Bagus buat nambah pengetahuan.

Angka bearing bukan kode buntut ...

  

Coba pelototi angka-angka di bearing. Ada yang dicetak di punggung
atau di lingkar luar. Yang jelas, itu bukan kode buntut, tetapi  punya
makna alias mengandung arti. Bahkan ditentukan berdasarkan standar ISO
(International Standard Organisation).

Misalkan di laher SKF tertera kode 6301 RSl/C3 MT47. "Secara
internasional, angka 6 menyatakan laher itu pakai tipe ball bearing
(laher model bola)," bilang Nyoman Tri Mantara, bagian sales engineer
sekaligus trainer PT. SKF Indonesia.

Lalu, angka 3 menerangkan seri dimensinya. Angka ini menunjukkan 3
hal: diameter, tebal dan tinggi. Untuk kode contoh di atas, berarti,
laher itu berdiameter luar  37 mm dan tebal punggung 12 mm.

Kemudian angka  01, menunjukkan ukuran lingkar dalam laher 12 mm. Jika
ada laher lain angka ini 00, artinya diameter lingkar dalamnya 10 mm,
01 (12 mm), 02 (15 mm), 03 (17 mm), 04 (20), dan 05 (25 mm).

Rangkaian huruf  RS,  singkatan dari rubber seal. Artinya, penutup
laher yang digunakan pabriknya, terbuat dari karet. Andai hurufnya Z, 
berarti penutup dari bahan metal. "Diambil dari simbol Zn. Artinya
Zinc alias seng," ulas Nyoman.

Nah, jika laher dilindungi penutup kiri-kanan, di depan huruf tersebut
dicantumkan angka 2. Misalnya 2RS atau 2Z. "Beberapa laher bikinan
Jepang, jenis penutupnya ditandai dengan huruf LLU. Cuma pihak
pabrikannya yang tahu," sela Nyoman yang berambut agak cepak.

Berikutnya kode C3. Simbol ini menandai kerenggangan antara pelor dan
dinding punggung bagian dalam. "C3 cocok untuk motor harian,"
anjurnya.  Makin besar angkanya, berarti toleransi kerenggangan
antarkomponen bearing makin besar pula. Misalkan C3, jika digoyang
lebih ngoklok dibanding C2.

Angka kerenggangan tercantum dari C2, tanpa tanda (kosong), dan sampai
C5. Motor dengan putaran mesin tinggi sebaiknya menggunakan laher
dengan kerenggangan C5. Kan temperatur motor balap jauh lebih tinggi
dibanding motor harian. Ketika suhu memuncak, bola-bola memuai. Posisi
menggelinding jadi pas. Tidak sampai macet.

Satuan kerenggangan atau clearance adalah mikron. Satu mikron sama
dengan 1/1.000 mm. "Pembanding paling gampang, seperti  sehelai rambut
dibelah 4," jelas Nyoman lagi.

Terakhir, huruf dan angka menunjukkan jenis pelumas yang pantas
dipakai. Misalnya, kode  MT47 seperti pada laher roda.  MT singkatan
Medium Temperatur. Kemampuan pelumas bisa bertahan pada suhu –300
sampai 1100 C. "Pelumas Shell khusus bearing, unjuk kerjanya sama
dengan kode MT47," jelas Nyoman. "Kalau tidak ada pelumasnya berarti
tidak wajib dilumasi," tambahnya.
NF-17/Foto : Dok. M+


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/KqTolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

untuk ikutan milis ini tinggal kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk unsubscribe dari group ini, silahkan kirim email kosong :
[EMAIL PROTECTED]

Milis ini merupakan ajang pertukaran informasi seputar masalah Honda Karisma 
antar sesama pengendara sepeda motor Honda Karisma.

Kalau ingin me-reply, mohon pesan yang tidak di perlukan dan sudah panjang di 
hapus agar message tidak terlalu panjang

Jangan mem-posting message yang tidak ada Hubungannnya dengan Milis ini, SPAM 
Mail, Junk Mail, SARA.

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/karisma_honda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

<<attachment: Bearing.jpg>>

Kirim email ke