Ma'af MOD and Bro's/Sist's
 
Balasan curhat untuk roda dua, dari roda empat (by F.T):
 
Para pengendara roda dua yang tercinta, kami sebagai pengendara roda
empat mohon maaf jika telah membuat kalian merasa terbebani dengan
adanya kami yang banyak ini. tapi bukankah itu menandakan negara semakin
maju, apalagi dengan ruas2 jalan yang diperluas demi kepentingan
bersama. bukan hanya untuk kami saja yang lewat, tapi juga untuk truk2
yang membawa bahan2 untuk pembangunan di sekeliling kita.
 
Kami juga mohon maaf jika kalian merasa harus menyingkir cepat2 saat
berada di dalam kantor, atau harus membuat kalian takut melihat wajah2
kami yang tampak kurang friendly. Terkadang itu dikarenakan kami harus
memikirkan laju perusahaan yang terkadang semakin terseok tapi harus
tetap memikirkan bagaimana supaya kami dapat menggaji kalian. Biarlah
kami yang mengencangkan ikat pinggang, agar kalian tidak perlu repot
mendemo kami.
 
Kami juga merasa tidak enak jika kalian sering membunyikan klakson
kalian saat kami butuh pindah jalur di jalan. Tidakkah kalian punya
nurani untuk bersabar sedikit, kami hanya 10 detik mengambil jalur
tengah kalian saat kami berpindah jalur. 
Jika kalian mengeluhkan badan kalian yang pegal saat mengendarai roda
dua kalian, adil rasanya jika kalian juga mengetahui bagaimana pegalnya
kaki kiri kami menginjak rem dan kopling selama berjam-jam karena
jalanan yang macet. Apalagi pada saat hujan, saat kalian berbondong2
menepi di dalam terowongan, kami rela kalian mengambil 1 ruas jalan
untuk kalian berteduh, sementara antrian kami berarti menjadi 3 kali
lipat.
 
Belum lagi saat kalian tanpa sengaja menyerempet roda empat kami yang
masa cicilannya belum habis, kami terpaksa membiarkan kalian melarikan
diri dari tanggung jawab, karena kami tidak ingin memperpanjang masalah
dan membuang waktu, walaupun hati ini mangkel sekali rasanya. Sekali
lagi minta maaf jika kami ingin menangis melihat goretan panjang di
badan roda empat kami tercinta saat tanggal tua, karena ke bengkel itu
mahal sekali hanya untuk tanda mata yang telah kalian buat tanpa sadar.
 
Betapa iri hati kami pada saat jalanan macet, roda empat harus berhenti,
tetapi roda dua masih bisa berlari, walaupun kadang2 spion2 kami jadi
tumbalnya. Kami rela, demi kebutuhan kalian mengejar waktu. Kami pun
mengejar waktu, tapi biarlah kami berkorban waktu dulu untuk membawa
mobil kami ke bengkel untuk menutup kembali goresan2 yang telah kalian
ukir di badan roda empat kesayangan kami.
 
Semoga kalian mau mengerti dan memaafkan kami jika selama ini
kesalahpahaman terjadi. Biarlah kita menjalani hidup berdampingan dengan
rukun di jalan raya tanpa ada saling tuding dan iri hati. Jangan lupa
kenakanlah helem demi keselamatan jiwa kalian.
Salam sayang selalu. 
 
Roda empat.
 
 

Kirim email ke