kalo yang ini dijamin 100 persen loe pasti belum fri he he he he

copaste dari milis tetangga ... !
Hari Sabtu, di bawah guyuran gerimis mengundang, saya, Adi, Endru dan
Tita menyusuri pinggiran Gd Sate Bandung. Hari itu, saya berhasil
membuat sahabat-sahabat jurig makan saya ini menunjukkan dimana letak
temuan rahasia kuliner yang telah lama mereka tutupi. Satu-satunya
"kebocoran informasi" mengenai keberadaan tempat ini terjadi ketika
Adi mengoleh-olehi Kecap Cap Bintang, Magelang Asli Bandung (bingung
kan?), kepada Endru sambil memberi info bisik-bisik, "ini dapetnya di
Pak Bera, tukang sate deket Gasibu.. enak pisan siah!".

Jadilah, disela acara jadi juri lomba makanan berkeju yang dibikin
Kraft kemarin, pada jam makan siang tim Jalansutra terpecah. Sebagian
berangkat ke Lapo Siagian dan tim halalan toyibah dengan diam-diam
berangkat ke Pak Bera.

Warung Sate Pak Bera terletak di Jl. Cimandiri, persis di pinggang
kanan Gd Sate (jika anda adalah Gd Sate dan menghadap ke Lapangan
Gasibu). Tendanya cukup besar dan lega. Tulisan nama Sate Pak Bera
juga cukup jelas terpajang. Entah jam berapa Pak Bera buka, tapi sore
itu mereka tutup sekitar pukul 3 karena satenya habis.

Tita dan Adi sebagai tuan rumah mengurusi pemesanan, 30 tusuk sate
kambing (dibagi 15 berbumbu kacang dan 15 berbumbu kecap) plus 2
mangkuk gule kambing dan masing-masing sepiring nasi. Teh anget harum
melati secara otomatis dialirkan tanpa henti.

Begitu disajikan (dengan kecepatan bakaran yang luar biasa ekspres),
saya segera faham mengapa Adi dan Tita mati-matian menjaga rahasia
ini. Satenya enak pisaaaaannn!!!!! Potongan daging segede jempol,
berbaris di tusukan, dibakar dengan kematangan super pas, bebas gosong
di permukaan, sementara ditengahnya bersemu sogan-jambon
(pinkish-brown, hehehe..). Satu-satunya bagian yang keras hanyalah
tusukan bambunya. Dagingnya.. mulus tak mengganjal gigi. Aroma khas
daging kambing nyaris tak terlacak, tapi rasa mantapnya meletup di
segenap perasa. Ah, rupanya pantas kalau Pak Bera disebut sebagai
orang yang memberi makna "Sate" pada kata Gedung Sate!

Di sini lagi-lagi teori bahwa bumbu kacang hanya pas untuk sate ayam
kembali terbukti. Aura sate kambing seolah terselimuti berlebihan oleh
bumbu kacang. Sate dengan bumbu sederhana, hanya kecap plus bawang,
cabe dan tomat terasa lebih menohok. Tapi kalau mau lebih mantap, coba
minta satenya disajikan tanpa bumbu sama sekali. Beneran, uji coba
nekat ini ternyata menghasilkan daging bakar dengan aroma dan rasa
yang berkibar kencang. Tanpa penghalang, tanpa pengantar. Hanya daging
bakar saja. Tita bahkan berkomentar "kayak makan steak ya.."


Alex Setia
Policy Owner Services (POS)


________________________________
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of Afri Y
Sent: 30 Januari 2009 15:26
To: [email protected]
Subject: Re: [karisma_honda] ke BAndung Yuuukkk .... !


Weks, semua sudah pernah gue coba...
Kalau mau ke bandung, jangan lupa mampir ke jl burangrang seberang BPI, distro 
Folker, dulu Triple B. Itu distro biasanya banyak aksesoris perlengkapan motor 
dan sepeda tentunya...


Afri

Fran Lebowitz  - "Food is an important part of a balanced diet."

.


Kirim email ke