Bro Aprajonggo...
Pengin nimbrung, skalian salam kenal buat semuanya,
ane member baru di sinih.. :)
Maap, bukan beraksud menggurui... tapi kebetulan ane
pernah ganti monoshock di ASR Kopo Bdg.
Alasan ane sama, shock ori Karisma masih terlalu keras,
untuk bobot ane + boncenger (+/- 100 kg).
Dgn tujuan agar tambah performa dlm bantingan, handling & gaya..:D
brangkatlah ke Bdg., sebab setau ane baru di situ yg nerapin monoshock
karisma tanpa ganti swing-arm dan tanpa las.
Harga 750 rebu, yg di-dapet:
~ Non-adjustable monoshock dari Thailand
~ 2 dudukan monoshock, dudukan belakang di-baut ke pangkal swing-arm
ori (dekat poros swing-arm), dudukan depan dibaut ke rangka utama.
~ Sepasang pipa, berfungsi sbg stabiliser & penerima gaya yg berasal
dari swing-arm. ujung satu dibaut di tempat dimana sebelumnya shock
ori bercokol di swing-arm, satu lagi di dudukan belakang monoshock.
~ Sudah termasuk ongkos pasang
Semua dipasang ke rangka dan swing-arm ori dengan baut, tanpa ada las.
Hasilnya:
~ Penampilan: OK, imbang dgn harga & jenis pengerjaan.
~ Betul sekali kata Bro "daku daku oge", bagasi harus diangkat.
Aki dan sikring dipindah & lumayan dikorbankan perlindungan-nya.
~ Handling bantingan: **SANGAT** tergantung berat-badan si pengguna.
berat ane plus boncenger +/- cuma 100 kg, bantingan masih terlalu
keras sampe sakit punggung, masih lebih keras sekitar 1,5 kali
daripada shock ori.
~ Handling center of gravity (c.g.): pas nikung, penyerapan energi
kelembaman scr teori lebih stabil drpd doublshock (CMIIW).
Tapi karena ketinggian buritan jadi lebih tinggi, (defaultnya jadi
lebih tinggi +/- 2 cmm dari shock ori) momentum buritan terasa
sekali bertambah ketika nikung.
Kesimpulan (dan opini sendiri):
~ Perkirakan matang2 sebelum pasang, berat badan VS kelembutan
monoshcok. Mungkin bisa dgn mencoba dulu type monoshock yang
akan diadopsi di tempat asalnya monoshock itu terpasang.
~ Pada waktu pemasangan, jangan duduk manis. Karena modifikasi
yg dilakukan bukan merupakan produk, varian apalagi rekomendasi
dari insinyur2 pabrik yg ngrancang si bohay, pasti akan banyak
ketidak-sesuaian pada saat pemasangan. Minta dgn sangat, kalo
lagi nyeting pas tidaknya sambungan2 antar komponen, jangan
memukul/menarik/mengungkit komponen2 tsb dalam keadaan terpasang
di rangka/bodi si bohay, tapi turunkan dulu dari bodi baru di-set
ulang. Pengalaman ane, ketika montir mendapati bahwa dudukan depan
yg **SUDAH** nempel di rangka kurang pas untuk menjepit monoshock,
maka dia langsung pukulkan godam/martil besi dia (lebih besar drpd
yang disebut palu) ke dudukan yg kurang pas tsb yg sdg dlm keadaan
nempel di rangka. Alias, sama saja dengan memukul rangka si bohay.
Juga waktu masang stabiliser, skrup ori tempat dudukan shock ori di
swing-arm, diungkit sampai posisi-nya ngampleh ke bawah (aih...apa
Bahasa Indonesia-nya ngampleh?) Penyebabnya pipa stabiliser yg akan
dipasang terlalu panjang... :-(((
~ Masih jauh lebih mending ganti double-shock blakang yg pake gas.
Ada NTC, Yoko, YSS, Ohlins. Dari pengalaman ini, pelajaran yg saya
peroleh adalah, kalo pengin monoshock kayaknya mending beli motor
yg memang oleh insinyur2 pabrik sudah didisain dan di-itung buat
pake monoshock...:-D
Dohh... ni knalan apa kreta-api... maap2 kpanjangan... :-DDD
P.S.: denger2, kalo ga salah, yg dicritai Bro "Tok Ming Tse" itu
sekitar 1,5 juta... denger2 loh)
Rgds,
wezt wisnu
B 6771 SCO
Milis ini merupakan ajang pertukaran informasi seputar masalah Sepeda Honda
Karisma antar sesama pengendara dan Pencinta sepeda motor Honda Karisma.
Kalau ingin me-reply, mohon pesan yang tidak di perlukan dan sudah panjang di
hapus agar message tidak terlalu panjang
Jangan mem-posting message yang tidak ada Hubungannnya dengan Milis ini, SPAM
Mail, Junk Mail, SARA.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/karisma_honda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/