[SPAM] ??
Atau black campaign?

Seperti email ttg Oli Top One dulu.., yang sama sekali tidak benar..

Ingat teman.., hati - hatilah setiap kali membaca tulisan di internet,
banyak yang menyesatkan.., dibuat - buat..

Okto.Silaban.Net

On 11/1/07, annafora leysus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    10 Okt 2007
>
> RATING PALSU
>
>
>
> Ibaratnya sebuah hakim , rating adalah kata penentu kemenangan atau
> kekalahan dalam dunia pertelevisian di Indonesia. Hidup atau matinya sebuah
> program televisi sangat tergantung oleh angka rating yang bagus. Kalau
> sebuah program televisi mendapat rating yang tinggi, maka dapat diasumsikan
> akan ada banyak pendapatan dari iklan yang akan masuk ke televisi tersebut.
> Namun sebaliknya bila rating sebuah program turun, televisi tersebut
> kehilangan pemasukan iklan.
>
> Dengan demikian rating adalah TUHAN bagi para pekerja televisi. Mereka
> rela berjumpalitan kerja siang malam demi memperoleh angka rating tersebut.
> Di Indonesia ,SATU- SATUNYA jasa penyedia rating adalah Nielsen Media
> Research , perusahaan ini praktis menjadi tumpuan utama atau MONOPOLI bagi
> semua stasiun televisi , biro iklan dan semua produsen pemasang iklan.
>
> Selama 14 tahun terakhir ini Nielsen Media Research juga selalu berhasil
> menampik semua tudingan yang mempertanyakan keabsahan penelitiannya, maupun
> validitas data responden yang telah ditebarnya. Namun sebenarnya jaminan
> mutu internasional itu hanyalah lip servis semata. Kenyataannya sungguh jauh
> dari tampilan make up luarnya.
>
> Yang pertama Nielsen Research Indonesia tidak memiliki tenaga handal
> profesional yang direkrut dari luar negeri demi menjaga kerahasiaan sistem
> mereka, seperti yang selalu diklaimnya. Nielsen Indonesia yang sekarang
> banyak ditangani oleh para pekerja Indonesia , yang sebagian besar dari
> mereka adalah fresh graduated ( sebagian besar adalah lulusan statistik dan
> matematika ). Sehingga kerahasiaan sistem mereka sebenarnya tidak benar-
> benar seperti benda suci yang selalu mereka jaga kerahasiaannya. Mereka
> banyak merekrut tenaga dari dalam negeri dengan anggapan bahwa tenaga dari
> Indonesia adalah jauh lebih murah dibanding mempekerjakan tenaga dari negara
> mereka yang sudah berpengalaman. Bahkan Hampir setengah dari tenaga lapangan
> Nielsen Media Research adalah para mahasiswa yang belum lulus dengan
> hitungan tenaga magang. Sehingga dengan tujuan efisiensi pada sumber daya
> manusia , mereka dapat lebih banyak mendapat keuntungan.
>
> Yang Kedua dengan banyak merekrut tenaga kerja baru lulus kuliah dan
> mahasiswa magang, Nielsen Indonesia banyak memberikan toleransi kesalahan
> data. Terutama data- data yang ada di lapangan. Sering sekali saya alami
> penyimpangan data terjadi hanya karena keteledoran SDM semata- mata.
>
> Yang Ketiga Untuk pemilihan demografis responden rating televisi cenderung
> dilakukan dengan asal – asalan. Dan tidak diusahakan pemerataan pada sebaran
> datanya Misalnya , untuk mengetahui berapa kecendrungan pemirsa untuk
> tayangan televisi A, mesti diambil jumlah responden yang seimbang misalnya
> untuk kelas ekonomi atas 33,3%, kelas ekonomi menengah 33,3 %, untuk kelas
> ekonomi bawah 33,3%, sehingga total 100%. Sehingga angka rating yg didapat
> adalah lebih obyektif. Namun pada prakteknya , Nielsen Indonesia banyak
> mengambil data responden sebagian besar dari kelas ekonomi rendah. Profil
> mereka sebagian besar adalah : ekonomi kelas rendah, berpendidikan rendah,
> tidak mempunyai pekerjaan, bekerja sebagai pembantu rumah tangga, pedagang
> kaki lima, karyawan toko, buruh pabrik, dan lain- lain. Hal ini menjelaskan
> mengapa sebagian besar tayangan televisi nasional yang memiliki rating
> tinggi justru yang memiliki cita rasa rendah dan apresiasi seni yang rendah.
> Seperti musik
> dangdut, tayangan gosip artis, tayangan mistik, film- film hantu, dan
> sinetron – sinetron picisan.
>
> Tayangan –tayangan televisi yang justru bersifat mendidik dan mencerdaskan
> akan selalu mendapat nilai rating yang rendah dari Nielsen. Kebijakan ini
> diambil Nielsen karena ia tidak mau membayar uang imbalan untuk
> respondennya. Sehingga responden yang diambil adalah kebanyakan dari kaum
> ekonomi bawah agar bisa dibayar murah.
>
> Yang Keempat Untuk pemilihan responden secara geografis juga dilakukan
> dengan tidak merata. Sebaran data yang diambilnya tidak pernah dilakukan
> dengan distribusi yang sama rata secara nasional, melainkan sekitar lebih
> dari 60% datanya hanya terkumpul dari Jakarta saja.
>
> Yang Kelima sebagai imbalan ( honor ), responden rating hanya mendapat
> souvernir senilai Rp 30,000 s/d Rp 50,000,- saja per bulannya. Sehingga
> responden cenderung ogah- ogahan untuk menjaga integritasnya.
>
> Yang Keenam Idealnya sebuah keluarga atau sebuah rumah yang menjadi
> responden televisi menjadi reponden selama 6 bulan saja atau maksimal selama
> 1 tahun. Setelah itu Nielsen harus mencari responden baru. Secara statistik
> hal itu perlu dilakukan demi menjaga obyektifitas data. Agar secara
> psikologis , mood responden tidak mempengaruhi data selanjutnya. Namun pada
> kenyataannya, seorang responden kebanyakan bisa menjadi responden selama 7
> TAHUN LEBIH. Untuk hal ini adalah murni dikarenakan kemalasan dari manajemen
> Nielsen untuk melakukan pemeriksaan ke lapangan.
>
> Yang Ketujuh para responden rating Nielsen sama sekali tidak mempunyai
> integritas. Dengan demikian , beberapa oknum televisi beserta oknum Nielsen
> dapat memberikan "pesanan" kepada ratusan responden sekaligus agar
> "memanteng " program televisi tertentu, agar hitungan rating program
> tersebut menjadi tinggi. Biasanya jumlah yang diajak adalah sekitar 100 s/d
> 700 orang dari total 3,500 responden. dengan 700 orang berarti program
> tersebut diharapkan sudah memegang rating 1/5 dari total rating. Biasanya
> tiap satu kali "memanteng" ( demikian sebutannya ) tiap responden meminta
> bayaran Rp 100,000,-. Sehingga dengan 700 orang x Rp 100,000,-, oknum pihak
> televisi tersebut hanya mengeluarkan uang Rp 70,000,000 saja per satu kali
> "manteng". Dengan begitu angka rating dapat dimanipulasi dengan mengeluarkan
> biaya yang relatif murah sebenarnya bagi para stasiun televisi.
>
> PENUTUP
> Demikianlah sebersit informasi dari saya sekitar rating. Karena memang
> sebagai karyawan yang sudah bekerja 6 tahun disana (Nielsen ) , sudah banyak
> orang yang bertanya- tanya pada saya mengenai bagaimana cara rating itu
> bekerja, atau adakah penyimpangan didalamnya ? Dan juga karena termotivasi
> melihat begitu banyaknya para pekerja televisi yang sangat gigih dalam
> pekerjaan mereka, yang padahal selama ini para pekerja televisi tersebut
> tidak mengejar apapun melainkan hanya RATING PALSU !!!
>
> Saya menjadi tidak tega melihat jahatnya skandal dan penipuan yang
> dilakukan orang- orang didalam Nielsen Media Research Indonesia. Secara
> organisasi itu sendiri sebenarnya ia cukup baik sebagai barometer dunia
> pertelevisian kita agar semakin maju dan menghasilkan tayangan- tayangan
> yang berkualitas. Bagi ANDA yang sudah menerima pesan ini, tolonglah
> disebarkan terutama apabila anda mempunya teman, saudara, keluarga ataupun
> rekan kerja yang bekerja di televisi, biro iklan, dan media lainnya agar
> mereka tahu kebenaran dari apa yang mereka usahakan selama ini !!!
>
>
> Salam dari Saya , Steven Sterk
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



"This is my way being a linuxer..."
http://jogja.linux.or.id
http://jogja.linux.or.id/wiki/

Untuk berhenti langganan silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jogja-linux/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jogja-linux/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke