Dear Febil,

Entah mulai dari mana ya komen dari ane.
Kalo soal penyeberang ceroboh, hmm..menurut ane, semuanya dibalikin lagi 
ke "disiplin". 
Masalahnya, pembentukan disiplin ini harusnya dibentuk sejak manusia 
lahir.. kemudian dipupuk rasa itu hingga dewasa..
Kalo udah gitu, ane yakin dalam hal apa pun orang yang udah dididik 
disiplin dari dini patuh dalam segala hal, termasuk nyeberang jalan.

Kalo soal nyeberang di sela-sela jalan. Penyeberang itu berbeda-beda 
tipenya, ada yang celingak celinguk, ada yang selonong boy semelehoy...
Nah, menurut ane, keduanya harus diantisipasi.. caranya?
Selama ini yang ane pake mah begini. Ane selalu pegang anjuran dari 
seseorang, "Jika sedang berkendara, selain kemampuan, mawas (feelling, eh 
l nya satu apa dua yak?) adalah faktor utama".
Nah, dalam kondisi yang bro Febil paparkan itu, mungkin feelling lebih 
berperan. Ambil jalan buruknya aja...di sela-sela mobil itu pasti ada 
sesuatu, entarh orang nyeberang, motor nongol, kambing lewat (kaya ane 
waktu di Jonggol), atau malah mobil yang tiba-tiba berbelok.. Jadi, 
senantiasa lebih hati-hati dan kurangi kecepatan motor..

Yang dilakukan bro Febil, dengan mengurangi kecepatan udah benar koq... 
tapi ngga usah pake caci maki lah..heuehueheuh...


Salam Sobat!

Ary Kurniawan





"Febil D mamayo" <[EMAIL PROTECTED]> 
05/08/2007 09:42 AM
Please respond to
[email protected]


To
<[email protected]>
cc

Subject
[karisma_honda] Bagaimana Menyikapinya??






Dear Bro,
 
Berhubung Pembahasan mengenai Trotoar udah sepi, walaupun ada yg 
menanggapi positif dan ada yg menanggapi sinis,
sekarang gw ingin minta pendapat temen2 semua mengenai bagaimana caranya 
menyikapi para penyebrang jalan yg ceroboh.
 
Di Jakarta ini sering kali kita dihadapkan pada kemacetan lalu lintas yang 
memaksa kita harus berkendara di sela2 kendaraan
roda empat. Problemanya adalah sering kali juga kita menemui penyebrang 
jalan yg ceroboh yang besikap seolah2 tidak ada
kendaraan roda dua yg melaju di sela2 kemacetan kendaraan roda empat, main 
nyelonong ajah tanpa menyempatkan diri
untuk menengok ke sela2 mobil. Yang bikin tambah linu kalo gw perhatikan 
kebanyakan dari mereka para orang tua dan kaum Wanita, 
yang mana refleks untuk menghindarnya kurang responsif di banding laki2.
 
Disisi lain, demi menghindari benturan dengan pejalan kaki yg ceroboh tsb, 
sering kali gw di caci maki pengendara motor lain yg berada di 
belakang gw, karena kecepatan berkendara gw yg sangat pelan. itu gw 
lakukan karena gw masih trauma akibat kecelakaan yg gw alami sekitar thn
1999 dimana gw menabrak seorang Bapak2 yg menyebrang di tengah2 kemacetan 
tanpa melihat ke sela2 mobil terlebih dahulu. padahal
kecepatan gw pada waktu itu rendah sekali, tapi namanya orang tua yg sudah 
rentan tetap ajah dia jatuh dan gegar otak, Alhasil pengendara
motor juga yg di salahkan.
 
Dari cerita di atas, mohon masukan dari teman2 semua, bagaimana cara 
berkendara di tengah2 kemacetan.
 
Terima Kasih.
 
 
Febil
B 5058 PM
 
 

<<image/gif>>

<<image/gif>>

Kirim email ke