource. Sebenarnya sederhana saja, seperti rumusan di posting saya tadi (free software/open source software <> freeware). Lakukanlah sejak awal dengan benar. Kalau sudah menyebar, akan sulit mengubah. Orang pasti juga akan dengan mudah menyerang masalah gratis ini. Dunia bisnis akan sulit menerima barang gratis. IMO, pengenalan dan pendekatan gratis ini berbahaya (but again, this is subjective matters). Saya lelah dengan orang-orang yang komplain "lho kok sekarang katanya RedHat harus bayar ya?" - "Lho kok Mandriva harus beli sih?" dan sejenisnya. Tired. Bored. Sick. Gara-gara masalah gratis, orang seringkali "menggampangkan" dan "merendahkan". Advokasi FOSS sampai sekarang terjebak ke masalah gratis saja. Hal-hal esensial lainnya (budaya keterbukaan, saling menghargai, knowledge sharing, berbisnis dengan etika, dan lain-lain) malah kurang terakomodasi. That's too bad. Bad for FOSS future. -- http://bpdp.blogspot.com Key fingerprint FBBA CDA6 1A33 D41C 2470 5B82 12D9 DB12 84C7 32CE Key server ldap://pgp.surfnet.nl:11370 & hkp://subkeys.pgp.net ID 0x84C732CE
