"Pengembangan speech recognition jauh lebih sulit dibandingkan di linux."

Bukannya lebih sulit Yod?

Contohnya : teman - teman yang sekarang sedang penelitian ttg itu (di Teknik
Fisika). Mereka membutuhkan sebanyak mungkin sampel suara untuk bisa
mengenali huruf vokal (a, i, u, e, o), pada anak kecil, remaja, dan orang
dewasa. Nah sampel suara ini kemudian diolah menjadi suatu format database
tertentu. *untungnya* mereka pakai windows. Sangat banyak Library untuk
pengolahan & analisa suara (maupun gelombang suara). Dan API nya sangat
mudah dimengerti & dipakai. Setahu saya ini masih sangat sulit dilakukan di
Linux.

Kalau untuk memanggil command, Windows juga punya environment variable.
Kalau program tersebut sudah masuk dalam environment variable (executable
PATH) pathnya, maka program2 tersebut juga bisa tinggal panggil, misal :
Winampa.exe, Word.exe, Notepad.exe, dll.

Tapi mungkin untuk yang lebih kompleks bener juga. Misal kita ingin perintah
: "Cari semua file Thumbs.db di direktori /media, catat di $HOME/thumb.log,
lalu hapus semua file tersebut". Nah di linux, bisa dibikin script bash nya.
Taruh di /usr/bin, misal namanya hapusThumbs.sh.
Dari program speech recognition tadi, dengan perintah suara "Delete Thumbs",
tinggal memanggil script hapusThumbs.sh tadi.

Kalo di Windows.. , hhmmmm.. kok keknya mending pake mouse aja ya..
He.he..he..

regards,
Okto.Silaban.Net

2009/3/10 yodi <[email protected]>

>   Saya pernah melihat sewaktu acara IGOS summit II di jakarta kemarin.
> kalau tidak salah itu buatan dari Ristek. Lalu, saya diijinkan untuk
> melihat source-nya.
>
> Ternyata yang sangat menarik adalah, source-nya dibuat dari C++.
> lalu, untuk memadukan antara suara dengan jenis program, scriptnya
> sederhana. Semacam ini, suara A = command program yang dipanggil;
> Jadi bisa dibuat semacam database berdasarkan jenis suara dan nama
> programmnya.
>
> speech recognition di windows juga hampir sama fungsinya.
> seorang teman pernah membuat aplikasi buka-tutup pintu dengan ini.
> namun, ada yang berbeda disini.
>
> Pengembangan speech recognition jauh lebih sulit dibandingkan di linux.
> menurut pandangan saya seh salah satunya karena di linux ada bash
> command sedangkan windows tidak ada.
>
> Disinilah terlihat kehebatan console, dimana bisa mengakses perintah2x
> dengan lebih "bebas" dari windows. Semisal saja,
> ada perintah suara "tampilkan prosess ". Kita bisa melakukan perintah
> melalui konsole dengan "top" sementara windows mungkin agak susah.
>
> yah, itu hanya sekadar pandangan saja ...
>
> CMIIW
> http://yodi.web.id
>
> On Sat, 2009-03-07 at 19:00 +0700, dananzoff wrote:
> > On Sab, 2009-03-07 at 01:45 -0800, makdin makdin wrote:
> > > Bangga Yah!
> > >
> > > Beritanya ini ..
> > >
> > > Bak seorang penyihir, hanya dengan mengatakan kata 'buka', maka
> > > terbukalah sebuah aplikasi di komputer. Tak hanya itu, apapun
> > > perkataan
> > > kita melalui microphone akan langsung tertulis rapi di halaman
> > > aplikasi
> > > pengolah kata kepunyaaan Linux seperti open office.
> > >
> > > LiSan,
> > > aplikasi berbasis open source ini bisa melakukan semua hal yang
> > > tadinya
> > > harus menggunakan keyboard dan mouse. Namun jangan dibayangkan untuk
> > > bisa semua itu harus mengeluarkan biaya yang mahal.
> > >
> > > Asal komputer tersebut bisa menyala, memiliki kartu suara (sound
> > card)
> > > dan microphone serta menggunakan linux sebagai operating system-nya,
> > > kita bisa mengetik atau membuka aplikasi tanpa harus memencet
> > keyboard
> > > ataupun mengklik mouse.
> > >
> > > Lebih lengkapnya klik disini
> > >
> >
> http://www.detikinet.com/read/2009/03/06/181311/1095730/511/saat-lisan-menggantikan-keyboard-dan-mouse
> > >
> >
> > Kayaknya di wind*** udah ada kan?
> > namanya speech recognition.....
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >
> >
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke