Kalau tentang sampel suara itu saya kurang paham. Karena waktu itu lupa tidak ditanyakan. Tahunya disuruh ngomong dan programnya jalan :D
Tapi betul juga, kemarin itu yang diuji coba suara pria dewasa semua, bagaimana bila suara anak2x ? Bisa jadi lebih susah di linux kalau semisal tidak tersedia library seperti Windows at least, semoga saja aplikasi seperti ini dibudidayakan :D CMMIW http://yodi.web.id On Mon, 2009-03-09 at 13:55 +0700, Okto Silaban wrote: > "Pengembangan speech recognition jauh lebih sulit dibandingkan di > linux." > > Bukannya lebih sulit Yod? > > Contohnya : teman - teman yang sekarang sedang penelitian ttg itu (di > Teknik > Fisika). Mereka membutuhkan sebanyak mungkin sampel suara untuk bisa > mengenali huruf vokal (a, i, u, e, o), pada anak kecil, remaja, dan > orang > dewasa. Nah sampel suara ini kemudian diolah menjadi suatu format > database > tertentu. *untungnya* mereka pakai windows. Sangat banyak Library > untuk > pengolahan & analisa suara (maupun gelombang suara). Dan API nya > sangat > mudah dimengerti & dipakai. Setahu saya ini masih sangat sulit > dilakukan di > Linux. > > Kalau untuk memanggil command, Windows juga punya environment > variable. > Kalau program tersebut sudah masuk dalam environment variable > (executable > PATH) pathnya, maka program2 tersebut juga bisa tinggal panggil, > misal : > Winampa.exe, Word.exe, Notepad.exe, dll. > > Tapi mungkin untuk yang lebih kompleks bener juga. Misal kita ingin > perintah > : "Cari semua file Thumbs.db di direktori /media, catat di > $HOME/thumb.log, > lalu hapus semua file tersebut". Nah di linux, bisa dibikin script > bash nya. > Taruh di /usr/bin, misal namanya hapusThumbs.sh. > Dari program speech recognition tadi, dengan perintah suara "Delete > Thumbs", > tinggal memanggil script hapusThumbs.sh tadi. > > Kalo di Windows.. , hhmmmm.. kok keknya mending pake mouse aja ya.. > He.he..he.. > > regards, > Okto.Silaban.Net > > 2009/3/10 yodi <[email protected]> > > > Saya pernah melihat sewaktu acara IGOS summit II di jakarta kemarin. > > kalau tidak salah itu buatan dari Ristek. Lalu, saya diijinkan untuk > > melihat source-nya. > > > > Ternyata yang sangat menarik adalah, source-nya dibuat dari C++. > > lalu, untuk memadukan antara suara dengan jenis program, scriptnya > > sederhana. Semacam ini, suara A = command program yang dipanggil; > > Jadi bisa dibuat semacam database berdasarkan jenis suara dan nama > > programmnya. > > > > speech recognition di windows juga hampir sama fungsinya. > > seorang teman pernah membuat aplikasi buka-tutup pintu dengan ini. > > namun, ada yang berbeda disini. > > > > Pengembangan speech recognition jauh lebih sulit dibandingkan di > linux. > > menurut pandangan saya seh salah satunya karena di linux ada bash > > command sedangkan windows tidak ada. > > > > Disinilah terlihat kehebatan console, dimana bisa mengakses > perintah2x > > dengan lebih "bebas" dari windows. Semisal saja, > > ada perintah suara "tampilkan prosess ". Kita bisa melakukan > perintah > > melalui konsole dengan "top" sementara windows mungkin agak susah. > > > > yah, itu hanya sekadar pandangan saja ... > > > > CMIIW > > http://yodi.web.id > > > > On Sat, 2009-03-07 at 19:00 +0700, dananzoff wrote: > > > On Sab, 2009-03-07 at 01:45 -0800, makdin makdin wrote: > > > > Bangga Yah! > > > > > > > > Beritanya ini .. > > > > > > > > Bak seorang penyihir, hanya dengan mengatakan kata 'buka', maka > > > > terbukalah sebuah aplikasi di komputer. Tak hanya itu, apapun > > > > perkataan > > > > kita melalui microphone akan langsung tertulis rapi di halaman > > > > aplikasi > > > > pengolah kata kepunyaaan Linux seperti open office. > > > > > > > > LiSan, > > > > aplikasi berbasis open source ini bisa melakukan semua hal yang > > > > tadinya > > > > harus menggunakan keyboard dan mouse. Namun jangan dibayangkan > untuk > > > > bisa semua itu harus mengeluarkan biaya yang mahal. > > > > > > > > Asal komputer tersebut bisa menyala, memiliki kartu suara (sound > > > card) > > > > dan microphone serta menggunakan linux sebagai operating > system-nya, > > > > kita bisa mengetik atau membuka aplikasi tanpa harus memencet > > > keyboard > > > > ataupun mengklik mouse. > > > > > > > > Lebih lengkapnya klik disini > > > > > > > > > > http://www.detikinet.com/read/2009/03/06/181311/1095730/511/saat-lisan-menggantikan-keyboard-dan-mouse > > > > > > > > > > Kayaknya di wind*** udah ada kan? > > > namanya speech recognition..... > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > >
